PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
140. Kencan Ala Rachel



Gavin sekarang menganti pakaiannya dengan pakaian yang casual yang cocok untuk keluar di malam minggu ini, ia mencari kunci mobil yang ingin ia bawa, akhirnya pilihan nya jatuh pada mobil Jeep Mercedes-Benz G63 berwarna hitam, entahlah ia merasa lebih nyaman mengunakan mobil besar daripada mobil sport ataupun jenis sedan lainnya.


***


Mansion King milik Rayn tentunya, tampak Rachel sudah siap dengan celana Jeans hitam dan Hoodie putih yang menurutnya pilihan paling sempurna, ia bukan pergi kencan tapi hanya menemani Gavin untuk makan yang katanya lapar.


Jadi ia mengunakan pakaian simple yang penting nyaman, rambut Panjang berwarna dark cokelat miliknya di biarkan tergerai, yang biasanya ia akan mengikatnya jika saat bekerja. Dia tidak ingin menampilkan keanggunan ataupun kecantikannya, itu tidak penting jika bukan depan Danien.


Axell hanya mengelengkan kepalanya saat melihat penampilan maminya itu, karena itu penampilan yang sangat buruk menurut pria kecil itu, tapi ia tersenyum tandanya maminya bukan ingin kencan, sedangkan Rayn terkejut melihat adiknya itu.


"Mau kemana, Yue?."Tanya Rayn.


"Gak kemana-mana Yeye, Si Gavin, ngajak makan, ah tepatnya nemenin dia makan."Jawab Rachel


"Ckckck, anak itu ada-ada saja."Ujar Rayn menggelengkan kepalanya.


"Yue, jangan lupa bungkusin buat aku, itu gado-gado depan kompleks."Ujar Harld dari balik sofa, karena bocah kecil itu sedang berbaring disana.


"Bibo, apa tidak ada makanan yang kau sukai, selain gado-gado?."Tanya Rachel.


"Ada, yaitu masakan Yue."Jawab Harld sambil berlalu menuju kamarnya lagi.


"Ck anak itu tak pernah berubah."Ujar Rachel yang di balas Rayn dengan mengedikan bahu.


Tak lama terdengar bunyi klason mobil yang tepatnya milik Gavin, tadi Rachel sudah mengirimkan alamat mansion mereka pada anak itu.


Rachel keluar Bersama Rayn dan Axell, Gavin langsung tersenyum saat melihat Rayn.


"Malam Bro."Sapa Gavin


"Ada apa lu, malam-malam menganggu saja."Ujar Rayn tapi dengan senyum.


"Ck, hanya pinjam kak Rachel bentar doang, kak Raynald."Balas Gavin sambil menekan nama Panjang Rayn.


"Uncle ya yang bernama Gavin, temannya Daddy Rei?."Tanya Axell todepoint


"Hay Boy, wah kamu cakep sekali."Ujar Gavin, sedangkan Axell hanya menatap nya datar.


"Heheh iya boy, kenalkan nama uncle Gavin Alexander."Ujar Gavin memperkenalkan diri, dan ia bingung tadi Axell menyebutnya teman Reivant.


"Apa uncle teman daddy Rei?."Tanya Axell ulang yang langsung di angguk oleh Gavin dengan cepat.


Rayn hanya melihat ponaannya yang mengintrogasi Gavin, entah apa yang di pikirkan oleh baby boy Rayn juga tidak tahu.


"Baiklah, jaga mami dengan baik uncle, Axell mempercayakan Mommy pada Uncle."Ujar Axell dan berlalu masuk ke dalam.


Gavin hanya menatap Rachel dan Rayn secara bergantian yang di tatap hanya mengangkat bahu acuh tanda tak tahu.


"Chell anak mu mengerikan."Ujar Gavin yang di balas tawa dari Rachel.


"Kak, kami pergi dulu."Ujar Rachel pada kakaknya.


"Vin, jaga adek gw ya."Ujar Rayn basa basi, karena tanpa di jaga Rachel malah bisa lebih sadis dari pembunuh.


"Siap boss, kami pamit."Jawab Gavin


Mereka berjalan menuju Jeep mercy yang terparkir manis depan halaman Mansion


"Wow, selera mu bagus juga Vin."Ujar Rachel saat masuk ke dalam mobil itu.


"Gw lebih nyaman pake mobil begini, Chell."Jawab Gavin santai.


"Iya gw juga suka, lebih nyaman."Ujar Rachel.


Mobil Jeep hitam itu melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan yang ramai dengan kendaraan yang lalu Lalang, mereka melewati jembatan penghubung dan juga melewati sebuah danau yang ada jembatan kecil tempat yang pernah Danien mengajak Rachel kesana tempo hari.


Rachel tersenyum dalam diam menatap jembatan kecil di tengah danau itu, Gavin menatap bingung.


"Hei bengong aja, ingat mantan ye."Goda Gavin sambil tertawa.


"Maybe."Jawab Rachel asal


Akhirnya mereka sampai pada sebuah restoran yang terbilang megah dan elit serta berbintang tentunya, Rachel hanya menatap datar pada bangunan itu.


"Vin, lu ngajakin gw kesini buat makan doang,,ckckck."Ujar Rachel yang turun dari mobil.


"Hehehe, gw hanya mau jalan-jalan doang Chell, suntuk gak tahu mau ngapain di rumah sendiri."Ujar Gavin.


"Gak apa-apa buat ngilangin penat."Lanjutnya lagi sambil tertawa


"Ya ampun Vin, dimana-mana ngilangin penat mah tidur, bukan buang duit."Ujar Rachel tidak habis pikir dengan teman, yang baru menjadi temannya itu, karena ia tahu makanan disini terbilang sangat mahal.


"Sekali-kali Chell, kan kita kerja buat nyenengin diri sendiri dulu baru pasangan."Ujar Gavin sambil tertawa.


"Masuk akal." Ujar Rachel menyetujui ide Gavin.


Gavin berjalan menuntun jalan untuk Rachel dan mencari posisi duduk yang bagus dan cocok untuk melihat View malam.


Rachel menarik lengan baju Gavin pelan dan membuat pria itu berbalik menatap Rachel penuh tanya.


"Vin, apakah kau ingin bermain." Ujar Rachel dan membuat Gavin bingung.


"Maksudnya?". Tanya Gavin dan mengikuti arah pandang Rachel dan Gavin langsung mengerti apa yang di maksud oleh Rachel.


Karena, tak jauh dari mereka berdiri, disana adalah Triple Couple park.


"Sepertinya akan seru." Ujar Gavin dan menarik tangan Rachel membuat tangan ibu satu anak itu merangkul di lengannya.


Gavin menuntun langkah Rachel ke sebuah meja yang tak jauh dari meja triple couple Park itu, dan menarik kursi mempersilahkan Rachel, memperlakukannya selayaknya pasangan. Rachel hanya mengikuti Gavin.


Tanpa dengan sengaja Chaiden berbalik dan melihat kearah Rachel dan Gavin yang duduk tak jauh dari meja mereka, Chaiden memilih untuk diam dan melanjutkan makannya.


"Apa yang kak Rachel lakukan disini? Gavin? Kak Chell dating Bersama Gavin.? Gumam Chaiden dan sedikit melirik kearah meja Rachel dan Gavin.


Chaiden melihat kearah kakak Keduanya yang tampak seru berbincang dengan Devi, Chaiden melanjutkan makannya dalam diam.


"Chaiden Park melihat kearah kita." Ujar Gavin tanpa melihat kearah Rachel karena matanya sibuk mencari menu makanan yang akan di makannya.


"Baguslah, biarlah seperti ini saja dulu." Ujar Rachel dan meneguk minumannya.


Entah kenapa ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya saat melihat Triple Couple Park, entah itu perasaan senang, sedih, Rachel sendiri pun tak bisa menjelaskannya.


"Mau makan apa, Chell?". Tanya Gavin


"Apa aja deh, Vin. Gw mah ikut aja." Jawab Rachel sambil melihat buku menu tanpa berniat membukanya dan mencari menu makanan untuk dirinya sendiri.


"Baiklah." Jawab Gavin dan memesan dua menu makanan yang sama.


"Aaa, sepertinya ini sangat melelahkan. Gw pengen balik ke negara S, sudah lama Gw gak balik. sudah kangen sama rumah. Sudah lama gak kunjungi Makam Daddy sama Mommy." Ujar Rachel dan menatap Gavin dengan wajah lelahnya.


"Sudah berapa lama lu gak pulang?." Tanya Gavin.


"Entahlah, mungkin sudah sangat lama. Kalau Lu sudah lama tinggal di luar negeri?."Tanya Rachel dan Gavin diam tampak berpikir.


"Sudah lama juga sih, Chell. Dari Gw masih kecil semenjak Gw kehilangan kedua orang tua gw." Jawab Gavin.


Tak lama pesanan mereka dan datang, Gavin melahap makanannya seperti orang yang sudah lama tak pernah makan. Rachel hanya cengo memperhatikan pria tampan yang sekarang duduk di depannya.


"Lapar apa kelaparan lu?." Tanya Rachel dan memakan makanannya dengan perlahan.


"Bisa jadi juga sih, Eh tapi jangan salah gw makan kayak gini hanya berani depan lu doang. Karena lu kan teman gw." Ujar Gavin dengan senyum narsisnya.


"Iya Vin, tapi ini mah Restoran bintang lima. Kalem dikit napa, seandainya ada rekan bisnis lu juga makan disini dan lihat lu, gimana dong." Ujar Rachel


"Benar juga yah, coba tadi kita makan di emperan jalan. Pasti gw gak perlu nih jaga image. Tapi, biar gini-gini gw termasuk pria tampan." Jawab Gavin yang Sungguh narsis.


Rachel hanya bias berdecak melihat kelakuan konyol temannya itu, ternyata Gavin anak yang seru dan mudah akrab.


"Chel,," Panggil Gavin dan menatap Rachel.


"Why? ngomong jangan panggil doang." Jawab Rachel dan melahap makannya.


"Lu suka sama salah satu putra Park? Siapa, Chaiden?." Tanya Gavin dan membuat Rachel tertawa.


"Gila, Chaiden mah sudah gw anggap kayak adik sendiri." Jawab Rachel.


"Lah, selama ini gw lihat lu lebih dekatnya sama Chaiden, apa jangan-jangan Bos Lu, Brandon Park. Wah,, lu mah Sukanya ama Brondong." Tebak Gavin dan kalau saja mereka bukan berada di restoran mewah mungkin Rachel akan menonjok Wajah pria tampan itu.


"Gila,, Gw masih waras woe, masa ibu satu anak kayak Gw Sukanya ama Brondong." Jawab Rachel kesal.


"Hahahha,, becanda bro. Lu suka sama Danien." Ujar Gavin dengan nada suara yang tiba-tiba Serius.


"Entahlah, gw sekarang gak mikirin tentang itu, Gw mau sibuk ngurusin anak gw." Jawab Rachel dan Gavin hanya menangguk setuju.


Sejujurnya terkadang Rachel sendiri bingung dengan perasaanya, apakah dia suka pada Danien atau hanya sebuah perasaan nyaman saat Bersama pria itu. Rachel memilih untuk diam dan membiarkan waktu yang menjawab semua itu.


TBC.


Karena kemarin ada yang minta Visual dari Uncla Gavin.


Maka dengan senang hati, Author akan menampilkan Pesona pria tampan Ini.


Hay pria tampan, Tunjukkan pesona Mu.


Jreng jreng jrenggg.....


Gavin Alexander Han