PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
118.



Sepanjang perjalanan tak ada yang berbicara, mereka hanya terdiam dengan pikiran masing-masing, siapa lagi jika bukan Brandon dan Stella.


Mobil yang di kendarai oleh Brandon mulai masuk ke dalam Gerbang Mansion Putra Park, yang awalnya penjaganya sempat menahan mereka, karena mobil itu tampak asing untuk mereka.


Tapi, saat melihat tuan muda Brandon lah yang menyetir mobil itu mereka langsung menunduk hormat.


"Ini Rumah kalian, Kak."Ujar Stella pada Brandon yang di tatap Brandon dengan bingung karena baru kali ini Stella memanggil nya dengan sebutan, kakak.


"Iya,,"Jawab Brandon ia masih berpikir, apa Stella tadi salah makan, tapi mereka memesan makanan yang sama. -Inernya.


"Ini sangat besar kak, apa kak Shera disini juga?."Tanya Stella lagi, ia ingin meminta maaf pada kakaknya.


"Iya, mereka disini."Jawab Brandon


Tak lama mobil mereka berhenti di depan teras mansion, yang di mana Bima sudah ada di depan menunggu tuan mudanya datang atas perintah boss besarnya Reivant tadi.


"Malam tuan muda."Sapa Bima menyapa Brandon.


"Oh malam Bima, tolong parkirkan mobil di garasi samping."Ujar Brandon dan menyerahkan kunci mobil pada Bima.


"Baik Tuan muda."Jawab Bima, ia juga melihat seorang gadis keluar dari pintu samping wajahnya familiar dan Bima membawa mobil Stella ke parkiran.


"Kak, Stella gugup."Ujar Stella menarik jas yang di pakai Brandon, membuat sang empunya melihat ke belakang di mana Stella tampak menundukan kepalanya.


"Hei, dimana Stella yang ku kenal dulu eh??."Tanya Brandon usil.


"Ia sudah mati kak."Jawab Stella asal dengan wajah cemberutnya.


"Dengar, masuklah, ikuti kata hatimu."Ujar Brandon lagi.


"Lepaskan tangan mu dari jasku nanti mommy berpikir yang tidak-tidak."Ujar Brandon, lagi sebenarnya ia hanya bercanda supaya Stella bisa tersenyum.


****


Sebelum kedatangan Brandon dan Stella, karena Brandon harus ke perusahaan lagi mengambil berkas yang tertinggal, Reivant tiba lebih dahulu karena tadi ia langsung ke mansion, tiba di mansion Reivant langsung mencari kedua orang tuanya dan istrinya beserta adik-adiknya.


"Mom, Dad, ada yang ingin Rei katakan."Ujar Reivant saat mereka sudah berkumpul semua di ruang keluarga.


"Ada apa, Rei?".Tanya Ny.Park tampak khawatir begitu juga dengan Tuan Park yang hanya diam menatap anak sulungnya itu.


"Yang pertama berita gembira,,Baby Carli akan mempunyai adik."Ujar Reivant dengan senyum manisnya sambil menatap istrinya, yang juga tersenyum menatap padanya juga.


"Apa, jadi mommy dan daddy akan punya cucu lagi?."Tanya Ny.Park dengan antusias


"Iya mom,,"Jawab Shera meyakinkan mama mertuanya itu.


"Oh Tuhan bahagianya kami, benarkan Daddy."Ujar Ny.Park, di angguki oleh Tuan Park, dan mommy Park berjalan ke arah anak menantunya dan memeluk gadis itu.


"Selamat ya kak."Ujar Chaiden dan Arhur bersamaan.


"Wah baby Cantik akan punya adik, apa adiknya jagoan kak, kalau jagoan, ia harus menjadi partnerku."Ujar Michael bangga dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Iya, tapi kakak belum tahu."Jawab Reivant lagi pada adiknya itu.


"Daddy bahagia Rei, jaga istri dan anak-anakmu, jangan pernah kecewakan mereka, karena mereka yang akan selalu Bersama mu kelak.."Ujar Tuan Park memberikan nasehat pada putra sulungnya.


"Dan juga untuk putra-putra Daddy yang lainnya, ingat jangan pernah menyakiti hati wanita yang kalian pilih, sayangi mereka seperti kalian menyayangi mommy kalian."Lanjut Tuan Park lagi yang di balas anggukan serempak dari mereka.


Mereka berjanji pada diri sendiri jika nanti punya pasangan mereka akan menjaganya seperti nasehat Daddynya.


"Terima kasih Dad, nasehat daddy akan kami ingat hingga nanti."Ujar Reivant


"dan yang kedua hari ini aku membawa Stella kesini."Ujar Reivant yang sukses membuat semua menatap tak percaya pada apa yang di katakan oleh Reivant


"Rei, apa kamu sadar dengan yang kamu lakukan?."Tanya Ny.Park karena ia tahu siapa gadis yang bernama Stella.


"Tenang lah mom, Stella sudah berubah sebentar lagi ia akan datang Bersama Brandon."Ujar Reivant lagi dan menyakinkan Mommy nya.


Sedangkan Shera hanya menatap wajah suaminya, ia juga belum tahu apa maksud dari suaminya itu membawa adiknya kesini.


Apa Stella sudah tahu tentang papi, itulah yang dalam pikiran Shera.


"Dan yang ketiga besok aku akan mengenalkan seseorang yang special untuk istri kecilku, dan untuk kita semua."Ujar Reivant lagi


"Tapi jangan tanya siapa, karena ini akan menjadi rahasia hingga pertemuan besok."Lanjut nya lagi


"Huhh kalau rahasia, jangan di ceritain dong kak, supaya jiwa kepo ku tak memberontak."Ujar Chaiden kesal.


****


"Malam semua."Sapa Brandon pada keluarganya yang sekarang duduk berkumpul di ruang keluarga, setelah tadi Reivant memberitahukan jika Stella akan datang.


"Malam,,"Sapa Stella , ia bingung harus memanggil apa, karena ia hanya kenal Reivant, Brandon dan Arthur serta kakaknya Shera.


Shera berjalan ke arah Stella dan memeluk adik kecilnya itu, ia tak tahu harus berkata apa.


Karena, ia yakin Stella sudah mengetahuinya, begitu juga Stella ia membalas pelukan kakaknya dengan erat seolah ia ingin menyampaikan kata maaf yang selama ini tak pernah ia ucapkan pada kakaknya itu.


"Maafin Tella kak, tella salah selama ini pada kakak."Ujar Stella di sela tangisnya


"Kakak, sudah memaafkanmu dari dulu, karena kamu tak pernah salah dalam hal ini."Ujar Shera lembut sambil mengusap punggung adiknya itu.


Sedangkan keluarga Reivant hanya menatap tak percaya pada apa yang mereka lihat, apalagi Stella benar-benar berbeda dari yang dulu.


"Bagaimana caraku untuk menebus kesalahan papi kak, aku,,aku malu, aku menyesal."Ujar Stella lagi.


Ny.Park yang belum tahu tentang cerita sebenarnya juga ikut menangis,walaupun ia tahu tentang perlakuan Rouwnd, entah ia merasa melihat sahabatnya pada kedua wanita di depannya itu.


"Sudahlah, sekarang yang harus kamu lakukan adalah bagaimana menjadi adik yang manis untuk kakak, karena hanya kamu yang kakak miliki selain suami dan anak kakak, keponakanmu."Ujar Shera yang membuat Stella melebarkan matanya seakan bertanya apa kakak sudah menikah.


"Iya Stella, sekarang kami akan membantu mu, kamu juga adalah keluarga mulai saat ini."Ujar Reivant yang ikut berbicara.


"Dan juga kami sudah menikah, apa kamu ingin melihat keponaan mu."ujar Reivant lagi sambil memeluk istrinya Shera.


"Keponaan??."Tanya Stella dengan wajah polosnya.


"Iya,bukankah dia sangat imut dan menggemaskan, ayo duduk, cape berdiri terus."Ujar Brandon yang sedari tadi berdiri di belakang Stella dan menarik gadis itu untuk masuk.


Sedangkan Reivant sudah mengajak istrinya duduk karena, ia tidak ingin istrinya kecapean jika berdiri terlalu lama.


"Nah ini mommy, dan itu Daddy, apa kamu sudah kenal mereka, Stella?"Tanya Brandon yang di balas anggukan dari gadis itu.


"Baguslah dan mulai saat ini mereka akan menjadi orang tua mu juga."Ujar Brandon sedikit berbisik.


"Malam Tante, malam paman."Sapa Stella pada Tn dan Ny.Park


"Malam juga Stella, mulai hari ini panggil kami mommy dan daddy seperti kakakmu."Ujar Ny.Park sambil berdiri dan memeluk anak gadis itu.


"Mommy tahu apa yang terjadi, jadi mau kan kamu menjadi gadis yang baik, mommy yakin kamu bisa."Ujar Ny.Park lagi dan mengusap punggung Stella.


"Terima kasih mom, Stella banyak salah selama ini."Ujar Stella dan memeluk erat Ny.Park sejujurnya Stella merindukan pelukan seorang ibu.


"Yang lalu jadikan pelajaran, untuk kedepan tatalah masa depan mu menjadi lebih baik."Ujar Tn.Park yang ikut bicara pada anak dari Rouwnd, walaupun ia kecewa dengan Rouwnd sahabatnya. Tapi, anak ini tidak lah tahu kejadian yang sebenarnya.


"Nah kamu sudah tahukan siapa mereka??."Tanya Ny.Park pada Stella, sambil menujuk Danien, Chaiden dan Michael.


"Mereka saudaramu juga, jadi kamu adalah saudari mereka."Ujar NY.Park lagi yang di balas anggukan oleh Stella, dalam diam iya tersenyum bahagia, sekarang ia ingin merasakan kebahagian keluarga yang sebenarnya. Selama ini tak pernah ia rasakan dari papinya, hanya dulu saat masih ada mamanya.


"Di mana baby Carli, Mike?"Tanya Shera pada Michael karena tadi ada bermain bersama Mike.


"Masih mandi kak, dengan kak Amel tadi, mungkin sebentar lagi selesai."Jawab Michael dan mulai sibuk kembali dengan laptop dan ipadnya.


Benar saja tak lama terdengar celotehan lucu dari dua gadis kecil yang berada dalam gendongan Amel yang tampak kesusahan hingga, Brandon berjalan ke arah mereka dan mengambil baby Carli.


"Wah ponaan paman cantik dan wangi."Ujar Brandon sambil mencium gadis kecil itu.


"No, Don,,"Celoteh baby Carli yang menolak di cium, Stella menatap dalam pada gadis kecil itu, ia baru sadar jika gadis kecil itu sangat mirip dengannya saat ia bayi dulu.


"Kak, apa gadis kecil itu ponaan ku?."Tanya Stella pada kakaknya Shera yang di balas anggukan dari Shera.


"Bolehkah aku menggendongnya?". Tanya Stella pada Brandon dan menatap lekat wajah ponakannya yang sangat mirip dengan kakaknya.


Brandon menyerahkan Baby Carli pada Stella, tanpa banyak coleteh, Baby Carli tersenyum pada Wanita yang sekarang menggendongnya. Entah sepertinya gadis kecil itu tahu jika tantenya sudah berubah menjadi baik.


Mereka duduk di ruang keluarga, dengan Chaiden yang selalu menjadi korban kejahilan adik-adiknya terkadang kakaknya juga ikut menimpali. (Poor Uncle Chaiden)


TBC.


Spesial Pict, Uncle *Arthur Park**🤭*.