PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
65. Bantuan



Reivant keluar dari lift dan menuju ruangannya.


"Tha, apa temanmu sudah tiba?." tanya Reivant pada sekretarisnya


"Iya pak, mereka hampir tiba, tadi temanku Amel baru saja menghubungiku." Ujar Agatha


"Baiklah, bersiaplah, kita bertiga akan ke sana." Ujar Reivant dan masuk ke ruangannya


Ia masuk dan melihat Brandon serta Arthur yang sudah siap juga akan pergi ke panti asuhan yang mereka bicarakan kemarin.


"Dan, sudah selesai pekerjaanmu?." tanya Reivant pada adiknya Danien


"Iya kak, sudah," Jawab Danien sambil merapikan laptop dan Ipadnya.


"Don, makan dulu, baru kalian jalan,," Ujar Reivant sambil melihat kedua adiknya itu yang sudah bersiap dengan pakaian yang sangat simple dan tas Ransel seperti pengamen jalanan menurut Reivant. Tapi sebenarnya itu masih terbilang rapi, sangat rapi bahkan, tapi tidak di mata Reivant, menurutnya itu penampilan yang sangat aneh.


"Iya kak, nanti kami akan mengajak Eko untuk makan Bersama kami. ( Eko adalah anak Pak Agus sopir pribadinya Reivant, dan ia hanya sopir cadangan, jika di perlukan). Dan Eko juga seumuran dengan Brandon.


"Baiklah, Dan, telpon pak yaya untuk mengantar kita ke Restoran."Ujar Reivant pada adiknya Danien.


Mereka berjalan bersama menuju lobby dengan Agatha yang terus menghubungi temannya itu. Brandon terus memperhatikan Agatha yang tidak fokus pada jalannya dan sesekali ia bahkan menuntun jalan untuk Agatha.


Hal itu membuat Arthur ingin menggoda kakaknya, tapi kali ini ia berusaha untuk menahan dirinya untuk tidak menggoda mereka.


Tak berselang lama, mobil Tn.Park berhenti depan lobby, dan pak yaya adalah sopir pribadi Tn.Park.


Reivant Dan Danien duduk di jok belakang, sedangkan Agatha duduk di jok depan samping sopirnya.


"Kami pergi duluan, jika ada apa-apa telpon kakak." Ujar Reivant sambil memberi petuah pada adiknya itu.


"Iya kak, siap laksanakan Pak bos." Jawab Arthur dengan wajah tengilnya.


Reivant hanya tersenyum menanggapi candaan adiknya itu.


Mobil itu berjalan meninggalkan perusahaan dan tak berselang lama mobil lain yang di kendarai oleh Eko datang.


"Siang Tuan muda." Sapa Eko dengan ramah pada kedua majikannya itu


"Siang Ko." jawab Brandon dan membuka pintu belakang, ia dan Arthur masuk dan duduk di jok belakang.


"Ko,kita singgah di Restoran yang di pinggir jalan ya, kita makan siang dulu disana." Ujar Brandon pada sopirnya itu.


"Baik Tuan Muda, di persimpangan depan ada Rumah makan yang enak, mungkin Tuan muda mau untuk mencobanya." Ujar Eko pada kedua majikannya itu


"Nah itu juga baik ko, yang penting tempatnya bersih, kau tahu kan aku susah dengan masalah pencernaan." Timpal Arthur dengan wajah memelas.


"Pasti Tuan muda, tempat nya bersih dan strategis dan makananya juga enak, ya makanan lokal." Ujar Eko sambil memberitahukan bahwa makanan di rumah makan itu adalah makanan lokal, tidak seperti di restoran-restoran yang Majikannya biasa pergi.


"Tidak apa-apa Ko, kita ingin mencobanya." Ujar Brandon


****


REZT Restoran


"Siang Tuan dan Ny." Sapa pelayan itu ramah,


"ada yang bias saya bantu?" Lanjutnya lagi, pelayan ini melihat penampilan dari tamu nya itu tapi ia bekerja dengan professional.


"Siang Mba, saya ada janji sama teman saya atas nama Agatha, dan dia berkata sudah mereservasi tempat." Jawab Amel dengan ramah.


"Atas nama Ibu Agatha Lestari, mari saya antarkan Ny." Jawab pelayan itu saat tahu jika keluarga kecil ini adalah tamu dari pelanggan mereka.


"Iya mba,,Terima kasih!" Ujar Amel dengan senyum yang ramah, sambil mengikut langkah dari pelayan itu, beserta suami dan anaknya.


Sebenarnya Amel agak kurang nyaman dengan pakaiannya tapi ia berusaha menghargai temannya itu.


"Sebenarnya ada apa sih, Atha meminta kita kesini?." Tanya suami Amel dengan wajah yang kurang bersahabat.


"Nanti juga kita akan tahu, setidaknya kita makan disini, kamu tak pernah mengajak ku makan di restoran mewah seperti ini." Ujar Amel dengan sakrasnya, karena suaminya hanya buruh bangunan.


Akhir mereka sampai di salah satu ruangan yang sudah di pesan oleh Agatha,,


"Silahkan Tuan dan Ny., dan saya akan ambil kan Baby Chair untuk anak anda." Ujar pelayan itu dan pergi.


Amel tampak berpikir, "siapa yang akan bertemu dengan mereka hingga memesan tempat yang sangat rahasia ini." pikirnya.


Tak berselang lama, Agatha beserta Kedua Atasannya tiba disana dan langsung berjalan menuju tempat yang sudah Agatha pesan.


"Siang Tuan muda." Ujar Manager Restoran itu, karena ia tahu yang berhadapan dengan nya sekarang adalah salah satu pembisnis terkaya di kota mereka dan Restorannya ini sudah sering di Reservasi untuk kalangan atas.


"Siang!." Balas Reivant dan berjalan beriringan dengan Danien, serta Agatha depan mereka Bersama Manager tadi.


Karena jika Reivant atau Tn.Park yang datang, Manager nya sendiri yang langsung turun tangan.


Agatha masuk terlebih dahulu sebelum Atasan dan adiknya masuk.


"Siang Mel,,maaf menunggu, dah lama yah??." Ujar Agatha saat melihat temannya itu


Mereka duduk tapi Agatha masih berdiri karena ia masih menunggu kedua Bossnya itu.


Tak berselang lama, Reivant dan Danien masuk ke ruangan itu, dan itu sukses membuat keluarga kecil Amel syok, karena orang yang meminta bertemu dengan mereka adalah salah satu pembisnis terkaya di kota ini. Begitu juga dengan suaminya Amel karena ia salah satu pekerja di perusahaan keluarga Park yang di renovasi itu.


"Siang Ppa,ak-Pak!". Ujar suami Amel dengan gugup karena ia tidak menyangka akan bertemu Boss besarnya itu secara langsung, jika ia tahu kemarin saat istrinya bilang bahwa Agatha minta tolong pasti ia akan langsung mengiyakan, sekarang ia benar-benar mati kutu.


"Siang, silahakan duduk." Ujar Danien melihat kegugupan di wajah kedua pasangan suami istri muda itu.


Reivant duduk di meja bagian ujung, dan melihat Agatha yang belum memesan makanan untuk mereka.


"Tha, pesan kan makanan apapun itu." Ujar Reivant pada sekertarisnya itu


"Baik pak!."Ujar Agatha dan membuka buku menu yang sudah di siap kan pelayan.


"Mas bawakan semua makanan yang ada disini." Ujar Agatha pelan,


"dan untuk Pak Reivant serta pak Danien kurangi Garam dan mereka tidak suka manis serta masakan pedas." Ujarnya lagi, dan itu adalah PR buat kokinya karena harus masak lagi sesuai pesanan, wkwkkwkwk


"Baik bu." Ujar pelayan itu dan berlalu setelah menerima pesanannya.


"Oh ya Pak Reivant, ini teman saya yang kemarin saya katakan." Ujar Agatha mengenalkan temannya itu, Amel dan suaminya serta anak mereka yang masih batita.


"Baiklah terima kasih kalian sudah mau datang ke sini, maaf mungkin saya merepotkan kalian." Ujar Reivant dengan senyum ramahnya.


"Terima kasih pak, saya merasa tidak pantas untuk duduk satu meja bersama Bapak." Jawab Suami Amel gugup.


"Tidak apa-apa, saya ingin kalian bekerja padaku, supaya kamu bisa menghidupkan keluargamu secara layak." Ujar Reivant lagi saat melihat bayi mungil itu yang menurutnya seperti kurang Gizi. Ia kasian, berbeda jauh dengan putri kecilnya Carli.


"Berapa umurnya?." Tanya Reivant lagi melihat Gadis kecil itu


"Umurnya,Tiga tahun Pak." Jawab Amel


"Hampir seumuran sama anak saya,,hanya, siapa namanya?." Tanya Reivant lagi, mungkin ia ingin menghilangkan kecangungan dari keluarga kecil depannya itu.


"Namanya Vania Pak." Ujar Amel lagi memberi tahukan nama anaknya itu


"Hm, Vania nama yang bagus." ujarnya.


Semua makanan sudah tersedia di meja makan, hingga Reivant menyuruh mereka untuk makan dulu.


Setelah mereka selesai makan.


"Baiklah, saya langsung saja, saya ingin meminta tolong pada Nona Amel dan suami, saya ingin kalian terutama Nona Amel untuk bertemu dengan seorang wanita, dia adalah istri saya." Ujar Reivant


dan apa yang di katakan Reivant benar-benar membuat Agatha dan keluarga kecil itu terkejut tapi mereka berusaha menutupi keterkejutan mereka.


"Minggu depan, untuk tempat nya nanti kami yang atur, untuk masalah ini saya belum bisa bercerita secara detail tapi saya membutuhkan bantuan kalian." Lanjutnya lagi


"Baik pak, apa yang bisa saya dan istri saya lakukan, akan kami lakukan jika itu bisa membantu bapak."jawab suami Amel.


"Dan, tunjukan Photo Shera ke mereka." Ujar Reivant pada adikknya yang dari tadi hanya menjadi pendengar disana.


"Iya kak." Jawab Danien sambil mengotak-atik Ipad nya dan ia langsung menujukan photo shera.


"Itu Istriku." Ujar Reivant, mengenalkan pada mereka bahwa orang yang akan mereka temui nanti adalah istri dari orang yang ada depan mereka sekarang.


Dan hal itu sukses membuat Agatha cengo karena ia baru tahu fakta yang sebenarnya, jadi bayi kecil yang selalu di bawa oleh Atasannya itu adalah putri kandungnya,


"bayi itu sungguh cantik dan lucu." Pikir Agatha.


"dan untuk kamu, maukah kamu bekerja dengan saya, karena saya membutuhkan sopir lagi." Ujar Reivant pada suami Amel.


"Apa pekerjaanmu sekarang?" Lanjutnya lagi


"Saya Bima pak." Ujar bima mengenalkan dirinya,


"dulu saya pernah bekerja di tempat bapak di perusahaan yang di renovasi, tapi karena sudah beres sekarang saya hanya Ojek saja pak." lanjut Bima memberitahukan pekerjaan sekarang.


"Baiklah Bima, kamu mulai besok bekerja lah menjadi sopir di rumah saya, dan istri mu bisa membantu mengurus anak saya, bagaimana?." Tawar Reivant pada Bima dan istrinya, karena sepertinya ia butuh baby sitter untuk anaknya, dan kebetulan umur anak mereka juga seumuran dengan Carli, jadi ia berpikir jika mereka bisa menjadi teman nantinya.


"Dan untuk tempat tinggal, kalian tidak usah pikirkan, karena saya sudah menyiapkan khusus untuk para pekerja saya." Jelas Reivant lagi.


"Jadi pada intinya disini, baik Bima maupun Amel, kalian akan menjadi salah satu pekerja kami, dan untukmu Amel, nanti saya yang akan mengantarkanmu bertemu dengan kakak ipar saya, dan untuk kata-katanya, saya yang akan menyusunnya, dan kamu hanya bermain peran." Ujar Danien dengan wajah yang terbilang datar, membuat kedua pasangan di depannya itu beringsut.


"Jangan Takut, aku tidak akan menyakiti kalian jika kerja kalian bagus." Ujarnya lagi dengan berusaha menyembunyikan senyumnya, membayangkan kalau itu adalah Michael yang berbicara.


dan Agatha di takjub dengan sisi lain dari adik atasannya itu, sungguh keluarga yang sulit di tebak,,"Pikir Agatha


"Baik Pak." Jawab keduanya bersamaan.


Dasar Danien nakutin orang saja ihh.


TBC.