PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
27. Perjalanan ll



Berbeda dengan pagi biasanya, pagi itu Ny. Park sudah membangunkan penghuni rumah dengan kebiasaan lamanya dan memaksa mereka untuk bersiap, agar mereka tak tiba malam disana.


Setelah menyiapkan perlengkapan baby Carlissa yang akan di bawa, Ny. Park tampak sibuk mengurus hal-hal kecil yang lain, seperti Membangunkan kelima putranya, dan menggedor pintu kamar mereka satu persatu.


*****


"Saatnya berangkat." ujar Ny. Park semangat saat mereka sudah siap semua dan waktunya untuk pergi.


Baby Carlissa? Nah,sekarang bayi itu sedang menyiksa paman Chaidennya, ia memilih di Gendong oleh Chaiden. Bahkan dari pagi sebelum jalan, bayi itu terus merengek meminta di gendong oleh Chaiden.


Setelah Chaiden menggendongnya, ada sekilas senyum yang seolah menunjukkan senyuman jahil, senyuman devil seperti Grandmomnya.


Brandon sempat melihat sekilas senyuman bayi itu, dia sempat menyerngit keningnya. Tapi beberapa saat kemudian,ia ikut tersenyum. Karena, akhirnya kakaknya yang satu ini akan merasakan apa yang kemarin ia rasakan.


"Sungguh bayi yang pintar." batin Brandon dan terus tersenyum.


*****


Dalam perjalanan mereka memilih diam dan tak bersuara, karena semuanya sangat lelah dan memilih untuk beristirahat. Pasti ada yang berpikir mereka pergi menggunakan jet pribadi.


Itu sangat tidak mungkin, karena jika mereka menggunakan jet dengan mudahnya Reivant akan tau kepergian mereka tanpa pamit dan kemana tujuan mereka pergi.


Dengan ide pintarnya Ny. Park ia memilih menggunakan mobil, walaupun harus menempuh perjalanan yang panjang.


Ny. Park sempat kuatir akan baby Carlissa karena ini pertama kalinya mereka melakukan perjalan jauh menggunakan mobil dan membawa Manusia kecil itu.


Tapi,ia yakin putra-putranya akan menjaga keponakan mereka dengan baik. Buktinya dari awal mereka berangkat hingga di pertengahan jalan Chaiden tak tidur, begitu juga dengan Danien dan Brandon.


Mereka terus mengawasi Baby Carlissa. Karena,Brandon yang menyetir sendiri mobil,mereka tak mau menggunakan sopir karena, jika Reivant pulang dan ia melihat ada yang kurang dari sopirnya maka ia akan curiga.


Apalagi dengan kosongnya Mansion tak berpenghuni, menambah Kecurigaannya.


"Hoamm,,apakah masih jauh?."tanya Aidyen dan mengucek matanya pelan.


" sejam lagi kita sampai." jawab Danien sambil melihat maps.


"Tidurlah lagi, suaramu bisa membangunkan Baby Carli." Ujar Chaiden kesal, karena volume suara aidyen yang besar.


Ny. Park hanya menatap keempat putrany dari spion mobil. Ia menggeleng kepala, melihat Arthur yang masih terlelap dalam mimpi indahnya.


******


Akhirnya mereka tiba di tempat tujuan, mereka memasukkan barang-barang yang di bawa ke dalam Villa pribadi milik keluarga Park, A.N Ny. Park.


Baby Carlissa yang masih mengantuk menyandarkan dagu kecilnya di pundak Chaiden dan kembali menutup matanya, sepertinya ia lelah walaupun di perjalanan tadi bayi itu tertidur.


Ny. Park menyiapkan kamarnya dengan cucu tercintanya. Chaiden meletakkan dengan pelan baby Carlissa di atas tempat tidur Mommy nya dan menutupi tubuh bayi kecil itu dengan selimut.


"Istirahatlah, dari tadi kau tidak istirahat. Sebentar mommy akan membangunkan kalian di jam makan malam. Tidur disini temani ponakan kecilmu ini." ujar Ny. Park dan mengusap pucuk kepala Chaiden.


Chaiden hanya mengangguk dan melepaskan sepatu dan jaketnya,ia berbaring di sebelah baby Carlissa dan akhirnya tertidur bersama baby Carlissa.


Ny. Park yang melihat pamandangan indah itu hanya tersenyum, ia keluar dan menutup pintu dengan pelan.


"Astaga.. Arthurrr." ujar Ny. Park kesal yang terkejut melihat Arthur yang berdiri di belakangnya.


"Dimana kakak?". Tanya Arthur dengan wajah mengantuk nya.


"Aku mau tidur dengan kakak." jawab Arthur dan langsung masuk ke dalam kamar Mommy nya.


Walaupun ia kadang banyak menghabiskan waktunya bersama Brandon dan Reivant, sejujurnya ia lebih dekat dengan Chaiden dan kadang lebih manja kepada kakaknya yang itu.


Walaupun mereka semua saling sayang dan saling mencintai antara saudara kakak-adik.


Arthur berbaring di samping baby Carlissa dan membuat Chaiden membuka matanya sedikit, ia hanya bisa berdecak melihat tingkah adiknya yang tak pernah berubah jika di dekatnya.


******


Disisi lain Reivant tampak sibuk dengan berkas-berkasnya dan sibuk bertemu dengan klien dari Luar negri sempat membuatnya melupakan putri kecilnya itu.


Ada sesuatu yang menganjal di hatinya, ia merasa ada yang aneh. Reivant membuka layar handphone nya dan muncul wajah baby Carlissa di depan layar handphone Reivant.


Ternyata foto baby Carlissa menjadi walpaper Hpnya. Ia tersenyum melihat tawa putrinya yang begitu menggemaskan, di waktu istirahat nya itu,Reivant menelpon Brandon dan berkali-kali nada dering masuk berbunyi tapi tak di jawab oleh Brandon.


Bagaimana tidak pria itu sedang bergulat dengan alam mimpinya dengan Aidyen yang tidur di sebelahnya dan menjadikan dirinya sebagai bantal guling cadangan.


Reivant sempat kesal dan gelisah,ia berusaha berpikir tenang mungkin adiknya sedang istirahat.karena masih ada beberapa meeting penting yang harus ia dan daddynya selesaikan di kota M jadi mereka belum bisa pulang dan itu membuat Reivant gusar serta merindukan putri kecilnya itu.


suasana pagi di kota K dimana ada beberapa penambahan penghuni sementara, siapa lagi kalau bukan Ny.Park beserta putra-putranya dan cucu tercintanya,yang akan menjadi tontontan indah para Gadis-gadis di kota itu.


Ny.Park membangunkan semua nya setelah menyiapkan sarapan pagi dengan bantuan brandon tentunya yang sudah bangun dari pagi karena merasa getaran handphonenya yang ternyata adalah panggilan dari kakak sualungnya Reivant.


FLASHBACK


Dengan cepat Brandon mengangkat telponnya dan berusaha untuk tidak menimbulkan kecurigaan dari Reivant.


"Hallo kak, selamat pagi ,," Jawab Brandon dengan cerianya


"Hmmm,,,di mana kamu, kakak telpon dari malam kenapa tak dia angkat," Tanya Reivant


"Dimana baby Carli??" tanya Reivant lagi.


Brandon menatap ke arah Aidyen yang tidur di sampingnya dengan wajah polos yang lucu dan menggemaskan


"Sepertinya dia masih tidur kak, tenang saja. Baby Carli aman bersamaku." jawab Brandon dan terus menatap wajah adik bungsunya itu.


" Baiklah, titipkan salamku untuk Baby Carli. Aku harus menemani daddy." ujar Reivant.


"Kapan kakak akan kembali?"tanya Brandon hati-hati.


"Mungkin masih lama, dua atau tiga hari lagi baru Kakak dan Daddy kembali. Apakah ada kabar dari Mic?"jawab Reivant dan menanyakan kabar adik keenamnya itu.


"Hmm,,, kemarin setelah dia tiba disana, ia langsung menghubungi mommy. Tenang saja kak, urus saja urusanmu disana, percayalah padaku semuanya akan baik-baik saja." Ujar Brandon menyakinkan dan hanya terdengar helaan nafas.


"Baiklah, kakak putuskan sambungan telpon kita, karena aku harus menemani Daddy." Reivant memutuskan panggilan telpon mereka.


Brandon menghela nafas lega dan membaringkan dirinya di samping adiknya. Ia menatap Aidyen dan berdecak.


"Ternyata kau sudah besar adikku. Dulu kau masih begitu kecil dan aku selalu menggendongmu kemanapun kita pergi." Ujar Brandon dan mengecup pucuk kepala adiknya.


Ia bangkit dan berjalan kekamar mandi, membersihkan dirinya. Setelah selesai Brandon berjalan kedapur, melihat mommy yang sibuk, ia pun datang dan membantu pekerjaan mommynya.


TBC.