PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
73. Chaiden dan Michael



Chaiden dan kedua adiknya serta Baby Carli masuk di salah satu tempat makan yang terbilang bagus. Tak berselang lama ponsel Chaiden berbunyi.


"Brandon,,"Gumamnya saat melihat Id penelpon adalah adiknya


"Hallo,,"Jawab Chaiden singkat


"Kak, kalian dimana??"Tanya Brandon dari seberang line terdengar dengan suara gelisah


"Hei tumben kamu memanggilku kakak."Ujar Chaiden yang merasa lucu di panggil kakak oleh adik badungnya itu.


"Ck, ayolah,,kakak dimana?"Tanya Brandon lagi, sambil berdecak dengan tingkah kakaknya itu.


"Di Mall, kenapa kamu seperti kebakaran jengot aja, Don?."Goda Chaiden pada adiknya itu


"Ck, kak aku menghawatirkan kalian."Ujarnya Brandon jujur,


"Barusan aku mengirimkan 4 bodyguard tambahan kak,untuk menjaga kalian."Lanjutnya lagi


"Haha, Don kamu adik yang paling baik."Jawab Chaiden dengan tertawa,


"apa mereka sudah sampai?."Lanjutnya


"Belum kak, sepertinya mereka masih dalam perjalanan." Jawab Brandon


dan sambungan telpon terputus karena ponsel Chaiden kehabisan bateray.


"Ck,," Chaiden hanya berdecak menatap nanar ponselnya itu.


Di sudut lain Mall


Tak jauh dari mereka duduk, ada seseorang yang menatap mereka dengan mata berbinar seolah mendapatkan mangsa bagus.


"Tuan, sepertinya ketiga putra Park keluar dari sangkarnya."Ujar orang itu dengan seseorang yang di telponnya.


"Bereskan mereka,,"Ujar seseorang dari line seberang,


"biar kan tua Ramons itu merasakan apa yang aku rasakan dahulu."Lanjutnya lagi


"Baik tuan, tapi tuan mereka membawa seorang bayi perempuan."Jawab orang itu


"Apa kata mu, bayi,?" Tanya Mr.X,


"hmm anak siapa itu??."Gumamnya masih terdengar di orang suruhannya.


"Cari tahu tentang bayi itu,,intinya habisi semua."Ujarnya, dan mematikan sambungan telponnya


Keempat Bodyguard kepercayaan Keluarga Park berdiri tak jauh dari keempat tuan mereka, karena tidak ingin terjadi hal yang tidak-tidak, hingga salah satu bodyguard menyadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka(mungkin insting mereka yang sudah terlatih selama pelatihan selama bertahun-tahun),


Dan ia memicingkan matanya melihat di sudut arah timur mereka, ia melihat orang itu mengarahkan pistolnya pada arah tuannya. dengan gerak cepat ia membelakangi Chaiden yang duduk membelakangi orang itu, yang sambil memangku baby Carli yang baru selesai makan.


Dan ia mengatakan pada ketiga temannya bahwa ada pergerakan yang mencurigakan, sehingga mereka langsung bersikap siaga, dan itu tak luput dari pantauan Chaiden karena ia paling peka dengan keadaan, walaupun ia terlihat seperti orang yang tidak tahu apa-apa.


Begitu juga Michael, ia hanya tersenyum senang seperti mendapatkan mainan baru, tapi ia langsung berubah, saat matanya melihat bayi mungil ponaannya dan juga adik bungsunya, ia tidak ingin terjadi apa-apa pada dua manusia itu dan ia berusaha tenang, bahkan mengajak Adik bungsunya bercanda, agar Aidyen tidak merasakan ketakutan begitu juga dengan ponakan kecilnya itu.


Tapi sepertinya orang itu berubah saat mata awasnya melihat keempat bodyguard itu seakan menyadari keberadaannya. Ia menghilang di balik tembok, karena ia akan mencari tempat yang aman untuk mengeksekusi.


"Kamu kenapa, Mike?"Tanya Chaiden saat matanya menatap wajah adiknya itu, entah ia melihat Michael tampak gelisah


"Entahlah kak, Mike merasa tak enak badan".Ujarnya karena ia bingung harus bilang apa


"Tuan, sebaiknya kita pulang saja." Ujar salah satu bodyguard, karena ia merasa keadaan tidak akan aman sekarang.


"Kenapa??"Tanya Aidyen bingung karena ia merasa belum puas bermain dan mereka memang belum sempat bermain yang lainnya.


"Baby Carli ku gendong ya,kak!"Ujar Aidyen


"Tidak Ai, biar Baby sama kakak saja." Ujar Chaiden karena ia tahu keadaan yang terjadi, baru kali ini ia begini berasa ada yang menargetkan mereka saat ini, tadi saat ketua bodyguardnya membisikan sesuatu kepadanya.


"Kasian baby ngantuk Ai."Ujar Michael yang melihat raut muka kakaknya itu


"Hm,,ya baiklah kita pulang." jawab Aidyen karena ia memang tidak tahu situasi sekarang. Karena ia berpikir tempat seramai ini tak mungkin ada yang bisa mencelakai mereka.


"Ai,,"Panggil Chaiden pada adiknya itu, mereka mencari tempat yang sedikit sepi


"Iya kak, kenapa??"Tanya Aidyen bingung melihat wajah tegang kakaknya itu, tidak biasanya kakaknya yang biasa terlihat konyol menatap nya seperti itu.


"Kamu, ganti baju mu, dan gendong baby Bersama dua bodyguard itu, pulang duluan."Ujar Chaiden yang membuat Aidyen semakin bingung.


"Ada apa kak??"Tanya Aidyen yang merasa bingung dengan situasi saat itu.


"Jangan tanya sekarang?."Jawab Chaiden,


"Sekarang pergilah Bersama baby dan kedua bodyguard itu."Lanjutnya lagi.


"Dan kamu juga Mike pergilah Bersama adikmu dan ponaaamu."Ujar Chaiden lagi pada adiknya Michael


"Aku akan Bersama kakak."Ujar Michael,


"aku tahu situasinya,kak!."Lanjutnya lagi membuat Chaiden tersenyum pada adik keenamnya itu


"Ingat jaga mereka bedua dengan nyawa kalian, apapun yang terjadi selamatkan mereka."Ujar Chaiden pada kedua bodyguard itu


"Baik tuan muda!.",dan mereka berdua berjalan dengan membimbing putra bungsu dan nona kecil mereka yang sekarang tertidur di dalam gendongan Aidyen.


Jujur Aidyen sedikit takut, merasa Dejavu, ia merasa seperti di kejar musuh.(emang iya Ai, kenapa baru nyadar),di tambah ia harus melindungi ponaannya itu.


"Iya mencari ponsel di saku jaketnya, eh dimana ponselku??."Gumamnya, sesaat ia tak mendapatkan ponselnya.


"Kenapa Tn.muda, ada yang hilang?."Tanya bodyguard B


"Ponselku tertinggal di kak Mike."ujarnya menjawab pertanyaan bodyguardnya


"Cepatlah, kita harus pulang, aku tak tahu situasi macam apa ini."Ujarnya lagi di tambah tanganya sudah pegal mengendong bayi montok itu.


"Baik Tn.muda!!."Jawab kedua bodyguard bersamaan.


Mereka berempat tidak kembali ke parkiran, karena pasti disana sudah ada musuh yang mengintai, jadi kedua bodyguard ini mengajak Tn.Mudanya untuk menunggu kedatangan mobil yang di gunakan bodyguard yang di kirimkan atasan mereka Brandon di pintu lain.


Tak berselang lama kedua mobil tiba di depan mereka, dan itu adalah keempat bodyguard yang di kirimkan tadi.


"Bawa Tn.Muda dan nona kecil pulang sekarang."Ujar Bodyguard yang baru datang pada kedua teman mereka, karena mereka yang menjamin keselamatan kedua keturunan Park itu.


kedua bodyguard lainya keluar dan mereka berempat masuk ke dalam satu mobil.


Dan mereka pergi, sedangkan mobil yang membawa Aidyen dan Baby Carli keluar dari pelataran Mall belakang menuju kediamanan Park.


"Tuan muda aman sekarang!."Ujar Bodyguard D menenangkan putra bungsu park


"Bagaimana aku tenang, kedua saudara ku masih disana, ingat jaga mereka, apa aku bisa meminjam ponsel mu??."Tanya Aidyen pada salah satu bodyguardnya


"Bisa, Tn.Muda, ini."Ujarnya sambil menyodorkan ponselnya


Aidyen menerima ponselnya dan ia mencari nomor telpon daddynya, dapat!.


Lama panggilan itu terhubung, hingga Aidyen Nampak kesal


"Hallo,,"Suara Tn.Park terdengar


"Daddy,,"Seru Aidyen memanggil daddynya dengan suara yang terdengar sedikit panik dan ketakutan.


****


Parkiran Mall


Kedua putra Park berjalan dengan bercanda seakan-akan tak tahu apa-apa, dan begitu pun bodyguard mereka, hanya mereka tetap siaga 1,2,3.


Sepertinya orang suruhan Mr.x menunggu mereka keluar dari Mall, baru akan mulai beraksi.


"Dimana anak kecil dan bayi itu??."Ujar orang kepercayaan Mr.x


"Maaf bos, kami tak melihatnya, kami kehilangan jejak mereka."ujar salah satu orang pada atasannya itu


"Baiklah kedua ini juga sudah cukup."Ujarnya dengan smrik di bibirnya


Terlihat mobil yang di pakai Chaiden keluar dari parkiran Bersama mobil bodyguardnya dan sebenarnya mobil yang membawa bodyguard yang di kirimkan oleh Brandon sudah disana tapi mereka hanya berjaga dari jarak yang tidak jauh, agar tak di curigai musuh.


Chaiden sengaja membawa mobil mencari jalan yang terbilang sepi dan tujuannya adalah sebuah jembatan panjang yang menghubungkan dua tempat yang terpisah sebuah danau, ia tidak melewati jalan yang biasa di lewati, karena ia tidak ingin mencelakai orang banyak. Beberapa mobil Nampak bertambah.


"Tn.Muda sepertinya mereka sangat banyak."Ujar A salah satu bodyguard dari walkie talkie yang memang sudah selalu ada di setiap mobil dan sudah di setting.


"hm,,kecoh mereka."Ujar Chaiden dan memberikan walkie talkie pada Michael


"Kerjakan tugasmu."Ujar Chaiden dengan raut wajah yang dingin dan baru kali ini Michael melihat sisi lain dari kakak ketiganya. Ia akui semua keluarga Park mengerikan saat di perlukan.


"Oke!!."Singkat jawaban Michael.


Dorrr


"Tak lama bunyi tembakan dari arah belakang mengarah pada kedua mobil di depan, ya target mereka adalah Anak-anak musuh tuan mereka.


"Sial,,"Maki Chaiden saat peluru itu mengenai body mobilnya.


"Wow, mereka mulai bermain,kak."Ujar Michael dengan semangat dan heboh sendiri


Tak berama lama terjadi saling baku tembak yang di lakukan oleh bodyguard mereka dengan musuh. Mereka tidak tahu siapa yang mengincar mereka secara terang-terangan sekarang, untungnya jalanan agak sepi.


"Mike, sudah?"Tanya Chaiden, karena ia melihat ada lebih dari lima mobil yang mengikuti mereka, eh tunggu ia sempat melihat salah satu mobil paling belakang mobil mereka.


"Gotcha,,,Duarrr,,"Ujar Michael menirukan suara bom dan


"Duarrr" salah satu mobil di belakang meledak tak bersisa.


"Good job Mike,,"Ujar Chaiden dengan senyum, tapi ini belum berakhir


Sebenarnya tadi, Michael mengaktifkan salah satu, sesuatu seperti Roket kecil yang ada di bawah mobil yang mereka pakai ini, dan di tembakan ke mobil belakang, sebenarnya itu belum jadi sempurna tapi hasilnya lumayan.


Baku tembak masih terus terjadi, ternyata musuh mereka begitu kuat.


"Mike kendalikan mobil ini,," Ujar Chaiden karena ia akan ikut bertempur katanya. Chaiden Nampak membuka dashbor mobil dan menemukan beberapa pistol jenis Glock 20 yang mampu memuat 15 peluru 10 mm yang mampu di lontarkan hingga kecepatan 1.600kaki perdetik, walaupun ringat dan tipis tapi senjata ini mematikan.


Dan jenis Smith & Wesson 500 Magnum ia berjenis revolver yang punya daya hancur hampir sama seperti Desert Eagle tapi pistol ini mempunyai kelebihan lain yaitu akurasi yang mematikan dengan kecepatan pelurunya bisa menembus angka 2.075 kaki perdetik.


Chaiden mengeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat koleksi kakak Reivantnya itu. Sungguh mengasyikan, dan ia memilih mengunakan Glock 20.


Bunyi telpon di saku jaket Michael, dan ternyata itu ponsel Aidyen yang tertinggal, karena ponselnya juga mati kehabisan daya.


"Kak Brandon."Gumamnya saat melihat Id penelpon


"..."


"Ya,,"Jawab Michael singkat dan mematikan telponnya.


Tapi untungnya Ipadnya aktif, itu yang di pakainya daritadi dengan laptop yang ada dalam mobil itu untuk mengaktikan tembakan kecil tadi, dan ia memulai aksinya kembali yaitu mengendalikan mobil itu tanpa di sentuh. Ia juga melihat dua jenis pistol yang ia tahu keunggulan dari keduanya.


"Mike perhatikan jalan mobil."Ujar Chaiden memperingati


"Aman."Jawab Michael singkat sambil mengancungkan jempol.


****


*Mansion Park


"Apa yang terjadi Dad??".Teriak Ny.Park di telponnya, ya sekarang ia menerima telpon dari suaminya.


Tadi saat pulang dari butiknya ia tidak menemukan ketiga putranya dan cucunya.,dan lilian mengatakan jika mereka berjalan ke Mall, dan sekarang ia hampir gila dengan keadaan yang terjadi, yang selama ini mereka hindari akhirnya tetap saja terjadi.


"....."


"Baiklah Dadd,Sepertinya mobil mereka sudah tiba,,"Ujar Ny.Park


Ny.Park berlari keluar saat melihat salah satu mobil bodyguard mereka sampai, ia langsung membuka pintu mobil, Aidyen keluar dengan baby Carli dan Ny.Park langsung memeluk kedua manusia yang sangat ia sayangi, yaitu anak bungsunya dan cucunya.


Ia tahu, jika Reivant tahu penyerangan itu bisa-bisa ia akan terbang dalam detik itu juga.


"Mom, kakak.."Ujar Aidyen, jujur ia masih takut, walaupun ia juga bisa bela diri dan mereka selalu berlatih menembak, tapi jika dadakan begini juga ia bingung di tambah dengan keberadaan ponaanya.


"Iya, mommy tahu, ayo masuk."Ajak Ny.park mengambil baby Carli dalam gendongannya Aidyen yang sudah bangun


"nana,,"Celoteh baby carli melihat grandmomnya


"Iya sayang,,"ujar Ny.Park sambil mencium pipi bayi mungil itu. Ia bersyukur mereka tiba dengan selamat. Tapi,ia masih cemas dengan kedua putra nya itu.


"Kalian harus pulang dengan selamat. Mami menunggu kalian,jaga kedua Putraku! Ku mohon."Gumamnya seperti memohon entah pada siapa.


TBC.