True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 63



Elin yg masih sangat mencintai Dilan berusaha merebut hati Dilan kembali, ia berusaha memperbaiki hubungan mereka dan ingin memberikan satu kesempatan lagi pada Dilan. Hubungan kedua nya sudah cukup lama, Elin merasa belum siap untuk kehilangan Dilan saat ini.


Dan soal Nasha, Elin tidak tahu dimana gadis itu karena dengan sengaja Elin memblokir kontak Nasha dan berniat memutuskan persahabatan mereka. Elin tidak mau memberikan celah pada Dilan untuk mendekati Nasha, dan selama beberapa hari ini Nasha menghilang dari kampus dan tidak ada yg tahu dimana dia. Elin justru merasa senang dan berharap Nasha tidak pernah muncul lagi di hadapan nya, Elin bahkan berharap semoga Nasha di nikahi oleh Ramos dan di bawa pergi oleh pria itu.


Saat ini, Elin berada di depan rumah Dilan karena ia ingin membicarakan hubungan mereka yg sebenarnya belum berakhir. Belum ada kata putus dari pihak mana pun.


Elin melirik arloji nya, sudah sepuluh menit dia menunggu sejak saat tadi pembantu Dilan mengatakan akan memanggilkan Dilan.


"Elin..." Elin langsung menoleh dan mendapati Dilan yg seperti nya baru selesai mandi.


"Hai..." sapa Elin sambil tersenyum kaku.


"Silahkan masuk" seru Dilan sambil membuka pintu lebih lebar. Elin masuk dan Dilan mempersilahkan Elin duduk di sofa.


"Dilan, aku..."


"Aku minta maaf..." ucap Dilan dengan cepat, ia menatap Elin penuh rasa bersalah "Bukan maksud mu mengkhianati mu, Lin. Tapi aku sendiri engga bisa mengendalikan perasaan ku" tutur Dilan yg membuat hati Elin terasa sangat perih.


"Engga apa apa" lirih Elin berusaha menahan air mata nya "Aku kesini karena ingin memperbaiki hubungan kita, Dilan. Aku ingin kita memulai semua nya dari awal, aku ingin memberikan kamu kesempatan lagi" Elin berkata penuh harap.


"Lin, maafin aku..." ucap Dilan dengan suara rendah "Aku tahu aku salah, dan hubungan kita... Seperti nya engga bisa kembali seperti dulu lagi" dan seketika air mata Elin langsung tumpah.


"Jadi kamu memilih Nasha? Kamu tahu dia mencintai pria lain dan bahkan orang tua nya sudah menyiapkan calon suami?" tanya Elin dengan suara tercekat, menahan emosi dan sesak di dada nya.


"Aku tahu, ini bukan tentang Nasha, Lin. Tapi tentang diri ku sendiri" jawab Dilan "Kamu adalah gadis yg sangat baik, kamu bisa mendapatkan pria yg jauh lebih baik dari aku dan yg sangat mencintai kamu. Hubungan kita sudah engga bisa di lanjutkan lagi"


"Tapi kenapa?" tanya Elin sambil menghapus air matanya "Aku masih sangat mencintai mu, Dilan"


"Aku minta maaf, tapi aku engga bisa memaksa hati ku. Aku juga engga berniat sedikitpun untuk memiliki Nasha atau berpaling pada Nasha, tapi kalau aku memaksakan diri tetap bersama mu sementara hati ku mencintai wanita lain. Kamu akan semakin sakit, Lin. Aku engga mau menyakiti kamu, aku peduli dengan mu"


Elin hanya bisa menunduk dan terisak, ia sudah menyingkirkan semua ego nya untuk bisa memperbaiki hubungan nya dengan Dilan. Elin bahkan sudah tak mau lagi berteman dengan Nasha supaya hubungan nya berjalan lancar dengan Dilan, tapi Dilan masih mencampakkan nya begitu saja.


"Apa sudah engga ada cinta sedikit pun lagi untuk ku?" tanya Elin menatap Dilan dengan begitu sendu. Dilan tak menjawab, ia hanya membisu dan menatap sedih Elin "Sejak kapan?" tanya Elin lagi. Dilan masih diam "Jawab aku, brengsek! Sejak kapan kamu diam diam mencintai Nasha?" bentak Elin yg sudah tidak sanggup lagi menahan sesak di dada nya.


"Sejak lama, beberapa bulan setelah kamu memperkenalkan ku dengan dia" jawab Dilan "Sejak saat itu aku mengagumi nya dan mencintai nya, dan kemudian beberapa bulan terkahir ini aku menyadari itu lebih dari kagum" jawab Dilan jujur yg tentu saja membuat air mata Elin semakin deras.


"Aku membenci mu!" desis Elin kemudian ia berlari pergi dari rumah Dilan. Meninggalkan Dilan yg terduduk lesu.


...... ...


Acara syukuran di rumah Azhar berjalan dengan lancar, hampir semua tetangga nya datang dan berkenalan dengan Nasha. Namun yg membuat Nasha sedih, tak ada tanda tanda Harry akan datang.


"Kenapa?" tanya Azhar yg melihat Nasha melamun.


"Harry engga datang" jawab Nasha tertunduk sedih.


"Bukan salah mu" jawab Nasha dan ia langsung menyenderkan kepalanya di dada Azhar "Memang takdir ku selalu di tinggalkan dan kehilangan, orang tua kandung ku bahkan membuang ku" lirih nya, Azhar mengelus kepala Nasha dengan lembut. Kemudian Nasha mendongak "Azhar, jangan tinggalkan aku ya? Ku mohon..." pinta Nasha dan satu tetes air mata menetes begitu saja dari sudut mata nya.


Azhar segera menghapus air mata itu dengan kecupan lembut nya "Allah akan menjaga hubungan kita dan menguatkan cinta sejati kita" jawab Azhar yg membuat Nasha tersenyum.


"Pengantin baru nya di sini..." Terdengar suara dari wanita paruh baya yg merupakan tetangga Azhar, Nasha langsung menjauhkan diri dari Azhar dan ia tertunduk malu karena kepergok bermersaraan di dapur padahal tadi mereka pamit untuk mengambil es batu.


"Tante Yuli, em ini es batu nya lagi mau di ambilin" ucap Azhar yg malah di tertawa kan oleh wanita bernama Yuli itu.


"Berduaan nya nanti saja kalau kami sudah pulang, itu ada ketua RT datang dan mau berkenalan dengan istri Ustadz Azhar" seru nya.


Kemudian ia membawa Nasha keluar dan memperkenalkan dengan ketua RT dan keluarga nya.


"Cantik ya istri nya Ustadz Azhar, pantas saja langsung di halalkan. Bisa banyak yg antri nanti" celetuk sang ketua RT yg membuat Nasha tersenyum kikuk.


Nasha sedikit melirik tamu tamu yg datang, sejujurnya Nasha merasa khawatir. Takut mereka berfikir yg tidak tidak karena tiba tiba saja Azhar menikah dan selain itu tak ada satupun keluarga Nasha yg datang ke acara syukuran itu.


Namun Nasha melihat semua orang tampak menikmati acaranya dan mengobrol seru satu sama lain.


"Mungkin didepan aja kali ya mereka bersikap biasa begini. Jangan jangan pas di belakang nanti gosipin aku sama Azhar" batin Nasha menduga duga.


"Kenapa melamun, Neng?" tanya Tante Yuli mengagetkan Nasha.


"Eh, engga apa apa..." jawab Nasha sambil tersenyum kikuk.


Azhar datang dengan membawa air dingin "Lama sekali cuma mengambil es batu dan air dingin" seru Ummi Rifa sementara Azhar hanya cengengesan.


"Tadi mereka masih pacaran di dapur" celetuk Tante Yuli yg membuat Nasha semakin kikuk.


"Oh, maklum lah. Sebagai pengantin baru seharusnya mereka di kamar seharian, tadi aku malah nyuruh mereka belanja" ujar Ummi Rifa sambil tertawa kecil.


"Oh ya, Nasha sama Ustadz Azhar harus rajin bikin cucu ya ya buat jeng Rifa sama Mas Fadlan. Biar mereka engga kesepian" celetuk salah satu wanita di sana sambil mengunyah kue kering yg di suguhkan tuan Rumah.


"Aku sih terserah kapan mereka siap, apa lagi Nasha masih muda dan masih kuliah Kedokteran. Saat ini kami cuma ingin fokus mendukung Nasha menunjang karir nya, ya kan, Nak?" ujar Abi Fadlan yg membuat Nasha langsung tersenyum. Betapa sempurna nya Abi Fadlan menjadi sosok ayah. Sementara Nasha hanya mengangguk. Acara pun terus berjalan dengan berbagai macam obrolan, tentu setelah membaca doa doa untuk Nasha yg kini memasuki usia baru dan juga fase kehidupan baru.


Mereka semua mendoakan pernikahan Nasha dan Azhar, memohonkan keturunan yg sholeh sholehah untuk kedua nya.


Selama dua malam ini Nasha merasa begitu di berkati, bahkan orang yg tak mengenal nya mendoakan nya dan itu semua berkat Azhar. Azhar nya, suami nya, penenang jiwa nya.


▫️▫️▫️


Tbc....