True Love Never Ends

True Love Never Ends
Eps 123



Dokter memberikan hasil hasil pemeriksaan yg membuat Nasha dan Azhar langsung terharu bahkan Nasha sampai meneteskan air mata nya saat mendapati fakta kini ada janin dalam rahim nya. Azhar bahkan langsung mencium seluruh wajah Nasha tanpa ada yg terlewat kan untuk mengekspresikan kebahagiaan serta rasa syukur nya.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih banyak" Azhar berkata penuh haru.


"Selamat ya, Pak. Bu..." Dokter yg memeriksa Nasha memberikan hasil USG nya pada Azhar.


"Masya Allah..." gumam Azhar saat menatap hasil USG itu.


"Tumbuh yg sehat ya, Sayang. Papa Mama menunggu mu cukup lama" bisik Nasha sambil mengelus perut nya.


"Terima kasih banyak Dokter" ucap Nasha kemudian pada Dokter itu dan ia berjabat tangan sebelum akhir nya Nasha dan Azhar pamit.


...


Bu Anjana dan suami nya pergi kerumah Azhar untuk menjenguk Nasha yg kata nya sakit. Bu Anjana bahkan sudah sangat cemas meskipun suami nya mengatakan Nasha tidak mungkin.


"Kamu engga tahu sih rasa nya jadi ibu, aku khawatir lah" ujar Bu Anjana cemas.


Pak Niranjan memarkirkan mobil nya di depan rumah Azhar dan mereka tidak melihat mobil Azhar di sana namun ada sepede motor Ummi Rifa.


Mereka turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah Azhar, tak lama kemudian Ummi Rifa keluar dan ia langsung menyambut tamu sekaligus besan nya itu dengan senyum.


"Assalamualaikum, Bu Rifa" sapa Bu anjana "Aku dengar Nasha sakit, dia sakit apa? sudah memanggil Dokter belum? Terus dimana dia sekarang? aku tidak melihat mobil Azhar di depan, apa Nasha di bawa ke rumah sakit?" pertanyaan beruntun itu membuat Ummi Rifa tertawa sementara Pak Niranjan hanya bisa meringis kemudian berbisik pada istri nya itu.


" Ma, tanya nya satu satu" Tapi tentu Bu Anjana tak menghiraukan hal itu.


"Apa Nasha di rumah?" tanya Bu Anjana lagi.


"Bu, putri ibu tidak sakit dan saat dia sedang kerumah sakit bersama Azhar" ujar Bu Rifa sambil tersenyum tapi hal itu justru membuat Bu Anjana semakin cemas.


"Ke rumah sakit? Apa sakit nya sangat parah sampai dia di bawa ke rumah sakit?" tanya Bu Anjana dengan tingkat kecemasan yg semakin menjadi.


"Hehe, bukan, Bu. Itu..." ucapan ummi Rifa terpotong saat melihat mobil Azhar yg datang "nah, itu mereka sudah datang" ujar nya.


Sementara itu, Azhar pun turun dari mobil dan ia bergegas membukakan pintu untuk Nasha. Membantu Nasha turun dengan hati hati.


"Hati hati, Sayang. Nanti anak kita ke geser" ujar Azhar yg membuat Nasha langsung tertawa.


"Sayang, buah itu akan menempel di pohon nya, selama tidak mengalami pergerakan yang hebat, ya dia akan baik baik saja" tutur Nasha yg membuat Azhar ikut tertawa.


"Aku cuma takut, Sayang" Jawab Azhar kemudian.


"Kamu engga apa apa, Nak?" tanya Bu Anjana pada Nasha dan ia terlihat masih cemas, Nasha hanya tersenyum tipis sambil menggeleng pelan.


"Bagaimana hasil nya?" tanya Ummi Rifa antusias, bahkan Abi Fadlan ikut keluar untuk menyambut putra dan menantu nya.


"Bagaiamana hasil nya?" tanya Abi Fadlan tak kalah antusias nya, membuat kedua orang tua Nasha bingung dengan hasil apa yg mereka bicarakan "Hamil kan?" tanya Abi Fadlan lagi yg membuat orang tua Nasha langsung menatap Nasha penasaran.


"Hamil? kamu hamil, Nak?" tanya Bu Anjana dan Nasha mengangguk sambil tersenyum. Azhar mengeluarkan hasil USG nya dan Abi Fadlan menyambar nya dengan tak sabar. Baru beberapa detik Abi Fadlan melihat nya, hasil USG itu di rebut oleh Pak Niranjan karena ia juga tak sabar ingin melihat calon cucu nya. Bu Anjana dan Ummi Rifa pun mengintip penasaran.


Nasha yg melihat itu hanya terdiam dengan tatapan yg begitu sendu, karena entah bagaimana pemandangan orang orang yg bahagia di depan nya membuat hati nya tersentuh dan ia merasakan perasaan hangat yg tak pernah ia rasakan.


"Akhir nya kita punya cucu, Ummi. Cucu cucu..." ujar Abi Fadlan bahagia, bahkan ia sampai meremas gemas Ummi Rifa yg masih di peluk nya, membuat Azhar dan Nasha sangat bahagia.


"Bi, karena Nasha sudah hamil...." ujar Nasha pada ayah mertua nya itu "Nasha harus di manja ya, jangan protes kalau Nasha minta gendong sama anak Abi" ucap nya yg kembali membuat Azhar dan Ummi Rifa tertawa, sementara kedua orang tua Nasha hanya bisa tercengang bingung karena kedekatan Nasha dan Ayah mertua nya yg melebihi dengan ayah kandung. Sementara Abi Fadlan langsung mengangguk setuju, ia memang pernah mengatakan kalau ia akan terima apakah Nasha ingin memiliki anak sekarang atau nanti, padahal kenyataan nya ia tentu sangat menginginkan Azhar segera memiliki bayi, Abi Fadlan sangat ingin menimang cucu dari satu satu nya putra nya. Apa lagi dengan penyakit jantung yg di derita nya, yg bisa mengambil nyawa nya kapan saja.


"Iya iya, pokok nya mulai sekarang, kamu ratu nya deh di rumah ini...." ujar Abi Fadlan girang.


"Selamat ya, Sayang" ucap Bu Anjana menatap Nasha dengan tatapan yg penuh haru, Bu Anjana memeluk Nasha dan meskipun sedikit ragu, Nasha membalas pelukan sang ibunda. Membuat Bu Anjana langsung memeluk Nasha lebih erat namun tiba tiba terdengar protes dari Abi Fadlan.


"maaf, Bu. Jangan erat erat, nanti bayi nya ke sesak" ujar nya.


"Masih belum bayi, Bi. Janin" Ummi Rifa me ralat dengan cepat.


Bu Anjana pun melepaskan Nasha dari pelukan nya.


Bu Anjana menatap Nasha dengan mata yg kembali berkaca kaca, benar apa yg di katakan Mera, apapun yg berhubungan dengan Nasha membuat nya begitu sensitif. Bu Anjana membelai kepala Nasha dengan sayang dan Nasha hanya tersenyum pada ibu nya itu.


...


Kehamilan Nasha sudah sampai ke telinga orang tua angkat nya tentu mereka mendapatkan kabar itu dari Harry dan Harry tahu nya dari Mera.


Elin juga takkan ketinggalan kabar itu, bahkan saat mendapatkan kabar sahabat nya hamil, Elin langsung bergegas ke rumah Nasha dan membawa susu kehamilan sebagai hadiah.


Namun saat sampai ke rumah Nasha, Elin sudah melihat susu ibu hamil memenuhi meja ruang tengah Nasha dengan berbagai merk.


"Ya Allah, kenapa borong susu sebanyak ini? yg hamil cuma satu orang, apa mau di jual lagi?" tanya Elin penasaran.


Nasha tertawa mendengar penuturan sahabat nya itu.


"Itu... Dari mama nya Harry dan Mama nya Mera" jawab Nasha sambil meminum air hangat Karena ia masih terus mual mual dan tak ingin memakan apapun.


"Ya Allah, beruntung nya ya calon bayi tuh" gumam Elin "Aku juga beli susu lagi"


"Buat apa?" tanya Nasha heran.


"Ya buat kamu minumlah, aku fikir aku harus bawa oleh oleh buat si Janin" ucap nya.


"balikin saja lah ke toko nya" tukas Nasha.


"mana boleh, Neng..." geram Elin "Ya sudah lah, aku minum sendiri" lanjut nya yg membuat Nasha tertawa.


Elin memandangi sahabat nya yg tampak sangat bahagia itu meskipun sebenar nya ia terlihat pucat dan lemas, mungkin Karen efek mual mual nya.


"Alhamdulillah ya, Sha. Benar kata orang, setelah kesulitan pasti ada kemudahan"


"Kata Allah itu..." Nasha meralat dengan cepat yg membuat Elin cengengesan.