True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 83



Bi Tanti menyiapkan makan malam yg sangat banyak dan juga bisa di bilang cukup mewah, seolah ada acara yg istimewa saja.


Setelah semua nya selesei, ia pun bergegas ke kamar Nasha untuk memanggil Nasha dan Azhar agar segera turun untuk makan malam.


Pintu Nasha yg sedikit terbuka membuat Bi Tanti malah mengintip ke dalam dan ia mendapati Azhar yg sedang membimbing Nasha membaca Al Qur'an. Hati Bi Tanti langsung terasa hangat dan tentram saat melihat hal itu.


Bi Tanti mengetuk pintu saat Nasha sudah menyelesaikan ngaji nya.


"Masuk" teriak Nasha dan ia melihat Bi Tanti yg sedang tersenyum lebar "Ada apa, Bi?" tanya Nasha sembari meletakkan Al Qur'an nya ke atas meja belajar nya. Sementara Azhar masih tetap berada di atas sejadah nya karena mereka belum sholat isya.


"Makan malam sudah siap, Non" ujar Bi Tanti masih dengan senyum sumringah nya.


"Kami mau sholat isya dulu, Bi" jawab Nasha dan ia juga tersenyum sendiri karena Bi Tanti yg senyum senyum "Bibi kenapa sih kayak bahagia gitu" tanya Nasha kemudian.


"Bahagia saja karena Non Nasha pulang, terus sekarang terlihat jauh lebih cantik dan dewasa. Sudah gitu sekarang Non Nasha tersenyum terus, kalau dulu Non Nasha kalau engga memberengut ya nangis" Nasha tertawa kecil mendengar penuturan asisten rumah tangga nya itu.


"Bi Tanti bisa saja, ya sudah kami sholat dulu. Habis ini kami turun"


"Kalau bibi ikut sholat, boleh?" tanya Bi Tanti kemudian.


"Sangat boleh, Bi. Kami tunggu" Jawab Azhar.


"Iya, Bibi ambil wudhu sama mukena dulu ya, tunggu ya, Den Azhar"pinta Bi Tanti dengan antusias dan Azhar pun mengangguk.


Sementara Bi Tanti mendatangi Harry lebih dulu, dan ia melihat Harry yg sibuk dengan laptop nya.


"Den, mau sholat isya berjemaah engga?" tanya Bi Tanti yg nongol dari balik pintu


"Males ke masjid, Bi" jawab Harry tanpa menoleh.


"Engga usah ke masjid, tuh ke kamar Non Nasha. Non Nasha sama Tuan Azhar mau sholat isya, Bibi juga mau ikut" seru Bi Tanti.


"Oh ya, ya udah deh. Aku wudhu dulu"


.........


"Mereka kok lama ya?" tanya Nasha karena Bi Tanti tak kunjung datang.


"Tunggu dulu sebentar" jawab Azhar dan Nasha hanya mengangguk.


"Kak...." seru Harry sembari membuka lebar pintu kamar Nasha.


"Mau ikutan sholat, Har?" tanya Nasha karena Harry mengenakan baju kokoh dan juga membawa sejadah.


"Iya, mundur mundur..." seru Harry yg mau menghamparkan sejadah nya di belakang Azhar. Nasha pun mundur dan tak lama kemudian Bi Tanti juga datang.


Alhasil, ke empatt orang itu sholat berjemaah di kamar Nasha.


Setelah sholat, Azhar hanya berdzikir singkat karena ia takut mertua nya sudah menunggu nya di bawah apa lagi Bi Tanti mengatakan makan malam sudah siap.


"Kalian lama sekali, makanan nya mungkin saja sudah dingin" seru Raya.


"Tadi kami masih sholat" jawab Harry kemudian ia menarik kursi di samping Mama nya. Sedangkan Azhar duduk berdampingan dengan Nasha.


"Oh begitu, ya sudah engga apa apa" jawab Raya kemudian "Sha, kamu makan yg banyak ya, Sayang. Bi Tanti masak ini spesial buat kamu sama Azhar, oh ya, bistik ini daging nya impor lho. Enak banget, daging nya lembut. Kapan lagi kamu makan beginian, iya kan?"


Azhar hanya bisa terdiam dan tetap berusaha tenang karena ternyata sindiran untuk nya belum juga usai.


Nasha pun hanya tersenyum, ia mengambil piring dan menyajikan sedikit untuk Azhar.


" Kenapa sedikit banget, Sha? Nanti suami mu fikir kita irit makan, tambahkan lagi" seru Raya lagi.


"Bukan gitu, Ma. Azhar kalau makan malam memang cuma sedikit, supaya dia engga kekenyangan yg akan menyebabkan dia malas bangun untuk sholat malam" jawab Nasha lugas dan ia juga menyajikan sedikit untuk diri nya sendiri.


Harry yg mendengar jawaban Nasha tersenyum puas, sementara Raya hanya mendelik.


"Kalau kamu kenapa makan sedikit, Sha? lagi diet?" tanya Surya.


"Alasan nya sama, Om. Masak iya saya menikmati ibadah sendirian dan membiarkan Nasha cuma tidur, kami ingin sama sama ibadah supaya sama sama dekat dengan Tuhan dan semoga kami sama sama masuk surga dan tetap menjadi pasangan di surga Nya" jawab Azhar yg membuat Nasha merona.


Senyum puas Harry semakin lebar mendengar jawaban Azhar. Ia pun juga meminta Bi Tanti menyajikan sedikit makanan untuk nya.


"Mumpung kalian di sini, nanti bangunin Harry ya, Kak. Bisa engga ya Harry bangun di sepertiga malam" ujar Harry yg di jawab anggukan oleh Nasha.


Mereka pun makan malam dengan di selingi beberapa obrolan, dan tentu Azhar masih belum lolos dari sindiran yg halus maupun yg terang terangan. Namun Azhar selalu menanggapi nya dengan senyum, tak hanya itu, Nasha juga selalu memberikan jawaban yg santai namun menohok.


Nasha bisa menerima jika kedua orang tua angkat nya itu merendahkan nya hanya karena dia anak adopsi, namun Nasha takkan pernah bisa menerima jika suami nya yg di rendahkan.


.........


Azhar termenung sembari menatap istri nya yg kini sudah terlelap di pelukan nya, semenjak, menikah, Nasha selalu tidur dalam pelukan nya dan bahkan istri nya itu memeluk Azhar dengan begitu erat seolah takut Azhar meninggalkan nya saat ia terlelap.


Azhar memikirkan semua perkataan orang tua angkat Nasha. Yg mereka katakan semua nya memang benar, Azhar tidak bisa memberikan kehidupan mewah pada Nasha. Tidak bisa membelikan nya barang barang mahal atau memberi nya makanan khas sultan.


"Sayang..." rengek Nasha dengan suara parau nya, ia mendongak untuk menata Azhar sementara Azhar kini menunduk agar bisa melihat wajah istri nya "Bistik buatan Ummi lebih enak ya, apa lagi pakek ayam yg di sembelih sendiri oleh Abi. Tadi nya aku pengen bilang sama Mama, kalau masakan Ummi lebih enak tapi takut Bi Tanti tersinggung" Nasha berkata sembari memanyunkan bibir nya, membuat Azhar tertawa geli dan ia mencubit gemas bibir Nasha.


"Ada ada saja kamu ini, ayo tutup mata, ini sudah malam"


"Cup dulu..." rengek Nasha manja dan Azhar pun mengecup kedua pipi Nasha, di lanjutkan ujung hidung mancung nya, kemudian Kedua kelopak mata Nasha dan berakhir di kening nya.


"Sudah" jawab Azhar dan Nasha semakin mendesakan tubuh nya ke tubuh Azhar, seolah ingin menyatukan kedua raga itu.


"Aku akan selalu menjadi kekasih mu sampai di Jannah nanti" lirih Nasha yg langsung di aminkan oleh Azhar.


"Aamiin, semoga Allah meridhoi nya"