True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 117



Nasha sedang bersiap untuk ke pesantren, namun ia bingung karena seragam nya masih belum kering. Nasha terlalu sibuk dengan drama drama kehidupan yg tak kunjung ada habis nya sampai sampai dia lupa mencuci seragam sekolah nya.


"Sayang...." Nasha memanggil suami nya itu dengan suara nyaring nya.


Azhar yg saat ini sedang berada di bawah pun langsung bergegas ke kamar nya.


"Ada apa, Nasha?" tanya Azhar yg melihat Nasha cemberut.


"seragam sekolah ku basah" rengek Nasha yg membuat Azhar menghela nafas panjang.


"Kenapa waktu itu engga di langsung di cuci?" tanya Azhar.


"Galau" jawab Nasha dengan enteng nya yg membuat Azhar terkekeh.


"Ya sudah, pakai saja seragam yg lain" saran Azhar karena mereka sudah kesiangan.


"Tapi nanti aku di hukum lagi..." Nasha kembali merengek.


"Ya terus? Mau menunggu seragam nya kering?"


"Bolos, boleh?" tanya Nasha sambil cengengesan yg membuat Azhar langsung menjewer telinga sang istri.


"Tidak" tegas nya "Hari ini pelajaran fiqih sama tajwid, keduanya sangat penting buat kamu jadi tidak boleh bolos" tukas Azhar yg membuat Nasha memberengut.


Ia pun langsung mengambil seragam yg lain dan memakai nya di hadapan Azhar, membuat Azhar menahan senyum geli. Apa lagi istri nya itu masih memberengut.


Setelah itu, mereka berdua pun bergegas turun. Dan saat keluar dari rumah, ada sebuah mobil yg datang dan Mera keluar dari mobil itu. Mera menghampiri Nasha dengan senyum lebar nya.


"Apa yg kau kau lakukan di sini?" tanya Nasha ketus yg membuat senyum Mera hilang di gantikan dengan bibir nya yg manyun.


"Mendatangi rumah kakak ipar" jawab Mera tak kalah ketus nya.


"Di rumah engga ada orang, kami mau pergi. Pulang sana..." usir Nasha yg membuat Azhar melongo dan Mera mendengus.


"Ya sudah, aku kesini cuma di suruh anterin ini sama Mama..." Mera menyerahkan sebuah kue yang sama dengan kue ulang tahun Mera saat itu.


"Sama sama, Kakak ipar..." jawab Mera cengengesan yg membuat Nasha mendelik. Nasha memperhatikan penampilan adik kandung nya itu, sebuah kaos Crop Top berwarna putih yg di padukan celana jeans sobek sobek, membuat Nasha meringis.


"Itu celana kesangkut dimana sampai sobek begitu? Kayak engga punya duit saja buat beli yg baru" tukas Nasha dengan pandangan sinis nya.


"Ini nama nya Fashion, kolot amat" tukas Mera yg tak mau kalah, sementara Azhar kembali masuk untuk menyimpan kue nya di kulkas.


"Bukan nya kolot, cuma aku suka yg rapi. Itu juga kaos kependekan, di datangi lalat itu pusar baru tahu rasa" tukas Nasha lagi membuat Mera mendelik dan ia menutup pusar nya dengan telapak tangan nya, sementara Azhar yg melihat kedua bersuadara itu hanya terkekeh.


"Mera, kami harus pergi. Besok kamu boleh kesini lagi kalau mau" ujar Azhar yg membuat Mera kembali tersenyum.


"Okey, Kakak ipar" ujar Mera dan ia pun kembali ke mobil nya, namun saat ia hendak masuk ke dalam mobil, tiba tiba Nasha memanggil nya.


"Mera..." Mera langsung menoleh "Dia...sudah keluar dari rumah sakit?" tanya Nasha dengan suara rendah, membuat Mera dan Azhar sama sama tersenyum.


"Iya, Mama sudah keluar dari rumah sakit tapi masih tidak terlalu sehat. Mama bilang, saat ulang tahun kita, kamu suka kue itu, jadi dia menyuruh ku membeli nya dan mengantar nya kesini" tutur Mera panjang lebar namun Nasha hanya mendengarkan dan tak menanggapi nya sedikitpun.


Bahkan Nasha malah masuk ke mobil Azhar, membuat Mera tampak sedih dengan perlakuan dingin kakak nya itu, walaupun begitu ia juga senang karena Nasha mau menanyakan keadaan Mama nya, jika Mama nya tahu, dia pasti senang.


Azhar pun ikut masuk ke dalam mobil, menyalakan nya dan kemudian menjalankan nya saat mobil Mera juga sudah jalan.


....


Proses hukum Ramos berjalan sebagaimana semestinya, apa lagi benar dugaan Raya bahwa yg melaporkan Ramos itu orang tua kandung Nasha.


Dan karena status mereka yg adalah orang yg berada, memiliki status dan uang, tentu proses itu di lakukan dengan cepat.


Mereka juga tidak perlu lagi harus mencari bukti maupun saksi karena semua nya sudah cukup jelas dalam persidangan Nasha. Sehingga pihak pelapor benar benar memiliki barang bukti dan saksi yg tak bisa di bantah dan bisa langsung menjebloskan Ramos ke dalam penjara.


Namun karena Ramos masih dalam proses penyembuhan dan butuh penanganan, maka Ramos tetap berada di rumah sakit sampai keadaan nya membaik.


Ruben dan Jessica juga sudah tidak bisa apa apa, meraka hanya bisa pasrah begitu juga dengan Ramos.


Mereka cuma bisa berharap hukuman Ramos tidak terlalu berat dan bisa cepat keluar, menjalani hidup seperti dulu lagi.