
Nasha terbangun saat hari sudah siang, ia menggeliat malas dan bersamaan dengan itu pintu terbuka dan Harry yg sudah tampan dengan seragam putih abu abu nya langsung masuk begitu saja.
"Jam berapa, Har?" tanya Nasha sambil menguap.
"Jam 6.35, Papa sama Mama mau ke luar kota kata nya. Kak Nasha di suruh turun tuh"
"Sepagi ini?" tanya Nasha dan Harry mengangguk "Okey..." ucap nya kemudian ia bergegas ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.
Setelah itu Nasha keluar dan Harry sudah turun terlebih dahulu, sebelum ia menyusul Nasha mengecek ponsel nya dan seketika ia menepuk jidat nya.
"Bodoh banget sih, Neng. Kenapa malah aku yg ketiduran" gumam Nasha saat membaca pesan Azhar. Membaca pesan Azhar yg tampak nya menunggu balasan dari Nasha membuat Nasha mesem mesem lagi.
"Ehem ehem..." Harry berdeham dengan keras saat melihat kakak nya yg tersenyum seperti orang gila.
"Loh, kenapa kesini lagi?" jawab Nasha langsung meletakkan ponsel nya.
"Kak Nasha lama banget turun nya, di panggil tuh sama Mama" ujar Harry.
"Okey okey, ayo..." seru Nasha dan ia menarik Harry turun.
"Tadi siapa?" bisik Harry sambil keduanya menuruni tangga.
"Azhar..." Nasha juga balik berbisik.
"Bukan nya udah punya pasangan?"
"Engga punya, nanti kakak cerita in"
"Kalian bisik bisik apa?" Seru Raya.
"Pembicaraan anak muda" jawab Harry cepat "Mama berapa lama di luar kota?" tanya nya kemudian.
"Dua hari" jawan Surya yg seketika membuat Nasha dan Harry tampak kecewa. Padahal mereka sangat berharap kedua orang tua nya itu pergi seminggu kek, atau sebulan setidak nya. Itu lah yg selalu menjadi harapan Nasha dan Harry.
"Ya sudah, kami pergi dulu. Kalian jaga diri baik baik ya, jangan malas belajar dan jangan keluyuran"
"Iya, Ma" jawab Harry malas.
Setelah itu mereka pun pergi ke Bandara sementara Harry pun berpamitan pada Nasha untuk pergi ke sekolah.
Setelah semua orang pergi, Nasha kembali ke kamar nya dan ia ingin melanjutkan tidur nya. Namun tiba tiba terlintas benak nya untuk membalas pesan Azhar yg semalam tidak sempat ia balas.
Me
"Selamat pagi, Azhar. Tadi malam aku ketiduran dan ini baru aja bangun"
Nasha memperhatikan ponsel nya yg belum juga mendapatkan balasan dari Azhar. Cukup lama ia menunggu akhir nya ada pesan masuk, dengan antusias Nasha membaca pesan itu.
^^^Ustadz Azhar^^^
^^^"Baru bangun? Subuh nya?^^^
Nasha garuk garuk garuk kepala membaca pesan Azhar itu. Kemudian ia pun membalas nya lagi.
Me
" Kesiangan aku"
^^^Ustadz Azhar^^^
^^^"Terus sudah di qodho?"^^^
Me
"Belum, hehe"
^^^Ustadz Azhar^^^
^^^"Ya udah, pergi sholat sekarang. Kalau terlambat, jangan buang waktu lagi harus segera di qodho"^^^
Me
"Okey, makasih udah ingetin"
Pesan nya masuk dan di baca, namun tak ada balasan. Nasha pun mengerti kalau Azhar takkan meladeni nya chatting an sementara ia belum sholat "Apa aku bilang, imam idaman kan"
.........
Karena ayahnya sudah baikan dan ia mengatakan akan menjaga toko nya, Azhar pun meminta izin untuk pergi ke pesantren Al Hikmah. Ia ingin menemui guru guru nya disana dan juga teman teman nya yg sebagian mengabdi menjadi guru di pesantren itu. Azhar pun ingin melakukan hal yg sama.
Abi Fadlan mengantar Azhar dengan mobil butut nya, setelah itu ia pun pergi ke toko nya sendiri. Sementara Ummi Rifa, ia punya scooter kesayangan nya yg selalu menjadi kendaraan nya jika ia pergi ke toko ataupun ke pengajian.
Sesampainya di pesantren nya, Azhar di sambut oleh Rayhan.
"Assalamualaikum, Kak" sapa Azhar.
"Waalaikum salam, baru tadi malam kami membicarakan mu, Azhar" ucap Rayhan sambil berjalan menuju kediaman kakek nya.
"Oh ya, tentang apa?" tanya Azhar.
"Nanti biar kakek yg jelaskan"
"Apa beliau sehat?" tanya nya.
"Alhamdulillah masih sehat" jawab Rayhan. Kemudian keduanya sampai di sebuah kamar, Rayhan mengetuk pintu dengan pelan.
"Assalamualaikum, Kek. Ini Rayhan, ada Azhar ingin bertemu dengan kakek" ucap Rayhan.
"Bawa masuk..." terdengar suara kakek nya dari dalam. Keduanya pun masuk dan mendapati Abi Khalil yg sedang membaca sebuah kitab di meja nya.
Azhar berjalan mendekat sembari menyunggingkan senyum nya, Abi Khalil pun menyambut nya dengan senyum. Azhar mencium punggung tangan guru besar nya itu penuh hormat.
"Bagaiamana kabar Abi Khalil?" tanya Azhar dengan nada sangat rendah.
"Alhamdulillah Abi baik, bagaimana dengan kabar mu dan kedua orang tua mu?"
"Alhamdulillah, kami semua sangat baik, Insya Allah" jawab Azhar.
Kemudian Abi Khalil membawa Azhar untuk duduk di sofa panjang yg ada di sana. Sementara Rayhan berpamitan untuk keluar dan Abi Khalil mempersilahkan nya.
"Usia sudah memakan ku..." ucap Abi Khalil sembari duduk di sofa itu, Azhar pun duduk di sofa yg lain "Sini, Nak..." Abi Khalil menepuk sofa sebelah nya, tentu Azhar merasa sungkan namun ia mengikuti titah guru besar nya itu. Ia pun berpindah dan duduk di sisi nya "Abi dengar kamu sudah menyelesaikan pendidikan mu di Cairo..."
"Alhamdulillah, Bi. Atas izin Allah, Azhar bisa menyelesaikan nya" jawab nya.
"Lalu, apa kegiatan mu sekarang?"
"Azhar ingin mengabdi dan mengajar di sini, Bi"
"Apa tidak ada tawaran pekerjaan yang datang pada mu, Azhar?"
"Ada, Bi. Teman Azhar menawarkan Azhar untuk menjadi Dosen"
"Itu tawaran yg bagus, Nak. Jadi apa kamu masih ingin mengajar di pesantren?"
"Tentu, Bi. Insya Allah Azhar bisa membagi waktu untuk menjadi dosen dan mengajar di pesantren"
Abi Khalil tersenyum dan tampak puas mendengar jawaban Azhar.
"Abi senang mendengar nya, sebenarnya kami memang membicarakan mu. Rasa nya Abi sudah tidak bisa terlalu sering pergi keluar untuk mengisi kajian di luar. Kemudian Abi menugaskan Bilal untuk menggantikan Abi, karena Mukhlis harus mengurus pesantren. Dan jika bisa, Kamu dan Rayhan menemani Bilal. Dan jika Bilal ada halangan, kamu dan Rayhan bisa menggantikan nya, bagaimana? Kamu mau? "
"Inysa Allah, Bi. Azhar akan melakukan nya dengan sepenuh hati. Azhar mohon doa nya supaya ilmu yg Azhar miliki bermanfaat" jawab Azhar dengan wajah yg berseri, tentu saja ia takkan menolak tawaran ini. Bukan demi apa, tapi demi diri nya sendiri yg masih haus dan lapar akan ilmu pengetahuan. Dan menjadi pendamping Bilal tentu itu hal yang sangat bermanfaat, Azhar bisa belajar banyak dari putra bungsu Abi Khalil ini, apa lagi jika langsung turun ke kajian umum. Azhar yakin akan banyak memberi dan mendapatkan ilmu di sana.
"Aamiin, Inysa Allah. Asal apapun yg kita lakukan di niatkan karena Allah, ikhlas untuk mendapatkan Ridho nya, Insya Allah itu akan bermanfaat bagi orang lain"
▫️▫️▫️
Tbc...