
Shera meminta untuk merapikan taman belakang sebelah kiri, ya taman yang biasa di pakai oleh keluarga Park untuk berkumpul adalah yang di sebelahnya. Padahal taman ini cukup bagus dan sangat besar jika di tata sedemikian rupa, jadi Shera meminta Amel untuk memantau apa yang harus di lakukan pada taman itu, pada pekerja yang ada di mansion Park.
*****
YN Company, itu adalah perusahaan Ny.Park yang akan di ambil alih oleh Chaiden Park, putra ketiga keluarga Park.
Chaiden memacu dengan pelan mobil Lamborghini Huracan Spyder black miliknya menuju perusahaan Mommynya, setelah tadi dari sekolah Axell dan kampus.
Mobil itu perlahan masuk ke lobby kantor dan berhenti tepat di pintu masuk, semua karyawan yang ada di sana terpana menatap mobil mewah idaman mereka mungkin dan mereka bertanya-tanya siapa gerangan pemilik mobil tersebut karena Chaiden belum keluar juga.
Hingga seorang satpam datang dan mengetuk kaca pintu samping. Chaiden menurunkan kaca mobilnya dan tersenyum, ya ia tak menyalahkan security tersebut karena ia juga salah disini.
"Maaf Tn, anda ingin bertemu dengan siapa??."Tanya Security tersebut dengan sopan saat ia melihat pemuda yang tampak familiar di dalam mobil itu.
"Ah,,maaf, apa kamu bisa memarkir mobil ku,ini."Tanya Chaiden dengan sopan juga dan senyum yang tak luntur di wajahnya.
"Maaf Tn. saya tidak berani."Ujar Security tersebut, ya karena ia memang tidak bisa mengendarai mobil, apalagi yang jenis langka seperti itu, ya setidaknya ia tahu mobil-mobil limited edition.
"Tapi,saya bisa meminta bantuan pada salah satu teman saya Tuan." Ujar nya kembali
"Baiklah!!."Jawab Chaiden dan keluar dari mobilnya, serta menyerahkan kunci mobil tersebut pada security, bernama Aji yang tertera di name tag nya, dan tak lupa kaca mata hitam yang bertengger manis di hidung bangirnya, membuat ia semakin bertambah tampan menurut yang melihatnya ya, (kalau author dah bosan liat tiap hari hehehe.)🙄
Chaiden tampak berjalan ke arah meja Receptionis, ya sebenarnya ia bisa saja langsung menelpon mommynya, tapi ia bukan anak yang suka memamerkan siapa dirinya.
Ia ingin berlaku selayaknya tamu, ya sekalian melihat kinerja kerja para karyawan mommynya yang tentunya akan menjadi karyawannya juga nantinya.
Karena walaupun ia sering datang ke perusahaan ini, tapi baru kali ini ia melalui lobby depan, biasanya ia langsung ke parkiran bawah dan masuk melalui Lift khusus menuju kantor mommynya.
"Siang Tn. ada yang bisa di bantu??".Tanya Receptionis itu dengan sopan dan tak lupa senyum manis di yang menghiasi wajahnya.
"Siang, saya akan bertemu dengan ibu Yunna Park, apa beliau ada??."Tanya Chaiden dan tersenyum kearah Receptionis itu.
"Apa Tn. sudah membuat janji?."Tanya Receptionis itu lagi.
"Sudah, saya sudah membuat janji."Ujar Chaiden sopan, ya sebenarnya ia ingin melihat cara kerja karyawan disini.
"Baik, bapak bisa menunggu sebentar. "Ujar Reseptionis tersebut dan menelpon sekertaris dari atasanya.
"Katakan Pak Chaiden ingin bertemu."Ujar Chaiden menyebut namanya sendiri agar reseptionis itu bisa langsung memberitahukan siapa yang datang.
Tak berselang lama tampak sekertaris Ny.Park datang tergesa-gesa,karena hanya ia yang tahu siapa yang namanya di sebut tadi, Ia adalah anak dari atasannya.
"Siang Tn Muda."Sapa Sekertaris dari Ny.Park saat melihat Chaiden tampak asyik melihat kesana kemari tanpa memperdulikan tatapan kagum dari beberapa karyawan wanita yang ada di kantor itu termasuk beberapa model yang bernaung di bawah YN Company yang bergerak di dunia Fashion tersebut.
"Hai Anne."Sapa Chaiden pada wanita yang sudah ia anggap kakak tersebut dan melambaikan tangannya pada wanita itu.
"Kenapa tidak langsung lewat jalan biasa Tuan Muda."Tanya Anne dan sedikit menyerngit menatap Tn.muda itu.
"Aku hanya ingin melihat cara kerja calon karyawanku."Ujar Chaiden dengan senyum jahil,membuat Anne hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah calon atasannya nanti. Ya Anne akan tetap bekerja walaupun yang memimpin nanti anak dari Ny.Park.
Semua menatap tak percaya pria yang mereka kagumi adalah anak dari atasannya mereka, termasuk dua orang receptionis tersebut.
Chaiden mengikuti Anne menuju ruangan mommynya, ya karena hari ini adalah penyerahan jabatannya menjadi pemimpin baru di YN Company.
Dsana sudah ada Tn dan Ny.Park yang menunggu anak ketiganya dan juga Arthur yang menyempatkan dirinya mengikuti Daddynya tadi, karena kakak-kakaknya ada meeting dengan para kepala bagian di perusahan tersebut.
"Siang Tn, Ny."Sapa Anne pada atasannya beserta suaminya tersebut dan semua atasannya mereka.
"Siang Ne."Sapa Ny.Park, membalas sapaan bawahannya itu.
"Wahhh, kakak sungguh tampan dengan style seperti itu."Ujar Arthur yang melihat kedatangan kakaknya dan seolah menatap kagum kearah kakaknya itu.
"Ck, ngapai kamu kesini?."Tanya Chaiden yang tak menanggapi candaan adiknya itu.
"Ck,ayolah kak,, aku kan sangat sayang kakak dan sangat mencintaimu,kak. Jadi aku datang dong."Ujar Arthur dengan senyum jahilnya, Tn dan Ny.Park hanya tersenyum melihat kedua anaknya, walaupun mereka sudah biasa dengan keadaan seperti itu.
"Terserah kau saja,thur." Ujar Chaiden dan melihat adiknya yang seolah ingin menertawai kakaknya itu.
"Baiklah mari kita ke ruang meeting, karena semua kepala bagian sudah menunggu."UJar Ny.Park, karena mereka hanya tinggal menunggu aktor utamanya untuk YN company yaitu Chaiden Park.
Mereka berempat berjalan menuju Ruangan Meeting bersama Anne sebagai sekertaris untuk Chaiden nantinya dan mereka sampai dan masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Selamat siang Bapak dan ibu sekalian, ini putra ketiga saya, yang akan mengantikan posisi saya nanti dan seterusnya."Ujar Ny.Park mengenalkan Chaiden dan Chaiden membungkukan badannya di sertai senyum, tanda hormat.
Ya ada sebagian yang sudah tahu tentang Chaiden, tapi ada juga yang baru melihatnya, karena selama ini mereka hanya tahu, Reivant karena ia adalah Presdir.
"Siang.."Sapa mereka bersamaan
"Baiklah kita mulai sekarang.."Ujar Tn.Park,kenapa Tn.Park yang mengambil alih, karena istrinya yang menyuruhnya dan para kepala bagian mereka tak ada yang keberatan, karena mereka sangat tahu siapa Tn.Park itu.
Meeting di dua tempat secara bersamaan berjalan dengan beda suasana, karena pembahasan mereka juga berbeda.
*****
Park Company di salah satu ruangan tampak suasana tegang yang di rasakan oleh para kepala bagian, ya karena wajah dari pimpinan mereka tampak menyeramkan.
Ya,,itu karena ada sedikit kepincangan dana untuk pembangunan sekolah yang didirikan di salah satu desa yang di rancang oleh Brandon dan di setujui oleh Reivant karena ia berpikir anak-anak di pedesaaan juga butuh Pendidikan yang layak dengan fasilitas yang memadai.
Ia ingin anak-anak tersebut, merasakan bagaimana sekolah tanpa biaya sekolah yang mahal dengan embel-embel ini-itu.
Tapi, ternyata ia mendapati kecurangan dana yang di sinyalir di manfaatkan oleh segelintir orang tak bertanggung jawab sehingga membuat ia murka.
"Lanjutkan.."Ujar Reivant pelan ,tapi penuh penekanan, pada pembicaraan yang menjelaskan semua tentang laporannnya.
Tapi mereka tahu Presdir mereka dalam keadaan marah, Danien hanya menatap sekilas para kepala bagian, karena ia sibuk dengan Ipad nya meretas satu-satu akun dari bawahan mereka tersebut.
Ya, ia adalah CEO yang baru, tapi ia lebih banyak bekerja dengan iPad dan tabletnya, sedangkan Brandon ia masih sibuk membaca semua laporan tentang pembangun sekolah tersebut dan laporan keuangan yang di keluarkan.
Jika tidak di teliti dengan benar, takkan terlihat jika ada penyimpangan dana, tapi karena putra-putra Park bukanlah orang bodoh, jadi dengan mudah mereka menemukan kecurangan dan bodohnya mereka yang di percayakan untuk proyek tersebut,malah bermain-main dengan para singa jantan Park dan mereka mencari mati dengan menggali kuburan untuk mereka sendiri(Wah,,daebakðŸ¤).
"Cukup.."Ujar Reivant lagi,
"Saya ingin lihat, sampai dimana kejujuran kalian semua."Ujarnya lagi dan menatap mereka tanpa berkedip sedikitpun dengan tatapan yang tajam.
"Karena salah satu dari kalian yang bermain duluan, saya akan mengikuti permainan itu."Ujar Reivant lagi dan berdiri meninggalkan ruangan meeting di ikuti Danien dan Brandon dan tak ada yang bersuara sama sekali, mungkin dari mereka saling berpikir.
"Siapa yang berani bermain-main dengan Presdir mereka yang ini,dia mencari mati".
"Bagaimana ini."Ujar orang itu dengan sangat kuatir. Sebentar lagi ia akan ketahuan dan akan di singkirkan.
TBC.