
Kenapa tadi,Diky menanyakan keadaan Shera, karena ia melihat Shera yang sepertinya baru habis muntah.
"Baiklah,,sini paman periksa kamu dulu."Ujar Diky dan ia duduk di dekat tempat tidur, sedangkan Reivant duduk di samping istrinya itu.
"Hm, apa kamu selama beberapa hari ini tidak menjaga pola makan mu,Ra?"Tanya Diky menatap wajah istri ponaannya itu.
"Iya Paman, selama ini Shera harus bolak-balik Rumah papi, kantor dan disini."Ujar Shera yang membuat Reivant merasa bersalah.
"Paman buatkan Resep, Rei, belikan obat-obat itu."Ujar Diky pada Reivant dan memberikan resep obat pada Reivant.
"Baik paman."Jawab Reivant, dengan menerima resep dan membaca tulisan pamannya yang seperti mie kriting, membuat Reivant menyergitkan keningnya.
"Apa Shera tak apa-apa paman?."Tanya Reivant dengan nada kuatir.
"Tidak, istrimu hanya kambuh maagnya."Jawab Diky ya,memang karena penyakit lambung nya lah yang menyiksa Shera.
"Apa paman bisa menuliskan resep yang lebih rapi??."Tanya Reivant, ia heran tulisan pamamnya benar-benar kacau, berbanding terbalik dengan wajah tampannya.
"Nanti istri mu yang akan menjelaskan padamu."Jawab Diky dengan tanpa rasa bersalah, menatap wajah bingung Reivant dan Shera menatap suaminya dengan menganggukan kepalanya.
"Oh ya Ra, besok apa kamu jadwal Dinas."Tanya Diky,
Karena, Diky tahu profesi dari istri ponaannya itu, sama-sama dokter hanya dirinya adalah Specialis jantung dan bedah,sedangkan Shera specialis anak.
"Iya paman."Jawab Shera
"Besok coba cek lengkap,yah"Ujar Diky lagi yang sedikit memberikan kode pada Shera. (hayo ada yang bisa nebak apa maksud dari Dr.Diki). Hanya mereka yang tahu, author tidak tahu.
"Baik Paman."Jawab Shera dengan senyum yang indah di wajahnya, ia ingin memberikan kejutan pada suaminya tapi nanti, besok ya.
Reivant hanya menatap bingung pada paman dan istrinya, karena ia tidak mengerti Bahasa kedokteran, karena ia pembisnis bukan dokter.
"Apa Shera sakit parah, Paman?"Tanya Reivant akhirnya, tapi ia bingung kenapa istrinya malah tersenyum,
"dan Shera belum sehat, jangan kerja dulu."Ujar Reivant lagi menatap istri mungilnya itu.
"Besok baru paman kabarin kamu, tak apa besok Shera hanya cek up saja."Ujar Diky.
Sepertinya ia ingin mengerjai ponaan Esnya itu. Sebenarnya Diky direktur di Michael Hospital jadi, dia akan mengikuti apa yang di katakan Reivant sebagai pemilik.
*****
Sedikit cerita, kenapa mereka belum menyelesaikan permasalahan Rouwnd.
Karena selama sebulan ini mereka masih mencari bukti tambahan, ya walaupun sebenarnya bukti yang ada sudah bisa memenjarakan Rouwnd dan antek-antenya.
Tapi, itu tidak akan setimpal dengan apa yang ia perbuatkan dulu dan baru-baru ini mereka menemukan bukti lain dari Rouwnd tentang kematian kedua orang tua Danien yang di sinyalir ada kaitannya dengan Rouwnd.
****
Back to home Park
Tampak di ruang tamu, ada keempat putra Park, beserta Ny. Park dan Tn. Park serta Rayn dan Rachel yang tampak sibuk berbincang.
Entah apa yang di bicarakan oleh kakak-adik itu, yang tentunya mereka tampak seru.
Sedangkan Michael sedang sibuk di kamarnya berserta Harld dan Aidyen dengan teman-temannya ada di kamar Aidyen.
Tak lama Paman Diky datang dari arah kamar Reivant dan duduk bergabung dengan mereka. Brandon menatap Pamannya lekat seolah dirinya sedang berpikir.
"Ada apa,Don? Kenapa kau menatap paman seperti itu. Ah,,paman tahu pamanmu ini sangat tampan." Ujar Paman Diky dengan sangat narsis.
Jangan tanyakan kenapa Chaiden and the geng sangat narsis, itu semua karena dari Paman Diky mereka dan tentunya adalah Ny.Park lah ketua narsisnya.
"Ha, ayolah paman. Disini tak ada yang lebih tampan selain, Arthur."jawab Arthur yang sepertinya tidak suka jika ada saingan nya.
"Kau tampan, karena paman juga tampan." Ujar Paman Diky yang tak mau kalah.
"No, Daddy lebih tampan." Ujar Baby Axell yang dari tadi duduk di pangkuan Papinya Rayn.
Dimana Baby Carli, sudah pasti Baby cantik itu sudah tidur, karena ia lelah selama seharian tadi, baby tidak tidur dan terus bermain.
"Daddy? Siapa Daddymu,boy?". Tanya Paman Diky pada Axell, karena dia baru melihat Bayi tampan yang duduk tak jauh dari mereka.
"Ky,,Kakak akan mengenalkanmu pada mereka. Apakah kamu ingat pada Rare teman kecil ponakan mu,Rei?". Ujar Ny.Park.
"Apakah ini,Paman Diky?." Tanya Rayn pada Paman Diky.
"Tunggu,apakah Kau Rare? Astaga aku hampir tak mengenalmu, tunggu bagaimana kau bisa tumbuh menjadi pria yang sangat tampan. Paman tidak menyangka." Ujar Paman Diky dan menatap Rayn kagum.
"Ayolah Paman, itu Aku yang dulu. Aku yang sekarang sangatlah berbeda."Ujar Rayn dan mereka tampak bernostalgia.
"Tunggu? Apakah ini putramu, dia sangat tampan dan sangat mirip padamu, Dan dia istrimu?". tanya Paman Diky dan menunjuk kearah Baby Axell dan Rachel.
"Hahah! Iya paman dia putraku dan dia, dia bukan istriku. Dia Rachel adik perempuanku." Jawab Rayn dan tertawa,karena paman Diky yang menyangka bahwa Rachel adalah istrinya.
"Aku Rachel, adik Kak Rayn dan sahabatnya Reivant." Ujar Rachel memperkenalkan dirinya
"Tunggu,apakah kau gadis yang sering di ceritakan Reivant dan istri Virtual Danien yang sering di ceritakan Arthur?". ujar Paman Diky dan Rachel mengangguk menanggapinya.
"Paman, Bukankah Kak Danien dan Kak Rachel sangat cocok."Ujar Chaiden dan Paman Diky mengangguk setuju.
"Dimana Istrimu,Rayn?". Tanya Paman Diky.
"Aku? Aku belum berkeluarga paman, Ini Axell keponakanku dan anak dari Rachel, adikku." Jawab Rayn.
"Ahh,ku kira anakmu. Kapan kau menikah,Rayn." Ujar Paman Diky dan Arthur hanya berdehem seolah ia mengatakan pamannya kapan.
"Untuk saat ini aku belum berpikir kesana." Jawab Rayn
"Benar! Nikmatilah dulu masa muda kita,Rayn. Tunggu,kenapa, Bayi tampan ini sangat mirip dengan Danien." Ujar Paman Diky dan menatap lekat Baby Axell yang kini berpindah ke pangkuan Mommynya.
"Mungkin karena dia dekat dengan Danien, Ky." Jawab Ny. Park dan Diky hanya mengangguk.
Tak lama Liliana datang dari dapur membawa senampan Camilan dan mengaturnya di meja dengan beberapa Maid.
"Kak Lian." Panggil Chaiden.
"Ada apa,Kai?". Tanya Liliana tanpa melihat kearah Chaiden.
"Kak Lian, sekarang umur kak Lian berapa?". Tanya Arthur dan pertanyaan itu yang ingin di tanyakan oleh Chaiden.
"Hmm,hampir 32. Ada apa?". Tanya Liliana yang sedikit curiga pada kedua adiknya itu.
"Ohh,kalau Paman umurnya berapa?". tanya Chaiden pada Pamannya.
"Paman? Sekarang paman sudah 32 tahun. kenapa,Kai?".Tanya Paman Diky dan memakan Camilan yang di bawakan oleh Liliana.
"Paman dan kak Lian seumuran, kenapa paman tidak menikahi kak Lian saja." Ujar Brandon tiba-tiba dan di setujui oleh Chaiden dan Arthur.
"Ck,,Apakah kalian bertiga sudah gila?". tanya Liliana dan berdecak menanggapi perkataan konyol ketiga anak Tn.dan Ny.Park yang sudah di anggap adik sendiri itu.
"Ayolah, Lian! Lian bukan tipe Paman." Jawab Paman Diky dengan cepat.
"Sama, Paman Diky juga bukan tipe Lian." Ujar Liliana tak mau kalah, karena bagaimanapun juga, dia sudah menanggap Diky seperti pamannya.
Karena itu permintaan Ny. Park pada putri angkatnya itu,namun tidak masuk kedalam daftar keluarga Park. (Jika ada yang penasaran coba baca di episode-episode awal).
"Oh ya Paman, apa kakak ipar sudah di periksa?."Tanya Chaiden yang teringat akan kakak iparnya itu
"Sudah, besok baru cek untuk lihat hasilnya."Jawab Paman Diky yang membuat semua menatapnya seakan bertanya.
"Apa anak menantuku sakit parah ,Ky?"Tanya Ny.Park dengan wajah sedihnya.
"Ya, besok baru ku kabari hasilnya seperti apa,Ok!."Ujar Diky dan ia pamit untuk istirahat duluan karena ia kelelahan dan sekarang waktu sudah menujukan pukul 10 malam.
"Re, tidurlah di kamarmu, sudah di siapkan, mungkin Harld tidur Bersama Mike." Ujar Ny.Park pada Rayn/Rare yang di balas anggukan.
"Apa baby mau tidur dengan papi?."Tanya Rayn pada keponaannya itu.
"No, malam ini Ell akan tidur sama mommy saja."Jawab Axell dan mengandeng tangan maminya berjalan menuju kamar mereka.
Sedangkan keempat putra Park dan Rayn hanya menatap tak percaya akan jawaban anak sekecil itu, apa kalian lupa jika Axell adalah anak yang jenius.
Tn dan Ny.Park sudah kembali ke kamarnya, ya hari ini mereka benar-benar kelelahan seharian dengan pesta kecil baby Carli.
TBC.