
Setelah mengakhiri Panggilan nya, Reivant menatap adiknya yang tampak serius, ia hanya tersenyum dari balik map yang ia pegang.
Sebenarnya dalam hati nya ia berdoa semoga adik nya itu bisa bertemu keluarga kandungnya, ya walaupun mungkin ia agak berat melepas Brandon yang sudah ia anggap adik kandung nya itu.
Tak lama Terdengar ketukan pintu yang menandakan Reza datang bersama Kepala devisi Y yang mengurus devisi keuangan. Setelah itu Reivant menyuruh mereka masuk.
"Pagi Pak."Ujar Tuan Y dengan sopan ya walaupun secara umur dia tua, tapi secara jabatan ia masih di bawah jauh, yang di depannya itu Presdir.
"Hm"-Reivant hanya berdehem
"Coba kamu periksa ini."Ujar Reivant memberikan laporan keuangan itu.
"Baik pak."Jawab Tuan Y dengan gugup, ia meneliti laporan tersebut dengan seksama, hingga ia hanya bisa menghela napas pelan saat melihat kekeliruan disana.
"Maaf Pak."Ujar Kelapa Y dengan sangat gugup.
"Hm,,trus?."Tanya Reivant dengan tatapan yang terbilang lembut tapi mematikan semakin membuat Kepala Y tak bisa berkutik.
"Saya akan menyelesaikan sekarang pak."Ujarnya dengan tangan yang bergetar.
"Kenapa baru sekarang, bukankah kamu tahu jika saya sudah Seminggu disini."Ujar Reivant dengan suara yang sangat rendah.
"Kak coba saya bantu."Ujar Brandon yang sedikit kasian melihat bapak tua itu, karena ia merasa pasti ini ada sangkut pautnya dengan beberapa orang yang sudah di amankan oleh Reza.
"Hm, uruslah."Ujar Reivant dan berdiri dari kursi kebesarannya.
"Dimana ruangannya pak?."Tanya Brandon ramah tapi jangan salah gunakan keramahannya.
"Mari."Ujar Kepala Y dan pamit pada Reivant untuk menyelesaikan kesalahan tersebut.
Sepeninggal Brandon bersama Kepala Y, di ruangan tersebut tinggal Reivant dan Reza yang ada, dan Reza akan menjadi patung hidup jika atasannya belum memberikan perintah apappun.
"Za, antar saya ke ruangan IT."Ujar Reivant tiba-tiba.
"Baik Boss."Jawab Reza.
Mereka berjalan keluar dari ruangan itu, yang akan menjadi ruangan Brandon nanti, tapi ia bilang hanya akan datang sekali-kali kesini. Mereka berdua berjalan menuju ke ruangan IT, sidak yang di lakukan Reivant tanpa ada yang tahu.
Reza masuk ke ruangan yang penuh dengan berbagai computer dan beberapa pegawai disana tampak terkejut dengan kehadiran asisten boss besar mereka itu.
"Silahkan boss."Ujar Reza saat pintu terbuka, dan hal itu sukses membuat semua yang ada disana gelagapan, karena Presdir mereka datang tanpa pemberitahuan.
"Pagi Pak."Sapa mereka dengan kegugupan yang terlihat jelas.
"Hm,,"-Reivant hanya berdehem dan melihat sekitar, ternyata tak ada yang mencurigakan, Reivant tahu devisi ini kerja benar.
Tapi selalu ada segelintir orang yang berani bermain-main dengannya, kan cari sial itu.
"Baiklah kerjakan apapun yang kalian bisa, dan saya berharap tidak ada lagi yang berani bermain curang atau nyawa taruhan buat kalian."Tegas Reivant dan berlalu dari sana tanpa menunggu jawaban dari karyawannya.
"Ingat itu."Ujar Reza menekankan kata ingat dan berjalan mengikuti Bossnya.
"Boss, apa mereka yang disana akan di eksekusi semua?."Tanya Reza dengan pelan.
"Ya, kenapa apa kamu ragu?."Tanya Balik Reivant.
"Tidak boss."Jawab Reza
Tak berapa lama Brandon muncul bersama Kepala Y dan seorang pria yang masih terbilang muda, ternyata memang ada kekeliruan dalam laporan tersebut karena pria muda itu karyawan baru dan ia baru memulai pekerjaan nya disini, akhirnya masalah itu beres.
Sekarang Reivant, Brandon dan Reza meningalkan perusahaan menuju tempat special yang selalu di katakan Brandon, mereka menaiki mobil menuju rumah tersebut.
Akhirnya mereka tiba disana, beberapa anak buah Reivant yang berjaga disana, dan mereka menyapa dengan hormat atasan mereka tersebut.
"Dimana mereka?."Tanya Brandon dengan mata berbinar. (duh Don jangan galak-galak napa).
"Mari Boss."Ujar salah satu penjaga tersebut dan mengantarkan atasan nya.
"Wah, wah kalian malah enakan tidur."Ujar Brandon yang melihat empat orang pria yang terikat di atas kursi kayu.
"Siapa kalian."Ujar salah satu yang melihat kedatangan ketiga manusia yang tampak rapi.
"Bukan siapa-siapa."Ujar Brandon dengan senyuman tengilnya.
Dan akhirnya mereka membuat sesuatu yang takkan terlupakan oleh siapapun, termasuk para pengawal yang melihat kelakuan dari adik Boss mereka itu, sedangkan Reivant hanya menonton. Skip (Bayangin sendiri ajalah).
Brandon hanya memberi goresan-goresan kecil pada kulit penghianat itu dan dengan jahilnya ia meminta air garam dan lemon. (ada-ada aja dah uncle Brandon itu)
***
Setelah bermain-main bersama tikus kantor tadi, sekarang Reivant, Brandon dan Reza mereka masuk ke salah satu pusat perbelanjaan yang besar di kota S ini.
"Ah apa yang bagus untuk seorang wanita Za?."Tanya Brandon pada Reza.
"Aduh apa ya boss, saya belum pernah pacaran?.Ujar Reza jujur dengan cengiran.
"Heiisss, gak bisa di andalkan,ck."Balas Brandon dan berjalan meningalkan Reza sendiri.
Sedangkan Reivant ia masih memilih perhiasan untuk istri mungilnya dan hadiah yang di minta oleh putri kecilnya Carli.
"Saya mau ini."Ujar Reivant menunjuk sepaket perhiasan yang berlapiskan Diamond.
"Ini tuan, kebetulan ini tinggal satu paket ini saja tuan."Ujar Pegawai itu.
"Hm,, satu."Ujar Reivant
Di sebelahnya ada seorang wanita yang menatap Reivant penuh minat, ia terpesona dengan wajah tampan dan dewasa dari seorang pria di samping nya itu.
Reivant tahu jika ia sedang di perhatikan tapi bukan Reivant namanya jika meladeni, ia tidak akan tergoda dengan wanita manapun, karena istrinya jauh memiliki semua yang Reivant inginkan.
Reivant langsung mengeluarkan salah satu kartu yang membuat wanita itu dan pegawai tersebut cengo,. Pegawai itu langsung mengambil kartu itu dan melakukan pembayaran untuk kalung yang di beli oleh seorang pria tajir.
"Wow tajir nie,,"Iner wanita itu, dengan senyuman yang membuat pegawai toko hanya menatap dengan malas.
"Kak, apa sudah selesai belanjanya?."Tanya Brandon yang langsung berdiri di samping kakak pertamanya.
Ia sempat melirik wanita menor di sebelahnya itu, akhirnya ia menampilkan sedikit seringai setan di bibirnya.
"Hmm, kalau aku bermain dikit kayaknya seru nie."Iner Brandon (ia menatap wanita yang bermake up sangat tebal itu), ia bersyukur wanitanya alias Agatha lestari tidak seperti itu.
Brandon melirik kakaknya dan Reza, ia sedikit memberikan kode pada Reza, karena ia tidak mau wanita itu mengejar kakaknya.
karena jika di lihat wanita itu bukanlah wanita baik-baik dalam artian Matre dan Reza langsung mengerti maksud dari bossnya itu, sedangkan Reivant hanya tersenyum dalam diam, ia tahu apa yang akan di buat adik badungnya itu.
"Hm, kak pulang yukk."Ujar Brandon dan melingkarkan tangan nya di lengan kakaknya, ia hampir tertawa melihat wajah kakaknya yang datar saja. Brandon tahu kakaknya mengerti maksudnya.
"Yuk, Pulang yuk. Aku sudah lelah disini, lihat tu kakinya sampai merah gitu." Ujar Brandon dengan wajah yang sok imut, sambil menunjukan kakinya. (padalah ia pake sepatu).ck
"Hm,,"-Reivant hanya berdehem dan memberikan kotak perhiasan itu pada Brandon agar lebih kelihatan natural acting adiknya itu.
"Apakah ini untuk ku? Wah,, ini sangat cantik. Aku sangat menyukainya, kaulah yang terbaik, Hmm." Ujar Brandon dan terus merangkul lengan Reivant.
Pegawai dan wanita tersebut langsung shock dengan apa yang mereka lihat, mereka tak menyangka jika pria tampan itu, ah sudahlah.
Setelah jauh Brandon langsung berjalan seperti biasa dan melepas gandengan tanganya pada kakaknya tadi, ia menahan tawanya begitu juga Reza.
Sedangkan Reivant hanya diam saja dengan wajah coolnya.
Akhirnya mereka sudah tiba di mobil dan Brandon langsung tertawa terbahak-bahak akan ulahnya sendiri, ia langsung merasa geli dan ngeri.
"Aissss sial, wanita itu membuat ku harus memerankan hal menjijikan seperti ini."Ujar Brandon di selah tawanya.
"Boss, anda hebat sekali."Ujar Reza yang juga ikut tertawa dengan tingkah Brandon sambil memberikan 2 jempol tangannya.
"Boss lihat wajah mereka langsung shock tadi."Lanjutnya lagi.
"Ya, setidaknya kakak ku aman dari wanita ondel-ondel itu."Jawab Brandon masih dengan tawanya.
"Ya ampun Don, kakak lupa beli boneka macan pesanan ponaanmu."Ujar Reivant saat ia sudah duduk di kursi belakang mobil. Sedari tadi ia tak begitu merespon Percakapan gila adik dan asistennya itu.
"Za, kamu yang belikan ya, saya tidak akan kesana lagi, ngeri."Ujar Brandon sambil bergidik.
"Cari boneka macan yang besar, besar sekali."Lanjut Brandon lagi, tapi masih ada jejak tawa di bibirnya mengingat kejadian tadi.
"Apa ini kak, wahh perhiasan buat kakak ipar ya."Ujar Brandon dan memberikan kembali paper bag berisi kota perhiasaan tersebut.
"Ya, tahu begitu aku belikan juga buat Attha."Lanjutnya lagi.
"Beli lah, pergi dengan Reza to."Balas Reivant.
"Ya nanti di sana ajalah kak, tadi aku sudah beli juga."Ujar Brandon
Bunyi ponsel Reivant terdengar, dengan cepat ia melihat siapa yang menelpon ternyata istri kecilnya, di tekannya tombol hijau di layar Ponsenya itu
"Papa,,"Terdengar suara Baby Carly yang memanggilnya.
"Princess,,"Sapa Reivant, ternyata anaknya yang menelponnya tentunya dengan Shera di sampingnya.
"Papa kapan pulang?."Tanya Carli dengan mata berkaca-kaca, ia merindukan papanya.
"Nanti, papa pulang sayang, tunggu papa ya."Ujar Reivant yang tak tega melihat anaknya menangis.
"Ok, jangan lupa macan besar pa."Ujar gadis kecil itu.
"Siap Princess, papa sudah membelikannya untuk anak papa yang cantik."Ujar Reivant
"Mana mama sayang?."Tanya Reivant
"Mama ada, masih makan sama dede bayi."Ujar anak itu antusias.
"Baiklah, sampai nanti Princessnya papa."Ujar Reivant dan Carli memberikan kecupan dari sana, sambungan terputus.
Tak berapa lama Nampak Reza yang memikul boneka yang sangat besar, dan itu membuat Brandon tertawa, karena ukuran boneka lebih besar dari badan Reza yang terbilang tinggi kecil itu.
"Ya ampun itu kegedean Don."Ujar Reivant
"Biarlah kak, kan tadi baby bilang yang besar."Jawab Brandon
"Trus mau taruh dimana bonekanya Don?."Ujar Reivant hanya menghela napas pelan.
"Di samping kakak."Ujar Brandon tanpa rasa bersalah.
"Boss, ini boneka nya besar sekali."Ujar Reza yang sudah sampai di mobil.
"Taruh disini Za."Ujar Reivant dan boneka itu di letakan di samping Reivant.
Mau di apakan boneka sebesar itu Carli, ampun dah anak ku kok maunya aneh-aneh. (Noona Author be like).
TBC.
Spesial pict siapa yah?
hmmm,, sepertinya author ini merindukan Keberadaan Paman Ketiga Park.
Jadi kita Spesial Pict nya Uncle Chaiden Park