PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
89. Mansion Rare 1



Masih terdengar canda tawa dari para penghuni mansion itu, tepatnya Tn dan Ny.Park bersama Shera, Rachel dan ketiga baby yang belum juga tidur.


"Dad, mom."Ujar Reivant memanggil kedua orang tuanya.


"Iya Rei,ada apa?."Tanya Tn.Park menatap wajah anak sulungnya itu.


"Kami akan keluar sebentar, ke rumah teman."Jawab Reivant,


"Mungkin kami pulang agak larut atau subuh."Lanjutnya lagi


"Kemana Rei, di luar berbahaya."Ujar Ny.Park yang khawatir karena ia masih trauma dengan penyerangan yang terjadi beberapa hari yang lalu.


"Tidak apa-apa mom, kami berlima yang pergi."Jawab Reivant


"Kalian kemana,Vant?."Tanya Rachel yang juga penasaran


"Bertemu yeye mu, Yue".Jawab Reivant dengan tersenyum, hal itu sukses membuat Rachel membelalakan matanya nya,karena Reivant tahu tentang nya, sedangkan ia belum membuat janji dengan kakaknya dan Reivant.(kalah start lu,Chell😁).


"Bagaimana kamu tahu nama itu,vant?".Tanya Rachel gagap.


"Nanti setelah kami pulang, baru ku ceritakan,Chell."Jawab Reivant gantung, ia berjalan ke arah istrinya yang menatapnya.


"Aku pergi sebentar, doakan semoga urusan ini cepat beres."Ujar Reivant di depan istrinya,


"dan untuk ponsel mu, besok baru di belikan yang baru."Ujarnya lagi.


Shera kaget, karena ia baru sadar jika tadi ia melupakan ponselnya.


"Kamu mengambilnya dari ku Rei?."Tanya Shera dan baru menyadari itu.


"Iya, kan ponselmu di sadap, jadi ya harus di hancurkan."Ujar Reivant asal dan membuat Shera hanya menatapnya.


Tak berselang lama, keempat pemuda park berjalan menuju ruang keluarga, karena mereka akan berwisata versi Chaiden, hanya ia kurang partner yaitu Michael.


"Dad, mom, kami pergi sebentar."Ujar Reivant pamit


"Tidurlah Ra, kasian baby sudah malam.''Ujarnya pada Shera


"Chell, besok baby boy sekolah."Lanjutnya pada sahabatnya yang masih penasaran dengan perkataan Reivant yang menggantung tadi.


"Iya, hati-hati Rei."Ujar Shera yang mengiyakan suaminya.


"Papa,,papa alan,,alan?."Celote baby Carli yang berjalan ke arah papanya bersama Axell yang juga mengikutinya.


"Papa kerja sebentar ya sayang."Ujar Reivant sambil mengendong anaknya dan membawanya ke istrinya.


"Daddy mau kemana?."Tanya Axell pada Danien


"Daddy pergi sebentar ya boy, sudah malam, Axell tidur sama Mommy ya,malam ini."Jawab Danien sambil mengelus pucuk kepala anak lelaki itu,dan di jawab anggukan dari anak itu.


"Kenapa seperti drama perpisahaan menuju medan perang ya."Gumam Chaiden yang di sambut tawa oleh kedua adiknya.


"Iya, trus kakak kapan??"Tanya Arthur ambigu.


"Apanya yang kapan Thur??."Tanya Chaiden balik, karena bingung dengan pertanyaan adiknya itu.


"Kapan ke pelaminan kak."Jawab Brandon asal dengan tertawa lepas serta berlari menghindar jitakan maut kakaknya itu di ikuti Arthur dari belakang.


"Aissss, kalian berdua, awas saja jika ku dapat,akan ku ikat kalian di pohon pete belakang rumah."Teriak Chaiden, yang membuat seisi rumah menatap tingkah mereka dan hanya mengelengkan kepala tanda tak peduli, sudah biasa mereka seperti itu.


"Sudah jangan teriak-teriak,Kai."Ujar Reivant menarik kerah baju adik ketiganya itu.


"Yakk kak, ini pembullyan namanya."Ujar Chaiden tapi tak berusaha untuk berontak, akhirnya ia merangkul tangan kakaknya seperti saat ia masih kecil. (Dasar Chaiden mode manja).


Pemandangan seperti ini sangat langka setelah mereka besar, Danien yang berjalan di belakang pun mengabadikan moment tersebut dengan ponselnya serta senyum di wajahnya.


"Lepaskan tangan mu,Kai."Ujar Reivant dan tetap membiarkan Chaiden merangkul tangannya.


"Gak mau, toh setelah kita besar, kakak tidak pernah memanjakan kami."Jawab Chaiden dengan wajah memelasnya,(ututu,,uwu🤗).


"Trus,,"Tanya Reivant, entahlah ia bingung mau jawab apa, tapi ia tersenyum dengan tingkah adik badungnya ini.


Ia menyanyangi mereka semua tanpa terkecuali.


"Terus ya biarkan begini, oh ya kak kita akan kemana?."Tanya Chaiden penasaran dan tetap menggandeng tangan kakaknya.


"Ke rumah sahabat kecil kakak, yang dulu pernah kakak ceritakan padamu."Jawab Reivant jujur.


"Maksud kakak, si kak Rare yah?."Tebak Chaiden karena ia tahu saat ia tak sengaja melihat foto kecil kakaknya di kamar Reivant.


Dengan seorang bocah seusia dengan kakak sulungnya itu, dan ia menanyakan siapa bocah lelaki itu, akhirnya Reivant menceritakan jika itu sahabat masa kecilnya dulu, yang biasa ia panggil Rare.( maklum Kai kan kepo).


"Dan, kita pakai satu mobil saja."Ujar Reivant pada adik keduanya yang berjalan dengan santai di belakang mereka, ya sekarang tujuan mereka adalah Garasi mobil.


"Iya kak, jadi kita mengunakan Alphard modifikasi ya,kak?"Ujar Chaiden mengusulkan mobil Alphard yang sudah ia modifikasi dengan perlengkapan cangih.


"Boleh, itu ide bagus."Ujar Danien menjawab usulan adiknya, Reivant hanya mengangguk saja tanda setuju.


"Entahlah kak."Ujar Chaiden asal, karena ia masih kesal di kerjai oleh kedua adik tengilnya.


"Kak, kita pakai mobil yang mana?."Tanya Brandon saat melihat ketiga kakaknya sudah muncul di Garasi.


"Kita pakai Alphard itu."Jawab Chaiden, sambil berjalan ke arah mobil itu dan membuka pintu bagian kemudi, karena mereka akan membawa sendiri tanpa sopir.


"Kak, biar Arthur saja yang Nyetir."Ujar Arthur yang melihat kakak ketiga nya di kursi kemudi.


"Tidak apa-apa, kamu disamping kakak saja,, biar kakak Rei, kak Danien dan Brandon yang di belakang."Jawab Chaiden pada adiknya itu.


"Baik kak!."Ujar Arthur dan membuka pintu mobil samping, sedangkan ketiga kakaknya duduk di belakang.


"Wow,,mobil ini sangat nyaman."Ujar Brandon yang melihat-lihat isi dalam mobil itu, ia berdecak kagum dengan hasil karya kakak ketiganya.


"Ya, ini salah satu mobil yang sudah di modifikasi,Don."Jawab Reivant


"Wahh,,jika Mike melihatnya pasti ia menginginkan nya."Ujar Brandon sambil membayangkan wajah adik keenamnya itu.


"Apa aku boleh meminta satu mobil koleksi mu,kak?."Lanjutnya sambil menatap kakaknya penuh harap.


"Pakailah yang mana kamu mau,Don."Jawab Reivant ,sedangkan Danien sibuk dengan Ipadnya.


"Kak, kemana tujuan kita?."Tanya Chaiden pada kedua kakaknya.


"Ikuti Map di ipad itu, kakak sudah menyambungnya dengan Ipad kakak."Jawab Danien dan tetap fokus pada ipadnya.


"Ar, Mainkan,.Ujar Chaiden, ya walaupun Partner aslinya adalah adiknya Michael, tapi ia percaya adiknya Arthur sudah mengerti maksudnya.


Mobil Alphard hitam sudah keluar dari Mansion tujuh putra Park, menuju ke kediaman Raynald.


Tak berapa lama, mereka melewati sebuah jembatan yang dulu di lewati oleh Chaiden dan Michael waktu perang versi mereka berdua.


"Kak Kai bukannya ini jembatan yang tempat kalian di serang waktu itu."Ujar Brandon pada kakak ketiga nya saat ia melihat jembatan yang mereka lewati sekarang.


"Iya benar Don."Jawab Chaiden dan tetap fokus menyetir.


"Kak, apakah tidak ada yang mengikuti kitakan?."Tanya Arthur, karena ia merasakan aman-aman saja.


"Tenang Thur, kakak sudah mengecohnya."Jawab Danien, karena tadi mereka sempat di ikuti salah satu mobil.


"Ha, jadi dari tadi kita di ikuti kak, kok gak berasa ya."Ujar Brandon yang merasa aman saja.


"Iya , itu karena kamu terlalu fokus mengangumi interior mobil ini, jadi tidak tahu jika kita di ikuti."Jawab Chaiden pada adiknya itu dari kursi kemudi.


"Maaf kak."Ujar Brandon dengan wajah memelas.


"Kai, depan ada belokan ke kiri."Ujar Danien memberitahukan adiknya, setelah mereka melewati jembatan yang lumayan panjang walaupun sudah ada map.


"Iya kak!."Jawab Chaiden


Mobil Alphard hitam berjalan dengan mulus menuju Mansion Rayn.


"Apa ini Rumahnya kak??."Tanya Arthur yang tak percaya dengan apa yang ia lihat, rumah kuno yang seperti tak terurus,saat mobil mereka sudah sampai di depan rumah itu.


"Iya Thur."Jawab Danien, tak berselang lama pagar besi menjulang tinggi terbuka dengan sendirinya, ya sebenarnya sih sudah di buka oleh tuan rumah.


"Masuk Kai,,"Ujar Reivant yang sedaritadi diam akhirnya membuka suara juga.


Chaiden menjalankan mobil itu masuk ke halaman Utama mansion itu, mereka bertiga tampak takjub dengan keadaan sekeliling yang tampak asri dan sejuk


Reivant keluar terlebih dahulu di susul oleh Danien, tak berselang ketiga adiknya yang merasa sangat dingin, karena sejujurnya sekarang sudah pukul 12 malam dan sudah memasuki musim dingin.


"Kak apa bawa mantel?"Tanya Arthur pada Chaiden, karena ia tidak tahan dingin.


"Di dalam mobil, bagian belakang ada beberapa mantel dan ambilkan untuk kakak juga ya."Jawab Chaiden


"Aku juga,Thur."Ujar Brandon.


Tak berselang lama, tampak Rayn keluar dari mansion, ia melihat kelima putra park yang baru keluar dari mobil.


"Malam."Sapanya pada mereka dengan senyum yang merekah di wajahnya, menyambut kelima putra Park itu.


TBC.


*Hay kakak-kakak pembaca..


Terima kasih atas dukungannya selalu.


Author mengucapkan Maaf, Karena tidak bisa membalas komenan Kakak-kakak pembaca satu persatu.


Tapi, author baca kok dan Terima kasih sudah setia menunggu Kelanjutan cerita ini.


Jangan lupa Dukungnnya,Like,Vote dan juga komentarnya yah. Terima kasih😊*