
"Kamu kenapa bohong, Sayang?" tanya Azhar saat ia dan Nasha sudah memasuki mobil mereka setelah berpamitan dengan keluarga Pak Niranjan.
"Aku bosan dengan rasa sakit yg terus mengingatkan ku bahwa aku anak buangan dan anak adopsi" jawab Nasha dengan suara bergetar "Setiap kali orang orang tahu bahwa aku anak yg di buang, mereka akan mengasihani ku atau mungkin malah ada yg akan merendahkan ku"
Azhar langsung menarik Nasha kedalam pelukan nya dan tangis Nasha tak bisa lagi di bendung, hal itu malah membuat Azhar merasa bersalah karena ia telah mengungkit hal itu.
"Maaf, Nasha. Tidak seharusnya aku mempertanyakan hal itu, Sayang. Maafkan aku, istriku" lirih Azhar.
"Entahlah, Azhar. Sakit sekali rasanya setiap kali ada orang yg seolah mempertanyakan identitas ku"
"Sekarang identitas mu sangat jelas, Sayang. Kamu Nasha nya Azhar, istri ku" tegas Azhar kemudian mengecup pucuk kepala istri nya itu.
.........
"Aku rasa Nasha bohong" ujar Nyonya Anjana sedih. Jelas jelas liontin itu milik putri nya dan tidak mungkin ada yg membuang nya ke tempat sampah.
"Engga mungkin, Sayang. Untuk apa Nasha bohong" jawab Pak Niranjan sembari tetap fokus menyetir.
"Ma, Nasha itu anak adopsi Pak Surya dan Bu Raya. Jangan jangan...." seru Hanin yg langsung mendapatkan perhatian dari semua orang termasuk Mera.
"Benar juga, Harry bilang Nasha itu anak angkat. Usianya juga sama kan sama Kak Alezhea. Bulan lahir nya juga sama, November" sambung Mera.
"Ya tuhan, apa mungkin Nasha itu putri kita?" tanya Pak Niranjan.
"Kita harus urus itu, ayo kita kerumah Pak Surya sekarang, Pa" pinta Nyonya Anjana.
"Jangan sekarang, ini sudah malam. Besok saja, setidaknya sekarang kita sudah punya petunjuk tentang putri kita" ujar Pak Niranjan, jauh dalam hati nya ia sangat berharap bahwa Nasha itu putri mereka, atau setidaknya Nasha bisa menjadi petunjuk untuk menemukan putri mereka.
..........
"Sudah hafal belum?" tanya Azhar sembari memasang kancing kancing baju kokoh nya.
"Belum... Gimna dong? Bolos aja ya" rengek Nasha sembari membolak balik kitab nya itu.
"Kamu ini, kan semalam sudah aku ajarin, Sayang. Jangan bilang nanti engga ada yg ngajarin kamu" tegas Azhar yg malah membuat Nasha cengengesan.
Nasha pun turun terlebih dahulu, dan di bawah ia melihat Mama nya yg ada di sana dan sedang berbincang dengan ibu mertua nya. Kedatangan Mama nya yg secara tiba tiba itu tentu sangat mengejutkan Nasha.
"Ma, ada apa?" tanya Nasha.
"Engga ada apa apa, Sha. Mama cuma mau mengantar ini, anggap saja ini hadiah pernikahan untuk kalian" Raya berkata sembari memberikan sebuah kunci mobil pada Nasha, yg membuat Nasha lebih terkejut lagi.
"Engga usah, Ma" tolak Nasha.
"Ini hadiah, Sha. Masak kamu menolak hadiah dari Papa dan Mama" ujar Raya lagi yg membuat Nasha merasa tidak enak hati.
Azhar juga mendengar obrolan Nasha dan ibu angkat nya itu.
"Hai, Azhar. Aku harap kamu tidak menolak hadiah dari ku dan suami ku" pinta Raya dan Azhar pun menyunggingkan senyum nya.
"Terimakasih, semoga ini bermanfaat" jawab Azhar sembari mengambil kunci mobil itu.
"Mobil itu memang sangat bermanfaat, Azhar. Terutama untuk Nasha yg sedang kuliah, aku dengar Nasha juga sekolah di pesantren, selain itu dia juga jualan kue online" tukas Raya yg langsung membuat Ummi Rifa merasa tidak enak hati apa lagi saat melihat mimik wajah Raya "Kasian sekali kamu, Nak. Padahal dulu kamu bahkan tidak perlu membersihkan ranjang mu sendiri, ada pelayan yg selalu melayani mu" lanjut Raya yg semakin membuat Ummi Rifa malu, karena di rumah mertua nya, Nasha tidak di layani oleh pelayan dan bahkan malah harus bekerja.
"Tante jangan khawatir, Nasha hanya melakukan apa yg membuat dia senang. Sekolah di pesantren membuat nya senang karena itu bisa menambah ilmu dan pengalaman, sementara soal bekerja, aku rasa itu lebih baik bagi Nasha dari pada dia menghabiskan waktu di sosial media dengan hal tak berguna" tegas Azhar yg malah mendapatkan tatapan rendah diri Raya.
"Tapi istri mu itu pasti capek, Azhar. Mengurus rumah, mengurus suami dan mertua. Eh, malah ikut mengurus toko juga"
"Sama sekali engga capek, Ma" sambung Nasha "Yang melakukan pekerjaan rumah itu Ummi, yg masak juga Ummi karena itu lah Nasha lebih sering makan dan bahkan tambah lebih gendut. Dan soal kerja, Nasha cuma bantu bantu. Itu pun masih kadang. Mama jangan khawatir, di sini Nasha sudah seperti anak kandung mereka sendiri, tidak di bedakan, tidak di kekang. Bahkan sangat di manja, mertua rasa orang tua kandung