
Jessica yg sungguh tak ingin anak nya masuk penjara rela mendatangi Raya dan memohon pada nya supaya Nasha mencabut laporan nya, namun Raya tidak bisa apa apa karena Nasha bahkan tidak mau bertemu dengan nya.
"Aku mohon, Ray. Bukan nya selama ini dia selalu menurut pada mu? Kali ini saja, Ray. Aku tidak mau anak ku masuk penjara" pinta Jessica memelas.
"Itu dulu, Jess..." jawab Raya menarik nafas dalam "Tapi sekarang Nasha sudah punya suami, dan suami nya yg bertanggung jawab pada hidup Nasha. Laporan itu juga pasti dari suami nya dan mungkin orang tua kandung nya" tukas Raya
"Orang tua kandung? Apa Nasha sudah menemukan orang tua kandung nya?"
"Iya, keluarga Niranjana itu keluarga kandung nya, itu sih kemungkinan nya. Karena mereka sempat menemuiku dan bertanya soal asal usul Nasha"
"Jika mereka yg mengajukan laporan pada Ramos, seperti nya aku tidak akan mampu melawan nya" ujar Jessika putus asa, ia sangat mencintai anak nya dan tentu ia tidak bisa menerima jika anak nya masuk penjara.
"Apa yg harus aku lakukan, Ray? Aku tidak bisa membiarkan Ramos masuk penjara, dia satu satu nya anak ku"
"Aku juga tidak tahu, Jess. Saat ini Nasha marah pada ku dan keluarga ku karena apa yg dia alami itu salah ku. Tapi mungkin ada seseorang yg bisa membantu mu"
"Siapa?"
"Azhar...."
"Suami Nasha? Bagaimana mungkin dia mau membantu, Ray? Dia suami nya dan tidak mungkin dia melepaskan seseorang yg mencoba melecehkan istri nya" Jessica berkata dengan lesu.
"Aku tahu, tapi dia orang yg baik. Coba bicaralah dengan nya, setidak nya mungkin dia akan meringan kan hukuman Ramos, cobalah dulu"
Jessica tampak memikirkan saran Raya itu, Jessica tahu Azhar memang orang baik, bahkan itu adalah kesan pertama Jessica saat pertama kali bertemu Azhar.
"Terima kasih, bisa kirim alamat mereka?" ujar Jessica akhir nya.
"Iya, semoga berhasil, Jess" ucap Raya sebelum akhir nya Jessica pamit pulang.
Harry yg sejak tadi mendengarkan pembicaraan mereka berdua hanya tersenyum tipis sembari menggeleng kan kepala, Harry berfikir akhir nya sadar juga Mama nya itu bahwa Azhar adalah pria yg baik dan yg pasti Mama nya itu tidak berhak lagi mencampuri urusan Nasha.
Ponsel Harry bergetar karena notifikasi pesan masuk, ia pun membaca pesan dari Mera itu yg memberi nya kabar yg membuat Harry langsung menganga lebar.
"Jadi benar, Kak Nasha itu anak nya Mama Papa nya Mera? saudara nya Mera?" gumam Harry antara tak percaya namun juga senang, karena memang ini yg Harry harapkan sejak dulu, yaitu kebahagiaan kakak angkat nya dan keluarga yg sempurna.
Harry menyambar kunci motor nya dan ia bergegas pergi ke rumah sakit, Mera mengatakan saat ini mereka sedang berada di rumah sakit karena Mama Mera sakit.
....... ...
Sementara di rumah sakit, Nasha hanya duduk diam membisu sambil menggandeng tangan Azhar. Ia duduk di sofa sembari memperhatikan Mama nya yg sedang di suapi oleh Mera.
"Kenapa cuma liatin? Mau suapin Mama juga?" tanya Mera dan Nasha menggeleng tanpa bersuara sedikit pun "Oh, ya sudah" gumam Mera.
"Sayang, aku mau pulang" pinta Nasha pada Azhar dan Azhar pun mengangguk mengiyakan, Azhar tahu istri nya itu masih merasa tidak nyaman berada di antara keluarga kendung nya.
"Tante, Om... Jika boleh, aku ingin membawa Nasha pulang" ujar Azhar yg tentu saja tak bisa di tolak oleh Pak Niranjan dan istri nya itu.
Azhar pun membawa Nasha keluar dan disana ia berpapasan dengan Harry, Nasha yg melihat adik tersayang nya itu langsung kembali tersenyum dan bahkan memeluk Harry. Harry pun tak kalah senang nya
"kata Mera, Kak Nasha itu anak kandung Mama Papa nya Mera, benar?" tanya Harry antusias dan Nasha hanya mengangguk pelan.
"Lalu kenapa Kak Nasha tidak terlihat bahagia?" tanya Harry karena memang ia bisa melihat raut wajah Nasha yg seperti nya memang tidak bahagia seperti yg Harry bayangkan.
"Entahlah, Har. Kakak masih bingung...." lirih Nasha "Oh ya, kenapa kamu ke sini?"
"Mau ketemu Kak Nasha sama Tante Anjana" jawab Harry.
"Tapi Nasha mau pulang, Har. Seperti nya dia lelah" sambung Azhar.
"Lelah kenapa? Memang nya Kak Nasha hamil sampai cepat lelah?" tanya Harry yg membuat Nasha tertawa kecil.
"Belum hamil sih, doain aja" ujar Nasha.
"Aamiin, Harry doain Kak Nasha terus, semoga cepat punya dedek bayi. Harry pengen keponakan" tukas Harry lagi.
"Ya sudah, kalau begitu kakak mu harus aku bawa pulang dulu. Biar dedek bayi nya cepat di proses" sambung Azhar lagi yg membuat Harry tertawa sementara Nasha hanya tersenyum simpul.
........ ...
Keesokan hari nya, Jessica memberanikan diri menemui Azhar di rumah nya, tentu Azhar menyambut tamu nya itu dengan ramah dan senyum hangat.
"Bagaimana kabar mu, Tante?" tanya Azhar ramah, membuat Jessica semakin merasa bersalah pada Nasha dan Azhar atas apa yg di lakukan anak nya.
"Aku baik, Azhar. Terima kasih banyak" jawab Jessica. Tak lama kemudian Nasha datang dan menyajikan teh untuk Jessica.
Nasha sendiri sebenar nya merasa kesal melihat Jessica, karena itu mengingatkan nya pada Ramos. Namun melihat Azhar yg masih bersikap baik pada Jessica, Nasha hanya mengikuti nya saja.
"Terima kasih, Nasha" ucap Jessica sungkan. Ia tidak merasa sedang berada di rumah korban dari kejahatan anak nya, karena mereka terlalu baik menurut Jessica.
"Sama sama, jika boleh tahu, apa tante memiliki keperluan dengan kami?" tanya Nasha yg langsung pada inti nya.
"Iya, sebenar nya aku.... Aku hanya ingin minta maaf atas nama putra ku" ucap Jessica dengan suara rendah nya.
"Ada yg lain?" tanya Nasha lagi yg membuat Jessica merasa semakin sungkan.
"Nasha, aku tahu apa yg di lakukan Ramos sangat salah, tapi aku mohon, tolong maafkan dia dan.... Dan tolong cabut laporan mu pada nya, aku janji akan membawa Ramos kembali ke Australia, dia tidak akan mengganggu mu lagi" tutur Jessica meyakinkan.
"Maaf, Tante...." ujar Azhar menyela "Tapi kami tidak bisa mencabut laporan kami" ucap nya tegas.
"Azhar, aku mohon" Jessica meminta dengan sangat memelas, Azhar menatap Nasha namun Nasha seperti nya enggan berbicara karena keinginan Nasha sudah jelas dan Azhar tahu apa keinginan istri nya itu.
"Kami sedang berusaha memaafkan nya, tapi hukum akan tetap melakukan tugas nya"