PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
119.



Setelah tadi mereka banyak berbicara dan bercanda, dimana Stella juga sudah mulai menerima keadaan jika dulu ia menyukai Reivant sebagai seorang lelaki.


Entah hilang kemana rasa suka itu, saat ia melihat kakaknya dan ponaan kecilnya yang sangat mengemaskan itu.


Ia baru sadar jika ia pernah melihat sepintas bayi mungil itu saat di kantor waktu itu, mungkin nanti ia akan bertanya pada Brandon.


Dan akhirnya mereka menuju kamar masing-masing begitu juga dengan Stella yang di antar oleh kakaknya Shera menuju kamarnya yang tadi sudah di siapkan oleh pelayan.


"Nah ini kamar mu."Ujar Shera dan ikut masuk ke dalam.


"Wah kak, ini sangat bagus."Jawab Stella yang ternyata masih mengedong baby Carli.


"Uni,,uni,,"Celoteh baby Carli yang menatap Stella.


"Itu nama mu Stella, baby memanggil mu aunty."Jawab Shera yang menjawab kebingung pada wajah adiknya.


"ah,,,baby kamu sangat lucu, kak boleh kah ia tidur Bersama ku?."Tanya Stella dengan antusias dan menatap kakaknya.


"Nanti tanyakan pada papanya."Ujar Shera karena ia harus bicara pada suami es nya itu.


"Mau ya baby, bobo sama aunty."Ujar Stella yang berbicara pada bayi mungil mengemaskan itu yang menatapnya dengan mata bulatnya itu.


"Ya sudah kakak harus menganti pakaian baby dulu, kamu mandi lah,semua pakaian sudah di siapkan."Ujar Shera dan mengambil baby Carli dari Stella yang menatap kakaknya dan ponaannya berlalu dari kamar, Stella berjanji akan membuat kakaknya bahagia.


****


Sekarang mereka semua ada di meja makan, duduk berkumpul untuk makan malam tentunya dengan penambahan anggota baru yaitu, Stella. Mereka makan dengan tenang dan tanpa ada obrolan karena itu memang sudah tradisi keluarga Park.


Stella tampak menatap satu persatu keluarga barunya itu, ada kehangatan tersendiri yang Stella rasakan, duduk berkumpul makan bersama yang dulu selalu ia dambakan, akhirnya ia bisa merasakannya juga. Setelah makan malam itu selesai mereka berkumpul kembali di ruang keluarga.


"Kak kapan kita menangkap Rouwnd?."Tanya Brandon yang duduk di antara kakak dan adiknya, yaitu Chaiden dan Arthur.


"Iya kak, kan sekarang Stella sudah disini, pasti papinya akan curiga."Ujar Arthur menyetujui perkataan kakaknya Brandon.


"Papi tidak akan mencari ku, karena aku sudah mengirim kan pesan jika akan main ke puncak dalam waktu seminggu."Ujar Stella yang melihat keluarga kakaknya. Ia harus membantu kakaknya, walaupun Rouwnd papinya tapi perlakuan papinya tidak bisa di maafkan.


"Baiklah, besok kami akan membahasnya, sekarang istirahat lah."Ujar Reivant.


"Kakak ipar, bolehkan baby cantik tidur Bersama ku?."Tanya Stella yang akhirnya memanggil Reivant dengan sebutan kakak ipar, hingga membuat semua keluarga tersenyum hangat padanya.


"Baiklah, tanyakan pada ponaanmu, apakah ia mau?."Tanya Reivant yang menatap putri kecilnya bermain Bersama Vania.


"Terima kasih kakak ipar."Jawab Stella dan ia pamit, beranjak menuju dimana kedua gadis kecil itu bermain, disana ada Michael yang sibuk dengan benda perseginya dan juga Amel yang menjaga baby.


"Dad, aku ingin bicara."Ujar Reivant pada Daddynya.


"Baiklah Rei, di ruang kerja saja."Ujar Tn.Park yang di angguki oleh Reivant.


"Iya Dad,,"Jawab Reivant dan berjalan Bersama daddynya bersama keempat adiknya.


Sedangkan Ny.Park dan Shera mereka berdua berjalan menuju dapur entah apa yang di lakukan oleh ibu dan anak mantunya itu.


Mereka tidak ingin mengetahui pekerjaan lelaki jadi karena Ny.Park dan Shera mempunyai hobby yang sama yaitu membuat kue, jadi disinilah mereka berdua dengan beberapa pelayan yang ada disana, hanya membantu jika di minta oleh majikan mereka.


***


Ruangan kerja Tn.Park


"Dad, Rei ingin bertanya siapa, Tuan Alexander Han?"Tanya Reivant, ia sengaja belum memberikan rekaman percakapan dari Rouwnd dan Alex itu.


"Duduklah kalian, Daddy akan bercerita tentang sahabat Daddy dulu."Ujar Tn.Park dan meminta kelima putranya duduk dulu.


"Daddy, Arnold, dan Alex adalah sahabat sedari SMA, sedangkan Rouwnd pas saat kuliah, ia anak yang berasal dari keluarga sederhana, dan juga ia selalu menjadi bahan bulliyan teman-teman kampus, entah apa yang ada dalam pikiran mahasiswa-mahasiswa itu, hingga selalu membullynya. Jadi Daddy dan kedua sahabat daddy merasa kasihan padanya dan mengajaknya untuk berteman, dulu saat kuliah kami adalah Idola para mahasiswi. Awalnya dia adalah anak yang baik dan juga ramah, hingga saat kami membuka usaha masing-masing, jadi kami tak pernah menyangka jika ia bisa berubah dan melakukan hal jahat pada daddy dan kedua sahabat daddy, hingga paman dan bibimu yang menjadi korban dari keserakahan Rouwnd, Daddy tidak menyangka jika Rouwnd akan berbuat sepeti itu. Awalnya Daddy tidak tahu saat ia berkata akan menikah ternyata wanita yang di nikahinya adalah istri dari sahabat baik Daddy Arnold yang juga kami berpikir ia meninggal karena memang murni kecelakan. Alex datang padaku pada suatu malam dengan tergesa-gesa seperti di kejar sesuatu, Daddy bertanya apa yang terjadi, ia hanya mengatakan berhati-hati pada Rouwnd karena sebenarnya Rouwnd lah dalang di balik kematian kedua adik ipar daddy, itu tentu membuat Daddy Shock, antara percaya dan tidak saat Alex mengatakan hal itu, Daddy tidak menyangka jika malam itu menjadi malam terakhir Daddy bertemu dengannya, keesokan harinya Alex di kabarkan meninggal karena perampokan, tapi daddy menemukan kejanggalan karena Rouwnd terkesan sangat santai untuk seorang yang kehilangan sahabat, sedangkan Daddy dan Arnold sangat kehilangan sahabat kecil kami, sahabat dalam suka dan duka, sakit dan senang, dan juga Daddy sempat meminta anaknya Alex untuk tinggal bersama Daddy, tapi paman dan bibinya lah yang merawatnya dan tak berselang lama Arnold meninggal. Karena, perampokan itu yang daddy dengar dari Rouwnd tapi entah mengapa Daddy merasa ada yang di sembunyikan oleh Rounwd."Ujar Tn.Park Panjang lebar bercerita, tampak mata Tuan Park berkaca-kaca.


"Tidak apa-apa Rei, selama ini daddy benar-benar penasaran tentang kematian kedua sahabat baik daddy."Ujar Tuan Park pada anaknya itu, sedangkan yang lain hanya menatap daddy mereka dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Dad, kami ingin menunjukan sesuatu pada daddy, tapi daddy harus tetap tenang."Ujar Reivant dan memberikan iPad milik Danien yang tadi di berikan Danien padanya.


Reivant memberikan Ipad yang sekarang sudah terputar Video di mana malam pembunuhan yang di lakukan oleh Rouwnd, Tuan Park benar-benar Shock melihat apa yang di tampilkan dalam video itu, Rounwd sungguh seperti iblis.


"Ini, oh Tuhan apa yang di lakukan, Rouwnd."Ujar Tn.Park antara marah, sedih dan kecewa.


"Itulah yang terjadi Dad, kematian yang terjadi pada paman Alex, papanya Shera dan paman bibi adalah ulah dari Rouwnd, sebenarnya mobil daddy yang di pakai oleh paman dan bibi sudah di sabotase oleh orang suruhan Rouwnd dengan harapan daddy dan mami yang jadi sasarannya tapi ternyata berbeda."Ujar Reivant.


"Dad, besok kita akan bertemu dengan kakek Shera dan paman Shera, yaitu Mr.Billy."Ujar Reivant lagi


"Tunggu, jadi Billy adalah paman dari Shera, dan kakek, apa ayah dari Arnold?."Tanya Tn.Park dan menatap putra sulungnya.


"Iya Dad, benar, apa Daddy pernah mendengar nama Wilson Freya."Ujar Danien ikut berbicara.


"Wilson Freya, iya Daddy ingat jadi Shera cucu dari papa Wilson, ya ampun kenapa Daddy bisa melupakan itu."Ujar Tn.Park dengan semangat karena, dulu saat masih sekolah mereka sering bermain ke rumah Arnold.


"Iya benar, jadi besok kita akan mengenalkan mereka."Ujar Reivant


Setelah pembicaraan yang Panjang dan Reivant dengan adik-adiknya sudah memberikan rekaman percakapan antara Alex dan Rouwnd dan video itu.


Tn.Park benar-benar marah walaupun Ia menahannya, karena ia tahu anak-anaknya, apa yang akan mereka lakukan untuk Rouwnd itu.


Akhirnya mereka membubarkan diri dan kembali ke kamar masing-masing, yang mana Arthur malah ikut Chaiden tidur di kamarnya.


"Kak,,bolehkah aku tidur di kamarmu." Ujar Arthur dan mengikuti kakak ketiganya dari belakang layaknya anak kecil.


"Ada apa, apakah kau merindukan kakakmu ini?". Goda Chaiden dan merangkul bahu adiknya yang lebih tingginya darinya.


"Haha,, aku tidak segila itu kak." Ujar Arthur dengan senyum mengejeknya.


"Ck,,,kau tidak bisa menipuku,bocah kecil. Yah,bagaimana kau bisa tumbuh setinggi ini. Padahal dulu, aku selalu menggendongmu, wah bocah tuyulku sekarang jauh lebih tinggi dariku." Ujar Chaiden dan menatap adiknya yang tersenyum bangga.


Kini kedua putra Park sudah di kamar Chaiden dan Arthur menguasai tempat tidur kakaknya. Chaiden hanya tersenyum dan menendang kaki adiknya yang seolah memenuhi tempat tidurnya yang bisa muat untuk 3 orang.


TBC.


Hay kakak-kakak pembaca.


ayem sori jika sangat-sangat telat up.


karena satu dua tiga kesibukan yang sangat la padat. membuat kami para author telat untuk up dan melanjutkan.


Berkat,dukungan kakak-kakak sekalian, kami tetap akan melanjutkan cerita ini hingga tamat.


Dukung terus,cerita ini yah.


....


kali ini spesial pict....🤔


Uncle Bungsu,, Park Aidyen


.


.