
Reivant dan Danien hanya terdiam mendengar cerita Shera, mereka tak menyangka gadis kecil yang bernama Sharrena adalah anak yang pintar. Tapi,kekurangan kehidupanya lah yang membuat gadis itu hampir patah semangat.
Reivant tersenyum, ia tak salah memilih dan jatuh cinta pada istrinya ini, karena istrinya sangat mulia hatinya. Tidak memandang rendah status sosial seseorang, tapi ia bahkan merangkulnya dan membantunya.
"Terima kasih sayang, aku bahagia mencintaimu."Ujar Reivant tersenyum haru dan bangga.
"Iya pa, aku juga bahagia masuk dalam keluarga ini, karena kalian juga sama sepertiku."Ujar Shera
"Bukannya hari ini kamu ingin bertemu dengan Sahabatmu itu,pa?"Tanya Shera mengingat, jika suaminya itu akan berkujung ke kantor Rayn.
"Iya, aku hampir lupa sayang."Jawab Reivant dan berjalan ke meja kerjanya serta menelpon Agatha untuk masuk.
Tak berselang lama, Agatha masuk membawakan beberapa berkas yang tadi atasannya menyuruhnya untuk merapikannya.
"Siang pak, ini berkas yang sudah saya susun."Sapa Agatha saat sudah masuk dalam ruangannya dan memberitahukan jika berkas-berkasnya sudah ia susun sesuai perintah bossnya.
"Simpan di atas meja saja,Tha."Jawab Reivant.
"Oh ya Tha, kenalkan istri saya."Ujar Reivant lagi dan berjalan ke arah istri mungilnya serta mengenal kan pada Agatha sekertarisnya, ia takut istrinya berpikir yang tidak-tidak. (tenang Vant istrimu tipe yang main aman) hehe.
"Shera."Ujar Shera saat bersalaman dengan Agatha dan ia merasa familir dengan wajah wanita muda depannya ini.
"Saya Agatha,Ny."Balas Agatha dengan memanggil Shera dengan sebutan Ny.
"Agatha,,Agatha,,namamu?."Tanya Shera dengan memicingkan matanya, ia masih berusaha mengenal wanita depannya itu, tahi lalat di atas bibirnya sama persis dengan adik kecilnya dulu.
Agatha merasa takut, ia merasa terintimidasi karena tatapan Shera, begitu juga Reivant yang merasa istrinya akan marah, entah karena apa.
Sedangkan Danien ia hanya melihat pertunjukan apa yang akan terjadi, karena ia melihat kakak iparnya seperti menilai penampilan dari sekertaris kakak pertamanya itu.
"Apa namamu Agatha Lestari?."Tanya Shera dengan tetap menatap Agatha.
Agatha tampak terkejut begitu juga Reivant dan Danien, mereka seakan tak percaya, bagaimana bisa Shera mengetahui nama lengkap Agatha.
"Bagaimana Ny. tahu nama lengkap saya."Tanya Agatha hati-hati.
"Tahi lalatmu, kamu apa tak tahu siapa aku?."Tanya Shera masih menatap Agatha dengan senyum, ada kerinduan dalam tatapan matanya.
"Tahi lalatku."Jawab Agatha dengan meraba tahi lalat kecil yang menonjol di atas bibirnya, itu ciri khasnya.
"Sayang, bagaimana kamu tahu nama lengkap,Agatha?"Tanya Reivant akhirnya, ya ia juga penasaran.
"Apa kamu lupa Tata, dengan kakak yang selalu kamu panggil kak Yaya."Ujar Shera tetap menatap wajah Agatha dengan mata yang berkaca-kaca dan mengabaikan pertanyaan suaminya.
"Kak yaya."Ujar Agatha dengan shock, Ya Shera dulu selalu di panggil oleh Agatha kak Yaya karena ia dulu tidak bisa menyebut hurup R, merepotkan jadinya ia memanggil dengan nama Yaya saja.
Shera menganggukan kepalanya, air matanya Sudah mengalir di pipinya, di peluknya adik kecil yang dulu selalu menjadi teman dan saudaranya.
Akhirnya mereka bertemu kembali dan Agatha membalas pelukan Shera,ia juga merindukan sahabat kecilnya dan saudaranya.
"Iya Tata, ini kakakmu, maaf saat itu kakak tidak pernah mengunjungimu lagi."Ujar Shera merasa bersalah pada adik kecilnya itu.
"Jadi, kalian berdua adalah sahabat masa kecil?."Tanya Reivant sedikit bingung dengan keadaan, ini sangat kebetulan.
"Iya pa, Tata adalah adik aku juga."Jawab Shera setelah melepas pelukannya.
"Hei, bedak mu luntur."Goda Shera pada Agatha dan gadis itu hanya tersenyum, kakaknya belum berubah,suka sekali menjahilinya.
"Kak, jadi kakak istri dari pak Reivant, maminya Baby cantik, ponaanku sangat cantik kak itu?".Ujar Agatha Panjang lebar membuat Reivant maupun Danien menatap Agatha shock, ternyata Agatha bisa ceplas ceplos juga.
"Iya, ini suami ku, apa kamu sudah punya pasangan?."Tanya Shera pada Agatha todepoint, yang membuat Agatha malu.
"Apa, kamu tahu sayang, jika Brandon dan Agatha saling menyukai."Ujar Reivant membongkar rahasia, ya rahasia keluarga park
"Benar Ra, bukan begitu,Tha."Ujar Danien yang ikut nimbrung mengoda Agatha yang sekarang mereka tahu,ia adalah adik kesayangan Shera selain Sharrena.
Dan tentunya Sella yang notabene adik kandungnya. Tapi, untuk sekarang Stella masih di bawah bayang-bayang papinya.
"Kak jangan buat aku malu."Ujar Agatha memperlihatkan sisi lain dari yang biasa.
"Baiklah Tha, karena kamu adalah salah satu adik kesayangan istri mungil ku, kamu bisa datang bermain di rumah saat libur."Ujar Reivant.
"Benarkah pak, terima kasih pak."Jawab Agatha dengan senyum sumringah menatap kakak yang dulu selalu ada untuk nya, ia berpikir jika ia harus memberitahukan pada ibunya yaitu ibu Teti.
"Dan juga, jika kita sedang di kantor, kamu bisa memanggilku kakak sama seperti kamu memanggil istriku." Ujar Reivant, adik istrinya ya adiknya juga.
"Nah begitu juga dengan ku,Tha."Ujar Danien juga pada Agatha.
"Baiklah pak, terima kasih."Jawab Agatha
"Hari ini saya akan ke kantor Pak Rayn, jadi kamu urus pekerjaan disini."Ujar Reivant lagi.
"Oh ya Tata, besok main ke rumah ya, kakak menunggumu."Kata Shera yang meminta Agatha ke rumah yang di angguki oleh nya.
Dan Agatha pamit untuk melanjutkan pekerjaannya dengan senyum yang mengembang di bibirnya, dia bahagia bertemu sahabat kecil sekaligus kakak yang dulu menjadi kesayangannya
Tinggal lah Reivant, Danien dan Shera yang masih duduk di Sofa, Shera sibuk merapikan amplop yang tadi di buka Reivant dan memasukannya kembali ke tas nya.
Sedangkan Danien masih menelpon Eko untuk menjemput kakak iparnya atas suruhan Reivant,tadi Reivant meminta untuk mengantarkan Shera pulang dulu tapi istrinya itu mengatakan ia baik-baik saja.
"Sayang, aku tak mau kamu kenapa-napa."Ujar Reivant menatap istrinya itu dengan wajah memelas.
"Ayolah pa, aku tidak akan pergi lagi."Jawab Shera menyakinkan suaminya itu.
"Kan, Danien sudah menelpon Eko dengan membawa beberapa Bodyguard, sudah cukup itu."Ujar Shera lagi.
Ia tak habis pikir dengan suaminya itu, tapi ia bahagia setidaknya ia akan aman.
"Baiklah, aku dan Danien akan mengantarmu ke parkiran bawah."Ujar Reivant akhirnya.
Kenapa di parkiran bawah, supaya meminimalisir tentang Shera tentunya, dan agar tak ada yang tahu, setidaknya Reivant berusaha untuk menutupi tentang istrinya untuk saat ini, nanti saat masalah sudah beres baru ia akan mengenalkan Shera dan anak-anaknya secara resmi.
Mereka turun melalui lift yang langsung ke basement parkiran bawah, disana tampak Pak Yaya juga sudah menunggu, dan Eko serta beberapa bodyguard yang menjemput Ny.Muda dan juga ada yang akan mengikuti kedua Tn.muda Park tentunya.
"Sayang, jaga dirimu ya, telpon kalau sudah sampai."Ujar Reivant pada istrinya.
Danien hanya menatap kakaknya, dalam benaknya apa seperti ini ya jika seseorang sudah mempunyai pasangan nanti.
"Iya pa."Jawab Shera dan berjalan menuju mobil yang sudah menjemputnya.
Pintu belakang di buka oleh Eko, dan Eko baru mengetahui beberapa minggu yang lalu jika Baby Carli atau tn.putri kecil yang biasa di bawa oleh Boss nya adalah anak dari boss Reivant dan Ny.Muda Shera karena selama ini ia tak pernah tahu.
"Eko bagaimana kabarmu?."Tanya Shera pada Eko yang dulu ia pekerjakan untuk membantunya, sekarang ia menyerahkan masalah itu pada suaminya.
"Baik Ny."Jawab Eko sambil tersenyum.
"Eko, antarkan istri saya ke rumah, setelah itu kamu datang ke alamat yang akan saya kirimkan nanti."Ujar Reivant
"Baik Tuan Muda, saya akan menjaga Ny.Muda sampai Rumah."Jawab Eko
"Ya hati-hati di jalan."Jawab Reivant dan mobil yang membawa istrinya itu perlahan meninggalkan parkiran bawah company Park.
Serta kedua Tn.Muda Park juga sudah masuk ke mobil yang sopirnya pak Yaya, sopir Tn.Park dulunya.
TBC.