PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
107. Kejutan



Chaiden melajukan mobil sportnya menuju Michael Hospital dimana ia akan mengantarkan kakak iparnya itu.


"Kakak ipar, apa kakak tidak apa-apa sendirian?.Kai sedikit khawatir."Ujar Chaiden yang bertanya pada kakak iparnya itu.


"Tidak apa-apa Kai, apa kamu lupa jika bodyguard yang di siapkan oleh kakak pertamamu itu."Ujar Shera menjawab adiknya itu dengan senyum.


"Ahh ya, aku melupakan mereka, tapi aku yakin paman Diky juga akan selalu memantau."Ujar Chaiden lagi.


Mobil sport yang membawa Chaiden serta Shera masuk menuju pelataran rumah sakit yang sangat bersih dan bagus pastinya.


Chaiden turun dari mobilnya di susul Shera dari kursi penumpang, membuat semua mata menatap terpana dan tak percaya jika seorang dokter cantik yang selalu di puja oleh sebagian dokter pria, maupun perawat pria yang ada di rumah sakit tersebut di antar oleh seorang pria tampan yang mereka tak tahu siapa.


Termasuk dokter Sharrena yang datang setelah mendapat pesan singkat dari Shera, senior yang sudah ia anggap kakak sendiri.


"Kak Shera,,"Panggil Sharrena saat melihat Shera.


"Hai Ren, maaf merepotkan mu, kenalkan ini adik iparku."Ujar Shera pada Rena sekaligus mengenalkan Chaiden yang tetap cool.


"Chaiden."Ujar Chaiden yang mengulurkan tangannya dan menyebutkan namanya pada Sharrena dan di sambut baik oleh gadis muda itu, ia sempat terpana dengan wajah tampan adik ipar Shera.


"Sharrena."Jawab Dr. Sharrena sedikit gugup.


Ia tak menyangka jika adik dari suami Dr.Shera sangat tampan. Dia tahu jika Shera sudah menikah dan ia juga tahu tentang Reivant dan Dr.Diky.


Karena saat Shera memintanya untuk pindah ke Michael Hospital mereka lah yang mengurusnya, awalnya ia sempat terpana dengan Reivant dan Dr.Diky yang sangat tampan dan enak di pandang mata, dan sekarang ia paham saat melihat Chaiden.


"Oh ya kak, Kai pamit dulu, sebentar lagi Kai ada meeting."Ujar Chaiden pada kakak iparnya.


"Ku titip kakakku padamu ya, tolong di jaga."Lanjutnya lagi dengan senyum menawan kali ini pada Sharrena.


"Iya, aku akan menjaga nya."Balas Sharrena dengan gugup.


dan Shera hanya tersenyum menanggapi tingkah adikknya yang bisa di bilang sangat melindungi.


Dan Chaiden berjalan meninggalkan kakaknya dan Sharrena serta masuk ke mobil untuk melanjutkan perjalanannya menuju kampus dahulu baru ke kantor.


"Kakak sakit apa??."Tanya Rena pada Shera yang menatap wajah pucat kakak seniornya itu.


"Udah beberapa hari ini bawaan nya lagi gak enak badan."Jawab Shera


Saat mereka akan masuk ke dalam rumah sakit, tiba - tiba ada suara yang memanggil nama Shera.


"Shera!." panggil seseorang dari belakang


Shera berbalik dan ia sedikit terkejut melihat Stella dan papinya yang berjalan masuk ke dalam Michale hospital, dan sebisa mungkin Shera menetralkan rasa terkejutnya itu,


"Untung Chaiden sudah pergi, tapi ada apa mereka kesini?."Iner Shera, karena ia agak takut jika keluarga papinya melihat ia ada di sekitar keluarga Park.


Ya yang memanggilnya tadi adalah Stella, Stella jika di depan papinya Rouwnd ia akan memanggil Shera tanpa pakai kakak, tapi jika dia sendiri beda lagi ceritanya.


"Pagi papi,,Stella."Sapa Shera pada kedua manusia yang sedang berdiri depannya itu.


"Apa yang papi lakukan disini sepagi ini??."Tanya Shera ya berusaha ramah karena kondisi sekarang di rumah sakit.


"Papi hanya ingin menjenguk teman."Jawab Rouwnd


"Oh ya ku lihat kamu sedikit pucat, apa kamu sakit??."Tanya Stella yang menatap kakaknya itu, ada sedikit terdengar kesedihan dalam nadanya tapi tertutup dengan gaya angkuhnya.


"Tidak, aku hanya sedikit tak enak badan."Jawab Shera acuh, ya juga akan bersikap sewajarnya saja pada adiknya itu.


Shera terdiam, tapi ia berpikir bukannya sekarang belum jam berkunjung, tapi kenapa sepagi ini mereka di rumah sakit.


"Baiklah papi, Shera juga akan ke ruangan dulu."Ujar Shera yang memilih mengiyakan saja daripada Panjang cerita.


Sedangkan Sharrena hanya menatap tak berminat pada kedua manusia di depannya itu dengan beberapa bodyguard yang setia berdiri di belakangnya.


Mereka berpisah menaiki lift yang berbeda karena memang tujuan mereka juga berbeda.


****


Reivant mengambil ponselnya yang tergelatak di meja nya dan melihat Id penelpon yang tak lain adalah bodyguard yang menjaga istrinya, tanpa pikir Panjang ia langsung mengangkat karena ia khawatir pada istri mungilnya itu.


"Ya, ada apa?."Tanya Reivant todepoint saat panggilan terhubung.


"Pagi Boss!."Sapa Bodyguard dari sebelah


"Ya, katakan ada apa?"Ujar Reivant lagi


"Begini Boss, Rouwnd dan anaknya Stella sekarang ada di rumah sakit dan sempat bertemu dengan Ny.muda."Jelas si bodyguard dari sebelah Panjang kali lebar membuat Reivant menghela napasnya kasar.


"Apa yang mereka lakukan disana sepagi ini?."Tanya Reivant lagi


"Itu kita masih mencari tahu Boss, karena mereka mengunakan lift yang berbeda jadi tadi saya sudah suruh anak buah untuk mengikuti Rouwnd dan Ny.Shera."balas Bodyguard tersebut.


"Baiklah, awasi terus pergerakan mereka."Ujar Reivant dan mematikan sambungan telponnya.


****


Danien tampak sibuk dengan Ipad dan teman-temannya, entah apa yang di lakukan oleh pria kedua park itu yang jelas ia sibuk di ruangan barunya ini.


Hingga Devi masuk membawakan secangkir teh dan beberapa berkas yang harus di periksa oleh Danien sebelum di berikan pada kakaknya.


Teh itu yang ia minta saat melewati meja Devi tadi. Danien tidak minum kopi karena ia tak begitu menyukianya.


"Pagi pak, ini berkas proposal dan teh yang bapak minta."Ujar Devi sopan dan pastinya gugup.


"Letakan di meja saja."Jawab Danien tanpa melihat Devi.


Dia sekarang duduknya bukan di meja kerjanya melainkan di sofa andalannya. (Dan itu meja kerja hanya di jadikan pajangan saja ya).


"Baik pak, saya permisi."Ujar Devi dan sekalian pamit.


Danien hanya menganggukan kepalanya dan ia berjalan menuju meja kerjanya serta membuka beberapa laporan yang harus ia periksa sebelum di antarkan pada kakaknya, entah apa yang ia lakukan pada proposal-proposal tersebut.


"Hm lumayan tidak manis."Gumamnya saat mencicipi teh yang di bawakan Devi tadi.


*****


Michael Hospital


Tampak Shera berjalan Bersama Sharrena menuju ruangan nya, karena ia akan menganti pakaianya.


Seolah bekerja di tambah lagi dengan kedatangan Papi dan Stella membuat ia harus memainkan perannya, setelah itu baru ia menuju ke ruangan Dokter Gina, dokter yang di percayakan oleh Paman Diky nya kemarin.


Ya, walaupun rumah sakit ini sangat besar dan luas tapi tidak menutup kemungkinan ia akan bertemu lagi dengan Rouwnd dan Stella.


"Kak, maaf kalau boleh tahu siapa kedua orang tadi, apa mereka keluarga kakak?."Tanya Rena yang sedikit penasaran.


"Iya,papa tiri."Jawab Shera jujur dengan senyum yang selalu menghiasi wajah cantiknya.


"Oh, sepertinya mereka bukan orang yang baik ya."Ujar Rena lagi sambil membayangkan pertemuannya tadi dengan kedua keluarga dari Dr.Shera.


"Oh ya kakak, tadi kan kakak mau periksa?."Tanya Sharrena lagi saat melihat Shera berganti baju.


"Iya, kakak harus memakai pakaian ini ke ruang Dr.Gina."Jawab Shera yang membuat Sharrena tersenyum.


"Apa kak Shera hamil lagi, wahhh aku akan punya keponaan lagi."Ujar Sharrena dengan bangganya dan Shera hanya tersenyum dengan tingkah Junior yang sudah di anggapnya adiknya sendiri.


TBC.


Pict Spesial Uncle Chaiden Park