
Setelah, Danien meminta bantuan pada Harld dan disini lah mereka berdua berada, tidak bertiga karena tadi Arthur juga ikut, mereka sekarang di ruangan Khusus kepunyaan Harld yang ada di perusahaan ini. Tepatnya, di dalam ruangan Rayn juga, hanya ada salah satu pintu yang menuju ruangan rahasia milik Harld.
Flashback
"Harld kamu bisa membantu ku?."Tanya Danien.
"Iya kak, apa yang bisa ku bantu??."Tanya Harld sambil matanya melihat layar laptop Danien yang tampak buram bukan karena rusak. Tapi, karena kualitas video dalam computer itu kurang bagus.
"Apa kamu punya ruangan IT?."Tanya Danien, karena untuk seorang Danien saja di kantor ia juga mempunyai Ruangan IT yang di khususkan untuk ia memantau pergerakan dalam perusahaan itu, tanpa campur tangan Kantor IT perusahaan itu sendiri.
"Ada kak, di balik pintu itu."Ujar Harld menujukan salah satu pintu karena di sana ada dua pintu yang satunya kamar milik Rayn dan semua mata menatap kesana kecuali Rayn yang memang tahu ruangan itu.
"Baiklah mari kita berdua kesana."Ujar Danien dan berdiri dengan laptopnya tak lupa Ipad nya.
Harld juga berdiri dengan laptop di tangannya.
"Kak, aku ikut."Ujar Arthur yang melihat kakak dan adiknya Harld berdiri akan menuju ruangan pribadi milik Harld.
"Baiklah, bawa Ipadmu."Ujar Danien pada Arthur dan pria itu menyengir senang.
"Kak, aku memperbaiki data ini dulu."Ujar Danien pada Reivant yang menatapnya dan di balas anggukan oleh kakak sulungnya itu.
"Untuk apa kak?."Tanya Arthur, karena ia tidak terlalu mengerti dunia IT, ia hanya mengerti dunia Fashion dll. Tapi, tetap saja ia membawa laptop dan Ipad miliknya, entah untuk apa barang-barang itu hanya Danien yang tahu.
Flashback End.
"Wah ruangan mu besar sekali, Har."Ujar Arthur, padahal isi nya hampir sama kayak ruangan kakak keduanya Danien
"Iya kak, duduk lah kak."Ujar Harld menujukan salah satu sofa panjang yang ada disana.
Danien mengambil posisi duduk di sebelah Harld, mereka berdua mulai sibuk dengan komputernya masing-masing.
"Kak apa USB itu tidak bisa terbaca di laptop kakak?."Tanya Harld
"Iya Al, kakak penasaran apa isi dari data yang ada di USB ini."Jawab Danien sambil menunjukan USB yang ia pegang dan mencolokannya di CPU yang seharga rumah author.(🤦♀️ sekitar 50 juta lah). hehe. Harld menatap kakaknya Danien yang menyebut namanya hanya Al saja.
Danien mengotak-atik komputer Milik Harld dengan tampak serius, begitu juga Harld yang juga membuka komputernya untuk melihat isi dari kaset CD yang tadi di berikan Danien padanya.
Sedangkan Arthur hanya diam melihat kedua manusia hacker itu mengotak atik benda persegi di depan mereka dengan Bahasa yang ia tidak mengerti dan ia hampir bosan menunggu mereka berdua. Tapi, ia malas keluar jadilah ia memilih untuk membaringkan diri di sofa Panjang dalam ruangan itu.
Setelah hampir satu jam lebih Danien mengotak - atik komputernya, akhirnya ia berhasil entah apa yang di lakukan oleh Danien -author tidak tahu.-
"Done, akhirnya selesai juga."Gumam Danien yang menatap layar komputer yang menampilkan sebuah video dan terdengar suara nyanyian dari video tersebut.
Danien mempause video itu serta menatap adiknya Arthur. Sedangkan Harld masih mencoba memulihkan data yang ada dalam kaset tersebut, entah apa ia juga penasaran.
"Ar, panggilkan semua kesini sekarang,.Ujar Danien pada Arthur yang sudah duduk kembali, karena ia sempat kaget dengan suara tadi.
"iya kak."Jawab Arhur dan berlalu dari ruangan Harld, untuk memanggil kakak-kakaknya yang ada di luar.
Sepeninggal Arthur, Danien tampak melihat komputer yang ada di depan Harld karena ia juga penasaran apa isi dari kaset itu.
"Apakah sudah bisa di buka, Al?"Tanya Danien pada Harld yang masih berusaha.
"Belum kak, sepertinya sebentar lagi akan terlihat hasilnya."Jawab Harld yang mana jari-jarinya masih bergerak lincah di atas papan keyboard.
Hingga tak berapa lama pintu ruangan Harld terbuka, tampak Reivant masuk terlebih dahulu di susul Brandon dan Arthur serta Eko juga, yang di suruh ikut melihat atas ijin Reivant tentunya.
Karena, Eko akan berguna nantinya dan tak berapa lama muncul Rayn yang tadi ia berpesan terlebih dahulu pada sekertarisnya, jika ada yang menelpon dan mencarinya katakan ia masih di luar.
"Ada apa Dan, apa kamu sudah bisa memulihkan datanya?."Tanya Reivant pada adik keduanya itu.
"Iya kak, jadi aku ingin kita semua melihat isi dari USB ini."Ujar Danien
"Sepertinya ini salah satu bukti kuat untuk memenjarakan Rouwnd."Lanjut Danien lagi.
"Buka kak, aku sangat penasaran dengan video tersebut."Ujar Brandon yang tampak tak sabar
Danien tak menjawab adiknya Brandon, tapi ia sibuk dengan Ipadnya dan Arthur, ia akan mentransfer data itu pada Ipad Miliknya dan Juga Arthur yang tadi di suruh oleh Danien untuk membawanya.
Danien memplay video tersebut, disana tampak Shera kecil dan kedua orang tuanya, Tuan dan Ny.Ar duduk di sofa dengan meja kaca kecil yang terdapat kue ulang tahun.
Dengan senyum yang manis Shera mencium pipi mamanya dan papanya, tampak raut bahagia di wajah mereka.
Hingga menimbulkan senyum manis di wajah Reivant melihat istri kecilnya disana, hingga tak berapa lama tampak papa Shera berjalan menuju pintu sepertinya ada yang datang.
Kenapa mereka bisa melihatnya, karena ruang keluarga rumah Shera langsung kelihatan menuju pintu Utama, sesaat pintu terbuka tampak beberapa orang dengan pakaian hitam masuk dan mendorong papa Shera.
Hal itu membuat Reivant mengepalkan tangannya menahan amarahnya, mama Shera dan Shera tampak menjerit kaget karena masuknya orang-orang tak di kenal.
"Papa..." Shera kecil memanggil papanya dengan suaranya yang mungil
Papa Shera tampak berlari menuju anak dan istrinya serta memeluk mereka berdua, seakan ia ingin melindungi kedua manusia yang ia cintainya.
Seorang pria yang sangat di kenal oleh putra-putra Park, Rayn dan Eko tentunya masuk dengan jas hitam, ia tampak tersenyum manis pada keluarga Shera, tapi tidak ada yang tahu yang terjadi setelahnya. Ya itu adalah Rouwnd.
"Lama tak berjumpa sahabat ku."Ujar Rouwnd pada Arnold yang masih memeluk kedua cintanya.
"Ada apa kamu kesini, Wond?."Tanya Arnold dengan nada biasa walaupun ia sempat bingung
Karena, ia merasa tak mengundang siapapun karena ini hanya ulang tahun yang sangat sederhana permintaan dari istrinya.
Di rumah itu hanya ada mereka bertiga dan tukang kebun mereka yaitu pak Arif yang saat itu bekerja dan tinggal disana.
Karena, ia dari kampung sedangkan yang lain mereka hanya datang pagi dan pulang sore, tapi saat malam itu pak Arif masih keluar entah kemana.
"Ah aku hanya merindukan istrimu."Ujar Rouwnd dengan tidak tahu dirinya.
"Apa kamu gila."Ujar Cristella dengan berteriak, Arnold semakin mengeratkan pelukannya
"Sayangku, jangan marah-marah nanti cantikmu hilang."Jawab Rouwnd sambil berjalan mendekat dan Arnold membawa kedua orang yang Ia cintai mundur.
Sekarang ia menyesal, dulu saat sahabat ayahnya ingin mengajarkan bela diri ia tidak mau. Sekarang penyesalan itu tak berguna karena sudah terlambat.
"Maaf won, apa yang kamu inginkan hingga datang ke rumah ku?."Tanya Arnold lagi, berusaha kuat karna ia ingin istri dan anaknya aman.
"Yang aku ingin kan adalah istri mu dan perusahaan mu."Ujar Rouwnd dengan tanpa belaskasihan, ia menarik Christella dan mengancam akan membunuh suami dan anaknya jika ia memberontak
Rouwnd memberikan kode pada anak buahnya untuk menyiksa Arnold, dengan tidak punya keahlian Arnold berusaha melawan dengan barang apa saja yang ia dapatkan dan menyuruh putrinya itu pergi dari sana.
Tapi, Shera tak melakukan itu ia malah duduk di berjongkok dengan menutup kepalanya dengan tangan mungil nya, ia berteriak histeris saat seorang anak buah Rouwnd memukul kepala ayahnya dengan kursi kayu yang ada disana dan menusuknya dengan pisau. Shera tampak bergetar ketakutan hingga ia hamper pingsan.
Christella tampak berteriak memanggil suaminya yang nyaris tak berdaya, ia berusaha melepaskan tangan Rouwnd yang memeluknya dan berlari ke arah suaminya yang dengan nafas tersengal-sengal.
"Jaga anak kita."Itulah pesan terkahir dari Arnold sebelum dirinya menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan sang istri yang tak tahu harus berbuat apa-apa.
Dan video itu berakhir karena tidak ada lanjutannya lagi.
Reivant dan semua yang ada disana menatap nanar video itu yang warnanya juga tidak terlalu terang, tapi cukup Nampak wajah manusia yang dalam tersebut.
"Ini sangat Tragis."Ujar Arthur membuka percakapan, karena ia juga sangat Syok melihat keluarga kakak iparnya.
"Ini bukti yang selama ini Shera simpan, Ternyata ia mencoba kuat untuk melihat hari bahagia mamanya menjadi hari terakhir papanya."Ujar Rayn sambil menepuk- nepuk punggung sahabat kecilnya, karena ia tahu Reivant sangat marah saat ini.
"Urus semuanya, berkas-berkas dan bukti ini real, besok urus semua di pengadilan dan kumpukan orang-orang kita, Don."Ujar Reivant dengan nada penuh dendam.
"Aku akan mengirimkan orang untuk menjemput paman Billy, dan kakek Wilson serta kakek Aharon."Ujar Rayn
"Lakukan Rayn, aku ingin Rouwnd merasakan apa yang di rasakan oleh papa mertuaku dan membalaskan semua dendam yang di rasakan oleh istri mungilku."Jawab Reivant dengan sangar geram dan menahan amarahnya.
TBC.
Hay-hay jumpa lagi dengan author😁.
Kali ini, author ingin memberi pemanis sedikit. hehehe.
Spesial Pict Papa Reivant Park.