PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
149. Ruangan Danien



Hari ini Danien sendiri di perusahaan itu, karena kakak pertama dan adiknya Brandon baru saja pergi ke kota S mengurus satu dan lain hal disana.


Ia tampak fokus dengan laptopnya, entah apa yang ia lakukan yang jelas ia masih memeriksa beberapa email yang masuk.


"Hufff,,sepertinya aku butuh Rachel, benar kata kakak."Gumamnya sendiri, sambil melihat beberapa laporan yang masuk dari beberapa devisi.


Akhirnya ia mendial nomor Rachel hingga terdengar sapaan dari line seberang


"Chell kesini sekarang."Ujar Danien Todepoin.


"...."


"Oke."Balasnya dan Panggilan terputus, ada senyum yang terbit di bibirnya, entahlah saat ia mengingat ibu dari Axell tersebut ada getaran aneh yang di rasakan dalam dadanya.


"Dev, apa kamu sudah susun semua laporan yang dari devisi pemasaran dan laporan dari kantor IT?."Tanya Danien saat itu ia berdiri di depan pintu


"Iya sedikit lagi pak dan ada yang sudah saya kirimkan ke email, bapak."Jawab Devi


"Baiklah jika sudah selesai, bawa masuk ke ruanganku."Ujar Danien dan masuk ke dalam .


"Selamat pagi."Sapa Rachel yang baru saja keluar dari lift yang menghubungkan dari lantai bawah langsung ke ruangan Danien.


"Pagi Bu, ada yang bisa di bantu?."Tanya Devi sambil tersenyum.


"Ah, tidak ada, tadi Boss mu menelponku."Ujar Rachel dan di tatap bingung oleh Devi.


Ada rasa tak nyaman dalam hatinya tapi ia berusaha menepisnya. Sedangkan, Rachel dia tak terlalu perduli walaupun ada kegundahan yang ia rasakan. Ia berusaha seolah-olah tak tahu hubungan di antara boss dan sekertarisnya itu.


"Karena Presdirmu tidak ada, jadi aku yang akan menemani Danien untuk menghandel beberapa hari kedepan."Ujar Rachel dan berjalan menuju ruangan Danien, sedangkan Devi hanya memanggut-mangut saja.


"Pagi Dan."Sapa Rachel yang tanpa mengetuk pintu langsung masuk.


"Ah, akhirnya kamu sudah tiba Chell."Ujar Danien sambil tersenyum menatap wanita tomboy tapi menarik perhatian.


"Ada apa kamu memanggilku kesini?."Tanya Rachel seolah tidak tahu, padahal ia sudah tahu dari Reivant yang memintanya membantu Danien.


"Oh kamu bantu aku periksa beberapa laporan ini Chell."Ujar Danien dan menyerahkan beberapa dokumen kepada Rachel.


"Ooh,, okey. Ah, aku kira kau merindukanku, Dan."Jawab Rachel dan mengambil beberapa map dan masih sempatnya dia menggoda Pria kedua Park itu.


Rachel membawa beberapa berkas tadi ke arah sofa, ia duduk disana dengan kaki yang saling bertaut. Karena, dia mengunakan rok span yang sedikit pendek, dan itu juga ide dari teman gilanya, Gavin.


Danien mendial telpon yang terhubung dengan telpon di meja Devi, ia meminta Devi membawakan laporan yang ia susun tadi, supaya Rachel bisa memeriksanya.


Tak berselang lama Devi datang dengan membawa map yang menumpuk di tangannya, ia melihat Rachel yang tampak serius. Dia Sungguh mengangumi wanita itu, sangat cocok menjadi seorang atasan daripada menjadi sekertaris.( Devi tak tahu saja jika Rachel bekerja karena gabut).


"Taruh di atas meja sana Dev."Ujar Danien menujuk meja di depan Rachel yang tampak anggun.


"Iya pak."Jawab Devi dan berjalan ke arah Rachel, ia meletakan tumpukan map itu di atas meja dengan pelan, Rachel hanya menatap sekilas dan tersenyum pada wanita muda itu.


Akhirnya mereka mulai sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tapi tidak dengan Danien yang selalu mencuri pandang pada ibu dari Axell itu.


"Oh ya Chell, bagaimana dengan baby boy?."Tanya Danien membuka pembicaraan.


"Baby Boy baik, ia merindukan mu Dan."Ujar Rachel, karena Axell sering menanyakan tentang Danien.


"Ah, apakah kamu bisa membawanya kesini nanti?."Tanya Danien, karena ia juga merindukan Axell yang sudah ia anggap anaknya itu.


"Tapi dia sekarang di Rumah Dan, Bersama sahabatnya."Ujar Rachel


"Mereka tidak sekolah?."Tanya Danien bingung dan menatap Rachel serius.


"Hei, anakku sudah lulus dari taman kanak-kanak Dan, sekarang mereka akan duduk di bangku sekolah dasar."Ujar Rachel sambil tersenyum.


"Ya ampun sudah berapa lama aku tak bertemu baby boy ku."Balas Danien seakan ada yang terlewatkan.


"Mungkin sudah cukup lama."Ujar Rachel yang tampak tetap fokus dengan laporan yang ada di tangannya.


"Benar, pantasan aku sangat merindukan Putraku itu." Ujar Danien pelan dan masih bisa di dengarkan oleh Rachel.


"Datanglah main-main ke Rumah, Dan. Pintu rumah selalu terbuka untukmu." Jawab Rachel dan matanya tetap fokus pada laporan yang ada di tangannya.


******


Sudah beberapa hari ini Rachel selalu datang ke kantor tepatnya ke ruangan Danien, sedangkan Agatha tetap masuk walaupun Presdirnya tidak ada tapi pekerjaannya selalu banyak.


Seperti saat ini, dia tampak sibuk dengan beberapa berkas keuangan yang baru ia susun dan sebentar lagi ia akan mengantar laporan tersebut pada Danien dan dia juga harus mengirimkan ke Email Presdirnya itu.


"Hufff,,sepi."Gumamnya saat melihat sekitarnya, biasanya jam segini pasti Brandon akan datang bertemu kakaknya, setelah itu Brandon akan mengajak Agatha keluar untuk makan siang, dia jadi merindukan pria itu.


Dan hari ini adalah hari dimana, acara anniversary dan ulang tahun dari pemilik AMH Hotel dan Resto serta ibu dari klien bisnis mereka yaitu Azura.


"Oh ya Chell, malam ini kamu temani aku ke undangan anniversary Ny.Melvin."Ujar Danien yang mengajak Rachel.


"Hm, seperti aku tidak bisa,,kenapa kamu tak mengajak Devi atau Agatha?."Ujar Rachel dan bertanya pada lelaki itu.


"Sepertinya aku tidak bisa mengajak mereka selain kamu, Chell."Jawab Danien lagi sambil menatap Rachel dengan tatapan memohon.


"Oke, baiklah, jemput aku nanti."Jawab Rachel pada akhirnya menyetujui permintaan Danien.


Karena ia tadi hanya menguji saja, sebenarnya Reivant sudah meminta nya juga saat sebelum pergi ke kota S.


"Huff syukurlah."Gumam Danien yang masih bisa di dengar Rachel tapi hanya gumaman.


"Ah, tidak ada, aku hanya berterima kasih padamu."Ujar Danien salah tingkah, dan Rachel hanya ber-oh ria saja tanpa niat menjawab lebih.


Mereka berdua asyik dengan urusan masing-masing, hingga terdengar ketukan dan Danien menyuruh masuk tak lama Agatha masuk bersama Devi yang memberitahukan jika sekarang waktunya makan siang.


Sedangkan, Agatha mengantarkan laporan yang tadi ia kerjakan.


"Chell, kita makan siang dulu."Ujar Danien


"Hm, makan dimana?."Tanya Rachel


"Devi, Tha, apa kalian sudah makan?."Tanya Danien yang belum menjawab pertanyaan Rachel.


"Belum pak."Jawab mereka berdua secara bersamaan.


"Baiklah, pesankan Ruangan di Restoran X, kita berempat makan disana saja."Ujar Danien


Saat mereka masih menentukan Restoran dimana untuk makan pintu ruangan Danien terbuka di sana Nampak Chaiden dan Arthur yang datang tanpa permisi.


"Siang kak."Ujar Arthur dengan cengiran khasnya.


"Siang kak Chell, ngapain kakak disini?."Tanya Arthur yang bingung dan duduk di kursi di depan meja kerja kakak keduanya.


"Aku membantu kakakmu itu."Jawab Rachel menunjuk kearah Danien.


Sedangkan Chaiden langsung masuk dan mendudukan dirinya di samping ibu nya Axell tersebut, dan membuka map yang di atas meja.


"Kak, kalian makan dimana?."Tanya Chaiden pada Danien.


"Resto X, apa kalian sudah makan?."Tanya Danien kepada kedua adiknya.


"Belum kak."Ujar Arthur sambil melirik kakak ketiganya yang tadi tidak menghiraukan cacing-cacing perut Arthur yang sedang melakukan demo, (ckck kasian lu Thur).


"Tha, ganti ruangan yang bisa menampung kita berenam."Ujar Danien lagi pada Agatha yang masih setia berdiri disana.


"Eh kakak ipar, apa kabar?."Tanya Arthur yang membuat Agatha malu.


"Jangan menganggunya Ar."Tegur Danien karena ia tidak tega melihat adik angkat kakak iparnya itu.


"Hehe maaf kak. Kak Agatha apakah kakak tidak merindukan Kak Brandon?."Balas Arthur dengan cengirannya dan melanjutkan menggoda Agatha lagi.


"Arthurrr." Tegur Danien pelan dan membuat adiknya kembali menyengir ria.


Sedangkan Devi, ia sudah keluar saat bersamaan dengan Chaiden dan Arthur yang masuk tadi.


Danien membereskan laporannnya begitu juga yang di lakukan oleh Rachel di bantu Chaiden dan Arthur.


"Apa pekerjaan kalian berdua sudah selesai di kantor?."Tanya Danien pada kedua adiknya itu.


"Sudah, oleh karena itu kami kesini, bosan disana mulu."Ujar Arthur tanpa beban.


"Bukankah di sana banyak wanita cantik, Ar?". Ujar Rachel menggoda Adik dari sahabat nya itu.


"Ayolah kak Chell, mereka tidak secantik Kak Rachel." Balas Arthur asal dan menggelengkan kepalanya tidak suka.


"Ayolah Ar, mereka itu adalah taman bunga Yunna Entertainment. Bukankah Yunna Entertainment terkenal dengan banyaknya Pria tampan dan wanita Cantik." Lanjut Rachel dan membuat Arthur berdecak kecil.


"Walaupun mereka cantik-cantik, tapi mereka bukan tipe ku, Kak." Ujar Arthur.


"Terus seperti apa Tipemu, Ar?". Tanya Danien yang penasaran dengan tipe dari adiknya itu.


"Intinya dia seperti Kak Rachel, tapi tidak sebawel Kak Rachel." Ujar Arthur dan membuat Rachel menjitak anak itu. Sedangkan Chaiden hanya tersenyum dengan tingkah adiknya itu.


"Oh ya, bukannya nanti malam ada undangan anniversary Tuan dan Ny.Melvin?."Tanya Chaiden karena ia juga mendapatkan.


"Iya, aku akan pergi Bersama Rachel, apa kamu pergi bersama Rena?."Tanya Danien


"Iya kak, kita bertemu disana saja nanti."Ujar Chaiden


"Lah, aku gak di ajak yah"Tanya Arthur tampak cemberut dan menunjuk dirinya sendiri.


"Gak, jomblo di larang ikut."Ujar Chaiden sambil tersenyum menatap Arthur yang kesal dengan jawaban kakak ketiganya itu.


Danien dan Rachel hanya tertawa melihat tingkah konyol kedua putra Park itu.


"Bukankah Kak Rachel juga jomblo?". Ujar Arthur dan menunjuk kearah Rachel.


"Hei-hei, maaf malam ini aku akan kembali menjadi istri Virtual dari suami Virtualku." Ujar Rachel dan mengolok Arthur.


Agatha yang dari tadi disana hanya tersenyum mendengar perdebatan kecil dari keempat manusia yang ada disana.


Mereka tampak seru dengan dunia mereka sendiri, hingga lupa dengan rasa lapar mereka.


TBC.


Hay-hay kakak-kakak pembaca jumpa lagi kita.


Ini author kasih spesial Pict,hmmm karena kemarin ada yang bilang kangen sama Daddy Danien. Ya sudah ini Author kasih Pict nya Daddynya Axell, Hehhe...


Daddy Danien Park