True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 76



Nasha dan ibu mertua nya sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam, keduanya membicarakan banyak hal terutama tentang Azhar. Pria kesayangan kedua wanita itu.


Nasha juga menceritakan bagaimana hari hari nya menjadi santri mau pun menjadi mahasiswi kedokteran. Selain itu, ia juga memberi tahu ada gadis ingusan di kelas nya yg seperti nya menaruh pada Azhar, membuat Ummi Rifa tertawa.


"Besok Nasha akan kasih pengumuman kalau Nasha itu istrinya Azhar, Ummi. Biar gadis gadis itu pada tutup mata kalau ketemu Azhar" ucap Nasha cemberut yg membuat ibu mertua nya itu tertawa.


"Kamu pecemburu juga ya..." sambung Ummi Rifa.


"Sangat pecemburu, Ummi" Azhar pun menyambung sembari ia mengambil satu buah apel di kulkas, mencuci nya kemudian memakan nya "Dan kalau menantu Ummi ini sudah cemburu, ugh, engga liat tempat atau waktu, Azhar akan di teriaki" lanjut nya sembari terkekeh, teringat kembali saat Nasha meneriaki nya di depan para mahasiswa nya.


"Wah, bagus dong" seru Ummi Rifa sembari terkekeh "Biar pelakor pada menjauh, atau Nasha akan...."


"Mencincang nya hidup hidup" sambung Nasha sembari Mencincang bawang putih dengan kasar, membuat Azhar tertawa. Ia pun mengecup pipi sang istri tercinta nya itu.


"Aku percaya kamu akan lakukan itu, karena kamu sangat mencintai ku" ucap nya yg membuat Nasha merona.


Azhar pun ikut membantu menyiapkan makan malam, dan setelah semua siap, Ummi Rifa bergegas ke kamar untuk memanggil suami nya namun ia tak ada di sana. Ia pun kembali ke meja makan


"Abi mu dimana ya, Azhar? Kok engga ada di kamar?"


"Tadi Nasha liat Abi jalan ke halaman belakang, biar Nasha cek kesana" sambungan nya setelah ia selesai menata piring di meja. Ummi Rifa pun hanya mengangguk.


Nasha segera berjalan ke halaman belakang yg cahaya nya sedikit remang remang, ia mengedarkan pandangan nya namun tak melihat ayah mertua nya di sana. Saat Nasha hendak berbalik, ia melihat ada asap yg menyembul dari balik pohon besar yg ada di sana.


Nasha pun berjalan perlahan tanpa menimbulkan suara, dan ia melongo saat melihat Abi Fadlan yg berjongkok di balik pohon sembari menghisap rokok.


"Ehem ehem..."


Dehaman Nasha itu membuat Abi Fadlan sangat terkejut, bahkan ia hampir terjungkal ke belakang.


"Sshsttt..." Abi Fadlan meletakkan jadi nya di bibir nya sembari melirik ke belakang Nasha, takut takut nya ada istri dan anak nya.


"Abi, nakal ya..." seru Nasha berkacak pinggang.


"Cuma sekali, jangan kasih tahu siapa siapa yq" bisik Abi Fadlan sembari menginjak rokok nya. Nasha menggeleng dan memasang wajah galak "Ayolah putri Abi yg cantik dan baik hati, Abi janji cuma sekali kok" ucap nya memelas.


Nasha menadahkan tangan nya, Abi nya pun mengeluarkan uang 20 ribuan dari saku celana nya dan memberikan nya pada Nasha. Nasha memperhatikan uang itu, membolak balik nya dan kembali menadahkan tangannya. Abi Fadlan mendesah lesu, ia kembali mengeluarkan uang recehan beserta bon dari saku celana nya. Nasha membaca bon pembelian rokok itu. Nasha kembali menadahkan tangan nya. Membuat Abi Fadlan menghela nafas berat dan mengeluarkan satu bungkus rokok dari saku celana nya, Nasha langsung mengambil nya. Memeriksa isi nya yg seperti nya sudah luang 2 batang.


"Sudah, ayo makan malam" ucap Nasha kemudian.


"Tapi jangan kasih tahu...." rengek Abi Fadlan sembari mengekori Nasha. Nasha mengabaikan nya hingga kedua nya sampai di meja makan.


"Dari mana? Kok lama?" tanya Azhar yg kini menyiapkan makanan di piring Nasha.


"Ini..." Nasha meletakkan rokok Abi Fadlan di meja makan.


"Astagfirullah..." gumam Azhar dan Ummi Rifa bersamaan. Sementara Abi Fadlan cengengesan sambil garuk garuk kepala. Ia pun segera duduk di kursi utama dan di depan nya sudah ada sepiring makanan yg di siapkan Ummi Rifa.


"Makan yuk... Makan yuk... Sudah malam" seru Abi Fadlan.


"Abi merokok lagi?" tanya Azhar dan kini ia mengambil makanan untuk diri nya sendiri.


"Sedikit" ucap Abi Fadlan masih tersenyum lebar.


"Sedikit sedikit lama lama jadi bukit" ucap Ummi Rifa kesal.


"Di bilangin susah sekali Abi ini, nanti kalau sakit lagi bagaimana?" gerutu Abi Fadlan.


"Kan ada Ummi yg rawat" jawab nya "Sudah ah, ayo makan. Azhar, pimpin doa" perintah nya.


Azhar pun memimpin doa sebelum makan, kemudian mereka melanjutkan makan makan sembari sesekali di selipi obrolan ringan. Sementara Ummi Rifa masih sering mendelik kesal pada Abi Fadlan karena suami itu benar benar bandel.


Saat makan malam selesai, Nasha hendak membereskan meja makan namun terdengar suara ketukan pintu di depan.


"Biar aku saja yg buka, Sayang" seru Azhar dan Nasha pun mengangguk.


Azhar membuka pintu dan betapa terkejut nya ia melihat Raya dan Harry ada di sana.


"Tante, Harry... Silahkan masuk" seru Azhar membuka pintu lebih lebar.


Nasha yg mendengar nama Harry dan Azhar memanggil Tante pun segera keluar. Nasha melihat Mama nya yg sebenarnya ia sangat rindukan itu.


"Mama..." lirih Nasha.


"Iya, ini Mama..." jawab Raya dan Nasha pun berhambur ke dalam pelukan nya. Raya juga memeluk nya dengan erat.


"Maafin Mama, Sha..." lirih Raya dan Nasha menggeleng.


"Nasha yg minta maaf, Ma. Maaf karena sudah menyakiti Mama" ucap Nasha sembari melerai pelukan nya. Harry dan Azhar yg melihat itu tak bisa menyembunyikan senyum bahagia nya.


Abi Fadlan dan Ummi Rifa pun keluar saat mendengar obrolan mereka, dan mereka pun juga menyambut Raya dan Harry dengan senang hati.


"Silahkan masuk" ujar Ummi Rifa mempersilahkan.


"Papa dimana?" tanya Nasha dengan tatapan penuh rindu.


"Papa di luar kota" jawab Raya sembari duduk di sofa, berdampingan dengan Harry dan Nasha.


"Aku akan buatkan teh dulu" Ucap Ummi Rifa.


"Tidak perlu, aku hanya sebentar" jawab Raya "Aku kesini hanya ingin menjenguk anak ku dan ingin memberitahu nya kalau dia rindu rumah, dia bisa pulang kapan pun dia mau" tukas nya yg membuat Nasha dan Azhar merasa sangat bahagia.


"Terima kasih, terimakasih banyak. Nasha memang selalu merindukan rumah nya dan merindukan orang tua nya" tutur Azhar penuh rasa bahagia.


"Ya, kami juga merindukan mu" ucap Raya sembari memeluk Nasha lagi dan mencium pipi nya dengan sayang.


"Mama sudah makan? Mama sehat aja kan selama ini?" tanya Nasha lagi.


"Mama sangat tidak sehat semenjak kamu pergi, Sha. Mama ingin sekali mengajak kamu pulang dan tinggal bersama Mama lagi. Mama merasa kesepian tanpa kamu" ia berkata dengan begitu sedih.


Nasha yg mendengar itu melirik Azhar "Kami akan sering berkunjung" ujar Azhar namun jawaban itu tidak membuat Raya terlihat bahagia.


"Apa tidak bisa kalau kalian tinggal bersama kami saja?" tanya Raya yg tentu saja membuat semua terkejut terutama Ummi Rifa. Karena dia sangat ingin tinggal bersama Azhar karena Azhar adalah anak tunggal mereka.


Azhar melirik Nasha, ingin rasanya dia menolak tapi Azhar tidak bersikap egois jika menolak tanpa membicarakan nya terlebih dulu dengan Nasha.


"Untuk sementara, seperti nya kami hanya akan berkunjung. Nanti aku akan membicarakan itu dengan Nasha" jawab Azhar yg membuat Nasha tersenyum dan mengangguk setuju. Ummi Rifa dan Abi Fadlan pun bernafas lega.


Sementara Raya, tentu saja ia terlihat tidak suka dengan jawaban itu.