True Love Never Ends

True Love Never Ends
Promo Cerita Lentera Don Gabriel Emerson



Hai Reader setia... Ada cerita baru neh dari SkySal.


Berikut cuplikan part 1 nya, untuk cerita selengkapnya langsung cek di SkySal ya.


....


Gabriel hendak pergi dari hotel itu setelah ia merasa cukup beristirahat, namun tiba tiba beberapa orang menyerang nya yg membuat Gabriel harus melawan mereka mati matian tanpa bantuan siapapun.


Musuh semakin banyak berdatangan, dan Gabriel pasti akan habis saat ini. Sebenarnya Gabriel tak peduli akan hal itu, namun mengingat di hotel ini sedang ada acara besar dan ia tak mau mengacaukan nya. Selain itu, ia tak mau berita kematian nya menjadi berita dunia. Gabriel melawan musuh itu sembari bergerak mundur dan berusaha bersembunyi.


Dalam kamus hidup Gabriel tak ada kata menyerah, namun jika di perlukan ia hanya harus menunda waktu perang dan bagi nya itu adalah kebijakan.


Gabriel berusaha keras melumpuhkan sebagian musuh nya sembari ia memanggil bantuan, kemudian dengan cepat Gabriel menyelinap masuk ke toilet wanita dan satu musuh berhasil menusuk nya di sana, membuat Gabriel tersungkur. Sementara pria yg tadi langsung berlari keluar.


"Pengecut" gumam Gabriel sambil menarik pisau yg masih menancap di perut nya, ia mengerang kesakitan saat merasakan pisau itu tertarik dan Gabriel menjatuhkan pisau itu di sisi nya.


Hingga tiba tiba...


Aggh..." seorang gadis kecil yg berpenampilan bak bidadari masuk ke toilet dan tampak sangat terkejut melihat Gabriel. Gabriel sendiri sudah terbiasa membuat orang histeris dan berlari terbirit terbirit dari nya, ia pun menduga gadis kecil ini akan berlari ketakutan dan mungkin akan menangis mengadu kepda ayahnya.


"Om..." seru gadis itu sambil berjalan menghampiri Gabriel, tidak tampak ketakutan di wajah nya melainkan ke khawatiran. Membuat Gabriel terkejut dan merasa heran.


Gadis itu berjongkok di depan Gabriel dan menatap perut Gabriel dimana kemejanya sudah di penuhi darah "Aduh, Om kenapa? Om jatuh? Kok engga berteriak minta tolong? Darahnya banyak lagi" pekik gadis yg tampak kalang kabut apa lagi melihat Gabriel yg tampak meringis.


"Biar Firda panggil bantuan ya, takutnya Om keburu mati kehabisan darah" celetuknya dan hal itu membuat Gabriel tersenyum samar.


"Jadi nama nya Firda?" batin nya berkata dan bibir nya masih menahan senyum samar apa lagi saat Firda mengatakan takut Gabriel keburu mati kehabisan darah "Apa tidak ada kata yg lebih formal dan sopan dari itu?"


"Jangan" ucap Gabriel kemudian dengan lemas "Aku sudah memanggil bantuan, sebaiknya kamu pergi" titah nya dengan tegas. Namun Firda tak menghiraukannya sementara darah semakin banyak yg mengalir.


"Om, luka nya parah. Ya Allah, kasian nya. Sakit ya, Om?" tanya Firda lagi yg kembali membuat Gabriel mengulum senyum di tengah ia menahan rasa sakit nya.


"Bidadari yg sangat tidak pintar" seru Gabriel dalam hati


"Om, emang Om jatuh bagaimana sampai perut nya yg luka begini? Aduh, ini mah luka sobekan. Bantuan nya mana? Lama amat?" Gabriel terkekeh pelan mendengar celotehan Firda yg tak ada habis nya. Dan ia juga menanyakan bagaiamana bisa gadis kecil ini mengatakan 'bagaiamana bisa seseorang jatuh di kamar mandi dan mendapat luka sobekan di perut nya'. Karena orang terbodoh di dunia pun tak akan berfikir luka itu karena jatuh di toilet.


"Memang siapa yg mengatakan karena terjatuh, Wahai bidadari kecil?"


Gabriel mengambil pisau yg ada di samping nya pelan pelan agar Firda tetap tak menyadari keberadaan pisau itu kemudian ia menyembunyikan pisau itu ke belakang tubuh nya.


Sementara gadis itu tampak memikirkan sesuatu, mencari cara bagaiamana ia menekan luka itu agar tak terus berdarah sampai bantuan datang.


Dan tiba tiba Firda melepaskan pashmina luar nya.


Gabriel semakin bingung melihat Firda melepaskan pashmina nya, dan tanpa di sangka, Firda mengikat pashima nya di perut Gabriel untuk menekan luka nya. Gabriel tertegun melihat apa yg di lakukan gadis kecil didepan nya ini.


"Om, Firda panggil ambulance aja ya, luka Om makin parah tuh" ucap Firda dan ia melihat kedua tangannya yg juga berlumuran darah pria asing ini, namun Firda tak terlihat takut sama sekali. Membuat Gabriel berdecak kagum.


Dan tak lama kemdian beberapa orang pria bertubuh besar datang dan menodongkan pistol pada Firda yg masih tak menyadari kedatangan mereka, namun Gabriel memberi isyrat untuk menurunkan senjata mereka. Mereka pun menurunkan senjatanya.


"Bantuan sudah datang" Gabriel memberi isyrat pada Firda dan Firda menoleh.


"Om, lama banget sih datang nya" tegur Firda dengan sedikit membentak pada beberapa pria itu dan sontak mereka kaget karena di marahi gadis kecil, bahkan Gabriel yg melihat itu juga terkejut "Dia hampir mati kehabisan darah tahu" lanjut nya masih dengan nada sewot seperti ibu ibu yg memarahi anak nya.


"Tidak apa apa, terima kasih bantuan nya" ucap Gabriel, kemudian beberapa pria bertubuh besar itu pun segera membawa Gabriel pergi dari sana.