PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
122.



Reivant dan kedua adiknya sudah duduk di meja makan, tak lama muncul Danien dan di susul Brandon, Agatha dan Devi.


Chaiden menatap menu makanan yang ada di buku menu, ia tahu apa yang akan di makan kakak pertamanya dan juga saudaranya yang lain, jadi ia memesan untuk mereka, sedangkan Agatha dan Devi memesan sesuai keinginan mereka.


"Yeyy,,akhirnya ada yang sudah jadi calon kakak ipar nie."Goda Arthur dengan senyum sumringah.


"Tinggal tunggu peresmiannya saja ya, Ar."Ujar Chaiden ikut mengoda adiknya dan Agatha itu.


"Ck, emangnya gedung di resmikan kak."Ujar Brandon.


"Hei, hubungan juga ada peresmiannya, seperti kakak pertama dan kakak ipar."Ujar Chaiden dengan wajah yang tidak bersalah.


"Itukan Nikah, kak."Ujar Brandon dan Arthur bersamaan.


"Lah sama aja kan."Jawab Chaiden yang merasa perkataan benar.


Reivant hanya menatap mereka dan mengelengkan kepalanya melihat tingkah ketiga adiknya, sedangkan Agatha jangan di tanya lagi.


"Sudah cukup bercandanya, lihat wajah Thata sudah seperti kepiting di rebus."Ujar Danien, entah ia mau melerai adiknya atau malah semakin mengoda kekasih Brandon itu.


Akhirnya makanan mereka tiba, dan mereka makan dalam diam hanya bunyi dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring saja yang terdengar, hingga mereka selesai makan dan Brandon selesai melakukan pembayaran.


"Agatha, Devi Kalian berdua kembali lah ke kantor, jika ada hal telpon saja."Ujar Reivant menyuruh kedua sekertaris mereka untuk kembali ke kantor.


"Baik pak."Jawab Keduanya dan mereka undur diri untuk kembali ke kantor


Sedangkan, Arthur dan Chaiden kakaknya sudah masuk ke mobil mereka, karena tadi mereka mengunakan mobil sendiri dan mereka berdua pamit untuk kembali ke Yunna Company.


"Kita jalan sekarang."Ujar Reivant dan masuk ke mobil, di susul Danien yang duduk di sebelahnya, sedangkan Brandon di samping sopirnya.


Mobil yang membawa mereka pun keluar dari parkiran Restoran tersebut menuju ke Mansion Rayn.


"Maaf tuan muda, ini kita langsung pulang?."Tanya Pak Yaya pada Brandon yang duduk di sampingnya.


"Pak kita ke mansion Kak Rayn, nanti ku tunjukan jalannya."Jawab Brandon


"Baik Tuan muda."Jawab Pak Yaya mengikuti arahan dari tuan mudanya.


Reivant sibuk dengan ponselnya ia berkirim pesan dengan istri cantiknya yang mengatakan ia rindu suaminya, membuat Reivant tersenyum, Danien jangan di tanya ia akan sibuk dengan Ipadnya, entah apa yang ia buat dengan Ipad nya hanya ia yang tahu.


Perjalanan yang memakan waktu sekitar 25 menit itu, akhirnya mereka sampai di kediaman mewah Rayn.


"Siang, Vant." sapa Rachel yang melihat sahabatnya datang yang sudah di sambut oleh Rayn kakaknya.


"Siang Chell, mana baby Boy?"Tanya Reivant dan mencari keberadaan Baby Axel.


"Ada di dalam main sama Eyang-Eyangnya."Jawab Rachel dan menunjuk kearah dalam.


"Kak Chell, kantor sepi tanpamu."Ujar Brandon


"Besok aku sudah masuk kerja, Don."Ujar Rachel yang menatap Brandon.


Danien hanya Tersenyum menatap Rachel begitu juga Rachel, ada kerinduan dalam mata itu, tapi entahlah sepertinya hanya dia yang tahu. (author kagak tahu ye hehehe).


Mereka masuk disana ada kakek Aharon dan Kakek Wilson serta Paman Billy yang bermain dengan Axell.


"Siang Kakek, siang Paman."Sapa Reivant yang menyapa kedua kakek dan paman Billy dan ia menyalami mereka satu persatu begitu juga yang di lakukan Danien dan juga Brandon.


"Oh siang anak muda."Balas kakek Aharon


"Siang cucu tampan."Ujar Kakek Wilson, entah ia sudah menganggap Reivant cucunya sedari awal mereka bertemu.


"Daddy..." Sapa Baby Axel dengan senyum riang di wajahnya melihat Daddy Daniennya.


"Hay Baby Boy." Sapa Danien dan membawa baby Axel ke gendongannya.


"Apakah, Daddy tidak merindukan Axell, kita sudah lama tak bertemu dan Daddy tak pernah menemui atau mengabari Axell. Apakah Daddy sudah menemukan orang lain yang menggantikan posisi Mommy dan Axell?". Ujar Axell panjang lebar dan hanya membuat Danien tersenyum.


"Daddy sibuk kerja, baby. Akhir-akhir ini pekerjaan Daddy sangat menumpuk. Sekarang Daddy datang mengunjungi Baby kan." Jawab Danien dan mencubit gemas pipi tembem bayi tampan nya itu.


Pemandangan itu menyejukkan mata para penghuni disana. Brandon hanya terdiam, mendengarkan pernyataan Baby Axell, karena tadi dia ada disana saat kakak keduanya melamar Devi.


Mereka duduk di ruang keluarga Mansion Rare, banyak cerita yang kakek Aharon dan kakek Wilson ceritakan tentang kota ini, saat mereka muda dulu membuat ketiga anak muda disana tersenyum.


"Re, kita harus bergerak cepat, malam ini."Ujar Reivant saat kakek-kakek tersebut sudah selesai dengan cerita mereka, hingga membuat Rayn menatap Reivant.


"Kenapa cepat sekali?."Tanya Rayn, karena ia harus mengkoordinir pasukannya, walaupun anak buahnya di negara ini ada, tapi yang paling banyak itu ada di negera S.


"Ada apa Vant, apa kakek bisa bantu?."Tanya Kakek Wilson yang ikut memanggil Reivant dengan panggilan Vant.


"Iya Kek, saya akan menceritakan pada kakek siapa saya."Ujar Reivant menatap kakek Wilson.


"Saya suami dari cucu kakek, anak dari papa Arnold Freya."Ujar Reivant lagi yang membuat kakek Wilson dan kakek Aharon terkejut begitu juga dengan paman Billy.


"Bagaimana kamu tahu anakku, dimana dia?."Tanya Kakek Wilson, setelah sekian tahun akhirnya ia bisa tahu dimana anaknya.


"Kakek, aku akan menceritakan tentang papa Arnold dan istrinya serta anak gadis mereka, yang sekarang menjadi istriku."Ujar Reivant dengan tenang.


"Ceritakan lah nak, kakek mau dengar."Ujar Kakek Wilson


Dan Reivant menceritakan semua tentang papa Arnold dan istrinya serta Shera, hingga kejadian yang membuat semuanya terpisah, tanpa ada yang kurang ataupun di lebih-lebihkan, membuat kedua kakek itu sangat marah begitu juga paman Billy, saat mereka tahu hal mengenaskan yang terjadi pada Arnold.


"Kesini lah cucuku, kakek bangga setidaknya Shera menemukan lelaki yang baik sepertimu."Ujar Kakek Wilson, sebenarnya ia menangis tapi sebisa mungkin ia menahanya, dia tahu nama cucunya karena cerita Reivant tadi.


"Bisakah kamu membawa kakek, untuk bertemu cucu dan cicitku, Vant?"Tanya Kakek Wilson.


"Iya Rey, paman ingin melihat anak dan cucu paman juga."Ujar Paman Billy, karena ia juga sebenarnya merindukan kakaknya, tapi sekarang kakaknya sudah pergi untuk selamanya.


"Kedatangan Rey sekarang ingin menjemput Kakek dan paman untuk bertemu keluarga ku dan cucu kakek, dan kakek pasti kenal siapa ayah ku."Ujar Reivant.


"Siapa ayahmu, Vant?."Tanya Kakek Wilson dengan penasaran.


"Surprise buat kakek."Ujar Reivant tersenyum jahil pada kakek Wilson, membuat kakek Aharon dan Paman Billy dan semua yang di ruangan itu tertawa.


"Jadi kek, apakah kakek mau membantu Reivant?."Tanya Reivant.


"Kakek dan pamanmu akan membuat si penjahat itu bertekuk lutut."Ujar Kakek Wilson


"dan juga sahabat kakek ini akan membantu juga."Lanjut nya lagi


"Benar Vant, kakek akan ikut membantu mu, karena Arnold juga sudah kakek anggap anak kandung ku."Ujar Kakek Aharon, ia juga merasakan kehilangan seperti yang sahabatnya itu rasakan.


Dia tahu walaupun Wilson seperti biasa saja, tapi jauh di lubuk hatinya ia sangat bersedih karena kehilangan anaknya yang sekian tahun tak pernah ia temui.


Sebenarnya, dulu pernah mereka menyuruh anak buahnya mencarinya tapi entah siapa yang menutup semua akses tentang Arnold dan sahabat-sahabatnya itu. Dan juga sebenarnya ada hal lain yang membuat Arnold pergi dari rumah saat itu.


"Rayn, kumpulkan semua anak buah kita, dari Kota S sekarang, supaya mereka bisa datang kesini mengunakan jet pribadi kita."Perintah kakek Aharon pada cucunya, Raynald.


"Perjalanan jauh Kek, tidak akan cukup, Rayn akan memerintahkan anak buah Rayn yang disini saja, itu cukup."Ujar Rayn dengan tenang.


"Dan, telpon daddy dan Mommy, bilang siapkan makan malam untuk tamu special."Ujar Reivant sedikit berbisik pada adiknya itu yang duduk tepat di sebelahnya sambil memangku baby Axell yang sedari tadi tidak mau menjauh dari Daddynya.


Sedangkan Brandon dia ada di dalam dengan Harld, entah apa yang ia buat dengan anak itu.


"Baik kak."Jawab Danien dan ia ijin ke luar untuk menelpon Daddynya.


"Baby,,Daddy keluar dulu yah. Ada hal penting yang harus Daddy lakukan." Ujar Danien lembut pada Axell.


"Baiklah, Daddy! Axell, juga mau ke kamar Paman Harld. Bye-bye." Ujar Axell dan berjalan menuju Kamar Harld, entah apa yang akan di lakukan oleh Baby Boy disana nanti.


"Vant, apa pihak kepolisian juga kamu libatkan?."Tanya Kakek Aharon


"Iya kek, tapi mereka datang saat ada kabar dari kita."Jawab Reivant


"Bagus, supaya bukti kuat untuk penangkapan Rouwnd itu."Ujar Kakek Aharon lagi.


"Will, aku tak menyangka Arnold telah pergi, dan aku juga ingin melihat cucuku juga."Ujar Kakek Aharon pada kakek Wilson.


"Iya Ron, setidaknya aku bersyukur masih ada darah Freya yang di tinggalkan oleh Arnold."Jawab Wilson


"Tapi kakek tidak akan memisahkan aku dengan istri dan anakku kan?." Tanya Reivant dengan wajah sedih.


"Hei, siapa yang akan memisahkan kalian, kakek hanya ingin memberikan kasih sayang kakek pada cucu kakek, Vant."Jawab Kakek Wilson sambil tertawa.


"Vant, kamu takut sekali kehilangan istrimu."Ujar Rare menjahili sahabat kecilnya itu.


"Iss, nanti juga kamu akan merasakan juga, Re."Ujar Reivant kesal tapi Rayn tertawa melihat tingkah sabahat kecilnya itu.


Danien masuk dan ia mengatakan pada kakaknya jika Daddy dan mommynya sudah mulai menyiapkan makan malam yang di ingin kan oleh Reivant.


TBC.