True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 67



Setelah kelas nya selesai, Nasha menunggu Azhar di taman kampus sembari ia membaca buku kedokteran yg ia pinjam dari perpustakaan kamus. Nasha bertekad akan menjalani kuliah nya dengan sungguh, membuat Azhar bangga pada nya begitu juga dengan ibu angkat nya. Nasha berharap dengan begitu sang ibu kembali menerima nya dan merestui pernikahan nya dengan Azhar.


Dan soal Elin, Nasha masih merasa begitu bingung dengan sahabat nya itu. Elin bahkan tadi tidak terlihat di kelas, membuat Nasha semakin bingung. Apa lagi Nasha tahu, Elin tidak pernah bolos sekalipun. Elin sangat ingin menjadi Dokter dan selalu rajin belajar.


"Sayang..."


"Eh..." Nasha langsung menoleh saat mendengar bisikan mesra di telinga nya dan ia mendapati suami nya yg sedang tersenyum lebar pada nya membuat Nasha ikut tersenyum.


"Serius banget baca buku nya" ujar Azhar sambil mengulurkan tangan nya pada Nasha dan Nasha langsung menyambut nya.


"Iya dong, sekarang aku benar benar mau jadi Dokter" jawab Nasha penuh keyakinan.


"Semoga Allah memudahkan itu untuk mu" ujar Azhar sambil menggandeng Nasha berjalan menuju mobil nya.


Dan sayup sayup Nasha mendengar beberapa wanita yg sedang membicarakan Azhar, bahwa Azhar sangat tampan dan karismatik dengan penampilan yg lebih formal. Membuat Nasha langsung memberengut, percikan api cemburu kembali menyala. Nasha menggandeng tangan Azhar lebih erat.


"Kenapa?" tanya Azhar yg merasakantangan Nasha melingkar di lengan nya dengan erat.


"Belum ada yg tahu ya kalau kamu sudah menikah dan istri mu itu aku?" tanya Nasha memanyukan bibir nya.


"Entahlah, Sayang. Aku tidak membuat pengumuman" gurau Azhar. Padahal ia sudah memberi tahu dekan dan beberapa dosen yg lain bahwa sebenar nya ia sudah menikahi Nasha. Semua itu ia lakukan agar mereka tidak berfikir yg tidak tidak jika Nasha dan Azhar dekat di kampus, Azhar juga berjanji akan menjaga batasan nya sebagai seorang dosen.


"Kalau gitu harus buat pengumuman, kamu engga liat apa apa cewek cewek menatap lapar sama kamu" gerutu Nasha kemudian ia masuk ke dalam mobil setelah Azhar membukakan pintu untuk nya.


"Mungkin aku mengingatkan mereka pada penjual bakso, karena itulah mereka menatap ku dengan lapar" ujar Azhar yg kini sudah berada dalam mobil, kemudian menyalakan mobil dan pergi meninggalkan kampus.


"Ih, bukan itu maksud ku..." gerutu Nasha lagi dengan wajah yg tampak kesal dan itu mal terlihat sangat menggemaskan di mata Azhar.


Sementara itu, adalah hanya bisa menatap mobil mereka yg kian menjauh. Dilan menyunggingkan senyum samar apa lagi saat melihat kemesraan Azhar dan Nasha.


"Kamu beruntung mendapatkan Azhar, Nasha. Dia jauh lebih baik dari pria mana pun termasuk aku. Dan maaf karena membuat mu kehilangan sahabat mu" gumam Dilan yg mencoba mengikhlaskan perasaan nya.


....


Azhar membawa Nasha ke mall untuk kembali berbelanja barang barang Nasha, karena istri nya itu bahkan hanya memiliki beberapa lembar pakaian saja.


"Aku boleh minta sesuatu engga?" tanya Nasha manja.


"Boleh, minta apa?"


"Lampu kerlap kerlip" jawab Nasha cengengesan yg membuat Azhar mengernyit bingung.


"Lampu kerlap kerlip apa, Sayang?"


"Itu..." Nasha menunjuk sebuah toko yg menjual lampu hias.


"Okey, kita kesana" ujar Azhar.


Mereka pun memasuki toko itu, dan disana Nasha langsung memilih led strip dan tumbler led.


"Aku mau ini, jadi kamar kita berwarna deh nanti" seru Nasha antusias yg membuat Azhar terkekeh.


"Jadi kamu mau mendekor kamar kita, hm?" tanya Azhar dan ia hanya memperhatikan Nasa saat gadis itu sibuk memilih lampu warna warni yg ia mau.


"Iya, biar bagus" ucap Nasha sambil tersenyum.


"Iya, untuk saat ini, ini aja" jawabnya.


Setelah Azhar membayar lampu lampu itu, sekarang Azhar mengajak Nasha dan berkeliling, siapa tahu ada yg ingin Nasha beli lagi.


"Bagaiamana dengan sepatu, Sayang? Kamu cuma punya satu sepatu dan satu sandal" ucap Azhar saat ia melewati toko sepatu.


"Ya, bener juga" gumam Nasha dan ia segera menarik Azhar ke toko sepatu itu.


Nasha dan Azhar mencari sepatu yg cocok untuk Nasha pakai ke kampus "Bagaiamana dengan ini?" tanya Azhar menunjuk flat shoes berwarna maroon dengan pita di depan nya.


"Itu terlalu girly, aku engga suka" jawab Nasha. Ia malah memilih sneaker "Bagaiamana dengan ini?" tanya Nasha meminta pendapat Azhar.


"Bagus" jawab Azhar, ia pun membawa Nasha duduk di kursi yg di sediakan. Kemudian Azhar mengambil sepatu yang Nasha pegang, Azhar berlutut di depan Nasha "Coba dulu..." ucap nya sembari membuka sepatu yg Nasha pakai, kemudian dengan romantis Azhar memakaikan sepatu yg baru. Membuat Nasha merona di perlakukan bak tuan putri "Ukuran nya juga pas" lanjut Azhar.


"Ya udah, ambil ya. Bagus kan?" seru Nasha girang dan Azhar mengangguk cepat sambil mengusap kepala Nasha. Kedua nya memilih beberapa sepatu dan sandal.


Nasha tidak berbelanja barang barang branded sesuka hati seperti dulu, namun perasaan yg Nasha rasakan saat ini sangatlah berbeda. Ia merasa senang, antusias dan bebas. Mungkin barang yg Azhar belikan tidak semahal yg orang tua angkat nya belikan. Tapi perhatian, cinta dan kelembutan yg Azhar berikan takkan pernah tertandingi oleh siapapun.


Setelah berbelanja sepatu, Nasha dan Azhar pergi ke toko baju.


Kedua nya kembali saling menanyakan pendapat baju mana yg bagus untuk Nasha pakai, dan dengan begitu mesra nya Azhar berkata "Sebenarnya kamu cocok pakai baju apapun, Sayang. Karena bukan baju yg akan membuat mu terlihat cantik, tapi kamu lah yg memakai nya dan membuat baju itu terlihat cantik" puji Azhar yg lagi dan lagi membuat Nasha merona dan melayang.


Benar kan yg dia bilang, Azhar nya begitu romantis.


Setelah memilih beberapa pakaian, kini mereka berniat ingin mencari makan karena perut nya sudah keroncongan.


"Azhar, aku mau ke toilet dulu..." ucap Nasha dan ia menyerahkan barang barang belanjaan nya pada Azhar.


"Aku tunggu di sini ya..."


"Iya, jangan kemana mana..." teriak Nasha sambil berlari ke arah toilet.


Saat hendak memasuki toilet, Nasha bertabrakan dengan seorang wanita paruh baya yg membuat Nasha menggerutu karena ia sudah sangat kebelet.


"Maaf..." hanya itu yg Nasha ucapkan sebelum akhir nya ia kembali berlari masuk.


"Anak zaman sekarang..." gumam wanita itu yg berfikir Nasha sangat tidak sopan.


Ia pun berjalan keluar dan sekali lagi ia malah bertabrakan kembali dengan remaja yg berlariam, bahkan kini membuat tas nya terjatuh dan isi berhamburan.


"Dasar anak zaman sekarang, sopan santun engga ada, tanggung jawab engga ada" gerutu nya lagi karena remaja remaja itu kembali berlarian dan tidak membantu nya, bahkan tak mengucapkan kata maaf.


Sementara Azhar yg melihat itu segera menghampiri wanita itu dan membantu iya memungut barang barang nya.


"Nama nya juga anak anak, terkadang memang perlu di tegur" ucap Azhar sambil tersenyum dan tadi ia sempat mendengar gerutuan wanita itu.


"Ya, kurang nya pendidikan dari orang tau nya juga pasti" jawab Wanita itu yg masih sibuk memungut barang barang nya dan tak sedikitpun menatap Azhar. Azhar yg mendengar itu hanya mengulum senyuman dan berkata


"Baiklah, ini sudah semua .." ucap Azhar setelah menyerahkan barang wanita itu dan kemudian ia bergegas pergi saat melihat Nasha yg sudah keluar dari toilet.


Sementara wanita itu tiba tiba tercengang seolah baru menyadari sesuatu dan kemudian ia pun langsung menoleh, mencari keberadaan Azhar yg sudah menghilang.


"Liontin itu...." gumam wanita itu dan ia segera berlari mengejar Azhar yg ia tak tahu pergi kemana.