True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 37



"Kalian belanja apa ke mall?" tanya Raya yg melihat kedua anak nya itu baru datang dan membawa beberapa paper bag.


"Biasa lah, Ma. Pakaian, sepatu, tas" jawab Harry dan Raya pun mengangguk mengerti.


"Bagaiamana tadi makan siang mu bersama Ramos, Sha?" tanya Raya kemudian.


"Aku sudah bilang kalau aku engga bisa menikah dengan Ramos, Ma" jawab Nasha dan hal itu langsung membuat Raya menghela nafas berat, ia tampak menahan kemarahan nya.


"Ya sudah, engga apa apa. Mama engga akan maksa kamu" jawab Raya yg langsung membuat Nasha terbelalak, pasal nya ia menduga tidak seperti ini respon Raya. Nasha sudah menduga Mama angkat nya itu pasti sangat marah dan mungkin akan kembali menampar Nasha dan kemudian mengurung Nasha di kamar nya. Harry yg mendengar hal itu juga tak kalah terkejut nya, Mama nya yg bersikap baik justru membuat mereka berperasangka buruk. Baik Harry mau pun Nasha merasa pasti ada yg sedang di rencanakan Mama nya itu "Sebaiknya kalian naik, malam ini Mama mau ke pesta. Kamu mau ikut, Sha?"


"Engga, Ma. Aku capek..."


"Okey..." jawab Raya santai dan lagi lagi itu membuat Nasha dan Harry semakin curiga, kakak beradik itu pun saling pandang "Malah melamun, ayo cepat naik dan bersih bersih" seru Raya dan kedua anak nya itu pun langsung bergegas naik ke kamar mereka masing masing.


.........


"Gimana tadi di kampus, Azhar?" tanya Abi Fadlan pada putra nya itu.


"Excited, Bi. Mulai besok Azhar mulai ada kelas"


"Nasha?" tanya Ummi Rifa menyambung, seketika raut wajah Azhar sedikit berubah.


"Tadi Azhar ketemu Mana nya Nasha, Ummi. Dia minta Azhar menjauhi Nasha karena dia menjodohkan Nasha dengan pria lain.


" Terus, bagaimana respon Nasha? Apa Nasha menerima pria itu?" tanya Abi Fadlan lagi dan Azhar menggeleng pelan.


"Dia bilang dia cuma mau menikah sama aku" jawab Azhar lirih. Seharusnya hal itu membuat Azhar dan kedua orang tua nya bahagia, namun karena ternyata Nasha sudah di jodohkan dengan pria lain, mereka pun tak bisa merasa bahagia sepenuhnya.


"Nasha hanya angkat mereka, jadi mereka tidak punya hak untuk memaksa Nasha menikah dengan pria pilihan mereka" ujar Ummi Rifa kemudian.


"Kita berdoa saja, Ummi. Semoga Allah memudahkan segalanya, ini bukan perkara mudah" ucap Abi Fadlan yg langsung di angguki oleh Ummi Rifa.


"Azhar naik dulu..." seru Azhar kemudian kepada orang tuanya.


Sesampainya di kamarnya, Azhar langsung memeriksa ponsel dan ternyata ada pesan masuk dari Nasha. Azhar segera membuka nya.


^^^Nasha^^^


^^^"Aku sudah memberi tahu Mama bahwa aku menolak Ramos, dan Mama bilang engga apa apa, dia engga akan memaksa"^^^


Azhar langsung tersenyum lebar membaca pesan itu, dalam hati ia sangat berharap semoga perjalanan cinta nya dan Nasha lancar tanpa halangan apapun terutama restu orang tua.


Me


"Kamu serius, Nasha? Engga bercanda kan?"


Me


"Kalau begitu, kapan aku bisa kerumah kamu dan melamar mu?"


...... ...


Nasha menggigit jari nya sambil mesem mesem tak karuan saat membaca pesan dari kekasih hati nya itu. Datang melamar? Oh, beginikah rasanya?


"Kak..." panggil Harry bersamaan dengan pintu yg terbuka, Harry masuk dan seketika ia langsung mengernyit melihat Nasha yg tampak berbunga bunga.


"Kak Nasha kenapa?"tanya Harry heran.


"Azhar mau ke sini, mau lamar kakak" jawab Nasha setengah berbisik. Hal itu tentu saja membuat Harry ikut bahagia, namun di detik selanjutnya ia terlihat kaku dan tampak memikirkan sesuatu "Kenapa, Har?" tanya Nasha.


"Engga apa apa, cuma aku khawatir aja dengan respon Papa Mama. Yah, Kak Nasha kan tahu sendiri mereka seperti apa. Dan Mama aneh banget karena tadi engga marah pas Kak Nasha bilang menolak Ramos"


"Iya sih, kakak juga merasa aneh. Tapi ya semoga aja Mama memang benar benar mengerti, karena pernikahan itu kan yg menjalani kakak, bukan Mama"


"Hem betul..." gumam Harry "Jadi Kakak jawab apa sama Azhar?"


"Belum jawab, Har. Jawab apa ya? Dia tanya kapan bisa datang ke sini"


"Besok malam"


"Hah? Engga kecepatan, Har?" tanya Nasha terkejut dengan pernyataan adik nya itu.


"Oke deh..." jawab Nasha sambil tersenyum lebar, ia pun segera memberi tahu hal itu pada Azhar.


Me


"Besok malam, Azhar. Bagaimana? Apa terlalu cepat?"


^^^Ustadz Azhar ^^^


^^^"Kalau kamu memang siap aku pinang, itu sangat tidak terlalu cepat"^^^


Nasha merona membaca pesan Azhar itu, dan hal itu membuat Harry geleng geleng kepala. Semenjak 9 tahun yg lalu ia mengenal Nasha, ini pertama kalinya Harry melihat kebahagiaan yg sangat besar di mata Nasha, dan melihat senyum Nasha yg mengembang dengan begitu bebas seolah ia orang paling bahagia di dunia ini.


Me


"Aku sangat siap, Azhar. Tapi sebelum itu, apa kamu yakin akan meminang ku? Mungkin aku masih ke kanak kanakan, aku juga belum menjadi wanita yg sholehah"


^^^Ustadz Azhar ^^^


^^^"Kalau begitu ayo kita dewasa bersama dan menjadi sholeh sholehah bersama" ^^^


Tak ayal melayang nya Nasha membaca pesan Azhar itu, perasaan nya yg berbunga bunga tak bisa ia ungkapkan dengan kata kata.


"Kak..." seru Harry menepuk jidat Nasha pelan karena ia merasa gemas dengan aura kakak nya itu.


"Apa sih, Har... Ganggu aja deh..." seru Nasha kesal sambil menulis pesan balasan untuk pria pujaan nya itu.


Me


"Ayo kita lakukan semuanya bersama, karena aku sangat mencintai mu sejak pertama kali aku melihat mu di desa. Seiring sering nya pertemuan kita, membuat cinta di hati ku terus tumbuh dan bermekaran. Hal itu membuat ku merasa sangat bahagia, tapi aku juga takut... "


^^^Ustadz Azhar ^^^


^^^"Apa yg kamu takutkan?" ^^^


Me


"Kehilangan mu..."


^^^Ustadz Azhar^^^


^^^"Aku tidak bisa menghibur mu dalam hal itu, karena aku pun merasakan ketakutan yang sama" ^^^


^^^Ustadz Azhar ^^^


^^^"Tapi jika Allah menghendaki kita saling memiliki, maka kita pasti akan saling memiliki tak peduli bahkan jika dunia ini terbelah menjadi dua"^^^


"Lebay..." seru Harry yg mengintip ponsel Nasha.


"Romantis tau..." ujar Nasha dengan wajah yg sudah memerah dan pipi nya pun terasa panas, ia benar benar melayang di buat nya.


"Karena kak Nasha udah punya pacar, boleh dong Harry juga..."


"Engga boleh!" sela Nasha tegas.


"Yah, engga adil banget..." gerutu Harry.


"Lagian emangnya ada cewek yg suka sama kamu?"


"Banyak lah, Harry tuh cowok most wanted di sekolah tahu..."


"Engga, masih kecil juga. Mending sekarang kamu balik ke kamar mu deh, kerjakan tuh pr"


"Jangan rayu rayuan, nanti di susup setan lho" seru Harry kemudian sambil bergegas keluar dari kamar Nasha.


▫️▫️▫️


Tbc...