
Shera tersenyum menatap wajah Rena yang tampak berbinar dan senang.
"Kamu yah, belum tahu hasilnya juga."Ujar Shera yang menarik lengan baju Rena.
"Hayukk, kakak sudah janji sama Dr.Gina, untuk ke ruangannya sekarang, karena kamu tahukan jadwalnya sangat padat."Lanjut Shera sambil berjalan di ikuti oleh Rena dari belakang.
"Ah,,aku berharap hasilnya membawa kebahagiaan."Ujar Rena yang terus mengoceh yang di tanggapi Shera dengan tersenyum saja.
Setelah beberapa menit mereka lewati akhirnya, mereka berdua sampai di juga di Ruangan Dr.Gina
Tok,,Tok,,bunyi pintu yang di ketuk dari luar.
Tampak Dr.Gina menyambut mereka dengan senyum, ya wanita paru baya itu sudah mengenal dengan sangat baik Shera maupun Sharrena.
Dia juga tahu jika Shera adalah istri dari pemilik Rumah sakit ini, dan juga keponaan dari Dr.Diky, tapi yang ia sukai dari Shera adalah ia tidak sombong dan angkuh layaknya wanita-wanita kaya di luar sana yang pernah ia tangani.
"Pagi Dok."Sapa Shera dan Rena hampir bersamaan.
"Pagi juga, akhirnya kalian datang juga, ada apa pagi-pagi mencariku?."jawab Dr.Gina dan menanyakan kedatangan Shera.
"Kemarin Dr.Diky menelponku, katanya aku harus mengosongkan jadwalku pagi ini, ternyata kamu yang datang."Ujar Dr.Gina dengan senyum yang ramah.
"Apa kamu sudah Tespack sebelumnya, Ra??."Tanya Dr.Gina lagi, yang di balas gelengan kepala dari Shera.
Karena,memang ia ingin memastikan secara benar tepat dan akurat menurutnya.
Karena dokter Gina adalah dokter kandungan jadi jangan heran jika ia langsung menanyakan perihal itu langsung.
"Sepertinya akan ada kabar baik nie, Bun."Ujar Dr.Rena, ya ia memanggil dokter Gina dengan panggilan bunda karena dokter Gina sendiri yang menyuruhnya jika saat mereka sendiri seperti saat ini.
"Ya, mari kita periksa dulu."Ujar Dr.Gina menyuruh Shera untuk berbaring di ranjang dan ia menyiapkan alat USGnya.
Shera berbaring dan Dr.Gina mengoleskan jeli dengan alat Usg tersebut di perut rata Shera, serta melihat layar monitornya dan benar ada setitik kecil sebesar kacang di sana yang menandakan jika shera sudah hamil.
"Selamat ya Ra, sekarang usia kandungan mu sudah 6 minggu."Ujar Dokter Gina memberitahukan kehamilan Shera, membuat Shera berkaca-kaca ia sangat bahagia.
"Selamat kak, akhirnya tebakanku benar kan,,yeii,,,aku punya ponakan lagi."Ujar Rena yang ikut memberikan selamat pada kakaknya itu.
"Terima kasih Dok."Ujar Shera pada Dokter Gina yang di balas senyuman dari dokter kandungan tersebut.
"Kamu harus banyak istirahat dan jangan kelelahan ya, aku akan menuliskan Resep untuk mu."Balas Dr.Gina dan beranjak menuju meja kerjanya untuk membuat resep obatnya Shera.
"Apa kakak akan langsung pulang sekarang??."Tanya Rena pada Shera yang sedang merapikan bajunya.
"Iya Ren, kan tadi bunda menyuruh ku untuk istirahat."Jawab Shera dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.
Dokter Gina berjalan ke arah dua wanita muda itu serta membawakan resep yang sudah di tulisnya untuk Shera.
"Apa nanti kamu akan terus memeriksanya pada bunda??."Tanya Dr.Gina pada Shera dengan senyum jahilnya.
"Iya Bun,pasti hingga Shera melahirkan ya."Jawab Shera sambil tertawa, iya merasa lucu akan tingkah Dokter Gina yang juga sangat menyayanginya.
"Baiklah, Bun kami pamit dulu ya, aku harus mengantarkan ibu hamil pulang."Ujar Rena dan merangkul tangan Shera dengan wajah yang masih berbinar bahagia.
Dan mereka berpamitan serta keluar dari ruangan tersebut, tak lama Dr.Diky yang kebetulan lewat melihat Shera dan Rena yang baru keluar dari ruangan Dr.Gina,Ia tersenyum dan menghampiri kedua juniornya itu.
"Bagaimana,Ra?."Tanya Diky yang sudah ada di samping mereka membuat kedua manusia itu kaget.
"Pagi paman, pagi Dok."Ujar mereka bersamaan.
"Iya pagi juga, maaf apa aku mengagetkan kalian berdua??."Tanya Diky lagi.
"Gak paman."Jawab Shera, ya ia memanggil Diky dengan sebutan paman, karena itu permintaan Diky sendiri.
"Bagaimana hasilnya, ah aku punya cucu lagi ya."Ujar Diky dengan tersenyum yang di balas anggukan dari Shera.
"Ah aku sudah tua rupanya."Balas Diky dengan nada memelasnya membuat Shera dan Rena tertawa.
"Apa kamu akan pulang sekarang??."Tanya Dr.Diky pada menantunya itu.
"Iya paman, Rena akan mengantarkanku pulang."Jawab Shera yang di angguki oleh Rena.
"Baik Dok, aku akan menjaga kakakku dengan aman hingga sampai tujuan."Jawab Rena dengan senyum.
"Baiklah saya duluan, sudah ada tamu yang menunggu di ruangan."Ujar Dr Diky yang di balas anggukan dari kedua wanita muda itu. (siapa tamu paman Diky ya)
Shera dan Sharrena berjalan ke ruangannya kembali untuk berganti baju, begitu juga dengan Rena yang akan menganti jas dokternya.
Sebenarnya ia tidak dinas hari ini tapi karena permintaan kakaknya, shera jadi lah ia disini.
Setelah berganti baju mereka berdua berjalan menuju parkiran Rumah sakit menuju mobil Rena, mobil BMW berwarna ungu warna kesukaan Rena. ya ia memodifikasi warnanya menjadi ungu.
"Kak, tunjukan jalannya."Ujar Rena yang meminta Shera menujukan jalannya walaupun ada GPS.
"Baiklah, ehm kita ke kantor suamiku saja ya Ren."Ujar Shera, entah kenapa rasanya ia ingin sekali mencium aroma tubuh suaminya itu.
"Apa, oke baiklah kak, sekalian aku ingin melihat cogan disana."Balas Rena sambil cekikikan membuat Shera hanya menatap datar wajah adik seniornya itu.
"Ck dasar kamu ya."Ujar Shera pasrah
"Ayohlah kak, mungkin nasib ku juga akan berubah baik kan."Goda Rena lagi.
Ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang karena ia ingat petuah dari Direktur rumah sakit sekaligus paman dari wanita muda di sampingnya.
Jarak dari Michael Hospital dan Park Company memakan waktu sekitar 20 menit jika tidak macet tapi akan memakan waktu hingga 30 menit bahkan lebih jika macet.
Tapi, untungnya sekarang jalanan tidak terlalu macet jadi mereka tiba sesuai perkiraan, nah bagaimana Shera bisa tahu kantor suaminya, ya ia tahu lah karena dulu ia pernah mencari tahu dan datang hanya sekedar melihat suaminya dari jauh.
Mobil Bmw berwarna ungu itu masuk dan berhenti di lobby perusahaan membuat semua mata tertuju pada mobil itu.
Karena, baru kali ini ada mobil berwarna cerah selain merah tentunya yang memang sudah biasa mereka lihat, sedangkan ini Ungu.
Tampak seorang security menghampiri mereka, dan Shera menurunkan kaca mobilnya.
"Maaf Ny. ada yang bisa di bantu??"Tanya Security itu sopan
"Iya pak, tolong parkirkan mobil ya."Ujar Shera dengan senyum ramahnya.
"Baik Ny."Jawab Security itu sedikit gugup, karena kedua wanita yang ada dalam mobil tersebut sangat cantik dan anggun.
Shera dan Sharrena turun dan Rena memberikan kunci mobilnya pada security itu dengan tak lupa mengucapkan terima kasih.
Mereka berdua berjalan menuju meja Recepsionis untuk menanyakan keberadaan atasan mereka, sepertinya Shera sedikit lupa jika ingin bertemu suaminya seharusnya ia membuat janji atau menelpon suaminya, tapi ia hanya ingin membuat kejutan pada papa dari Carly dan calon adiknya.
"Selamat siang, ada yang bisa kami bantu"Sapa kedua Resepsionis pada Shera dan Sharrena dengan tersenyum ramah.( ya harus ramah lah supaya tidak di pecat).
"Maaf, apa saya bisa bertemu dengan pak Reivant Park?."Tanya Shera dengan Ramah nya.
"Apa Ny. sudah membuat janji."Tanya seorang dari kedua resepsionis tersebut.
"Kak, kenapa tidak telpon saja??."Tanya Rena sedikit berbisik agar tidak di dengar.
Karena, ia tahu Shera pasti tidak ingin identitasnya sebagai istri dari Direktur Utama Park company di ketahui oleh publik.
"Belum, tapi apa kami bisa meminta tolong untuk menelpon sekertarisnya??.Tanya Shera sedikit bernegosiasi.
Tampak kedua Resepsionis tersebut saling berpandangan dan akhirnya mereka menganggukan kepala tanda mereka akan mencobanya.
TBC.
Hay kakak-kakak pembaca yang tercinta.
Terima kasih atas dukungannya selama ini,Dukung terus yah cerita ini.
jangan lupa,like,vote dan dukungannya.
Kami keluarga besar Park mencintai Kalian😍.
(Author gak ikutan yah😁)