
Saat hendak kembali ke kelas nya, Nasha berpapasan dengan Azhar. Jika biasanya gadis itu menyapa dengan manja, beda hal nya sekarang. Nasha berjalan begitu saja seolah tak mengenal Azhar, Azhar yg menyadari bahwa Nasha berusaha menghindari nya hanya bisa mengulum senyum.
"Hanin..." seru Azhar memanggil anak didik nya dengan suara nyaring, sengaja ingin menarik perhatian Nasha dan itu tidak mungkin gagal. Gadis itu berhenti malangkah dan menoleh, ia melihat Azhar dan Hanin yg sama sama berjalan mendekat satu sama lain. Nasha bisa melihat senyum Hanin yg mengembang lebar saat sudah dekat dengan Azhar.
"Ya, Pak?" tanya Hanin saat sudah berada di depan Azhar.
"Bisa tolong carikan kamos bahasa Arab di perpustakaan dan setelah itu tolong antarkan ke ruangan saya" ucap Azhar.
"Baik, Pak Azhar" jawab Hanin.
"Engga usah..." seru Nasha dengan cepat, ia pun melangkah lebar menghampiri dua manusia itu. Kemudian dengan sengaja Nasha berdiri di tengah Hanin dan Azhar "Aku punya kamus bahasa arab, ayo aku bawakan ke ruangan mu" ujar Nasha ketus.
"Loh, bukan nya kamu mahasiswi kedokteran ya, Sha? Masak punya kamus bahasa arab?" tanya Hanin.
"Suka suka aku dong bawa kamus apa aja..." jawab Nasha semakin ketus.
"Hanin, tidak apa apa. Mungkin Nasha memang membawa nya, terima kasih ya. Kamu boleh kembali ke kelas" ucap Azhar lembut dan Nasha langsung menatap tajam pada nya.
"Sok baik banget sih?" gerutu Nasha yg membuat Azhar terkekeh geli.
"Apa nya yg sok baik, Nasha?" tanya Azhar.
"Ya kamu lah, pakek berterima kasih segala. Emang dia bantuin apa? Kan engga jadi ambil kamus nya, lagian kenapa sih kamu dekat dekat sama cewek itu? Karena dia cantik? Atau karena dia satu aliran sama kamu? Sama sama suka bahasa Arab? Ya, gitu? Gampang, aku juga bisa belajar. Aku bisa lebih jago dari dia, apa perlu aku masuk ke kelas kamu juga supaya kamu engga dekat dekat sama cewek itu lagi? "
"Sudah? Selesai? Atau masih ada yg lain?" tanya Azhar saat Nasha diam setelah mengucapkan banyak hal yg tidak masuk akal bagi Azhar itu "Perempuan kalau cemburu bahaya sekali" lanjut nya kemudian dan ia berjalan melewati Nasha, membuat Nasha melongo.
"Azhar, aku belum selesai bicara..." teriak Nasha sambil berlari dan menghalangi langkah Azhar. Azhar pun berhenti, ia memasukan tangan nya ke dalam saku celana nya.
"Okey, aku akan mendengarkan mu, silahkan di mulai..." ucap Azhar santai. Bukan nya berbicara, Nasha malah memperhatikan penampilan Azhar dari ujung kepala hingga ujung kaki. Seperti biasa, Azhar mengenakan celana kain, kemeja tanpa di masukan kedalam celana nya, dan lengan yg di gulung di bawah siku. Dan setelah Nasha ingat ingat, Azhar selalu mengenakan kemeja putih, hitam, dan Abu Abu setiap kali ke kampus. Dan dia, terlihat sangat tampan dengan casual look nya itu "Kok malah diam?" tanya Azhar.
"Azhar..." teriak Nasha dan seketika Azhar menoleh "Awas ya kalau deket deket sama cewek itu lagi, kalau butuh apa apa suruh aku aja. Status ku sama sama mahasiswi kok" teriak nya yg membuat Azhar mengernyit tak mengerti dengan maksud gadis itu. Namun satu yg Azhar fahami, Nasha sangat mudah cemburu dan itu membuat nya senang.
.........
Di kelas, Elin maupun Nasha tak banyak bicara. Nasha sibuk memikirkan masalah nya sendiri, begitu juga dengan Elin. Ingin rasanya Elin menanyakan tentang Dilan pada Nasha, tapi Elin merasa tak nyaman dan ia masih percaya pada sahabat nya itu.
Setelah kelas selesai, Elin mengajak Dilan untuk bertemu. Namun Dilan menolak dengan alasan ia ingin langsung pulang ke rumah nya.
Elin pun menghubungi Dilan namun Dilan me reject panggilan nya itu, kemudian Dilan mengirim pesan dan mengatakan ia masih di kelas.
"Lin, engga pulang?" tanya Nasha yg melihat Elin masih berada di parkiran.
"Aku nungguin Dilan" jawab Elin.
"Oh, gitu. Ya udah aku pulang duluan ya"
"Em, Sha... aku boleh tanya sesuatu?"
"Sejak kapan kamu butuh izin buat bertanya sama aku?" tanya Nasha sambil tertawa geli. Elin menanggapi hal itu dengan senyum tipis nya "Mau tanya apa?"
"Em, aku liat akhir akhir ini kamu lebih dekat sama Dilan ya dari pada sebelum nya" ujar Elin ragu ragu, mendengar pertanyaan yg bernada cemburu itu Nasha menghela nafas panjang.
"Lin, kalau kamu engga suka aku sama Dilan terlalu dekat, aku akan jauhi dia. Okey? Jangan cemburu sama aku, itu sama saja kamu cemburu sama Mama mu karena dekat sama Papa mu" gurau Nasha sambil tertawa geli. Karena ia pun merasakan hal yg sama, akhir akhir ini Dilan lebih sering mendekati nya dan selalu punya alasan untuk mengobrol dengan nya "He's yours" ucap Nasha kemudian ia pun masuk ke dalam mobil nya.
▫️▫️▫️
Tbc....