
Setelah malam berlangsung, mereka semua duduk di ruang keluarga, tanpa terkecuali satupun, karena itu adalah hal wajib yang di lakukan oleh keluarga park, mereka selalu menciptakan kekeluargaan di tengah kesibukan mereka, karena dengan itu mereka bisa tetap rukun dan mereka selalu memecah kan masalah Bersama jika ada yang menganjal di perusahaan ataupun di luar.
"Oke,,sekarang ceritakan pada mommy,," ujar Ny.park pada keempat putranya
"Ya, begitulah mom, ia datang dengan sesuka hatinya dan selalu bermanja-manja pada manusia datar kita itu." ujar Brandon dengan senyum dan menatap kakak pertamanya itu yang juga menatapnya seolah bertanya apa.
"Dan mommy harus tahu, sepertinya kita harus buka cabang yang bergerak di bidang entertainment deh mom,,untuk artisnya kita tidak usah di ragukan lagi." ujar Arthur dengan mengebu-gebu
"Dan Mommy,, tadi kami memainkan sebuah peran yang apik sekali, karena nenek lampir itu,, Kak Danien dan kak Rachel yang menjadi orang tua dari baby Carrli dan baby Axell." ujar Arthur lagi dengan tertawa.
"Woww,,ada yang mommy lewatkan sejak kapan putra mommy yang tak kalah datar dari Rei, bisa memerankan peran sebagai ayah,,wait,,siapa itu Baby Axel?." tanya Ny. park
"Anaknya Rachel mom." jawab Reivant
"Ohh,, Rachel yang mana??." tanya Tn.Park
"Ck,,Gadis cantik yang sering kesini dulu Dad, saat Rei masih kuliah itu sahabat satu-satunya Reivant,Dad." ujar Ny. Park menjelaskan pada suami pelupanya itu
"Ohhh,yang kini menjadi sekertarismu itu Don?." ujar Tn Park pada Brandon
"Iya Dad,," jawab Brandon
"Mommy merindukan gadis itu, setelah ia menikah sudah lama ia tak pernah datang, suruh dia datang dan bawa dengan putranya itu Rei." ujar Ny.Park
"baiklah nanti baru Rei ajak Rachel dan baby Axell kesini,." jawab Reivant
"Tunggu bagaimana dengan suaminya." tanya Ny.Park lagi
"Mereka sudah berpisah mom," jawab Reivant lagi saat ingat sahabatnya itu terpuruk akan perceraiannya.
"Kasian gadis itu, tapi mommy bangga, dia gadis yang kuat." ujar Ny. Park mengingat bagaimana Rachel dulu adalah gadis yang sangat bersemangat dan ceria.
"Terus bagaimana dengan nenek lampir itu, Thur." tanya Chaiden yang dari tadi diam akhirnya bersuara juga dengan wajah yang sangat penasaran.
"Seharusnya kak Chaiden juga ada disana supaya jadi penonton dari drama dadakan itu." jawab Arthur
"wahhh kakak kedua, aku akan menjadi fanboy mu, yah." goda Aidyen yang akhirnya bersuara juga.
"ck,,,".Danien hanya bias berdecak mendengar perkataan konyol adik bungsunya itu
Dan ia mengetik pesan untuk Brandon yang menyuruhnya ikut ke kamarnya.
"Dad, Mom Danien pamit tidur duluan ya, badan ku pegal-pegal semua." ujar Danien yang sukses membuat semua yang ada di sana cengo karena mereka tahu ia tidak akan tidur dengan cepat.
"Baiklah,," jawab Tn. Park
Danien menatap Brandon seolah mengatakan ayo ikut sekarang.
"Daddy, Mommy, Brandon pamit juga ada urusan sedikit ya." serta melangkah mengikuti Danien
Dimana baby carli dan Michael, mereka berdua sibuk dengan permainan baby carli yang terkadang di selingi dengan celotehan baby Carli dan canda tawa bayi mungil itu Bersama pamannya.
Reivant hanya menatap putri kecilnya yang sangat senang bermain adiknya Michael itu. Sepertinya baby Carli merindukan Pamannya itu, sehingga dari tadi dia tidak lepas dari Michael.
*****
Setibanya di kamar Danien yang penuh dengan berbagai jenis computer dan teman-temannya itu, Brandon menhempaskan diri di salah satu sofa yang berdekatan dengan ranjang ukuran sedang di kamar kakaknya Danien
"Ada apa kak?." tanya Brandon saat menatap kakaknya itu yang juga menatapnya
"Aku penasaran dengan gadis yang tadi datang ke kantor tadi,,siapa dia?." tanya Danien dengan wajah yang sulit di tebak
"Ohh yang kakak maksudkan, Stella ya kak?." tanya Brandon lagi karena ia sedikit bingung tidak biasanya kakak keduanya ini penasaran dengan seseorang dan sepertinya ia akan sedikit mengodanya.
"Uhm,,apa kakak kedua menyukainya?." Goda Brandon dengan senyum jahilnya
"Ck,,aku tidak berminat padanya, kalau sekertaris Daddy mungkin akan ku pertimbangkan,," jawab Danien dan sepertinya ia keceplosan.
hmm,,,dan Danien salah tingkah saat Brandon langsung tertawa terbahak-bahak saat mendengar perkataan terahkir kakaknya itu.
"Ck,,sudahlah,ada yang kakak ingin tanyakan padamu tentang Stella itu." ujar Danien serta mengalihkan pembicaran Adiknya tentang Devi itu. Karena sekarang ia belum yakin akan memulai hidupnya dengan seorang Gadis.
"Oke,,oke baiklah, ada apa kenapa kakak jadi penasaran tentang stella itu??." ujar Brandon menutupi senyumnya
"Dia sedikit familiar wajah seseorang, wajahnya sedikit mirip kakak ipar." ujar Danien tanpa embel-embel lagi
"Aha,,,benar apa yang kakak bilang, Stella sedikit mirip kak ipar." jawab Brandon sambil menatap jauh, seakan ia berusaha mencocokan wajah kakak ipar nya dengan stella, dan sebenarnya dia sudah menyadarinya sejak pertama bertemu kakak iparnya dan juga Stella.
"Siapa nama lengkap Stella, Don??." tanya Danien lagi,
"aku benar-benar penasaran dengan itu."lanjut Danien.
"Uhm,,nama-namanya Stella Rouwnd, kak!." jawab Brandon, karena ia juga seperti menemukan titik terang disini.
Karena awalnya ia hanya berpikir mereka kebetulan mirip tapi sekarang ia harus meniliknya kembali tidak ada salahnya mereka mencari tahu tentang keluarga Rouwnd.
"Kirimkan pesan pada Michael, suruh ia datang ke kamar sekarang sepertinya aku membutuhkan nya sekarang." ujar Danien pada adiknya itu.
Brandon tanpa banyak tanya ia langsung mengirimkan pesan pada adiknya Michael.
Tak berselang lama Michael datang dengan earphone yang tetap terpasang di lehernya itu, kenapa ia tak mengetuk pintu dulu karena sama saja tidak akan ada yang akan mendengar karena kamar kakak keduanya itu kedap suara sama seperti kamarnya dan kamar kakak Reivantnya itu.( sungguh aneh mereka bertiga itu).
"Ada yang bisa Mike bantu kak?." tanya Michael karena ia tahu jika kakak keduanya itu memanggilnya pasti ada sesuatu yang penting, pasti akan meminta bantuannya.
"Mike coba kamu carikan data lengkap, Stella Rouwnd." ujar Danien to the point
Michael menuju salah satu kursi yang menghadap ke arah berbagai computer, sebenarnya kamar Danien sangat lah besar karena ia tidak terlalu suka akan ruang rahasia lainnya, dan ia memiliki dua kursi yang sama dengan warna yang sama.
"Berarti kita akan bermain game dengan keluarga Rouwnd, kak?" tanya Michael entah pada siapa.
"Entahlah Mike, ikuti saja yang di katakan kak Danien." jawab Brandon yang ia tidak terlalu mengerti istilah-istilah yang tertera di computer kakaknya itu.
"Baiklah,, Lets Play to Game!." Gumam Michael yang hanya di balas dengan gelengan tak paham dari Brandon.
"Bermainlah sepuasmu Mike,," ujar Danien dengan senyuman yang sangat jarang bisa di lihat
Berbagai sandi dan kata yang di ketik oleh Michael membobol sandi keamanan nya akun Stella Rouwnd, ini tindakan ilegal tapi untuk kedua hacker Park mereka tak mengenal kata itu dalam kamus mereka.
Karena Stella sebenarnya tidak mempunyai akun sosmed apapun selain Emailnya saja dan ini lah yang di cari oleh kedua kakak beradik itu.
Tertera tulisan Complicated pada layar computer yang di pakai oleh Michael
"Done," gumam Michael dengan senyum manisnya serta smriknya.
Tak berselang lama muncul lah berbagai Applikasi dan teman-temanya itu.
"Woww,,apa yang kalian lakukan?." tanya Brandon kebingungan dengan tingkah kedua saudaranya.
"kita coba buka satu-satu dulu,,apa kita mulai dari Gallery photonya dulu kak, Mike penasaran siapa sih yang bernama Stella." ujar Michael dengan wajah penasarannya dan langsung membuka Applikasi tersebut, terpampang semua photo-photo Stella Bersama teman-temanya.
mereka melihat satu-satu dan tiba-tiba Danien meminta adiknya untuk berhenti pada salah satu photo yang menujukan Stella dan kedua manusia yang mereka tahu itu Rouwnd dan seorang wanita dewasa yang semakin membuat mereka penasaran karena sangat-sangat mirip kakak ipar mereka Shera.
"Apakah wanita ini ibunya Stella?."tanya Danien entah pada siapa karena mereka semuanya juga baru melihatnya saat ini.
"Sepertinya begitu kak, karena kalau tidak salah ini Photo saat wisuda SMA nya stella jika di lihat dari pakaiannya." jawab Brandon
"Kenapa wajah nya sangat mirip kakak ipar." gumam Danien lagi yang pasti bisa di dengar oleh kedua adiknya itu.
"Iya, Mike juga merasa wajah ibu ini sangat mirip dengan kak Shera." ujar Michael yang di angguki oleh Danien dan Brandon.
"Sepertinya ini akan jadi pekerjaaan kita kak." ujar Brandon dan di angguki oleh Danien.
Michael tersenyum puas, akhirnya ia bisa menemukan permainan baru dan lebih menantang dari semua permainannya yang selama ia temui dan juga ciptaannya Sendiri.
TBC.