
Akhirnya ketiga Couple itu sudah selesai dengan makan dan bercanda, begitu juga dengan Gavin dan Rachel yang tadi datang hanya untuk makan doang, dan sebenarnya tadi kedua manusia itu hampir tak di ijinkan masuk dengan penampilan mereka yang terbilang buruk, Axell belike.
Tapi, karena mobil yang di gunakan oleh mereka berdua lah yang mematahkan opini orang-orang disana.
"Kak, Don, titip Rena bentar, aku mau ke toilet sebentar."Ujar Chaiden tiba-tiba saat melihat kedua manusia yaitu Gavin dan Rachel sudah akan berdiri.
"Baiklah, kami tunggu di bawah."Ujar Danien dan berjalan Bersama Brandon, Agatha, Devi dan Rena.
Sepeninggal Kelima manusia itu, ia berjalan dengan cepat menuju meja Rachel dan Gavin.
"Chell, Vin."Panggil Chaiden saat ia sudah sampai.
"Hai Chaiden, apa kabar?."Sapa Gavin sok akrab.
"Baik, tunggu apa kalian berdua Ngedate?."Tanya Chaiden todepoint yang membuat kedua manusia itu tertawa.
"Hahaha, apa tampang Gavin masuk dalam kriteria ku, Kai?."Tanya Rachel balik masih dengan tawanya.
"Ih biar gini gw tampan Chell, TAMPAN."Ujar Gavin tak terima akan perkataan Rachel dengan menekankan kata Tampan.
Chaiden langsung tahu jika di antara kedua manusia itu tak ada hubungan special, karena dari cara bicara mereka Sudah langsung ketahuan.
"Hmm, apa tadi itu pacar Danien?."Tanya Gavin pada Chaiden sambil melirik Rachel.
"Hmm, mungkin."Jawab Chaiden asal, entahlah ia tak ingin menyakiti sahabat barunya itu.
"Ah lu kalah star, Chell."Ujar Gavin sambil tertawa yang langsung mendapat geplakan maut dari Rachel.
"Aku punya ide, bagaimana jika kak Rachel dan kak Gavin bermain peran saat di depan kakak kedua, aku ingin melihat reaksinya."Ujar Chaiden memberi ide konyol.
"Eh, itu juga yang aku pikirkan, mungkin itu ide bagus, jadi hilang deh suntuk gw."Ujar Gavin menyetujui perkataan Chaiden.
"Konyol, apa kalian pikir Danien akan terpengaruh."Ujar Rachel tak yakin
"Aku yakin 100%, kak Danien menyukai mu Chell, tapi aku tak tahu kenapa ia malah jadian sama Devi itu."Ujar Chaiden
Tak lama bunyi ponselnya Chaiden yang menandakan ada panggilan masuk, ia melihat ID penelpon adalah kekasihnya.
"Chell, Vin, saya pamit dulu ya."Ujar Chaiden pamit.
"Iya, pergilah pasti pacarmu ngambek to."Balas Gavin sambil tertawa.
"Ingat ini hanya kita yang tahu ya."Ujar Chaiden dan berlalu dari hadapan kedua manusia aneh itu.
"Iya, pergi sana."Ujar Rachel, sebenarnya tadi ia juga ingin memainkan peran itu tapi entahlah, sekarang malah Chaiden yang memberikan usul seperti itu.
"Chell, ku rasa tak ada salahnya kita bermain, supaya gw kagak suntuk."Ujar Gavin sambil tertawa.
"Hm, oke deal, tapi ingat di depan putra ku jangan bertingkah."Ujar Rachel memperingati Gavin.
"Oh tidak, putra mu itu keturunan Mafia jadi aku tak ingin bermain-main dengannya."Ujar Gavin sambil membayangkan wajah Axell tadi saat menegurnya.
"Baiklah, ayo kita pulang."Ujar Rachel dan beranjak dari sana
Sedangkan Gavin masih membayar makanan mereka yang tak seberapa tapi harganya jangan di tanya.
"Gw masih lapar, Chell?."Ujar Gavin yang mengikuti langkah ibu satu anak itu.
"Hei itu perut apa karet, Vin."Ujar Rachel yang tak habis pikir dengan teman barunya itu.
"Hehehe,,ini perut tapi kan makanan tadi sedikit doang."Ujar Gavin dengan wajah memelas.
"Oke, kita ke kompleks gw, disana ada gado-gado paling enak, makanan kesukaan adek gw."Ujar Rachel mengusul.
"Oh adek lu yang IT itu ya, siapa namanya?."Tanya Gavin
"Adek lu sama anak lu, tipe mereka kayaknya sama ya, kaku kayak kanebo kering."Lanjut Gavin. Karena, tadi ia juga melihat adik dari Rachel tapi anak itu hanya bicara seperlunya saja tanpa expresi.
"Ya begitulah."Balas Rachel sambil mengangkat bahunya.
Sesaat setelah mereka berdua keluar dari lift, tampak seorang pria berjalan mendekati mereka berdua.
Gavin dan Rachel menoleh bersamaan, melihat siapa yang memanggil Gavin, suaranya Familiar untuk telinga seorang Gavin.
"Gerald, kapan kamu datang."Ujar Gavin saat tahu yang memanggil nya tadi adalah sepupunya, anak dari pamannya.
"Aku baru tiba tadi."Jawab Gerald sambil melihat ke arah Rachel, ia tidak mengenalnya.
"Oh kenalkan, ini teman ku, Gerr."Ujar Gavin memperkenalkan Rachel.
"Chell ini sepupu gw, yang di tinggal di kota M."Lanjut Gavin pada Rachel dan kedua manusia itu pun saling memperkenalkan diri mereka.
"Trus kamu nginap dimana?."Tanya Gavin pada saudaranya itu.
"Di hotel lah, aku kehilangan ponsel makannya tak bisa menghubungimu, mana nomormu Avin."Ujar Geraldo Han. karena ia sekarang mengunakan ponsel baru.
"Ck, tak bermodal."Ujar Gavin dan memberikan nomor ponselnya pada saudara sepupunya itu.
"Berapa lama kamu disini?."Tanya Gavin
"Sekitar tiga hari, saya ada mengirimkan proposal kerja sama dengan Park company."Ujar Gerald menceritakan tujuannya.
"Ha, kamu mengajukan kerja sama dengan Park Company?."Tanya Gavin penasaran, karena saudara sepupunya itu punya perusahaan di kota M yang bergerak di bidan Fashion.
"Iya, kan Park Company perusahaan terbesar di kota B ini, dan cabang yang di kota M juga sangat berkembang."Ujar Gerald menjelaskan tentang Park Company.
Rachel hanya diam menyimak pembicaraan kedua saudara sepupu itu, ia tak ingin ambil bagian karena bukan urusannya.
"Aku mengenal pemiliknya, jika kamu ingin di bantu."Ujar Gavin
"Baiklah, tapi aku akan berusaha dulu, oke, baiklah sepertinya sudah malam, pulanglah, besok aku akan main ke apartement mu."Ujar Gerald dan juga pamit pada Rachel.
Karena letak Hotel itu sebenarnya hanya bersebelahan dengan Restoran karena mereka masih satu lokasi yang sama dan nama yang sama.
Akhirnya mereka berpisah, Gavin dan Rachel berjalan menuju parkiran sedangkan Gerald berjalan menuju hotel tempat ia menginap.
***
Dalam perjalanan menuju tempat tinggal tampak Danien dengan santai mengemudikan mobil sport milik nya itu, Devi juga hanya diam tak ada percakapan di antara mereka, hingga terbersit di pikiran Danien saat ia mengingat Kembali ketika ia Bersama Rachel.
Wanita itu banyak sekali bercerita, terbilang cerewet tapi itu yang membuat Danien menyukainya.
"Kenapa aku memikirkan Rachel ya?."Iner Danien.
"Maaf ya, aku merepotkanmu."Ujar Devi saat mereka saling diam.
"Hm,,aku tak merasa seperti itu."Jawab Danien dengan senyum singkat.
"Aku merasa tak pantas."Ujar Devi pelan.
"Tak ada yang mengatakan pantas atau tidak, hanya kita yang bisa mengubah dan memantaskannya bukan orang lain."Ujar Danien Panjang lebar.
Entah hubungan yang mereka jalani itu seperti hambar, tapi Danien berusaha ingin memberikan kebahagiaan pada wanita di sebelahnya itu.
"Jangan memikirkan apapun, jalani saja."Lanjut Danien lagi
Ia bukan tipe lelaki yang romantis sebenarnya, tapi entah kenapa saat dengan Rachel ia bisa menjadi lelaki yang romantis.
"Terima kasih, aku hanya memiliki mu saat ini."Ujar Devi jujur. Danien hanya menatapnya dengan senyum yang terbilang tipis.
"Ya, turunlah, istirahat lah, selamat tidur."Ujar Danien yang di balas anggukan dari Devi, dan wanita muda itu keluar dari mobil serta berjalan masuk menuju pintu rumah Agatha, di mana Agatha sudah menunggunya, karena mereka sudah sampai di Rumah Agatha.
Mereka berdua melambaikan tangan pada pasangan masing-masing ada rasa bahagia dalam dada mereka, tapi hanya satu manusia yang merasa hampa dalam hatinya. siapa kah dia???
TBC.
hay-hayyyy....
Mohon maaf yah bagi kakak-kakak pembaca sekalian. Karena keterlambatan up,, Yah saya tahu ini sangat terlalu lama. Tapi, terima kasih atas dukungan dari kakak-kakak pembaca yang selalu setia mendukung cerita ini hingga saat ini.