
Hari ini Reivant mengajak Shera untuk bertemu dengan keluarga Park karena atas desakan Ny. Park dan adik-adiknya yang lain.
Reivant menelpon shera untuk keluar karena ia sudah ada di lobby Rumah sakit
"Hallo Rey,," sapa Shera dari seberang telpon itu
"Ra,, keluar sekarang saya sudah di lobby rumah sakit!." Reivant sengaja tidak keluar dari mobilnya karena ini adalah rumah sakit keluarga Park, ia tidak ingin ada yang mengenalnya.
Dan Rumah sakit St. Michael adalah salah satu rumah sakit terbesar di kota ini, dan Shera dengan bahagianya ia mengatakan pada Reivant jika ia bekerja di Rumah sakit tersebut, dengan tanpa tahu fakta yang sebenarnya.
"Iya aku keluar sekarang," ujar Shera sambil berjalan setengah berlari menuju mobil Reivant. ia mematikan telpon nya.
"Sudah lama menunggu Tn. Reivant tersayang,," goda Shera pada Reivant, ia sangat senang mengoda Es balok tersebut.
Reivant hanya tersenyum dan menyuruhnya cepat masuk, karena ia tidak memakai sopirnya.
"Kemana kita Rei,," tanya Shera
"Ikuti saja kemana aku akan membawamu,," ujar Reivant
"Kamu tidak berniat menculikku kan, Rei??" ujar shera dengan senyumannya
"Hei,,,Aku tidak akan menculik calon istri ku,, bukan tapi istri ku,," goda Reivant dan mendekat ke arah Shera untuk memasangkan sabuk pengaman dengan posisi yang sangat dekat tersebut membuat wajah keduanya hampir tak ada jarak, Reivant berniat ingin mencium Shera tapi di urungkannya karena bunyi klaskson dari mobil di belakang mereka.
Reivant berdecih kesal, sedangkan Shera memalingkan wajahnya. Karena menahan malu,sekaligus senang yang tertunda.
****
Tak berselang lama mobil Reivant tiba di sebuah Mansion Utama keluarga park, Reivant keluar dari mobilnya dan berjalan ke pintu samping di mana Shera berada dan membuka kan pintu untuknya.
Shera tidak pernah menyangka akan datang ke Mansion ini
Di Mansion itu semua keluarga park berkumpul menunggu kedatangan Reivant dan Gadis bernama shera itu.
"Rei,," panggil Ny.Park saat melihat kedatangan putra sulungnya itu, Dan Ny.Park terpana melihat gadis mungil itu yang bisa meluluhkan bongkahan Es kutub itu.
"Malam Nyonya,," ujar shera dengan senyuman yang selalu terpatri di bibirnya
"ahhh,,kamu Shera,," ujar Ny.park serta menarik tangan shera menuju ruang keluarga di mana semua keluarga berkumpul meninggalkan Reivant yang hanya bisa menatap dari belakang.
Shera sangat terkejut melihat begitu banyak keluarga park, karena ia hanya mengenal Brandon dan Arthur sajaa.
"Hallo kakak ipar!".sapa Brandon,
"kenal kan ini keluarga kami." Lanjutnya dengan ceria
"Ini Mommy dan Daddy,," ujar Reivant saat tiba sambil mengengam tangan Shera karena ia tahu shera akan sangat gugup melihat keluarganya itu.
"selamat malam Tn. dan nyonya,," sapa Shera gugup
"Hei jangan panggil Nyonya dan tuan,," ujar Ny.park.
"tapi panggil saja kami dengan sebutan Mommy dan Daddy seperti Rei,," lanjut Ny.park. padahal saat ia mengajak Shera masuk tadi Ny.park banyak bercerita tentang anak-anaknya hingga membuat Shera keceplosan bertanya berapa anak Ny.Park dan dengan bangga nya Ny.Park mengatakan 7 orang dan itu membuat Shera shock tanpa ia tahu jika mereka bukan anak kandung karena Ny.Park tidak akan menceritakan Sekarang.
"Hai kakak ipar,," ujar Arthur sambil tersenyum
Brandon langsung mengenalkan semua keluarganya karena ia tahu kakak tertuannya takkan melakukan itu,
"ini kak Danien,," ujar Brandon merperkenalkan kakak keduanya.
"Hai nona Shera,," ujar Danien dengan tetap memegang istri tercintanya
"Dan ini kak Chaiden, dan ini dua bungsu park ini Michael dan Aidyen,," lanjut Brandon
"Hallo kakak iparku yang cantik,," ujar Chaiden sambil mengedipkan matanya.
"hahahah santai kak, chaiden hanya menguji kekuatan hati kakak ipar ku ini,," ujar Chaiden sambil tertawa dengan tanpa Rasa bersalah. ( kapan lagi ia akan mengoda kakak tertuanya itu jika bukan sekarang).
Dan Shera hanya Bisa tertawa melihat tingkah keluarga Park yang selama ini ia dengar dari orang-orang bahwa mereka adalah keluarga yang sangat kejam dan berhati dingin tapi saat ini ia melihat sendiri kehangatan yang terpancar dari keluarga ini, ia merasa bahagia bisa mengenal Reivant karena keluarganya sangat menerima Shera dan mereka dengan bangga mengenalkan Shera pada semua Maid dan semua pengawal disana jika Shera adalah Istri dari seorang Tuan muda pertama mereka.
*****
Setelah hari dimana shera di kenalkan pada keluarga park, dan hari ini keluarga Park menyiapkan pernikahan yang sederhana atas permintaan Shera karena sebenarnya ia ingin menutupi dari keluarganya dan permintaan itu di Iya kan oleh semua keluarga Reivant.
Saat ini Ny. Park menatap gadis mungil itu yang sekarang sudah mengenakan gaun pengantin berwarna putih dengan sedikit terbuka, karena ancaman dari Reivant yang mengatakan gaunnya tidak boleh terbuka,, ckckckck dasar Reivant.
"Mom,,". Panggil Shera saat ia melihat Ny.Park masuk ke ruangan hias itu,,
"Shera gugup dan shera sedih mom,," ujar Shera lagi
"Husss,, jangan menangis, aku adalah mommy mu dari saat kamu masuk dalam mansion ini, jadi jangan merasa kamu sendirian,," ujar Ny. park sambal mengelus rambut Shera.
"Kamu sangat cantik putri kecilku,," ujar Ny. park pada shera yang hampir membuat shera meneteskan air matanya, karena ia berpikir ia akan menikah di temani oleh kedua orang tuanya tapi itu semua tinggal kenangan dan khayalan karena sekarang ia sebatang kara.
Di sebuah Kapel kecil yang ada di daerah sekitar Mansion itu adalah saksi atas ikrar janji suci sehidup semati antara sepasang anak manusia, dan yang hadir disana hanya keluarga Park dan beserta sepasang suami istri yang sudah paru baya yang menjadi orang tua shera selama shera tinggal di kontrakan mereka lah yang sudah membantu shera, sehingga membuat shera menganggap meraka orang tuanya sendiri.
Hari ini Shera sah menjadi istri dari seorang Tn.muda Reivant dan itu membuat semua keluarga Park sangat bahagia mereka merasakan ada keluarga baru.
*****
Saat ini Reivant maupun Shera berada di kamar Reivant dan itu membuat shera sangat gugup karena ini pertama kalinya dalam hidup Shera sekamar dengan seorang lelaki dan sekarang ia sekamar dengan suaminya,Reivant.
Reivant tersenyum melihat wajah mungil shera yang terlihat gugup.
"Apa kamu akan tidur dengan mengunakan gaun,," ujar Reivant dengan suara mengoda tapi dengan wajah yang datar, walaupun sebenarnya ia sedikit menipiskan bibirnya tersenyum saat melihat wajah shera yang semakin merah.( ckckcck Dasar Es Kutub bisa juga ya mengoda).
"Aku tidak mempunya baju untuk di pakai Rei,," ujar Shera karena ia belum membawa pakaiannya dari kontrakannya.
"Pakaian mu sudah di siapkan dalam lemari sebelah kirimu itu Ra,," ujar Reivant dengan matanya, tanpa melihat Shera karena ia sedang mengirimkan pesan pada adiknya Brandon.
Shera berjalan ke arah lemari yang di tunjukan Reivant padanya, dan disana ia melihat semua jenis gaun, dan ia bisa menebak jika pakaian-pakaian itu dari butik mommy mertuanya.
"Baiklah aku akan membersihkan badanku,," ujar shera berjalan ke arah kamar mandi.
Saat di dalam kamar mandi ia kebingungan untuk membuka resleting gaunnya karena tangannya tak bisa menjangkau nya dan dengan terpaksa ia meminta suaminya itulah jalan satu-satunya.
"Rei,," panggil Shera dengan memunculkan sedikit kepalanya di balik pintu kamar mandi.
"Iya,,ada apa Ra??." ujar Reivant bingung melihat tingkah Shera yang seperti itu.
"Akuuu,, boleh aku meminta tolongĀ padamu,, untuk membantuku membuka kan gaunku,," ujar Shera
"ummm,,,buka gaunmu,," ujar Reivant dengan memiringkan kepalanya dengan senyuman yang mengoda
"bukan,,Maksud ku resleting gaunku ,,aku tidak bisa mengapai nya,," ujar shera dengan terbata karena ia salah berucap tadi
Reivant beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
"Balikan badanmu,," ujar Reivant, dengan pelan Reivant membuka Resleting gaun yang di pakai Shera, Reivant berusaha untuk menahan diri saat ini, ia sungguh tergoda dengan kulit sawo matang yang mulus dan mengoda yang di miliki Shera.
"Cepat selesaikan mandimu,," ujar Reivant dengan datar karena ia Sedang mencoba untuk menahan diri. ( Rei kan sudah sah).
TBC
Hay kakak-kakak pembaca.
Dukung terus yah Cerita ini.
Terima kasih dan jangan lupa Votenya.