
"Yakk, apa kalian melupakan ku?."Ujar Rayn yang masuk Bersama Danien dan Brandon serta Harld yang berjalan di belakang dengan permen lolipop di mulutnya dan sebuah earphone di lehernya. Entahlah dia asisten atau Hacker, hanya Rayn yang Tahu.
"Hai adik ipar."Sapa Rayn yang langsung duduk di samping Reivant yang berhadapan dengan Shera.
Shera membalas dengan senyuman sapaan dari orang asing depannya itu, walaupun wajah nya sedikit familiar.
Sedangkan Arthur bingung siapa pria tampan yang ada di depan mereka saat ini, karena baru hari ini ia melihatnya.
"Ahh iya, kenalkan saya Raynald". Akhirnya ia mengenalkan dirinya saat melihat wajah kebingungan dari adik Reivant termasuk Brandon, walaupun tadi ia bergabung dengan tim Raynald tapi ia belum tahu siapa pria itu.
"Saya sahabat masa kecil dari suamimu Shera, dan saya juga kakak kandung dari Rachel."Ujarnya lagi sambil memasukan steak ke mulutnya. (nah siapa yang nawarin makanan ke Rare ehh)
"Jadi Rachel adik kandung kak Rayn??."Tanya Brandon yang baru tahu, dan ia juga sempat shock jika sekertarisnya itu adik dari ketua Mafia terkenal.
"Ck kemana aja selama ini Don."Umpatnya pada diri sendiri.
"Ya, ah nama kamu Brandon bukan?."Tanya Rayn yang di balas anggukan dari Brandon
"Tunggu, apa kalian berdua sudah saling berpelukan melepas rindu yang bertahun-tahun tak bertemu."Tanya Rayn dengan tak tahu malunya pada suami istri itu.
"Itu urusan nanti, bukan disini."Jawab Reivant asal , yang menimbulkan senyuman di wajah ketiga adiknya dan wajah Shera yang memerah karena malu.
"Mami,,papa alan-alan lali."Celoteh baby Carli yang seakan tahu jika maminya ada masalah.
"Iya baby, kita jalan-jalan nanti sama Daddy ya."Ujar Shera lembut pada anaknya nya.
"Dan, Don, Al,,alan alan.." celotahnya lagi seakan berkata pada ketiga pamannya mereka akan berjalan-jalan
"Iya baby!." ujar Brandon, ia bahagia keluarga kecil kakaknya akhirnya berkumpul kembali.
Danien dan Arthur juga hanya tersenyum menatap gadis kecil kesayangan mereka yang akhirnya berkumpul lengkap dengan kedua orang tuanya.
"Aku bahagia kak, akhirnya kakak pertama dan kakak ipar bertemu lagi, ku harap masalah ini akan cepat selesai."Ujar Arthur pada kedua kakaknya.
"Ya, sekarang yang harus kita bereskan adalah Rouwnd."Ujar Danien,
"tadi pagi kakak membawa seorang bapak yang dulunya pernah bekerja di rumah orang tua kandung dari Shera."Lanjutnya lagi
"Ah jangan bilang bapak-bapak yang tadi datang Bersama bodyguard,yah?."Tanya Brandon
"Iya, benar Don,,dia saksi mata yang harus kita lindungi, karena kakak yakin Rouwnd pasti mencarinya sedari dulu."Ujar Danien lagi
"Memangnya ada apa dengan Rouwnd kak??."Tanya Arthur yang belum mengerti pembicaraan tentang Rouwnd dan saksi mata. (What happen dengan your mind,Arthur?🤦).
"Nanti di Rumah baru kakak akan ceritakan detail pada kalian berdua, bahkan pada semua keluarga kita."Ujar Danien
Kenapa sedari tadi Reivant maupun Shera serta Rayn tidak ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka, karena meja mereka berbeda, tadi saat Ryan dan kedua adik Reivant datang, Arthur pindah ke meja lain Bersama kedua kakaknya serta adik dari Rayn yaitu Harld yang sedari tadi hanya diam mendengar pembicaraan dari kakak beradik di sampingnya itu, entahlah iya sibuk dengan makanannya dan ponselnya, sedangkan Rayn duduk Bersama sepasang suami istri serta baby cantik.
"Apakah gadis kecil yang cantik ini adalah calon anak mantu ku?."Ujar Rayn, saat melihat baby carli yang berceloteh pada mamanya serta paman-pamannya itu.
"Ya, baby boy Axell akan menjaga Gadis kecil ku ini nantinya."Ujar Reivant dengan senyuman yang tak lepas dari bibirnya
"Apa kalian menjodohkan anakku tanpa bertanya padaku?."Tanya Shera dengan wajah cemberut melihat suaminya, membuat Reivant gemas di tambah rindu yang membucah ingin rasanya ia rengkuh tubuh mungil wanitanya itu. (sabar Vant, tunggu di rumah lebih tepatnya di kamar ye)
"Oh ya Re, untuk masalah selanjutnya, aku masih membutuhkan bantuan mu."Ujar Reivant pada sahabatnya itu
"Aku selalu ada untuk mu Vant, mulai saat ini kita adalah keluarga."balas Rayn / Rare yang menatap Reivant dengan senyum tulus
Sedangkan Shera hanya tersenyum, ia bahagia mereka di kelilingi oleh orang-orang yang baik, ia berharap semoga ia bisa lepas dari Rouwnd, karena sudah sangat lama ia menyimpan dendam pada pria tua itu. Mungkin sekarang ia memang harus terbuka dan jujur pada suaminya.
"Baiklah mari kita pulang, sudah lama kita disini, kasian para pengawal kita butuh makan."Ujar Rayn dan merapikan pakaiannya yang sedikit acak-acakan.
"Baiklah,,"Balas Reivant yang akan mengambil Carli dari Shera karena sekarang bayi gembil itu sudah tertidur setelah makan tadi.
"Tunggu, makanan ini siapa yang membayarnya, vant?."Goda Rayn dengan senyum tengil nya.,
"Oke,,"Jawab Reivant yang sudah mengambil ancang-ancang dengan hati-hati karena sekarang posisi baby Carli yang dalam gendonganya.
Sedangkan yang lain hanya bisa mengelengkan kepalanya melihat tingkah absurd dari kedua sahabat tua itu.
"Oke karena aku yang menang jadi kamu yang bayar Re."Ujar Reivant dan berjalan sambil mengengam tangan Shera dengan sebelah tangannya, meninggalkan Rayn yang menampilkan wajah cemberut.(Hayo lah Rayn, kamu kan kaya, dan wajah itu tidak cocok dengan badan kekarmu itu, author be like🤭)
Danien, Brandon, Arthur hanya bisa tersenyum, sedangkan Harld hanya menatap datar kakak sepupunya itu.
"Hei kalian jangan tertawa."Ujar Rayn dengan wajah merajuk.
"Oh God, apa ini wajah asli dari seorang mafia yang bengis yang terkenal kejam dan dingin."Ujar Danien mengejek Rayn tapi tetap dengan senyum manisnya
"Hei Dan, ku sumpahi kamu jadi adik iparku."Ujar Rayn asal dari mulutnya dan setelah itu dia tersenyum sendiri.
"Semoga saja kak."Ujar Brandon asal sambil tersenyum melirik kakak keduanya, yang di tatap ya datar-datar saja.
Akhirnya tinggalah Rayn dan Harld yang sudah berjalan ke meja kasir untuk membayar semua tagihan dari makanan mereka.
"Berapa??"Tanya Harld tanpa senyum plus datar tanpa expresi,, (ayolah Harld jangan membuat author ingin menyulikmu.)
Kasir itu menujukan nominal angka yang tertera di struk, yang jika di jumlahkan hampir 20 juta (anjirt makanan model apa itu) ya namanya juga restoran mahal. author menangis Alayy.
Harld mengeluarkan kartu debetnya dan memberikan pada kasir tersebut, gadis itu menerima dengan senyum tapi tidak dengan Harld yang seperti papan triplek.
****
Sekarang Reivant dan keluarga kecilnya berada dalam satu mobil, sedangkan Danien dan Brandon satu mobil, dan Arthur yang mengunakan mobil sendiri karena tadi ia datang ke kantor mengunakan mobilnya sendiri.
Tujuan mereka sekarang adalah Mansion ketujuh pria Park yang sekarang mereka tinggali.
"Mulai besok, kamu tidak usah bekerja lagi, Ra."Ujar Reivant menatap istrinya itu
"Tapi, aku kan dokter Rey, tugas ku membantu pasien-pasien ku."Jawab Shera
"Baiklah, kamu tetap bekerja jadi Dokter tapi di rumah sakit kita."Ujar Reivant tanpa bantahan, mungkin ia tidak ingin terjadi apa-apa lagi pada istrinyaa itu
"Untuk masalah Rouwnd pada kedua orang tua mu, biarkan aku membantumu."Ujar Reivant dengan senyumnya.
"Aku suami mu Ra, sudah sepantasnya aku menanggung beban ini Bersama mu, jangan simpan sendiri lagi, berbagilah padaku."Lanjutnya lagi
"Iya Rey, maaf selama ini aku meninggalkan mu, dan merepotkan mu mengurus putri kecil kita seorang diri."Ujar Shera dengan mata yang berkaca-kaca, ia menyesal karena tidak jujur sedari awal ia bertemu dengan Reivant, karena ia berpikir tidak ingin suaminya celaka.
"Aku merindukanmu Ra."Ujar Reivant,
"Sangat-sangat merindukanmu".Lanjutnya lagi menatap istrinya.
"Aku merindukanmu juga Rey, dan juga anak kita."Balas Shera dengan senyum di wajahnya.
"Aku mencari mu selama ini, dan setelah aku tahu jika orang suruhan Rouwnd selalu ada di sampingmu, jadi aku meminta Amel lah yang bertemu denganmu terlebih dahulu, karena saat itu kami membereskan mereka." Ujar Reivant
"Mereka?."Tanya Shera karena iya tidak tahu jika orang-orang suruhan Rouwnd yang selalu mengikutinya itu lebih dari satu orang.
"Mereka lebih dari satu Ra, dan sepertinya sebentar lagi akan ada masalah yang besar."Jawab Reivant dengan santai, karena dia sudah bisa membayangkan masalah apa yang akan terjadi nanti.
Akhirnya mereka tiba di Mansion, Shera menatap takjub bangunan itu, walaupun ia pernah datang membawa baby Carli tapi saat itu ia tidak fokus pada bangunan, karena ia fokus pada anaknya.
Mobil yang di tumpangi Reivant, Shera dan baby Carli terparkir di depan halaman mansion itu, tanpak Ny.Park dan Rachel yang berdiri di depan teras menunggu kedatangan Shera.
Ya tadi Danien menelpon mommynya mengatakan jika mereka membawa Shera kembali yang di sambut bahagia oleh keluarga besar Park.
"Shera."Ujar Ny.Park saat melihat anak mantunya dan menyambutnya dengan mata yang berkaca-kaca. Ny.Park sangat merindukan Menantunya itu,bagaimana pun juga Ny.Park sudah menganggap Shera seperti anaknya sendiri.
TBC.