PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
102. Birthday II



Suasana sempat hening dan diam. Rachel berusaha menahan air matanya yang hampir menetes. Betapa sedih kehidupan yang di alami adik mereka itu, hal itu mengingatnya pada Danien.


"Dimana anak menantuku,Vant?"Ujar Rayn yang memecah kan suasana.


Tadi saat Harld berjalan ke arah Ny.Park dan memanggilnya dengan sebutan mommy,.


Ny.Park langsung menyambut anak itu dengan pelukan hangat seorang ibu yang tak pernah di rasakan Harld, sejak ia dilahirkan ke dunia yang penuh dengan sandiwara.


Begitu juga yang di lakukan Tn.Park sama seperti istrinya, mereka menerima Harld seperti anak sendiri. Hingga menerbitkan sedikit senyum manis di wajah remaja 19 tahun itu.


"Anak gadisku ada di taman belakang."Jawab Reivant


"Dimana Shera?."Tanya Rachel yang tak melihat istri dari sahabatnya itu.


"Tadi Kakak Ipar ke kamar sepertinya kak, kakak ipar agak pucat kelihatanya."Jawab Chaiden yang tadi datang Bersama Axell. Chaiden ke ruang keluarga tadi karena Rachel mengirimkan pesan meminta tolong untuk membawa Axell karena papinya datang, kakaknya Rachel.


"Aku akan melihatnya sebentar, kalian ke belakanglah Re."Ujar Reivant pada Rare sahabatnya dan di balas anggukan dari Rare/Rayn.


Setelah itu, Chaiden pamit undur diri kembali ke taman belakang dan di ikuti oleh Baby Axell.


*****


Aidyen tampak kesal karena sedari tadi, gadis yang hampir seumuran dengannya lebih tepatnya setahun di bawahnya mengikuti kemanapun ia pergi, sejujurnya ia agak risih tapi ia berusaha menahannya karena gadis itu adalah Anggi adik dari sahabatnya Arvin.


"Vin, bisa gak aku minta tolong??."Tanya Aidyen dengan tampang memelas pada sahabatnya itu.


"Kenapa lu?."Tanya Arvin melihat wajah memelas Aidyen.


"Bukannya aku gak suka sama adik lu, tapi aku benar-benar merasa gak nyaman, jika di ikuti terus seperti ini."Ujar Aidyen jujur, ya mending ia jujur walaupun menyakitkan buat Arvin, tapi ternyata tidak, Arvin malah tertawa karena melihat wajah memelas sahabatnya itu.


"Iya aku ngerti, sama seperti yang aku alami, noh liat to mereka berdua malah jadi teman dan akrab."Ujar Arvin yang ikut merasakan apa yang sahabatnya rasakan.


Sekarang adik perempuanya malah berteman dengan salah satu gadis seusianya yang juga dari tadi mengikuti kemana pun Arvin pergi. (poor Aidyen dan Arvin).


Grup yang di gawangi oleh Arvin beranggotakan 5 orang di mana 3 orang lagi, mereka ada bermain di sana di dekat kolam renang entah apa yang mereka lakukan.


"Yahhhh,,kenapa nasib kita berdua sama."Ujar mereka berdua bersamaan dan setelahnya, mereka malah tertawa merasa lucu dengan apa yang mereka alami.


****


Di sisi lain, pinggiran kolam tampak Chaiden, Brandon, Arthur dan Michael mereka bermain Monopoli di salah satu meja yang ada di sana, ya kapan lagi mereka merasakan bebas dari pekerjaan, jika bukan hari ini, dengan Danien yang hanya melihat tingkah konyol adik-adiknya itu. (mereka bermain monopoli hanya untuk menghibur diri)


"Kak, dimana kakak pertama?."Tanya Arthur yang sedari tadi tak melihat kakak pertamannya.


"Mungkin di ruang keluarga."Jawab Brandon asal, karena ia juga tidak tahu pasti kakak sulungnya ada dimana.


"Hallo siang semuanya."Sapa Rayn pada kelima putra park yang sudah ia anggap adik-adiknya itu.


"Kak Rayn, akhirnya kakak datang juga, hallo Harld."Ujar Brandon yang menyapa kakak dari Rachel tersebut dan juga adiknya yang di balas anggukan Rayn dengan senyum.


"ckckkc apa yang kalian lakukan?."Tanya Rayn melihat papan monopoli di atas meja itu.


"Main kak, kapan lagi kami akan merasakan kebebasan seperti ini, jika tidak hari ini."Ujar Chaiden dengan asal dan mengundang tawa bagi semua yang ada disana.


"Harld kenalkan ini Michael, aku yakin kalian berdua sangat cocok menjadi partner di dunia Cyber."Ujar Danien yang melihat ke arah Harld yang menatap mereka satu persatu, ya walaupun ia sudah sedikit mengenal Danien, Chaiden, Brandon dan Arthur, tapi ia belum mengenal Michael.


"Mike, ajaklah Harld untuk berkeliling di sini."Ujar Danien lagi pada adik keenamnya itu.


"Baik kak."Jawab Michael yang langsung berdiri dan mengulurkan tangannya pada Rayn dan Harld serta memperkenalkan diri.


"Apakah ini Michael, dimana si bungsu?."Tanya Rayn membalas uluran tangan Michael dan bertanya tentang adik bungsu keluarga Park ini.


"Ada, sepertinya ia sibuk dengan para anggota grupnya kak".Ujar Brandon yang menjawab pertanyaan Rayn.


"Hai,,"Sapa Michael pada Harld, ya karena baru kali ini Michael bertemu dan menyapa orang luar selain keluarganya, jadi ia sedikit kaku.


"Hai,Mike."Balas Harld yang seakan senang menemukan teman sebayanya. walaupun kelihatannya ia seperti orang yang tak tersentuh, tapi sebenarnya Harld adalah anak yang hangat dan penyayang, apalagi jika ia sudah menemukan Partner yang cocok dengan nya.


Tapi untuk partner Harld yang asli di dunia Cyber dan kawan-kawannya tetaplah Danien Park karena kehebatan mereka berdua yang setara.


"Wah, ini kamar mu Mike?."Tanya Harld yang takjub dengan isi ruangan tersebut.


Padahal hampir sama dengan ruangannya, hanya ruangan Mike masih di dominasi warna ungu dan hitam jadi ada sedikit kesan cerahnya.


Sedangkan ruangannya di dominasi warna hitam semua, hanya lampu kamar dan lampu-lampu computer dan teman-temannyalah yang memberikan pencahayaan pada kamarnya.


Kita tinggalkan kedua teman baru itu.


****


Setelah tadi bertemu papinya dan uncle tampannya Harld, Axell kembali ke taman dimana baby cantiknya berada.


Baby Axell tampak kesal dengan anak lelaki seumurannya yang sedari tadi mengikuti kemanapun baby Carli pergi. Wajah putihnya menjadi merah padam melihat nya.(waduh bahaya nie baby eh).


"Apa yang kamu lakukan, jauhi baby cantikku."Ujar Axell dengan suara penuh ancaman pada anak lelaki yang tadi mengikuti kemanapun baby Carli pergi.


Amel melihat semuanya, ia sedikit khawatir karena sepertinya baby Axell sangat marah pada anak lelaki di depannya itu, ia berjalan ke arah dua anak lelaki itu.


"Tuan muda, ada apa?."Tanya Amel pada Axell, ya karena ia yang menjaga, jadi ia juga yang harus membantu baby boy itu tenang.


"Tidak apa-apa..."Ujar Axell menjawab pertanyaan dari pengasuh baby Cantiknya.


"Apa Tuan muda ingin makan, kebetulan baby cantik juga akan makan."Ujar Amel lagi menawarkan untuk makan siang. sebenarnya Amel agak segan dengan Axell karena pembawaannya seperti Tuan muda pertama.


"Baiklah, siapkan untukku juga ya, terimakasih."Jawab Axell dan berlalu meninggalkan Amel setelah mengucapkan kata Terima kasih.


Axell berjalan bersama baby cantiknya dan Vania, tangan mungilnya mengenggam tangan bulat baby cantik agar tak jatuh katanya. Itulah perlindungan yang di berikan Axell pada baby cantiknya.


"Apa salahku, kan aku hanya ingin berteman."Ujar anak lelaki itu pada Amel saat baby Axell pergi.


Amel hanya tersenyum, dan menyuruh anak lelaki itu untuk lanjutkan bermain dengan teman-teman lainnya.


Baby Carli tampak melahap makanannya, karena sebenarnya ia sudah kelaparan, di tambah baby Axell dan Vania yang ikut makan, membuat suasana di meja kecil itu menjadi rame.


"Sepertinya putra kak Rachel benar-benar akan menjadi pria yang bertanggung jawab saat dewasa nanti "Ujar Brandon yang melihat gerak-gerik yang di lakukan bocah 6 tahun itu.


"Iya, ahh baby cantiku masih kecil tidak boleh ada yang mengambilnya."Ujar Chaiden dan menatap ponakan cantiknya.


"Tapi kalau baby boy Axell yang menjaganya aku akan merasa aman."Lanjutnya lagi dengan senyum


"Kak Rei,,"Panggil Arthur yang melihat kedatangan kakak pertamanya


"Kakak dari mana?."Tanya Brandon karena wajah kakaknya tampak kusut tidak seperti tadi


"Kakak ipar mu tadi pingsan di kamar, untungnya kakak cepat datang."Jawab Reivant yang memberitahukan keadaan istrinya pada adik-adiknya.


"Terus, bagaimana keadaan kakak ipar?."Tanya Arthur yang ikut bersuara.


"Sudah mendingan, mungkin setelah acara ini selesai, kakak akan menyuruh paman Diky untuk memeriksa Shera."Ujar Reivant.


"Iya, sepertinya kakak ipar kelelahan, karena tadi Kai sempat melihatnya, dan menanyakan, kakak ipar bilang ia baik-baik saja."Cerita Chaiden yang tadi bertemu kakak iparnya saat ia mengantarkan Axell ke ruang keluarga tadi.


TBC


Walaupun tidak sesuai dengan tema ataupun jalan cerita di chapter ini.


aku ingin kasih bonus Pict.


tralalalala... Ayo tebak ini siapa?😁