PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
113.



Sedangkan di Yunna company, tampak tuan muda ketiga Park alias Chaiden yang tampak serius dengan berkas-berkas yang di bawakan oleh Anna,sekertaris sekaligus kakak buat Chaiden.


Ia banyak belajar karena ia adalah pondasi Utama untuk Yunna Company walaupun pillar utama dari semua perusahaan tetaplah, Reivant Park.


"Kak, proposal ini, aku sudah menelitinya, sepertinya aku kurang tertarik dengan konsepnya."Ujar Chaiden pada sekertarisnya Anna.


"Konsep apa yang mereka tawarkan??."Tanya Anna penasaran, walaupun sebenarnya ia sudah melihat sekilas.


"Dan juga scenario ceritanya tidak masuk akal."Ujar Chaiden lagi tanpa menjawab pertanyaan Anna, karena menurutnya nanti Anna akan membacanya sendiri.


Yunna company bukan hanya bergerak di bidang modeling saja,tapi mencangkup perfilman juga.


Hingga Ny.Park Yunna kewalaha, untungnya sekarang ia sudah memberikan jabatan Direktur pada anak ketiganya yang sebenarnya, ia juga pintar dan Chaiden juga kuliah jurusan sesuai dengan jabatannya sekarang, jadi bukan hal sulit oleh seorang Chaiden.


"Oh cerita yang tentang alam gaib ya pak?."Tanya Anna sambil tersenyum, karena ia juga tadi sempat melihatnya.


"Ya, ini ide konyol siapa yang membuat konsep sehancur ini, pantesan perfilman Rumah produksi Yunna company tak pernah maju."Ujar Chaiden Panjang lebar dengan wajahnya yang cemberut.(ck,si uncle ketiga🤦‍♀️)


"Kumpulkan semua yang bertanggung jawab di perusahaan ini, saya ingin mengadakan meeting sekarang."Ujarnya lagi dengan nada sedikit berbeda dan raut wajahnya yang langsung berubah tampak serius, Chaiden beranjak menuju ruang meeting.


Anna hanya menatap kepergian Chaiden dengan aura kemarahan yang ada dalam diri putra ketiga Park itu, dia marah karena pekerjaan mereka sangat tidak becus.


Bagaimana mereka bekerja dengan asal-asalan begini dan mendapatkan upah yang besar. Sedangkan, yang di lapangan mendapatkan setengahnya saja.


*****


Di mansion Rare ,tampak Rachel mengatur barang-barang anaknya di kamar Axell, anak itu meminta kamar sendiri untuknya, karena ia mengatakan jika ia sudah besar dan perkataannya langsung di iyakan oleh Rayn papinya itu, Rayn bilang anak lelaki harus mandiri.


"Mom, apa kita akan ke rumah baby cantik lagi mom, Axell rindu baby cantik?".Ujar Axell sambil menatap wajah maminya itu.


"Iya sayang, pasti kita akan kesana,nanti ajak papimu."Jawab Rachel dengan tersenyum.


"Thank you mom, you are the best."Jawab Axell sambil mencium pipi maminya.


"Apa malam ini kamu tidak tidur Bersama mami?."Tanya Rachel dan menatap putra semata wayangnya itu.


"No Mom, Ell sudah besar, jadi seperti papi bilang, Axell harus mandiri."Jawab Axell tegas.


"Baiklah,anak mami yang sudah besar, kamarmu sudah beres, mami ke kamar mami dulu ya".Ujar Rachel dan mencium pucuk kepala anaknya itu.


Rachel keluar dari kamar anaknya Axell dan menutup pintu kamar itu, entah ia merasakan ada yang hilang dalam hatinya, tapi ia tak tahu apa itu.


*****


RR company


Tampak enam pria tampan duduk di sofa, entah apa yang mereka mendiskusikan, yang jelas tentang Rouwnd serta antek-anteknya.


Hingga bunyi ketukan pintu membuat mereka terdiam, dan Harld berjalan menuju pintu ruangan kakaknya dan membukakannya tampak disana berdiri sekertaris kakaknya dengan seorang pemuda yang bisa di bilang berpenampilan sangat biasa, tapi Harld tidak memusingkan penampilan yang penting sopan.


"Maaf pak, ini ada tamu katanya bawahan pak Reivant."Ujar Sekertaris itu pada Harld.


Dan Harld menganggukan kepalanya dan menyuruh pemuda itu yang tak lain adalah Eko, untuk mengikutinya masuk ke ruangan kakaknya.


"Selamat siang boss."Ujar Eko menyapa keempat putra Park dan Rayn tentunya, dia pernah melihat Rayn di mansion Tuannya itu.


"Ya, duduk lah Eko."Jawab Reivant


Eko sedikit gugup karena ia di minta duduk yang berarti, ia akan duduk di sofa mahal ini, bersama Bossnya. Dia menjadi salah tingkah antara ia duduk atau berdiri saja.


"Duduk lah Ko, jika Kak Rei meminta mu duduk, maka duduklah."Ujar Brandon yang melihat keraguan dalam diri anak muda itu.


"Baik Tuan muda."Jawab Eko dan mendudukan diri di salah satu sofa kosong di samping Arthur yang tadi sibuk, entah apa yang di lakukan anak itu hanya ia yang tahu.


"Ini Tuan muda."Jawab Eko menatap tas di tangannya.


Eko membuka tas tersebut dan mengeluarkan map merah dan beberapa amplop cokelat lainnya dan sebuah plastik putih yang berisi USB, membuat semua menatap apa yang di lakukan oleh bawahan istri dari Reivant tersebut, membuat Eko semakin gugup.


"Ini Tuan muda, ini map yang Ny.Muda meminta padaku untuk memberikan pada Tuan."Ujar Eko dan memberikan amplop dan berkas-berkas lainnya pada Reivant yang di sambut Reivant.


Reivant membuka satu persatu berkas-berkas tersebut tanpa ada yang menganggu. Karena, mereka semua hanya diam menunggu apa isi dari berkas yang di baca Rievant itu.


"Selama ini saya yang menyimpan semua berkas-berkas Ny.Muda, karena Ny. bilang jika ia yang menyimpan tidak akan aman."Ujar Eko lagi setelah ia bisa menguasai kegugupannya.


"Sebelumnya dimana Ny.muda mu menyimpan berkas - berkas ini?."Tanya Rayn yang penasaran karena sepertinya Eko baru menyimpannya beberapa tahun ini.


"menurut cerita Ny.Muda, selama ini ia menyimpan nya di rumah orang tua angkatnya di kampung Tuan." jawab Eko sopan, Rayn manggut-manggut sekarang ia paham.


"Jadi ini adalah sertifikat tanah panti asuhan, atas nama Shera."Gumam Reivant yang tentunya masih bisa di dengar oleh semua yang ada disana.


"Iya Tuan, sertifikat Rumah tersebut atas nama Ny.Muda. Ny.Besar memindahkan kepemilikan lahan dan rumah itu pada Ny.Shera sebelum Ny.Besar meninggal dan untuk semua saham perusahaan AR sebenarnya semua Atas nama Ny.muda, tapi Tn.Rouwnd mengambilnya semua dan di atas nama kan pada anaknya Nn.Stella."Ujar Eko Panjang Lebar, sekarang ia mulai nyaman untuk berbicara pada Bossnya.


"Baiklah Eko, saya mengerti."Jawab Reivant setelah mendengar penuturan bawahannya itu.


"Oh jadi Perusahaan AR tersebut ada di bawah kendali Rouwnd,ya?"Ujar Rayn sambil manggut-manggut, entah apa yang di rencanakan olehnya.


"Iya Tuan, dan sebenarnya Ny.muda juga masih bekerja disana, walaupun hanya sebagai kepala bagian."Jawab Eko pada Rayn.


"Oh ya Vant, aku ada ide, kan mereka belum tahu jika aku dan kamu sama, bagaimana jika aku menawarkan kerja sama pada mereka, ah pada Rouwnd tepatnya?."Tanya Rare/Rayn pada Reivant.


"Sepertinya itu juga bukan ide yang buruk."Ujar Reivant menyetujui ide Rare/Rayn.


"USB."Gumam Danien, yang melihat USB bersama dengan sebuah CD yang tergelat di samping map Merah.


"Kak, apa aku boleh memeriksa yang ini?."Tanya Danien menujuk pada USB itu.


Semua mata menatap barang yang di tunjukan Danien dan Eko juga menatap, ia saja tidak tahu apa isi dari USB dan kaset CD tersebut karena ia benar-benar menyimpan sesuai permintaan dari Ny.mudanya.


"Periksa lah Dan, sepertinya saya juga penasaran apa itu, apa kamu tahu Eko?".Ujar Reivant pada Danien dan bertanya pada Eko tentang isi USB tersebut.


"Maaf Tuan muda, saya tidak tahu isinya apa, karena Ny.muda hanya menyuruh saya menyimpannya dan sekarang sepertinya Ny.Muda tidak keberatan jika Tuan melihat isinya."Jawab Eko sopan


Danien mengambil USB beserta CD yang ada disana, dan memberikan CD tersebut pada Harld dan ia mencolokan USB pada laptopnya.


Ada beberapa berkas yang harus Danien buka satu persatu, ia dengan teliti memilih satu - persatu folder yang terpampang di depan matanya itu.


Hingga ia mendapatkan satu folder dengan inisial R, sedangkan folder yang lainnya tidak ada insial apapun.


"R".Gumam Danien sambil membuka folder tersebut, tapi tampaknya agak rusak video yang di tampilkan sangat tidak bisa terbaca oleh laptop Danien.


"Har, bisa kamu bantu aku?."Tanya Danien pada Harld yang duduk di sampingnya dan baru mulai untuk membuka kaset CD yang tadi di berikan Danien padanya.


"Iya kak, apa yang bisa ku bantu?."Tanya Harld dan menatap Danien penuh tanya.


TBC.


hay kakak-kakak pembaca, apakah ada yang merindukan aku😁.


Heheh,, maaf yah,kalau up nya kadang-kadang telat.


Hmm🤔,kali ini. author mau kasi Pict Daddy Danien Park🤭. (duh,,kesayangan nya Author ni🤭)


heheheh,,,pokoknya semuanya kesayangannya author deh😁-Biar gak ada kesan pilih uang🤣