
Mansion Park
Tn.Park memperhatikan keenam putranya, minus Aidyen karena ia sudah berangkat sekolah, Serta istri dan cucu cantiknya itu.
"Mom, kenapa rapi sekali hari ini?." Tanya Tn.Park pada istrinya saat melihat penampilan istrinya yang terbilang rapi dan begitu juga cucunya yang sudah mengenakan pakaian yang bagus, sungguh mengemaskan di mata mereka bayi gembul itu.
"Kalian akan kemana Mom?." Tanya Reivant yang tidak kalah heran melihat mommynya.
Sekarang sudah pukul 9 pagi dan mereka belum ada yang berangkat ke kantor, serta Chaiden yang sudah menenteng tas laptopnya untuk pergi ke kampus, konsultasi Skripsi katanya.
"Ohh, hari ini mommy ada acara amal dan pelelangan, jadi mommy akan mengajak cucu mommy yang cantik ini." Ujar Ny.park sambil melihat suami dan putra-putranya.
"Berarti stella juga hadirkan mom?." Tanya Reivant, karena ia tahu stella juga salah satu tamu yang akan hadir disana.
"ah iya, kok mommy lupa ya, apa mommy harus membawa Rachel juga?." tanya Ny.Park lagi
"iya, nanti Rei akan suruh Rachel untuk menyusul mommy." Ujar Reivant
"Baiklah, akhirnya mommy bisa tenang." Ujar Ny.Park sambil terus memperhatikan cucunya, mungkin ada yang kurang pada penampilan cucunya itu.
Akhirnya, Reivant, Danien, Brandon dan Arthur berangkat ke kantor dengan satu mobil yang selalu mereka gunakan akhir-akhir ini, sedangkan Tn.Park dengan mobil lainnya.
Chaiden mengunakan salah satu mobil sport miliknya untuk ke kampus tanpa sopir, serta Michael menghabiskan waktunya bermain game di rumah dengan bebas, karena tidak akan ada yang mengacaunya, kecuali kakak Liliana-nya yang nanti akan membereskan ruangan itu.
Saat mereka sampai di Company Park, keempat pria tampan itu keluar dari mobil berjalan di lobby menuju lift, dimana Brandon membawa sebuah kotak besar yang tadi di berikan mommynya untuk Rachel.
Ny.Park menatap beberapa barang yang akan di bawa untuk di bagi-bagikan pada beberapa panti asuhan dan panti jompo. untuk barang yang di lelang lebih ke pakaian bermerk yang ada di butiknya.
ini adalah acara Tahunan yang selalu di adakan oleh Yunna Boutique, nama dari butik Ny.Park.
****
Rachel menatap tak percaya pada Atasan sekaligus sahabatnya, tadi saat ia baru sampai di kantor, ia di telpon oleh sahabat Esnya itu untuk datang ke ruangannya dan yang membuatnya shock adalah Reivant memberikannya sebuah kotak besar berisi pakaian dan juga sepatu yang harus ia pakai.
"Vant, ini apa?." Tanya Rachel sambil menujukan gaun yang ia kenakan saat ini.
"Itu Gaun lah, gak mungkin baju perang." Jawab Reivant asal dan membuat Rachel menatapnya kesal.
"Kak Rachel ternyata cantik juga mengenakan gaun itu." Ujar Arthur memuji penampilan Rachel.
"Ck, kau tahu Thur, pakaian seperti ini adalah pakaian yang sangat menyiksa dan aku selalu menghindari pakaian seperti ini dan hari ini aku harus mengenakannya." Jawab Rachel dengan wajah muramnya,
"tapi karena demi anak mantu ku yang cantik, aku bersedia melakukannya." Lanjutnya lagi dengan senyum yang merekah.
"Nah, begitu kek daritadi." Ujar Reviant dan membuat Rachel berdecak menatapnya.
Rachel berbalik kearah Danien yang duduk di sofa sambil menatap Rachel dengan menopang dagunya.
"Bagaimana penampilanku dengan gaun ini, Suami Virtualku? Apakah aku tampak cantik dengan gaun ini??". Tanya Rachel dengan senyum jahilnya.
"Aku tidak menyangka bahwa istriku akan secantik ini,, eh upss istri virtualku." Jawab Danien dan membuat Reivant melongo dan memijat keningnya yang tak sakit.
"Ck,,kau selalu seperti itu. Baiklah suami virtualku yang tampan, istri mu ini pamit pergi dulu. Ku titip Baby tampan kita padamu." Ujar Rachel dan membuat Reivant semakin pening.
"Pak Agus sudah menunggu di lobby, nanti ia yang akan mengantarkanmu ke tempat acara Amal dan pelelangan itu, kak Rachel." Ujar Brandon yang selesai menelpon sopirnya itu dan Rachel hanya menanggapinya dengan menangguk.
"Oke, aku berangkat sekarang! Suami Virtualku yang tampan jangan melupakan putra kita,yah." Ujar Rachel dan membuat flying kiss kearah Danien dan melihat ponselnya berapa lama lagi putra nya pulang sekolah, Danien sedikit melirik kearah kakaknya Reivant dan menangkap Flying kiss Rachel dan meletakkannya di dadanya,
Saat Rachel melewati meja kerja Agatha, ia sempat kaget karena tadi Sekertaris dari Pak Brandonnya berpenampilan biasa saja, tapi sekarang ia benar-benar berubah.
Ya, tadi Rachel menganti pakaiannya di kamar Reivant yang ada di kantor itu, kenapa ia bisa? karena ia adalah sahabat Reivant, dan ia juga tidak terlalu menyukai dandanan yang mencolok, ia lebih suka yang natural dan fawless, di tambah ia juga sudah cantik.
"Kak Rachel" Ujar Agatha cengo melihat penampilan Rachel.
"Ya Thata, Atasanmu, dan calon suamimu Brandon itu menyebalkan, mereka membuatku seperti badut." Ujarnya sambil menujuk diri sendiri.
Agatha hampir keselek air liurnya sendiri saat mendengar Rachel menyebut Pak Brandon sebagai calonnya, mukanya sedikit panas yang ia rasakan dan ia berusaha mengalihkan gemuruh hatinya.
"Badut??."Gumam Agatha sambil menilik penampilan dari Rachel tersebut,
"kakak cantik, badut dari mananya coba?." Tanya Agatha lagi.
"Baiklah Tha, aku pergi." Ujar Rachel dari sana dan masuk ke dalam lift yang menuju ke lantai bawah.
Kenapa mengunakan Gaun yang mewah sebenarnya itu bukan lah acara Amal dan pelelangan biasa tapi lebih ke ajang pamer mungkin, karena lebih ke acara ibu-ibu sosialita.
Sebenarnya ini bukanlah hal yang sulit untuk di lakukan oleh seorang Rachel karena pada kenyataannya juga Rachel adalah anak orang berada, hanya ia memang kurang menyukai pakaian yang bertema gaun dan pesta.
Semua mata terpana menatap kearah Rachel saat ia keluar dari lift menuju lobby dimana, sebuah mobil limonsin terparkir menunggunya.
"Siang Ny." Sapa pak Agus sopir pribadi Reivant, ia sudah tahu jika Wanita depannya ini adalah sahabat terbaik yang di miliki oleh Tuan mudanya.
"Siang pak." Jawab Rachel dan masuk ke dalam mobil itu.
"Uhm, aku jadi merindukan mama dan papa, serta yeye." Gumam Rachel saat di dalam mobil.
Perjalanan dari kantor ke Hotel tempat acara itu berlangung memakan waktu sekitar 30 menit, jika jalanan tidak macet paling hanya 15 menit.
*****
Di Kantor tepatnya ruangan Reivant, hanya ada Danien dan Arthur, karena Reivant barusan pergi menemui Daddynya, yang akan mengenalkan Partner bisnis mereka.
Mengapa hanya Reivant karena ia sebagai pewaris Utama dan yang bertanggung jawab penuh untuk kelangsungan perusahaan dan hidup dari ribuan karyawannya.
Ia sekarang adalah CEO dari Park Company tidak tahu kedepannya dan sebenarnya yang menjadi partner bisnis dari perusahaan Park company adalah perusahaan Wilson Freya yaitu AR Company, tapi yang datang membuat perjanjian kerja hanyalah orang kepercayaan dari kakek Wilson Freya.
"Selamat siang Tn. Ramons." Ujar Billy orang kepercayaan sekaligus anak angkat dari kakek Wilson
"Siang juga Mr.Billy, senang berjumpa denganmu." Ujar Tn.Park,
"dan kenalkan ini putra sulung saya Reivant Park, ia yang akan bertanggung jawab dengan kerja sama kita ini." jelas Tn.Park lagi sambil mengenalkan putranya.
"Selamat siang Mr.Billy, Saya Reivant Park." Ujar Reivant
"Oh ya, saya dengar Park company membuka cabang di kota S, hingga kami Berniat melakukan kerja sama dan disini lah saya sekarang." Ujar Mr.Billy Panjang lebar, yang di balas senyuman oleh Reivant.
"Iya benar, Mr.Billy itu juga baru setahun ini kami membuka disana." Jelas Tn.Park
Pembicaraan mereka berlanjut, dan akhirnya mereka berhasil melakukan kerja sama dan Mr.Billy undur diri, dan berjanji akan menjamu Reivant saat ia datang ke kota S nanti.
Sekarang sudah jam makan siang, hingga Reivant pamit undur diri karena ia sudah ada janji temu dengan keluarga temannya Agatha, sekertarisnya itu.
TBC.