True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 32



"Kamu akan menikah sama Ramos!"


"AKU ENGGA MAU!" tegas Nasha spontan. Ia bahkan langsung berdiri dan menatap kedua orang tua nya dengan berani.


"Sha, dengerin kami dulu, Nak..." bujuk sang ibu berusaha lembut.


"Maaf, Ma. Tapi apapun alasannya aku engga bisa" ucap Nasha lagi.


"Dan lagian ini tuh pernikahan, Pa, Ma. Seharusnya kalian tanya dulu sama Kak Nasha karena yg menjalani pernikahan itu dia" sambung Harry yg juga tak kalah terkejut nya dengan Nasha. Ia bahkan terlihat jauh lebih marah dengan ke seme menaan kedua orang tuanya itu.


"Har, coba deh kamu fikir. Nasha akan jadi istri Ramos, Nasha akan punya kehidupan yg mewah dan bahagia. Ramos pewaris tunggal kekayaan Mas Ruben maupun Jessica, Nasha akan punya segalanya kalau menikah sama Ramos"


Nasha memijat kepala nya yg terasa sakit mendengar apa yg di katakan Mama nya itu, benarkan apa yg dia bilang? Orang tua angkat Nasha itu hanya memandang orang lewat status sosial nya.


"Aku engga mau menikah cuma karena harta, Ma!" tegas Nasha dengan mata yg sudah berkaca kaca.


"Duduk, Nasha. Kita bicarakan ini!" perintah Surya tapi Nasha menggeleng.


"Maaf, Pa. Tapi ini hidup ku, memasuki kehidupan pernikahan itu engga semudah memasuki perkuliahan, Pa. Ini tentang hidup ku, perasaan ku, aku berhak memilih jalan hidup ku" ucap Nasha dengan suara yg bergetar, ia takut sebenarnya, sangat takut untuk melawan kehendak orang tua nya. Tapi Nasha teringat ucapan Harry, ia berhak bahagia dan berhak memilih jalan hidupnya. Apa lagi sekarang ada Azhar, yg telah menjadi kekasih hati nya. Lalu bagaimana bisa Nasha menerima pria lain dalam hidup nya?


"Nasha..." geram Raya yg seperti nya sudah mulai terpancing emosi nya "Kamu fikirkan baik baik, apa ada pria yg lebih baik dari Ramos untuk menjadi pendamping hidup mu? Dia mencintai mu, dia sukses, apa lagi yg kurang?" ucap Raya dengan nada tinggi.


"Karena aku engga mencintai nya, Ma. Itu yg kurang, dan itu kekurangan yg sangat besar"


"Ayo lah, Nasha. Cinta itu bisa datang setelah kalian menikah" tegas Raya lagi. Nasha mulai menangis, ia tak tahu bagaimana cara nya menjelaskan pada orang tua nya bahwa ia mencintai pria lain dan pria itu juga mencintai nya. Nasha sangat ingin mengatakan itu tapi ia tak memiliki keberanian, ia hanya bisa menangis dalam diam.


"Kak Nasha sudah punya pacar..." seru Harry kemudian dengan sangat tegas. Sontak Nasha langsung menatap Harry, kemudian ia menatap kedua orang tua angkat nya secara bergantian. Jantung Nasha berdebar menanti reaksi mereka.


"Apa itu benar?" tanya Raya dengan nada yg begitu menusuk.


Nasha masih tak berani menjawab, ia hanya bisa menunduk sambil meremas jari jemari nya.


"JAWAB, Nasha!" bentak Surya yg membuat Nasha tersentak kaget dan hal itu berhasil membuat nya semakin gemetaran.


"Engga usah di bentak, Pa!" tegas Harry sambil berdiri dari kursi nya. Ia menepuk pundak Nasha, membuat Nasha mendongak "Bicara yg sebenernya, Kak..." bujuk Harry. Awalnya Nasha terlihat sangat ragu namun karena Harry terus membujuk nya, ia pun mulai berbicara.


"Iya, Pa, Ma!" jawab Nasha lirih.


"Siapa pria itu? Teman kampus kamu?" tanya Raya mengintimidasi Nasha dengan tatapan nya, Nasha menggeleng "Lalu siapa?"


"Salah satu dosen di kampus" jawab Nasha terpaksa berbohong, tapi ia sangat yakin Azhar akan di terima di kampus nya itu dan benar benar akan menjadi Dosen disana.


"Hanya seorang Dosen?" tanya Raya seolah meremehkan "Siapa orang tua nya? Apa dia sebanding dengan kita?" Nasha mengepalkan tangannya mendengar ucapan merendahkan Mama nya itu. Hati nya tak bisa menerima bagaimana kekasih nya di remehkan seperti itu.


"Engga" jawab Nasha tegas "Mereka jauh lebih baik dari kita" lanjut nya kemudian ia berlari naik ke kamar nya sambil menangis.


"HARRY ...."


PLAKKKKK


Harry meringis sambil memegang pipi nya namun kemudian ia tertawa sinis, ia menatap Mama nya yg telah menampar nya. Mata Harry memerah menahan amarah.


"Laura engga bunuh diri, Harry. Berhenti mengatakan hal bodoh seperti itu" tegas Surya yg juga terlihat sangat marah dengan apa yg di katakan putra nya itu.


"Benar, Kak Laura engga mati bunuh diri" ucap Harry kemudian melirik tajam kedua orang tua nya "Tapi kalian yg membunuh nya!"


"HAR...." geram Surya marah dan ia bahkan sudah mengangkat tangan hendak memukul Harry, namun tangan nya hanya terdiam di udara dan ia menatap sendu putra nya itu.


"Kenapa berhenti, Pa? Ayo pukul...! Pukul aja sepuas kalian, bunuh sekalian biar kalian puas!" tegas Harry menantang. Ia bahkan tak segan mendekatkan pipi nya pada ayahnya.


Surya langsung terduduk lesu di kursi nya, ia mengusap wajahnya dengan kasar "Kalian egos!" seru Harry dan ia pun juga berlari masuk kedalam kamarnya.


Raya pun kembali ke kamar nya dengan amarah yg meluap, perayaan yg seharusnya menyenangkan berakhir dengan pertengkaran yang hebat.


Bahkan Nasha sudah sangat berani melawan dan meninggikan nada bicara nya. Hal itu membuat Raya sangat marah, di tambah Harry yg terus menyalahkan Raya dan Surya atas kematian Laura.


Hal itu membuat Raya benar benar marah saat ini, sementara Surya... Dia hanya bisa terdiam, terkadang hati kecil nya membenarkan apa yg di katakan Harry bahwa Luara meninggal memang karena mereka. Dan ia juga menyayangi Nasha, sangat menyayangi nya, Surya hanya ingin yg terbaik untuk anak anak nya tapi mereka tak mengerti.


.........


Azhar terbangun di sepertiga malam seperti biasanya. Namun ada yg berbeda saat ini, saat membuka mata, tiba tiba ia langsung teringat Nasha. Azhar menyunggingkan senyum samar nya, mungkin karena ia telah menempatkan Nasha sebagai kekasih dalam hati nya sehingga ia selalu hadir dalam fikiran Azhar.


Dan Azhar sama sekali tak tahu apapun latar belakang keluarga Nasha kecuali apa yg sudah Nasha berita tahu, hal itu membuat Azhar merasakan sedikit ke khawatiran.


Setelah mengambil wudhu, Azhar menghamparkan sejadah nya dan ia pun menghadap Rabb nya dengan sangat khusyuk.


Setelah selesai sholat dan berdizkir yg terasa begitu nikmat dan menenangkan, Azhar mengangkat tangan nya, memohon kepada pemilik hidup nya yg berkuasa atas segalanya.


"Ya Rabb, hamba mu ini telah merasakan jatuh cinta pada seorang wanita yg baik di mata hamba, semoga dia juga baik di mata Mu, semoga Engkau memang mengirimkan nya untuk menjadi pendamping hidup hamba. Jadikan lah dia kekasih halal hamba, satukan lah kami dalam ikatan yg suci dan kuat. Ridho'i hubungan kami, dan berkahi setiap langkah kami. Sesungguhnya Engkau adalah pemilik hati setiap makhluk Mu, maka tetapkan lah hati kami saling mencinta dan setia hingga maut memisahkan walaupun akan ada banyak rintangan. Ya Allah, jika Nasha memang jodoh hamba, jadikan lah kami pasangan sejati yg selalu Engkau Ridho'i, baik di kehidupan dunia ini maupun di kehidupan setelah kematian kami nanti. Kami memohon dan berserah diri kepada Mu, sesungguhnya tiada yg lebih berkuasa dari Engkau".


.........


"Ya Allah, aku mencintai orang tua angkat ku seperti orang tua kandung ku sendiri. Aku ingin mengabdi kepada mereka seperti aku mengabdi kepada orang tau kandung ku sendiri. Tapi, apakah aku tidak berhak memilih jalan hidup ku? Apakah aku tidak berhak meraih kebahagiaan ku? Bukankah Engkau maha adil, Ya Allah? Aku mohon, berikan lah keadilan dalam hidup ku. Aku mencintai hamba Mu yg terlihat begitu sholeh di mata ku, dan jika dia memang hamba mu yg juga sholeh di mata Mu, aku mohon... Jadikanlah dia kekasih ku, pendamping ku, imam ku. Yg akan membawa ku lebih dekat dengan Mu, yg akan memberikan kebahagiaan untuk ku, dan yg akan membawa ku ke surga mu. Jadikan Azhar kekasih sejati ku, baik dalam hidup kami di dunia ini maupun di kehidupan kami di akhirat kelak".


▫️▫️▫️


Tbc....