
Seorang tuan muda Reivant park benar-benar di buat tergila-gila oleh seorang gadis mungil yang bernama Shera, hampir setiap hari Reivant selalu mengajak adiknya Brandon unutk menemaninya di café tempat Shera bekerja, dan kedua kakak beradik ini selalu menjadi daya Tarik untuk pengunjung di sana, terutama kaum hawa. tapi Reivant seorang tak perduli akan hal itu, berbeda dengan adiknya itu.
Yang sibuk tebar pesona dan selalu menggoda para kaum hawa yang selalu menatap kearah mereka.
*****
Tapi tidak untuk kali ini, hari ini Reivant akan berbicara langsung kepada Shera tentang perasaannya, ya hari ini tanggal 14 februari kata orang hari ini hari valentine dan sebenarnya itu adalah ide dari seorang Brandon, sedangkan Reivant ia tidak pernah tahu apapun tentang hari, yang ia tahu hanya bekerja dan bekerja, sehingga terkadang ia heran jika ada yang mengirimkan cokelat ataupun bunga ke kantor nya dari para wanita-wanita yang mengaguminya atau dengan kata lain tergila-gila padanya.( kagak kebalik apa ya inii malah cewe yang ngasih, Tukeran kado kek,, lah balok es yang di sukai kan begitu jadinya.hahhahahh author numpang ketawa).
Tapi sepertinya mulai hari ini, tanggal 14 februari akan menjadi tanggal special dari seorang balok es, Reivant park. Ia berjalan menemui Shera yang saat itu menjadi kasir dadakan mengantikan temannya yang ke belakang.
"Ada yang bisa di bantu pak,," tanya Shera tanpa melihat siapa yang berdiri depan meja kasirnya, karena ia masih sibuk.
"Maaf,,bisa kah saya berbicara dengan mu sebentar??." ujar Reivant
Dan di sana ada managernya yang memperhatikan anak tertua keluarga Park , ia berusaha membuat Shera untuk melihat tamu mereka.
"Ra,,layani dulu Pak Reivant,," ujar manager itu, ya karena ia tidak ingin di pecat, itu lah alasannya
Reivant melihat managernya
"Bisa kah aku meminjam Pegawaimu sebentar,," tanya Reivant dengan ramah tapi tatapannya menyiratkan untuk tidak membantah, pada Manager tersebut .
Dan dengan senang hati Manager tersebut mempersilahkan Seorang Tuan muda Park membawa Shera yang penting ia aman,,itulah yang ia pikirkan.
tapi tidak dengan Shera ia sungguh di buat terkejut dengan kehadiran Reivant, lelaki yang selama ini ia kagumi berada depannya.
Dengan tidak perduli pada tatapan para pengunjung sekitar, reivant menarik tangan shera untuk ikut dengannya, dan shera juga tidak menolak walaupun ia merasa sangat canggung.
mereka meninggalkan café tersebut dengan mobil, Reivant yang membawa mereka menuju ke sebuah tempat yang sangat asing untuk shera yaitu sebuah butik, ya saat pergi tadi shera masih menggunakan baju kerjanya, jdi sekarang Reivant mengajaknya untuk mengantikan pakaiannya itu
"Maaf pak kenapa kita kesini??." tanya Shera
"Ra,,jangan memanggilku pak, karena saya bukan atasanmu,," ujr Reivant dengan nada yang sangat dingin, ia hanya ingin shera melihatnya sebagai seorang lelaki bukan sebagai tuan muda ataupun atasannya.
"Panggil saja aku Rei,," ujar Reivant lagi
"Maafkan aku Re..i!." ujar Shera dengan gugup
Mereka memasuki butik tersebut, dan pemilik butik itu adalah ibu dari seorang tuan muda Reivant itu sendiri jadi saat ia datang semua karyawan di butik tersebut langsung menyapanya dengan hormat yang membuat Reivant risih.
"Berikan gaun terbaik yang ada di butik ini,," ujar Reivant dengan tatapan mengintimidasi
sesaat kemudian ia tersenyum pada Shera, senyum yang sangat jarang ia berikan pada orang lain, tapi pada seorang shera ia benar-benar luluh.
"Baik Tuan muda!." ujar Manager butik itu, ia sangat tidak ingin berurusan dengan anak-anak dari keluarga park terutama anak tertua park ini.
"Mari nona,," ujar salah satu pegawai itu, serta mengajak shera ke ruang ganti dan sekalian mendandaninya, karena butik ini paket lengkap yang di miliki keluarga Park.
Dengan gaun berwarna peach tanpa lengan dan Panjang yang menutupi kaki jenjang Shera dan make up natura membuat Shera semakin cantik, shera berjalan menuju tempat di mana Reivant menunggu.
Reivant semakin di buat terpana pada Shera, karena shera sudah memiliki wajah yang cantik dan manis sehingga di tambah sedikit polesan menambah auranya semakin bersinar.
"Kamu sungguh cantik Ra,," ujar Reivant dan itu benar-benar pujian dari dalam hati Reivant
"Terima kasih Rei,," jawab Shera dengan senyum malu, karena ia juga sangat terpana dengan penampilan Reivant yang bisa di bilang semakin tampan dengan jas biru dongker dengan dalam kemeja putih , dengan rambut yang di biarkan sedikit acak, membuat ia semakin tampan.
sungguh pasangan yang serasi itulah yang terlintas di benak para karyawan butik itu, sehingga managernya meminta foto pada tuan muda mereka.
"Tuan muda bisakah saya meminta foto kalian, untuk menjadi model butik ini, pasti Ny.park sangat senang,," ujarnya sedikit takut dan ragu.
"Baiklah, lakukan secepatnya,," ujar Reivant
Tak berlangsung lama dua photo jadi dan itu sangat bagus. sungguh serasi
mereka meninggalkan butik tersebut, dengan shera yang menunduk karena ia sangat malu, ia tak menyangka ia akan berjalan Bersama lelaki pujaannya.
"Pak, kita ke restoran W,," ujar Reivant dengan sambil membalas pesan WhatsApp dengan adik tercintanya siapa lagi kalau bukan Brandon karena ia lah yang menyiapkan semua yang ada di restoran itu khusus untuk kakaknya.
Shera terkejut saat mendengar nama dari Restoran tersebut karena ia tahu itu adalah salah satu Restoran berbintang lima yang ada di kota tersebut, dan itu adalah restoran para kaum elite, itulah yang ia tahu.
Reivant melihat Shera yang seperti memikirkan sesuatu.
Apa yang kamu pikirkan di otak cantik mu, Shera??" tanya Reivant yang membuat Shera menjadi gugup dengan tatapan yang mengoda( tolong Rei jangan goda anak gadis orang,, author juga mau)
"Aku tidak memikirkan apapun, aku hanya heran mengapa kamu membawa ku ke sana jika hanya untuk makan,," ujar Shera
"Untuk yang special, jadi aku harus membuat itu menjadi kesan yang indah untukmu Ra." ujar Reivant dengan nada yang sangat lembut.
tak berselang lama, mobil yang membawa Reivant dan Shera telah sampai di lobby Restoran W tersebut, mereka keluar dari mobil dengan Reivant yang mengulurkan tangan nya pada Shera agar memudah kan gadis tersebut untuk keluar dan berjalan di sampingnya. Restoran tersebut sengaja tidak di kosongkan oleh Reivant karena ia tidak ingin membuat para tamu-tamu di sana merasa terganggu tapi ia hanya memesan salah satu ruangan VVIP kelas atas.
****
Beberapa jam sebelum Reivant dan shera datang ke restoran W, Brandon yang di bantu adiknya Arthur menyiapkan semua kejutan yang akan mereka berikan pada Shera.
"kak,,untuk siapa kejutan ini,," tanya Arthur karena ia belum mengetahui jika hari ini adalah hari bersejarah untuk kakak pertama mereka
"Ini untuk kak Rei,," jawab Brandon dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya
"ha??aku yakin gadis itu adalah gadis yang sangat special hingga membuat kakak ku Rei yang seperti bongkahan es batu itu luluh, ya walaupun aku belum pernah melihatnya,," ujar Arthur dengan cengiran
karena ia tahu seperti apa karakter kakaknya tersebut yang tidak mudah untuk jatuh cinta pada gadis manapun. walaupun begitu banyak gadis yang menyukainya termasuk anak dari sahabat ayahnya.
semua dekorasi untuk dinner sudah selesai, Arthur dan Brandon sudah selesai dan mengunakan pakaian yang formal, karena Arthur beralasan ingin mengenal calon kakak iparnya itu.
****
Shera berjalan dengan memegang tangan Reivant mereka menuju salah satu lift yang membawa mereka ke ruangan VVIP di mana Brandon dan Arthur sudah menunggu mereka.
saat sampai di ruangan Shera di buat terkejut karena ia di sambut dengan sebuah permainan piano yang memainkan lagu happy birthday serta semua dekorasi ini membuatnya menagis, setelah selama 25 tahun ia hidup baru kali ini ia merasakan bahagia karena ulang tahunnya di rayakan.
HAPPY BIRTHDAY SHERA itulah yang tertera di sana
Reivant menatap wanita pujaannya itu dengan senyum manisnya
"Apa kamu suka Ra,," tanya Reivant
"Terima kasih Rei, ta-pi dari mana kalian mengetahui ulang tahun ku,," tanya Shera dengan wajah yang berseri walaupun ia sedih.
"Happy birthday kakak ipar,," ujar Brandon dan Artur bersamaan serta memberikan hadiah kecil untuk Shera
"Terima kasih,," Jawab Shera dengan senyumnya
Reivant memutar tubuh shera untuk menghadap padanya.
"Ra, aku bukan pria Romantis yang akan mengatakan aku mencintaimu setiap hari saat bertemu, aku juga bukan pria pujangga yang akan memberikan sepucuk puisi cinta untukmu, tapi aku pria yang akan membuatmu bahagia dan tak pernah menyesal karena telah mengenalku, mau kah kamu menerima Lamaranku serta menjadi pendamping hidupku hingga maut memisahkan kita,, Ra?" ujar Reivant. ia tidak terbiasa untuk mengeluarkan rayuan gombal tapi sekarang ia benar-benar ingin Shera menjadi pendampingnya.
TBC.
hay-hay kakak pembaca..
Di part kali ini,, Adalah part spesial Valentine.
Semoga kakak-kakak pembaca suka dan dukung terus Cerita ini.
Tidak lupa Vote yang sebanyak-banyaknya Yah.
Terima kasih.😊🙏