
Tak berselang lama Diky datang tergesa-gesa, tadi setelah mendapatkan telpon dari kakaknya yang mengatakan jika cucu cantik mereka sakit, ia langsung bergegas tak lupa membawakan perlengkapan dokternya dan beberapa obat yang ia ambil dari ruangannya. Ia sangat menyanyangi cucu pertama Park itu.
"Pagi."Sapa Diky saat kakinya sampai di ruang keluarga di samping timur yang langsung berhadapan dengan lapangan dan kolam ikan yang indah.
"Pagi Dik."Balas Ny.park
"Periksa cucu mu itu, hari ini ia tampak lemah sekali."Ujar Ny.park dengan raut wajah sedih.
"Tenanglah mom, baby hanya demam, itu tandanya ia kuat."Ujar Tuan Park menenangkan istrinya.
Paman Diky duduk di samping Reivant yang masih mengendong gadis kecil itu, yang tadi saat melihat papanya ia langsung meminta papanya yang gendong.
Sedangkan Shera duduk di samping Reivant, ia juga kuatir akan kondisi anaknya, ya maklum anak pertama, selama ini baby tak pernah sakit, saat tumbuh gigi dan Vaksin saja ia masih bisa lincah, tapi saat ini anak itu benar-benar tak menujukan wajah cerianya, membuat seisi mansion khawatir.
Disana Tampak Chaiden yang ikut duduk bersama Arthur yang belum lama masuk, ia juga merasakan sedih. Padahal Baby carli hanya demam biasa, tapi ya namanya juga putri pertama dalam keluarga Park.
"Pagi."Sapa Danien dan Brandon yang datang bersamaan.
Brandon melihat paman Diky yang tampak serius memeriksa gadis kecil Park ia mengerutkan dahi apakah gadis kesayangannya sakit.
"Kak, baby kenapa?".Tanya Brandon pada Reivant, Danien juga melihat.
"Baby Demam Don, biasalah mungkin karena perubahan cuaca saat ini."Jawab Diky yang menjawab pertanyaan ponaannya itu.
"Bagaimana Dik?."Tanya Ny.park
"Tenang kak, baby hanya demam, saya sudah menyiapkan obat untuk itu."Ujar Diky sambil tersenyum mengusap lembut Kepala gadis kecil itu.
"Oh ya Ra, hari ini kamu periksa kan?."Tanya Dr,Diky, tadi ia berpapasan dengan Dr.Gina hingga ia tahu.
"Iya paman, nanti Shera sama Rei kesana."Jawab Reivant yang membenarkan.
"Baiklah, baby juga tidak apa-apa, hanya obatnya harus di minum rutin."Ujar Diky
"Syukurlah, mommy benar-benar khawatir."Ujar Ny.Park membuat Diky tersenyum menatap kakaknya itu.
"Tenanglah Kak. Baby baik-baik saja dan dia anak yang kuat kak." Ujar Diky dan mengusap pundak kakaknya.
Shera menatap mata sayu anak nya itu, ia juga khawatir tapi ia harus belajar untuk kuat, walaupun ia tak tega karena baru saat ini ia melihat anak nya yang selalu lincah menjadi pendiam.
"Baby."Panggil Shera pada gadis kecilnya itu.
"Mami."Ujar Baby Carli yang memanggil maminya.
"Iya sayang, sama papi yah."Ujar Shera karena ia tak sanggup memgendong anak nya yang gembil itu dengan perutnya yang sudah semakin membesar.
Reivant mengusak lembut rambut putri kecilnya itu, ia senang akhirnya anaknya bersuara juga.
"Baiklah baby sama nana ya, papi kerja dulu."Ujar Reivant pada putrinya itu.
"Papi cali duit?."Ujar anak itu, entah dari mana ia tahu duit itu.
"Siapa yang mengajarkan anakku begini."Ujar Reivant shock dan menatap adik-adiknya.
"Pasti pamannya itu."Jawab Ny.Park menujuk Brandon, yang di tunjuk hanya melongo karena ia juga tidak pernah mengajarkan cari duit pada ponaaan cantik nya itu.
"Mommy, kenapa menuduhku, mungkin baby mendengar kita bicara kan ia anak yang pintar."Ujar Brandon tak mau di salahkan, padahal memang tak ada yang menyalahkan hanya ingin supaya tidak larut dalam kesedihan saja.
"Anak papi pintar ya."Ujar Reivant sambil mencium pipi anaknya dan memberikan pada mommynya.
"Dad, mom, Paman kami pamit dulu."Ujar Reivant berpamitan pada kedua orang tuanya dan pamannya.
Ia juga mencium kening istrinya dan mereka berjalan menuju pintu Utama, di sana Reivant, Danien, Brandon dan juga Chaiden dan Arthur, mereka berjalan menuju mobil masing-masing.
Dengan Chaiden yang menuju mobil Bmw miliknya bersama Arthur yang mengemudikan mobil tersebut. Sedangkan Reivant dan kedua adiknya mengunakan satu mobil dengan pak yaya sopir mereka.
"Oh ya Dan, nanti ada Mr.Gerald dari kota M yang ingin mengajukan kerja sama, kakak harap kamu bisa menghandelnya."Ujar Reivant yang memberikan adik Keduanya tanggung jawab untuk menemui CEO tersebut.
"Baik kak."Jawab Danien dengan sambil membaca proposal yang di kirimkan oleh perusahaan yang ingin bekerja sama dengan Park company itu kemarin.
Danien masih mepelajari bidang apa di ajukan itu. Karena, Park company menangani beberapa bidang, termasuk otomatif dan Game.
"Hmm. Don, apa Rachel sibuk?."Ujar Danien pada Brandon.
"Hari ini tidak ada yang penting kak, dan sepertinya Kak Chel hanya akan duduk diam di depan komputernya, kenapa?"Ujar Brandon dan bertanya balik pada kakak Keduanya.
"Suruh dia ke ruangan ku nanti."Ujar Danien tanpa melihat expresi kedua saudaranya yang menatap penuh tanya.
"Oh baik kak."Jawab Brandon sedikit ragu, ia ingin bertanya tapi sepertinya ia urungkan.
"Apa kamu ingin membawa Rachel nanti saat meeting?."Tanya Reivant seolah tahu isi pikiran adiknya itu.
"Iya kak, sepertinya Rachel lebih paham proposal yang mereka ajukan."Jawab Danien tenang.
Dari pada Rachel hanya menghabiskan waktunya dengan bermain dengan komputer nya yang kadang Brandon sendiri tidak tahu apa yang di lakukan oleh sekretaris nya itu.
Mobil Para Tuan muda Park tiba di Perusahaan dan mereka menuju ke ruangan masing-masing.
Sebelum menuju ke Perusahaannya, Brandon mengikuti kakaknya Reivant dengan alasan ada hal penting yang tertinggal disana.
Tanpa berkata apapun Reivant langsung mengerti apa yang di inginkan adiknya. Benar, saat tiba di ruangannya, Brandon langsung menuju ke meja Agatha dan menyapa gadis cantik itu yang kini sudah menjadi kekasih hatinya.
"Pagi, Tha." Sapa Brandon dengan senyum sumringah di wajahnya.
"Pagi Pak Brandon. Apa yang bapak lakukan disini?". Tanya Agatha dan menyapa Brandon seperti biasa.
Reivant hanya tersenyum menertawakan adiknya dan terus berlalu menuju ruangannya. Sedangkan yang di tertawakan oleh dirinya hanya menatap wanita itu datar dan menunjukkan ekspresi sedih.
Agatha berusaha menahan senyumnya melihat wajah menggemaskan pria itu.
Di Ruangan Danien, Pria itu terus berlalu masuk ke dalam ruangannya sambil terus membaca proposal yang tadi di bawanya.
Awalnya Devi ingin menyapa bosnya itu tapi, dia urungkan niatnya saat melihat wajah serius pria itu. Devi memilih untuk kembali duduk dan menunggu Pria itu memanggilnya jika membutuhkan sesuatu.
*****
Brandon sudah kembali ke perusahaan nya yang tak jauh dari Perusahaan kedua kakaknya dan menuju ke meja Rachel.
"Kak Chel. Sibuk yah?". Sapa Brandon dan membuat Rachel menatapnya seolah bertanya.
"Tidak, aku tidak sibuk. Ada apa?". Tanya Rachel memicingkan matanya.
"Tadi, kak Dan meminta Kak Chel ke ruangannya. Sepertinya ada hal penting yang ingin di bahas bersama kakak." Ujar Brandon.
"Ohh, baiklah. Jam berapa dia meminta ku kesana?". Tanya Rachel balik.
"Sekarang kak. Karena, ada hal penting yang ingin di bahasnya bersama kak Chel." Ujar Brandon menjelaskan lagi.
"Baiklah, aku akan kesana. Jika disini membutuhkan bantuanku, telpon saja diriku." Ujar Rachel dan pamit pergi.
Tak lupa wanita itu membawa Handphone nya, yang entah dari tadi saat Brandon masuk. Pria itu melihat Rachel yang terus tersenyum menatap layar handphone nya.
Entah hal apa yang membuat Mommy Baby Axel terus tersenyum.
Di Ruangan Reivant tampak sibuk dengan beberapa berkas yang harus ia tanda tangani, setelah Brandon pergi, Agatha memberikan Map-map itu pada Atasannya itu.
"Oh ya Tha, hari ini Danien yang menghandel Mr.Gerald, jadi kamu tolong urus sebaik mungkin."Ujar Reivant pada sekertarisnya itu.
"Baik pak."Jawab Agatha dengan wajah sediki bingung, ia ingin bertanya tapi tidak mungkin.
"Saya hari ini menemani kakakmu Shera untuk memeriksa kandungannya."Lanjutnya Reivant saat melihat wajah kebingungan Agatha
"Baik pak, akan saya urus sebaik mungkin."Jawab Agatha saat tahu atasannya itu akan menemani istrinya. (suami idaman cuiiii, author mauuuuu).
TBC.
\*Hay-hay-hayyyyy....
Selamat datang lagi di dunia ketujuh pria tampan putra Park yang sangat jarang muncul di lapak ini.
Terima kasih untuk dukungan dari kakak-kakak pembaca setia yang selalu mendukung bahkan menunggu kelanjutan cerita ini.
Semoga kita semua di beri kesehatan dan rejeki yang berlimpah.
Dukung terus Baby Carli dan para Daddy-daddy tampan nya\*.