PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
55. Sandiwara Sempurna



Stella menatap Reivant yang sepertinya tidak merespon dirinya, dan gadis itu berusaha mencari perhatian Reivant.


"Kak Rei! Siapa mereka?". Tanya Stella dan duduk di sebuah kursi depan meja kerja Reivant.


"Mereka adik-adikku." Jawab Reivant singkat.


"Oh! Siapa kedua bayi itu?."tanya Stella lagi.


"Mereka anak dari adikku, dia datang mengunjungi ku bersama istri dan kedua anaknya." Jawab Reivant yang sedikit panjang dan dengan nada sedikit kesal


"Oh! Kak Rei, bagaimana bisa adikmu mendahului mu dan sudah memiliki anak. Tenang saja kak Rei, sebentar lagi kita akan memiliki anak kita berdua sendiri." Lanjut Stella dengan kepercayaan diri yang melebihi batas kemanusiaan.


Arthur yang saat itu sedang minum harus keselek mendengar penuturan gila dari nenek lampir itu. Brandon sengaja memalingkan wajahnya ke tempat lain, Rachel menatap tajam kearah perempuan itu.


Ingin sekali ia menjambak rambut Perempuan itu, Sedangkan Danien tak merespon apa-apa, Karena ia tidak mendengarnya, ia sengaja melakukan itu dan lebih memilih sibuk dengan Baby Axell.


"Kak Brandon!". Sapa Stella dan berjalan kearah Brandon dan duduk di samping Pria itu.


Dengan Cepat Brandon menggeser sedikit menjauh dari Stella, Ia merasa sangat risih dengan Perempuan itu.


"Kak Brandon, kok menjauh sih. Ah, Stella tau, kak Brandon pasti sedang menjaga perasaan Kak Rei. Wah,,kak Brandon memang calon ipar yang baik." Ujar Stella dengan senyum yang menggelikan.


Arthur menyerahkan gelas susu pada Kakaknya Danien dan menghempaskan tubuhnya dengan kuat di samping Brandon. Ingin sekali ia menjambak gadis itu.


"Tha,,bawakan masuk berkas itu." Ujar Reivant pada Telpon.


Brandon menatap Reivant yang tersenyum menatapnya, Baru kali ini ia melihat senyum jahil di wajah kakak pertamanya, dan ia lebih syok lagi saat Mendengar Reivant menyebut nama Tha yang berarti Agatha.


Bagaimanapun, secara tidak langsung dia sudah respect pada gadis itu, Sekretaris kakaknya.


Tak lama pintu terbuka dan Agatha masuk dengan sebuah berkas berwarna Biru.


"Ini yang Bapak Minta dan ada yang bisa saya bantu lagi, pak?". Tanya Agatha dan menyerahkan Berkas itu.


"Uhm,,tidak ada. Terima kasih! Kau boleh beristirahat sekarang." Ujar Reivant dan Agatha hanya mengangguk permisi keluar.


Ia sempat melihat kearah Brandon dengan tatapan datar dan tak berekspresi sedikitpun. Kemudian tersenyum pada Arthur yang melambaikan tangannya pada Agatha.


'Bagaimana bisa? Dia menunjukkan wajah datar seperti itu di saat seperti ini?'. gumam Brandon dan tampak sedikit berpikir.


Arthur hanya bisa tersenyum melihat wajah kesal kakak keempatnya.


"Pulanglah Stella, karena kami juga sebentar lagi akan pulang." ujar Reivant dengan sedikit nada kesalnya jika di teliti, tapi buat stella itu seperti bentuk perhatian, itu menurut stella yang sangat mendambakan Reivant.


Reivant menatap wajah baby Carli yang tampak kesal melihat papanya, Reivant tersenyum melihat wajah anak kesayangannya yang sungguh mengemaskan itu.


"Chel,,aku ingin mengendong Baby Cantik itu, Bolehkan?". tanya Reivant dengan sedikit senyum yang hanya Rachel yang melihat.


"Dan bersiaplah kita pulang sekarang, sepertinya ia sudah sangat gerah dengan suasana di ruangan ini." Sambung Danien dan melihat kedua bayi manisnya itu.


"Kak, Stella ingin pulang Bersama kak Rei, Papi tidak akan mencariku karena aku sudah ijin padanya tadi." lanjut Stella dengan suara khas manjanya


Brandon dan Arthur hanya bisa berdecak menatap ke arah Stella dan Rachel yang sungguh gemas ingin menjambak wanita itu, tapi stella tak menyadari nya sama sekali.


Karena yang ia inginkan sekarang adalah Bersama dengan lelaki pujaannya Reivant.


Rachel bangun dan memberikan baby Carli pada papanya Reivant. Ia menatap Kearah Reivant dengan tatapan tidak sukanya,Reivant tau maksud tatapan dari sahabatnya itu.


"Tidak bisa Stella,,karena kami semua akan pulang Bersama dengan mengunakan satu mobil dan pulang lah, nanti akan ku telpon kamu untuk makan malam Bersama di luar." lanjut Reivant dengan sedikit alibi agar gadis itu segera pergi.


Dan hal itu sukses membuat semua manusia yang ada dalam ruangan itu cengo termasuk Danien yang tak percaya akan apa yang di lakukan kakak nya tersebut, tapi tidak untuk Stella ia langsung memeluk Reivant dan tersenyum dengan genitnya membuat Reivant sedikit menjauhkan badan Stella agar jangan terlalu lama memeluknya bisa-bisa ia alergi.


"Menjauhlah Stella, bayi mungilku terganggu karena pelukanmu." ujar Reivant dengan datarnya serta berjalan meninggalkan mereka. Karena baby Carli seperti ingin menangis saat di peluk oleh Badut itu menurutnya.


Di susul stella yang berjalan sedikit mengejar Reivant.


"Apa yang akan di rencanakan olah kakak ya?." tanya Arthur entah pada siapa karena saat ini mereka semua pada sibuk membereskan barang-barang untuk di bawa pulang.


"Entahlah, kita lihat saja lah, kamu seperti tidak tahu kakakmu saja." ujar Brandon


Tapi tidak dengan Danien dari saat wanita yang bernama Stella masuk ia sedikit merasa familiar dengan wajah itu


"Sepertinya aku harus menanyakan pada Brandon dan Arthur nanti,," pikirnya lagi


Dan mereka semua meninggalkan perusahaan dan Danien memberikan baby Axell kembali pada Rachel karena sekarang mereka berpisah di parkiran untuk pulang ke kediamannya masing-masing begitu juga stella yang sudah pergi dengan mobilnya.


"Daddy,,Axell pulang dulu, bye baby cantik." ujarnya lagi pamit pada daddynya Reivant dan Danien yang sudah ia claim menjadi Daddynya juga.


"Vant, kami duluan,,bye anak cantik mama." ujar Rachel dan melambaikan tangannya.


"Tunggu dulu Mam. Daddy, bolehkah Aku mencium pipi Daddy!". Ujar Axell dan membuat Rachel tercengang.


Itu permintaan pertama yang pernah ia dengar dari Putranya itu, Axell tak pernah meminta apapun, walaupun ia menginginkan sesuatu.


Reivant dan Danien saling melempar pandang, siapa yang di maksud oleh Baby Axell. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk maju dan Axell mencium pipi mereka bergantian dan terakhir ia mengusap pipi Baby Carli.


"Baby! Uncle cemburu!". Ujar Arthur dan Axell tak meresponnya dan Rachel menjalankan mobilnya.


Tinggallah berempat bersaudara beserta baby Carli yang masih tetap dalam gendongan papanya Reivant dan mereka juga masuk mobilnya.


"Aku sangat menganggumi kedua bayi mungil ini." ujar Brandon


"Mereka seperti mengerti apa yang harus di lakukan jika ada orang yang tidak mereka kenal." lanjutnya lagi


"Ia benar kak,, Arthur saja harus memasang muka yang benar-benar sempurna dan mereka berdua sangat natural memainkan perannya di tambah kak Rachel, ckckck aku akui kak Rachel benar-benar seorang aktris yang profesional." ujar Arthur dengan senyum.


Reivant hanya tersenyum dan mengusap rambut anaknya dengan lembut.


"Apakah baby merindukan mami sayang?." tanya Reivant pada bayi mungilnya itu


"Mami,,Papa,," celoteh baby Carli dengan suara yang mungil dengan anggukan kecil, bayi mungil itu memang merindukan maminya, tapi sepertinya ia mengerti akan ucapan maminya saat itu dan ia tidak menangis.


"Baiklah papa akan secepatnya membawa mami Bersama kita sayang." ujar Reivant lagi sambil mencium pipi gembil anaknya itu


Danien, Brandon dan Arthur hanya bisa tersenyum dan berjanji dengan caranya masing-masing untuk menemukan kakak ipar mereka.


****


Mobil yang membawa putra-putra keluarga Park akhirnya sampai di mansion dan mereka keluar dengan santainya masuk ke dalam mansion.


Untuk barang-barang sudah ada Maid yang membawakan semuanya.


"Selamat malam." Ujar mereka hampir bersamaan


"Malam putra-putra tampan mommy,, malam juga Cucu grandmom." ujar Ny. Park dan mengambil bayi mungil itu dan memangil Liliana untuk memandikan bayi mungil itu.


"Mengapa kalian baru pulang sekarang??." tanya Ny. Park pada putra-putranya


"Dan kalian membawa serta cucu mommy itu." lanjutnya lagi dengan sedikit nada kesal karena cucunya di bawa pulang saat malam.


"Maaf mom, tadi ada sedikit masalah." Ujar Reivant


"Iya mom, tadi ada nenek lampir datang menganggu kedamaian kami." Lanjut Arthur dengan nada sebalnya.


"Nenek lampir,,who?." tanya Ny.Park karena ia belum pernah mendengar panggilan nenek lampir itu siapa.


"Stella mom,," jawab Reivant,


"Ia datang ke kantor tadi dan mommy tahu kan Rei benci itu." Lanjutnya lagi.


"Huhh,,ternyata Gadis itu tidak menyerah juga." Ujar Ny. park sambil menghela nafasnya


"Ada apa ini, kalian mandi lah dulu." Ujar Tn Park yang baru bergabung dan melihat penampilan anak-anaknya sedikit berantakan walaupun ia akui anak-anaknya selalu sempurna dengan tampilan apapun.


Dan mereka semua berjalan menuju kamarnya masing-masing.


TBC.