True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 78



Kampus, Pesantren, toko, rumah. Aktifitas Nasha hanya berkisar di situ saja namun ia sangat menikmati hidupnya sekarang, apa lagi Mama Papa nya telah menerima hubungan nya dengan Azhar walaupun mereka belum sempat berkunjung ke rumah Raya, karena Azhar masih sangat dibuka.


Namun Elin, sahabat nya itu masih sangat membenci nya. Seperti sekarang, Nasha berusaha sekali lagi berbicara dengan Elin namun Elin selalu menghindar, memberikan tatapan tak suka nya dan bahkan enggan dekat dekat dengan Nasha.


"Aku kan engga salah dalam ini, Lin. Aku mana tahu kalau Dilan suka sama aku" ujar Nasha yg masih mengejar Elin dan berusaha berbicara dengan nya.


Elin berhenti melangkah, ia menoleh dan menatap Nasha dengan tatapan yg tajam.


"Kamu juga salah, kenapa kamu engga pernah menjaga jarak dari Dilan? Aku liat beberapa kali kalian itu berduaan"


"Astagfirullah, Elin... Berduaan dari mana?" geram Nasha namun Elin enggan mendengarkan. Ia bergegas pergi dan Nasha hanya bisa menghela nafas lesu.


Hingga ia merasakan sebuah tepukan di pundak nya dan mendapati Hanin di belakang nya.


"Saat seseorang orang sedang di kuasai amarah, menjelaskan sesuatu itu percuma" ucap Hanin "Pak Azhar memanggil mu..." lanjut nya dan Nasha pun bergegas ke ruangan Azhar tanpa mengucapkan terima kasih pada Hanin yg sudah menyampaikan pesan suaminya. Nasha memang tidak suka baik dengan Hanin yg dekat dengan Azhar apa lagi dengan Mera yg dekat dengan Harry.


"Azhar..." panggil Nasha pada Azhar yg membereskan barang barang nya di meja.


"Bukannya kelas mu sudah selesai dari tadi? Kamu dari mana?" tanya Azhar tanpa menatap Nasha.


"Ketemu Elin, dia masih marah" ucap Nasha lemas dan ia duduk di kursi Azhar.


Azhar menangkup pipi Nasha dengan kedua tangan nya, membuat Nasha mendongak dan ia langsung mengecup ujung hidung Nasha, menghibur Nasha yg masih sedih kehilangan sahabat nya.


"Sudah, jangan sedih begitu. Mungkin saat ini Elin masih patah hati. Sebaiknya kita pulang ya, aku mau bertemu teman ku, ada hal penting yg ingin kami bicarakan"


"Masalah toko Abi?" tanya Nasha antusias


"Iya" jawab Azhar sembari terkekeh.


Mereka pun segera pulang bersama. Setelah itu, Azhar dan Abi nya menemui teman Azhar yg hendak memberikan pinjaman setelah mereka mengantarkan Nasha ke toko Ummi Rifa.


..........


"Gimana kuliah mu hari ini, Sha?" tanya Ummi Rifa sembari memperhatikan Nasha yg sibuk memotret satu persatu roti roti di sana, membuat penampilan yg tampak menarik kemudian menulis caption yg cukup menarik.


"Lancar, Ummi" jawab Nasha masih sibuk bekerja.


"Pekerjaan seperti itu engga mengganggu belajar mu, kan?" tanya Ummi Rifa lagi, Nasha tertawa dan menggeleng.


"Engga sama sekali, dari pada Nasha cuma sibuk main hp kalau lagi waktu kosong, mending kan jualan"


"Iya sih, untung aja ada kamu, Sha. Ummi engga tahu yg begituan"


"Hehe, ini gampang, Ummi. Semoga saja setelah ini toko Ummi makin besar, makin banyak pelanggan"


"Dan rezeki nya makin banyak dan berkah"


Menantu dan mertua itu pun terus melakukan pekerjaan mereka hingga mereka di kejutkan dengan kedatangan seorang pria yang membuat Nasha merasa sangat tidak nyaman.


"Hai, Sha..." sapa nya. Nasha seketika langsung menarik tangan Ummi Rifa.


"Ramos, ada apa?" tanya Nasha masih menggenggam tangan ibu mertua nya. Ummi Rifa melirik Nasha dan bisa ia lihat ketidak nyamanan Nasha berhadapan dengan Ramos.


"Cuma kebetulan lewat" jawab Ramos, ia melirik ponsel Nasha yg masih menyala layar nya dan ia melihat hasil foto roti nya "Kamu jualan roti online?" tanya nya dan Nasha hanya mengangguk.


"Mau beli roti, Nak?" tanya Ummi Rifa pada Ramos.


"Iya" jawab Ramos namun masih melirik Nasha.


"Sha, coba kamu ke dalam. Periksa stok roti di sana ya" perintah Ummi Rifa dan Nasha mengangguk cepat kemudian ia segera masuk.


Saat di dalam, Nasha langsung memeriksa ponsel nya dengan tangan yg sedikit gemetar. Semua ini bukan tanpa alasan, ia membuka pesan dan banyak sekali pesan masuk dari Ramos di ponsel nya. Pesan itu berisi kata kata pujian untuk Nasha, apa lagi kini Nasha telah dengan suka rela menjalani kuliah kedokteran nya dan ingin menjadi Dokter atas keinginan nya sendiri.


Semua ini bermula semenjak hubungan Nasha dan Raya membaik, Nasha yakin pasti Mama nya itu yg memberi tahu Ramos.


"Apa aku kasih tahu Azhar aja ya?" gumam Nasha namun ia menggeleng kan kepala dan menghapus pesan itu. Nasha tak ingin menambah beban Azhar lagi, sudah banyak yg menjadi tanggung jawab Azhar sekarang.


"Sha..."


"Ah..." teriak Nasha terkejut karena panggilan tiba tiba Ummi nya itu.


"Kenapa? Kamu melamun?" tanya Ummi Rifa dan Nasha menggeleng pelan "Ramos sudah pergi, kenapa kamu kayak takut gitu sama Ramos? dia mengganggu kamu?" tanya nya lagi.


"Cuma engga nyaman aja setelah apa yg terjadi dulu" jawab Nasha.


"Kalau dia mengganggu kamu, bilang saja sama Ummi, Abi, terutama Azhar. Kamu tanggung jawab kami sekarang"


"Terima kasih" lirih Nasha dan ia langsung memeluk mertua nya itu.


...... ...


"Ini kebanyakan" ujar Abi Fadlan karena teman yg Azhar bilang ternyata adalah Pak Niranjan, yg memberikan dana sebanyak 250 juta untuk memperbesar usaha Abi Fadlan.


"Aku percaya orang orang seperti kalian, selain itu, aku juga tertarik dengan bisnis elektronik seperti ini. Karena seiring berkembang nya zaman, semua orang membutuhkan barang barang elektronik untuk menunjang kebutuhan hidup mereka"


"Terima kasih banyak, Pak Niranjan. Ini sangat membantu kami" ujar Azhar.


"Kembali kasih, Azhar. Hanin menceritakan banyak hal tentang mu dan Nasha. Harry juga banyak bercerita tentang mu, karena itulah aku sangat percaya menginvestasikan uang ku. Bahkan, jika suatu hari nanti kalian membutuhkan nya lagi, kalian bisa datang pada ku" tutur Pak Niranjan yg tentu saja membuat Azhar senang sekaligus sungkan. Baru beberapa waktu yg lalu ia mengenal Pak Niranjan dan ia sudah sangat membantu.


"Terima kasih banyak, ini sangat membantu" ucap Abi Fadlan lagi.


"Dalam bisnis, hanya ada satu kali ucapan terimakasih. Dan sisa nya, biarkan keuntungan kita yg berbicara" ujar pak Niranjan yg membuat Azhar dan Abi Fadlan terkekeh