PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
99.



Perusahaan XX


"Sudah hampir seminggu Shera tak pernah pulang, tapi setiap kali ku tanya anak buah, mereka bilang Shera sangat sibuk di rumah sakit, hampir tak kelihatan karena di ruangan terus, hmmm."Gumam Rouwnd entah pada siapa, karena ia sendirian di ruangan tersebut. Entah mungkin ia sudah merasakan sedikit kejangalan disana ataukah belum.


Rouwnd mengambil ponselnya dan menelpon seseorang, ia mendial nomor yang akan di tuju, tak berselang lama panggilan tersambung.


"Hallo Mr.Gavin."Ujar Rouwnd saat panggilan itu tersambung..


"....."


"Baiklah, kita bertemu di tempat biasa."jawab Rouwnd dan mematikan sambungan telponnya.


*****


Back to Park Company


"Dan, cari tahu tentang pria yang di sudut kanan tadi, kakak merasa ada yang tak beres dari orang itu."Ujar Reivant pada Danien yang tampak sibuk dengan Ipadnya.


"Aku sudah mendapatkan datanya kak, tapi, sepertinya ini bukan namanya dan semua data-datanya bukan yang aslinya."Jawab Danien, sambil tetap melihat Ipad nya


"Hmm,,,cari tahu dan habisi orang itu, apabila ada sangkut pautnya dengan Gavin ataupun Rouwnd."Ujar Reivant dan masuk ke ruangannya.


Sedangkan Danien dan Brandon saling pandang seolah mengatakan inilah kakak mereka yang sebenarnya di dunia bisnis.


"Sepertinya, kakak tahu siapa dalangnya."Ujar Brandon dan menatap Kakak keduanya.


"Ya,,ia anak buah Gavin yang sengaja ingin menjatuhkan Perusahaan kita."Jawab Danien yang membenarkan perkataan Brandon.


"Apa ini permainan Rouwnd juga, kak??."Tanya Brandon lagi yang sepertinya tebakannya benar.


"Ya, bisa di pastikan, karena seperti kak Rayn bilang mereka berdua bekerja sama. Wah,mereka benar-benar hebat."Jawab Danien lagi dan merasa takjub pada musuhnya mereka itu.


Mereka berdua masuk ke ruangan bersamaan dan di mana Agatha sedang memberikan beberapa Map pada Reivant yang tampak serius membaca salah satu laporan, tanpa berkata ia meletakan kembali laporan tersebut tanpa menanda tangganinya.


Dan matanya beralih menatap sebuah amplop yang terbalik, Reivant mengambil amplop tersebut dan tak berapa lama Danien dan Brandon keluar lagi setelah pamit pada kakaknya.


"Siapa yang memberikan amplop ini,Tha?".Tanya Reivant dengan suara datarnya sambil menunjuk kearah amplop itu.


"Devi tadi yang mengantarkan kesini,Pak."Jawab Agatha dengan sopan, ia tahu atasannya dalam keadaan mood yang kurang baik.


"Panggil Devi kesini sekarang."Ujar Reivant, karena ia tahu amplop apa itu.


Agatha mengangguk dan keluar ruangan untuk menelpon Devi sahabatnya itu. Setelah ia menelpon tak berselang lama tampak Devi muncul dari lift berjalan ke arahnya.


"Apa kamu akan keluar dan meninggalkan ku sendiri disini??."Tanya Agatha saat sahabatnya itu sudah di hadapannya.


"Apa kamu menyerah mengejar Pak Danien??."Lanjutnya lagiĀ  dan menatap sahabatnya itu dalam.


"Ck, satu-satu tanyanya,Tha. Aku bingung mau jawab yang mana duluan."Ujar Devi dengan tersenyum, entahlah lah ia mungkin akan berhenti dan berharap kepada atasannya itu, karena sesuatu hal yang hanya ia yang tahu.


Mereka berdua masuk ke ruangan Reivant, dimana Danien dan Brandon? Mereka berdua ada di kantor IT, tadi Danien memintanya kesana untuk mencari tahu detail orang itu.


"Siang pak."Sapa mereka berdua yang menatap atasan mereka yang tampak sibuk dengan laporannya.


"Hm,,"balas Reivant dengan deheman


"Duduklah."Ujarnya lagi,


"Tha, kamu juga temani Devi disini."Lanjut Reivant,karena ia tahu Devi sedikit canggung dengannya.


"Baik pak."Jawab Agatha dan mereka duduk di sofa ruangan itu,


Reivant berjalan ke arah sofa dan mendudukan diri disana, ia menatap Devi dengan tetap memegang amplop yang tadi di bawa oleh Agatha.


"Apa karena Daddy sudah tidak memegang Perusahan ini lagi, jadi kamu mengundurkan diri, Dev?."Tanya Reivant todepoin.


"Saya, saya,,bukan pak, saya hanya merasa akan bekerja dengan siapa??."Jawab Devi dengan gugup karena hari ini bossnya itu sangat dingin.


"Hm, kamu akan tetap menjadi sekertaris, dan kamu sekertaris Danien, mulai saat ini juga, Devi."Jawab Reivant, yang sukses membuat kedua sahabat itu shock, ya gimana lagi karena Devi sangat menyukai Danien dan sekarang ia akan menjadi bawahan dari manusia persegi itu.


"Tapi pak, apa pak Danien tidak keberatan, jika saya menjadi sekretarisnya?".Tanya Devi dengan sedikit ragu.


"Tidak, ia akan terbantu dengan kerja kamu, karena saya tahu kinerja kerja kamu selama ini."Ujar Reivant lagi dan berdiri membawa kembali amplop tersebut dan membuang nya di tempat sampah. (Sadis amat lu,Vant).


Devi dan Agatha hanya terdiam menatap apa yang di lakukan oleh pimpinan mereka tersebut dan mereka pamit mengundurkan diri dari ruangan Reivant.


Tak berselang lama tampak Danien dan Brandon keluar dari lift menuju ruangan kakak pertama mereka dan mereka berpapasan dengan Agatha dan Devi.


"Nah liat, apa kamu gak makin cinta sama Pak Danien yang tampan itu."Goda Agatha pada sahabatnya itu.


"Ini kesempatanmu, tapi jangan kegatelan tunjukin jika kita wanita berkelas yang tak mudah untuk di rayu."Ujar Agatha lagi, karena ia juga tetap menjaga imagenya di depan Brandon.


Karena, ia hanya ingin orang yang ia sukai melihatnya, karena apa yang ia kerjakan bukan apa yang ia pamerkan.


"Baiklah, terima kasih sahabatku."Ujar Devi menatap Agatha yang tersenyum dan memberikan semangat untuknya.


****


Di ruangan tampak Reivant, Brandon dan Danien,mendudukan diri mereka di sofa ruangan itu.


"Bagaimana, sudah di dapat informasinya??."Tanya Reivant yang masih fokus pada laporannya, tapi ia masih bisa membagi itu.


"Sudah kak, ia anak buah Rouwnd yang di pekerjakan pada Gavin."Jawab Danien


"Dan menjadi mata-mata di perusahaan kita. Wah,,mereka sangat berani dan nekat melakukan itu."Ujar Brandon dan tak percaya dengan ide gila dari kedua orang itu, siapa lagi kalau bukan Rouwnd and the geng.🤭


"Hm,,baiklah, ambil alih kembali proyek itu,Don."Ujar Reivant,


"Dan untuk orang itu biar kakakmu berdua yang mengurusinya."Lanjutnya lagi


"Baik kak."Jawab Brandon siap. (Ck,,mangnya mau upacara bendera,don).


"Oh ya Dan, karena sekarang kamu adalah CEO disini, untuk sekertaris mu tetap Devi yang pegang."Ujar Reivant menatap adiknya Danien dan yang di tatap hanya memasang wajah datar.


"Baik kak, itu juga bagus."Jawab Danien asal, sedangkan Brandon hanya tersenyum karena ia tahu Devi sangat menyukai kakak keduanya itu.


"Serta untuk ruangan mu, di ruangan Daddy yang dulu, terserah mau di rombak seperti apa dan sesuka hatimu."Ujar Reivant lagi.


Karena hanya beda satu lantai di bawahnya dan ia tahu adiknya akan membuat ruangan lain yang menurutnya aman untuk meretas semua data-data perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan mereka ataupun dengan orang-orangnya.


"Wah, akhirnya aku punya ruangan sendiri."Jawab Danien, tapi tetap dengan ekspresi yang datar.


"apa boleh kak?."Tanyanya lagi, karena ia mendengar apa yang kakaknya bilang.


"Iya, ubahlah sesuka hatimu, kakak tahu kamu menginginkan itu."Ujar Reivant tersenyum pada adik keduanya yang notabene adik sepupu kandungnya. Danien tersenyum menatap kakaknya.


"Ingat jaga dirimu, kakak tahu kamu juga menyukai Devi kan?"Ujar Reivant dan bertanya.


"Iya kak! Iya,aku takkan segila itu."Jawab Danien yang di sambut tawa oleh Brandon


"Apa yang kamu tertawakan Don, bukannya kamu juga mulai ada rasa dengan sekertaris,kak Rei."Ujar Danien dan menggoda adik keempatnya itu.


"Ihh kakak gak seru."Jawab Brandon yang kalah telak dengan kakak keduanya itu.


"Don, bagaimana pengangkatan Chaiden, apa ada kendala?"Tanya Reivant menanyakan tentang adik ketiganya pada Brandon dan memutuskan perdebatan tak penting dari kedua adiknya itu.


"Berjalan dengan mulus kak, hampir semua kepala bagian tak mempermasalahkannya kak dan aku yakin kak Kai bisa menghandelnya."Ujar Brandon dan membanggakan kakaknya,pasti bisa.


"Baiklah, mulai sekarang bekerja lah dengan giat, karena pekerjaan kita bukan hanya perusahan, tapi juga Rouwnd dan antek-anteknya."Ujar Reivant pada kedua adiknya.


"Ting"


Bunyi pesan masuk dari istrinya Shera, yang menanyakan apakah suaminya sudah makan, karena tadi ia sudah mengirimkan makanan untuk mereka berempat dengan Rachel tentunya.


"Dimana makanan yang di kirimkan kakak ipar mu,Don??.Tanya Reivant dan menatap kearah Brandon yang tampak santai duduk di sofa.


"Ya ampun,, aku melupakannya di ruanganku kak."Jawab Brandon menatap kakak pertamanya.


"Telpon Rachel kesini dan bawa sekalian makanan tersebut."Ujar Reivant


"Jam berapa sekarang??."Tanya nya lagi,kepada kedua adiknya yang menatapnya balik dengan tatapan datar.


"Sudah lewat waktunya jam makan siang, kak." Jawab Danien yang menatap jam tangan yang melekat pada tangan kiri Kakak pertama mereka itu.


"Ohhh,,baiklah! Telpon Rachel kesini, sekarang." Ujar Reivant dan tak merespon tatapan kedua adiknya.


Brandon langsung menelpon Rachel dan memintanya datang ke ruangan Reivant. Rachel yang menjawab dengan berdehem tanpa babibubebo.


Tak berselang lama, Rachel datang dengan kotak makan yang di bawa Brandon tadi. Menatap ketiga manusia yang ada di dalam ruangan itu dengan tatapan datar dan yang di tatap berbuat seolah tak bersalah.


(Sabar,kak Chell).


TBC