
Saat ini Danien dan Rachel sudah di dalam mobil sport berwarna hitam itu, yang membelah jalanan yang lumayan ramai, walaupun hari sudah larut.
"Mau jalan-jalan dulu?."Tanya Danien yang melirik wanita muda di samping nya itu.
"Hm, apa boleh."Tanya Rachel balik
"Apa yang gak buat kamu."Ujar Danien sambil tertawa, entahlah saat bersama Rachel, ia benar-benar keluar dari image yang selalu ia perlihatkan.
"Kamu tahu Dan, aku pengen makan gado-gado."Ujar Rachel membuat Danien sedikit heran.
"Apa benar kamu menyukai makanan itu."Ujar Danien, ia tak menyangka jika wanita itu menyukai makanan local.
"Itu sangat enak Dan, kamu harus coba."Balas Rachel antusias.
"Tapi..."Ujar Danien yang tidak meneruskan kata-katanya, karena ia melihat pakaian mereka saat ini apalagi gaun yang Rachel kenakan agak terbuka.
"Oh pakaian ini, ah tidak masalah buat ku, Dan."Ujar Rachel yang tahu maksud tatapan Danien.
"Baiklah, tapi pakai Jas ku ini."Ujar Danien
Dan ia melepaskan jasnya serta di berikan pada Rachel, dengan senang hati Rachel menerimanya dan memakai, saat ini mereka berhenti pas di pinggiran tempat berbagai makanan dan jajajan local.
Rachel sangat antusias dengan berbagai pilihan makanan yang ada, dengan cepat ia keluar dari mobil itu, Danien hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat tingkah wanita yang membuat perasaannya itu jauh lebih nyaman.
Dia sadar jika hatinya sudah terpaut pada Rachel Aharon, tapi entahlah ia hanya berharap Rachel bisa memahami keadaannnya nanti, (Yakk,, kalau lu ngak kasih tahu mana Rachel paham Bambang eh Danien), ck kok author yang gemes ya.
"Pak, Gado-gadonya ya."Ujar Rachel yang langsung memesan makanan kesukaannya.
"Iya neng, sama suaminya ya, baru kelihatan lagi, ibu kira sudah Kembali."Ujar istri pemilik jualan itu.
"Iya bu, ternyata ibu sama bapak masih disini."Balas Rachel langsung memilih tempat duduk.
"Iya neng disini tempat kami mencari nafkah."Ujar ibu itu yang di balas kata semangat dari Rachel.
Ya, ini tempat langanan ia dan Reivant saat bolos atau saat melarikan diri dari pengawalan, sebenarnya tak terlalu jauh dari kampus tempat kuliah mereka dulu.
"Dan, kamu mau juga, apa mau jadi penonton saja?."Tanya Rachel saat Danien sudah duduk di hadapannya.
"Boleh, tapi gak pedas."Jawab Danien, ia ingin mencoba makanan kesukaan Rachel.
"Pak dua porsi ya, yang satunya pedas, yang satunya lagi gak."Ujar Rachel dan berjalan ke arah air mineral dan mengambil dua botol ukuran sedang. Dia memakai sandal Danien saat turun karena tidak mungkin ia mengunakan heels nya.
Untung tadi di dalam mobil Danien punya sandal biasa, walaupun ukurannya agak besar dari ukuran kaki Rachel, Danien selalu membawa sandal kemana pun ia pergi, kecuali jika ia mengunakan motor sport.
Bagaimana Rachel yang hidup dengan bergelimang harta bisa menyukai makanan pinggiran, dulu saat ia masih kuliah biasanya ia dan sahabatnya Reivant tentunya.
Mereka selalu bolos untuk menikmati kehidupan biasa tanpa ada pengawal ataupun sopir yang selalu mengikuti mereka kemana saja.
Hingga mereka berdua selalu bolos dan menghilang dari pantauan pengawal Tuan Park, walaupun Reivant bisa menjaga diri, tapi tidak menutup kemungkinan akan hal-hal yang tidak di inginkan oleh tuan Park.
Tak berapa lama pesanan mereka datang, sebenarnya tempat mereka makan ini adalah rumah bukan tenda, jadi untuk kebersihan sudah pasti. Jadi Danien juga merasa aman untuk memakannya
Danien menatap Rachel yang makan dengan lahap, ia sampai berpikir apa wanita ini belum kenyang.
"Apa kamu masih lapar, Chell?."Tanya Danien, ya ia juga menikmati makanan itu
"Hm,,aku masih lapar tadi."Ujar Rachel jujur, membuat Danien tersenyum sangat tipis disana, ia sangat menganggumi wanita itu.
Setelah selesai makan dan membayar, mereka berdua pun masuk mobil dan Danien mengantarkan Rachel pulang ke Mansionnya.
Sedangkan, pemilik warung itu sangat bahagia mendapatkan rejeki nomplok malam ini dari pelanggan yang sudah lama baru Kembali.
"Thanks ya Dan, udah mau nemenin."Ujar Rachel dengan senyum tulus.
"Iya,, oh ya salam buat baby boy ya, aku gak bisa mampir dah malam."Ujar Danien saat mereka sudah sampai di halaman mansion Rayn.
"Iya, hati-hati Dan,,see you tomorrow."Ujar Rachel dan keluar dari mobil Danien.
Wanita itu masuk, sedangkan Danien masih menatap wanita muda itu masuk ke dalam rumah, setelah itu ia langsung menyalakan mobilnya dan meningalkan rumah Rayn untuk menuju ke mansion mereka.
Dia tersenyum sepanjang perjalanan, ia berpikir betapa manisnya wanita itu walaupun agak tomboy.
***
Di kota S saat ini Reivant dan Brandon baru akan bersiap untuk ke perusahaan cabang yang disini,
Tok,,tok,,"Bunyi ketukan pintu, Brandon berjalan ke arah pintu dan membuka pintu tampak disana seorang maid yang berdiri.
"Pagi tuan muda, sudah di tunggu sama tuan besar."Ujar Maid itu, ia sangat gugup karena baru kali ini di rumah ini ada pria tampan.
"Ok, baiklah, terima kasih."Ujar Brandon
dan ia masuk lagi ke dalam, karena saat ini kakaknya masih berada di kamar ganti
"Kak, kakek Wilson nungguin kita buat sarapan."Ujar Brandon
"hmm,,"-Reivant hanya berdehem dan keluar dari kamar ganti itu.
Mereka berdua turun ke lantai bawa dan berjalan ke arah ruang makan, disana Nampak Kakek Wilson dan Paman Billy yang asik bercengkrama.
"Pagi kakek, pagi paman."Sapa Reivant yang di ikuti oleh Brandon juga.
"Pagi cucu ku, mari duduk kita sarapan dulu sebelum kalian ke kantor."Ujar Kakek Wilson.
"Hari ini kalian langsung Kembali ke kota B atau besok?."Tanya Paman Billy
"Malam kami langsung balik paman, sudah lama juga disini, kangen sama anakkku."Ujar Reivant
"Kakek kapan ke sana?".Tanya Brandon
"Kakek ingin sekali tapi saat ini kesehatan kakek kurang mendukung."Ujar kakek Wilson dengan wajah lesu.
"Tidak apa-apa kek, nanti biar Rei yang datang kesini bersama kedua cicit kakek dan cucu kakek."Ujar Reivant akhirnya
"Nah itu ide bagus,, kapan anak paman melahirkan Rei?."Tanya Paman Billy ia juga antusiaas menunggu kedatangan cucu Keduanya.
"Bulan depan paman."Ujar Reivant lagi dengan senyuman, ia tak sabar menanti kedatangan jagoan kecilnya.
"semoga lancar persalianannya, cucu dan cicit kakek sehat semua."Ujar Kakek Wilson sambil berdoa.
"Amin."Jawab mereka serentak
"Oh ya Don, kamu kapan?."Tanya Paman Billy mengoda Brandon.
Uhuk,,uhukkk,, Brandon terbatuk -batuk membuat kakek Wilson tertawa
"Minum dulu."Ujar Paman Billy dengan senyuum.
"Belum paman, masih cari modal dulu."Jawab Brandon setelah ia meminum air.
Percakapan mereka berlanjut dan akhirnya sesi sarapan pagi selesai dan Reivant serta Brandon pamit menuju ke perusahan mereka, begitu juga Billy yang juga pergi ke perusahaan nya.
Selama beberapa hari Reivant dan Brandon tinggal di rumah kakek Wilson atas paksaan kakek Wilson dan paman Billy tentunya, dengan alasan kalian itu cucu dan anak kami, jadi rumah ini rumah kalian juga. Sehingga Reivant dan Brandon tak bisa menolaknya lagi.
Tadi juga Reza yang menjemput mereka, setiap hari tangan kanan Reivant itu akan menjemput dan mengantarkan kedua Boss nya.
"Za, apa pesawat sudah siap?."Tanya Reivant.
"Sudah Boss, jam berapa jalannya Boss?."Tanya Reza dengan sopan
"Jam 9 atau jam 10 malam nanti."Jawab Reivant
"Baik boss!. Boss hari ini eksekusinya."Tanya Reza lagi sedikit ragu
Setelah pengenalan Brandon beberapa hari lalu, akhirnya hari ini mereka mengeksekusi para pecundang yang berani bermain-main dengan Reivant Park
"Hm,,"Reivant hanya berdehem
"Oh ya Za, dimana mereka?."Tanya Brandon
"Di tempat yang sudah di siapkan."Ujar Reza.
"Oh tempat special itu ya, ahh yang di kota B dah lama nganggur to."Ujar Brandon dengan wajah sedikit kecewa, karena disini setidaknya ia mendapatkan mainan.
Akhirnya mereka berdua tiba di kantor, dengan Reza yang selalu mengikuti kemana pun mereka berdua pergi karena ia tangan kanan Reivant.
Baru hari ini Reivant dan Brandon masuk lewat lobby depan biasanya mereka akan masuk melalui pintu khusus yang langsung menuju ruangan nya, tapi hari ini mereka menampakan diri mereka di perusahaan itu, para karyawan tahu jika Presdir mereka datang tapi baru kali ini mereka melihat ternyata Presdir mereka masih sangat muda dan Tampan.
"Itu Presdir kita ya, wah aku tak menyangka jika masih sangat muda."Ujar salah satu karyawan.
"Iya,, apa itu CEO kita yang kemarin di perkenalkan?."Tanya yang lainnya
"Iya, sepertinya begitu, tapi belum tahu juga."Jawab yang lainnya lagi.
Ya karena saat perkenalan hanya atasan-atasan dari beberapa Devisi yang hadir, karyawan tidak ikut.
Bisik-bisik para karyawan terdengar oleh kedua kakak beradik itu dan juga Reza hingga ia melihat dengan tatapan mematikan seakan mengatakan jangan bergosip tapi bekerja sana.
Hingga akhirnya para karyawan- karwayan itu bubar dengan ada yang kesal dan juga yang senang bisa melihat pria ganteng.
Akhirnya mereka tiba di ruangan tersebut, Reivant duduk di kursi kebesarannya, dengan cekatan ia membaca dan memeriksa semua laporan yang masuk, begitu juga Brandon hal yang sama ia lakukan.
"Hm, ini suruh mereka ulangi dengan benar."Ujar Reivant yang tiba-tiba.
"Siapa yang mengurusnya?."Tanya nya lagi
"Itu Tuan Y Boss yang mengurusnya."Jawab Reza
"Panggil dia kesini."Ujar Reivant tanpa melihat siapapun ia masih fokus ada sedikit keliru dalam laporan nya.
"Baik Boss."Ujar Reza dan undur diri menuju devisi yang mengurus bagian laporan tersebut
"Ha, aku merindukan istri kecilku dan putriku."Gumam Reivant dan ia mengeluarkan ponselnya serta mendial nomor istrinya, ia melakukan Panggilan Video.
"Halo Pa."Sapa Shera saat ia melihat wajah tampan suaminya yang sangat ia rindukan.
"Hai sayang, bagaimana kabarmu dan anak-anak kita?."Tanya Reivant dengan senyum manis untuk istrinya.
"Kami baik, Carli selalu menanyakan mu pa."Ujar Shera yang mengatakan anak sulungnya mencari papa tampannya itu.
"Malam ini kami Kembali kesana, mau hadiah apa?."Tanya Reivant dasar laki tak peka, kalau beli ya beli aja pake nanyain lagi.
"Gak usah, cukup papa sampai disini dengan selamat itu sudah hadiah paling indah untuk ku."Ujar Shera
Disana Brandon hanya tersenyum masam, ia hanya berharap semoga keluarga kecil kakaknya selalu bahagia, dan ia juga berharap bisa meniru kesetiaan kakak pertamanya itu.
TBC.
Hai-hai, noona author camebak again dengan cerita gaje ini, semoga para Readers terhibur ya dengan khayalan tingkat tinggi ini, maaf kan jika baca tulisan yang tidak jelas, di harapan komenannya ya dan like nya, terima saham yang banyak dari Papa Reivant Park
Hmmmm,, Kali ini Author kasih Pict Paman Brandon yah, di karenakan Author ini merindukan Paman Brandon. hehehhe