True Love Never Ends

True Love Never Ends
Part 68



Karena tak menemukan Azhar, wanita itu segera kembali ke restaurant tempat ia dan suami nya tadi bertemu dengan klien nya. Bahkan wanita itu berlari sehingga membuat nafas nya terengah.


"Mas..." seru wanita itu yg membuat seorang pria paruh baya segera berdiri dari kursi nya dan segera menghampiri nya.


"Anjana, ada apa?" tanya pria itu setengah berbisik.


"Pak Niranjan, apa ada masalah?" tanya salah satu pria yg masih duduk di kursi nya.


"Tidak, semua nya baik baik saja" jawab pria bernama Niranjan itu dan ia berusaha menyunggingkan senyum nya "Saya perlu bicara dengan istri saya sebentar"


"Tentu, silahkan" jawab pria pria itu.


Pak Niranjan pun membawa istri nya yg masih terengah keluar dari restaurant "Ada apa?" tanya nya lagi.


"Linton...." ucap Anjana sambil menunjuk ke suatu arah.


"Liontin apa? Kamu mau beli Liontin?" tanya Niranjan lagi.


"Liontin anak kita, seorang pria memakai nya" ucap Anjana dengan mata yg langsung berkaca kaca.


"Anjana, mungkin itu hanya mirip" ucap Niranjan menghela nafas berat.


"Bukan mirip, Mas. Tapi memang itu Liontin anak kita, aku sendiri yg mendesain nya dan engga akan ada yg sama" ucap Anjana kekeh "Anak kita, Mas...." lirih nya lagi dan satu tetes air mata berhasil lolos dari sudut mata nya. Melihat itu Niranjan langsung membawa sang istri ke dalam pelukan nya.


"Sayang, jangan begini terus" lirih Niranjan sembari mengelus punggung istrinya yg mulai bergetar akibat tangis nya yg kian menjadi "Pertama, anak kita perempuan dan kedua, sekarang anak kita sudah bahagia di surga sana"


Seketika Anjana melepaskan diri dari pelukan suami nya, ia menatap suami nya dengan air mata yg berderai "Bagaiamana kalau anak kita masih hidup? Mungkin saja pria itu kekasih nya dan dia memberikan Liontin itu pada nya?" tanya Anjana sembari mengelap air mata di pipi nya dengan punggung tangan nya.


"Anjana, berhenti berharap dan ikhlaslah. Kasihan anak kita, dia akan sedih jika kamu seperti ini terus" bujuk suami Anjana dengan lembut "Sudah ya, sebaiknya setelah ini kita belanja untuk keperluan ulang tahun Mera dan Niranjana. Masih banyak yg belum kita siapkan dan kita sudah engga ada waktu lagi" ucap nya lagi dan Anjana pun mengangguk pasrah.


Niranjan membawa Anjana kembali masuk setelah menghapus sisa air mata di wajah Anjana, saat ini kedua nya sedang ada meeting dengan investor mereka yg ingin menginvestasikan uang mereka kepada Niranjan selaku pengusaha emas dan berlian.


.........


Azhar dan Nasha kini sudah sampai di rumah, dengan begitu antusias Nasha berlari ke kamar nya sambil membawa lampu yg ia beli.


Melihat itu Azhar hanya bisa geleng geleng kepala, ia tak habis fikir dengan tingkah Nasha yg mudah sekali sedih tapi mudah juga untuk kembali ceria bahkan ke kanak kanakan.


"Azhar, cepetan... Engga sabar ini" seru Nasha dan Azhar pun mempercepat langkah nya "Pasangin..." rengek Nasha dengan manja.


"Iya, aku ambil tangga dulu" seru Azhar "Kamu susun dulu barang barang mu ini, baju nya cuci dulu"


Setelah Azhar mengambil tangga, ia dan Nasha segera memasang Led Strip itu di plafon.


Dan setelah selesai, Nasha langsung menyalakan nya dan seketika warna biru dari led strip itu memancar indah di kamar mereka. Azhar juga mengaturkan agar Nasha bisa mengganti warna cahaya led Strip itu dari smartphone milik nya.


"Wow, bagus ya..." seru Nasha berdecak kagum "Romantis" ucap nya lagi.


"Ya udah, kamu mandi gih. Aku mau mengembalikan tangga dulu ke bawah" ucap Azhar dan Nasha langsung mengangguk.


Setelah Nasha mandi, kini bergantian dengan Azhar yg mandi. Sementara Nasha segera menyiapkan bahan bahan untuk membuat makan malam. Nasha bisa memasak namun ia tak pandai dan hasil masakan nya pun terkadang enak dan terkadang tidak.


Nasha membuka YouTube, mencari resep makan malam apa yg enak untuk keluarga. Setelah menemukan satu video tentang resep untuk makan makam, Nasha puny mulai bergerak lincah di dapur. Ia memasak sambil mendengarkan musik menggunakan earphone dengan volume yg tinggi, bahkan sesekali ia bergoyang ria dan ikut melantunkan lagu yg di dengar nya.


Nasha bahkan sampai tidak sadar bahwa ibu dan ayah mertua nya sudah datang dan memperhatikan tingkah konyol menantu mereka.


Azhar yg baru turun dari kamar nya segera menuju dapur saat ia mendengar suara berisik dan nyanyian Nasha dari sana. Azhar mendapati kedua orang tua nya yg tampak menahan tawa geli saat melihat Nasha berjoget sambil berteriak menyanyikan sebuah lagu dalam bahasa Inggris.


Azhar dengan cepat menghampiri Nasha dan memegang pinggang nya yg membuat Nasha terpekik kaget dan langsung menghentikan aksi goyangan nya.


"Apa, Sayang? Mau ikut joget? Aku seksi engga pas joget gitu?" goda Nasha yg masih belum juga menyadari keberadaan kedua mertua nya, Nasha bahkan mengedipkan sebelah matanya ke Azhar.


"Abi sama Ummi haus engga?" seru Azhar yg sebenarnya untuk memberi tahu Nasha keberadaan mereka.


Seketika Nasha melotot terkejut dan langsung menoleh, ia melepaskan earphone yg melekat di kedua telinga nya dan sekarang ia hanya bisa menampilkan senyum ringisan.


"Eh, Abi, Ummi... Sudah pulang to..." ucap Nasha masih cengengesan.


"Iya, kami ke kamar dulu. Kamu lanjutkan saja jogetan mu itu" ujar Abi Fadlan yg membuat wajah Nasha langsung memerah menahan malu "Semoga makan malam nya lezat ya" lanjut nya yg hanya di jawab kekehan kecil oleh Nasha.


"Ada ada aja..." gumam Ummi Rifa sambil mengekori suami nya yg sudah masuk ke kamar mereka yg ada di lantai satu.


Setelah kedua mertua nya pergi, Nasha malah langsung menatap tajam Azhar dan bahkan mencubit pinggang nya "Kenapa engga bilang ada Abi sama Ummi?" tanya Nasha berbisik.


"Kenapa kamu engga sadar mereka datang?" Azhar balik bertanya sambil terkekeh, membuat Nasha memberengut.


"Malu..." bisik Nasha dan ia malah menyembunyikan wajahnya di dada Azhar "Suara ku fals" lanjut nya yg membuat Azhar semakin terkekeh geli.


"Memang" jawab Azhar yg malah membuat ia kembali mendapatkan hadiah cubitan di pinggang nya, awalnya Azhar meringis namun kemudian ia tertawa saat mengingat ekspresi Nasha tadi.