PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
97.Keluarga Park



Malam ini, makan malam mereka agak sedikit terlambat dari biasanya, karena tadi, mereka pulang terlambat dari tempat Aidyen.


Setelah mereka selesai makan malam, sekarang keluarga Park tampak duduk di ruang keluarga,beserta Rachel yang ikut bersama, karena ia juga anggota keluarga itu.


Disana, tak jauh dari mereka, tampak ketiga bocah kecil, ya mereka adalah Axell, baby Carli dan Vania yang asik bermain dengan Amel yang menjaga mereka.


"Bagaimana keadaan Ai, Mom??."Tanya Tn.Park pada istrinya.


"Iya sehat Dad, hanya sepertinya anak bungsu kita sangat bekerja keras, saat mommy datang Ia tampak berantakan, kasiannya Putra kecilku."Jawab Ny.Park dengan wajah cemberut karena anaknya sangat tidak terurus.


"Iyalah mom, kan mereka sebentar lagi debut pasti sangat sibuk. Latihannya lebih banyak, demi menampilkan yang terbaik."Jawab Chaiden yang ikut nimbrung, walaupun tadi, ia tidak ikut tapi ia tahu adiknya pasti sangat sibuk.


"Pokoknya minggu depan mommy harus kesana lagi, dad."Ujar Ny.Park dan menegaskan bahwa ia akan menjenguk putranya lagi nanti.


"Iya nanti kalian akan sering kesana, mom. Melihat keadaan Aidyen."Jawab Reivant dan menyanggupi perkataan Mommy nya.


"Karena sudah malam, sekarang waktunya istirahat. Seperti kalian kecapean."Ujar Tn.Park pergi bersama istrinya meninggalkan anak-anaknya, dan akhirnya semua pada masuk ke kamar masing-masing.


Reivant dan Shera menidurkan Baby Carli di kamarnya dan mereka berdua bergantian mengecup kening putri cantik nya dengan ucapan selamat malam, serta meninggalkan kamar nuansa pastel milik gadis kecil itu.


****


Di kamar, Reivant tampak duduk di atas tempat tidur dengan laptop di pangkuannya, entah apa yang di kerjakan oleh putra Pertama Park itu.


Ia sudah berganti pakaian dengan piyama tidurnya, tadi saat masuk ia langsung mencuci mukanya dan menyikat giginya. Rutinitas yang selalu di lakukan sebelum ia tidur, dan sekarang Shera lah yang melakukan hal yang sama sekalian menganti pakaian untuk tidur.


"Apa yang kamu kerjakan, Rei?."Tanya Shera yang melihat suaminya tampak serius dengan benda persegi di pangkuannya.


"Ada sedikit laporan yang harus ku periksa, sayang."Jawab Reivant yang menatap istri mungilnya, ia sedikit menyipitkan matanya melihat pakaian yang di kenakan oleh istrinya, Daster?.


Iya, dia tidak salah lihat, itu daster Panjang tanpa lengan, karena istrinya tak pernah mengunakan baju terusan saat tidur, ia lebih memilih piyama yang ada baju dan celana.


"Apa kamu salah makan tadi, sayang?."Tanya Reivant dengan senyum usilnya.


Shera belum menyadari perkataan suaminya dan karena itu ia menggelengkan kepalanya tanda ia tidak makan apa-apa selain makan malam tadi.


"Baju mu, aku tak pernah membelikan Daster untukmu."Ujar Reivant dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibir.


"Oh, baju ini mommy yang membelikannya untukku, kenapa,? apa ada yang salah,Rei??."Tanya Shera melihat penampilannya sendiri dan di balas gelengan dari suaminya itu.


Reivant menatap gemas pada istrinya, ia menutup laptopnya dan meletakannya di meja sebelah ranjang dan berjalan ke arah istrinya serta mengendong ala bridal style, membuat Shera kaget dan menyadari kemana suaminya akan membawanya sebentar lagi, ia hanya mengikuti toh itu kewajibannya sebagai istri untuk memberikan apa yang suaminya minta.


*****


Suasana pagi sudah di selingi dengan celotehan baby Carli dan Vania yang tampak asyik dengan sarapan pagi yang di siapkan oleh Amel tadi, dan keluarga Park tampak menikmati sarapan mereka, karena mereka mempunyai kesibukan masing-masing.


Setelah selesai sarapan, keluarga park tampak sibuk dengan kesibukan masing-masing, dan Rachel juga yang sibuk menyiapkan Axell yang akan pergi sekolah di antar oleh Chaiden, karena ia sekalian ingin ke kampus.( Rajin amat yang paman Chaiden,ini).


"Papa Carli."Panggil Shera pada suaminya,(yah, dia bukanlah tipe wanita Romantis yang akan punya panggilan sayang buat suaminya), menurutnya panggilan itu sudah mewakilkan rasa sayangnya.


Reivant melongo mendengar panggilan dari istri mungilnya itu, dia paham istrinya adalah wanita unik, tapi itu lah yang membuat ia semakin jatuh cinta pada wanita yang sudah memberikan satu putri pada nya.


"Iya sayang, ada apa??".Tanya Reivant dengan senyuman nya, ia senang istrinya memanggilnya dengan sebutan papa Carli.


"Apakah aku boleh bekerja kembali seperti biasa?."Tanya Shera dengan wajah memelasnya.


"Jangan menampilkan wajah seperti itu sayang."Ujar Reivant dengan gemasnya dan sedang berusaha menahan rasa gemasnya pada istrinya itu.


"Apa kamu ingin bekerja kembali??."Tanya Reivant yang di balas anggukan dari istrinya, dengan tatapan yang seolah memohon.


"Untuk saat ini, uruslah anak kita dulu. Karena, kondisi sekarang belum stabil, hingga aku bisa membereskan Rouwnd."Jawab Reivant sambil menatap wajah istrinya yang masih memasangkan dasinya.


"Uhm,,Baiklah, apa kamu akan bertemu dengan papi?."Tanya Shera, ia mendongak menatap suaminya karena perbedaan tinggi badan, membuat ia harus mengunakan kursi kecil saat memasangkan dasi suaminya tadi.


"Iya, aku harus bertemu dengan mereka dan membereskan masalah ini."Jawab Reivant sambil membelai lembut wajah mungil istri tercintanya.


"Baiklah, sebenarnya aku juga ingin papi menebus kesalahanya, karena ia membuat aku harus kehilangan papa dan mama."Ujar Shera yang berusaha tegar, tapi Reivant tahu istrinya menahan semua kesakitan itu sendiri.


"Aku akan membuat Rouwnd menerima ganjarannya."Ujar Reivant sambil memeluk tubuh mungil istrinya.


"Tapi, bagaimana dengan adikku Stella, ia anak baik, sikapnya karena papi lah yang membuatnya seperti itu."Ujar Shera menjelaskan tentang adikknya itu,sebenarnya Shera sangat menyayangi adiknya itu.


"Pergi bekerjalah, adik-adik pasti sudah menunggumu di bawah."Ujar Shera lagi dan melepas pelukannya, tanpa menunggu jawaban dari suaminya.


"Baiklah, suamimu ini akan menyelesaikan untuk mu."Jawab Reivant ( akhirnya hanya kata itu yang keluar dari mulutnya), dan berjalan menuju pintu kamar serta keluar menuju ruang keluarga, disana ketiga adiknya beserta Rachel sudah menunggu nya untuk berangkat ke kantor.


"Ya ampun Vant, kami sudah hampir lumutan menunggumu disini."Ujar Rachel, ya hanya dia yang berani mengatai sahabatnya itu. Sedangkan adik-adiknya hanya tersenyum mendengar perkataan dari Rachel itu.


"Hm, kamu tahu itu Chell."Balas Reivant dengan berdehem dan mereka menuju mobil Limonsin yang akan membawa mereka berlima ke kantor.


"Yayaya,,jika kau telat 5 menit lagi, mungkin kakiku akan berakar,menunggumu." Ujar Rachel dan Reivant hanya tersenyum menanggapi perkataan konyol sahabatnya itu.


Tak berselang lama Shera keluar kamar dengan pakaian rumah, ya ia akan mengurus anak nya Bersama Amel yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri.


"Mommy,mau kemana??."Tanya Shera yang melihat mami Park yang sudah rapi dengan pakaian formal.


"Mommy ada meeting di kantor, sekalian mau mengenalkan penerus perusahaan mommy nanti."Jawab mami Park sambil tersenyum menatap cucunya yang asik bermain Bersama Vania.


"Oh, pantasan tadi Kai sangat Rapi."Ujar Shera. Karena tadi saat Chaiden akan mengantar Axell ia mengenakan jas walaupun terkesan simple, karena ia mengenakan kaos putih polos untuk dalamannya, Jeans serta sepatu Cats putih.


"Ya, ia harus belajar untuk menghandle perusahaan, mommy sudah tua, sudah saat nya mommy cukup bermain Bersama cucu-cucu mommy."Jawab Ny.Park dengan senyum yang menawan.


"Begitu juga dengan Daddymu, perusahaan sudah di serahkan pada suamimu dan adik-adiknya, jadi mommy dan Daddy akan menikmati hari tua dengan bahagia."Ujar Ny.park lagi, sambil membayangkan mereka menikmati hari tua dengan bermain dengan cucu-cucu mereka nanti.


"Ya mom, aku akan menjadi dokter untuk kalian semua."Jawab Shera dengan wajah berbinar, ya karena ia ingin keluarganya sekarang harus sehat semuanya tanpa terkecuali.


Ny.Park tersenyum dan berpamitan pada anak mantunya itu, karena ia akan mampir ke butik dulu baru ke perusahaannya.


"Mami,, mami,, ain,,ainn.."Celoteh baby Carli yang memanggil maminya seakan mengajak maminya untuk bermain.


"Baiklah, baby ingin bermain apa dengan mami??."Ujar Shera yang duduk di samping anak nya itu.


"Oh ya Mel,,apa taman belakang sudah di rapikan?."Tanya Shera,


"Sudah kak, dan sebagian sudah hampir rampung."Jawab Amel, ya ia di suruh oleh Shera untuk memanggilnya kakak, seperti pertama kali mereka bertemu.


"Baiklah." Jawab Shera dengan senyum.


Tak berselang lama Michael muncul dengan sebungkus snack dan menatap Kakak iparnya yang bermain dengan ponakan cantiknya.


"Kakak ipar." panggil Michael tiba-tiba. Shera berbalik dan menatap adik keenam Suaminya itu yang memanggilnya.


"Ada apa,mike?". Tanya Shera menatap Michael.


"Tidak,,aku hanya memanggil saja. Apakah,kakak Amel melihat kak Liliana?". Jawab Michael dan tersenyum kepada kakak iparnya itu dan bertanya pada Amel.


"Kak Liliana?? Tadi katanya dia akan keluar sebentar." jawab Amel dan dia angguki oleh Michael.


"Baiklah. Terima kasih,kak." jawab Michael dan meninggalkan mereka, mungkin pria itu kembali bergulat dengan dunianya sendiri.


TBC.


Hay,,kakak pembaca semuanya.


Maaf jika akhir-akhir ini,author selalu telat up.


Karena satu dua kesibukan author yang sangat sibuk ini.


Membuat author selalu telat upnya.


Terima kasih,sudah mendukung dan selalu Setia menunggu kelanjutan cerita ini.


Dukung terus yah Baby Carli dan Para Daddy Tampannya.