
Keseharian Chaiden di temani oleh Rena dan terkadang Dr.Louis dan Paman Diky datang untuk ikut memantau perkembangan kondisi Chaiden, dan selama seminggu Chaiden di rawat ia semakin dekat dengan Gadis itu.
Rena sediri merasa nyaman saat bersama Chaiden begitu pula sebaliknya, entah lah Cinta di hati siapa yang tumbuh duluan, yang pasti Chaiden merasa ia menyukai Dokter muda yang juga adik angkat dari kakak iparnya itu.
"Ren, mana ponselmu?."Tanya Chaiden dan meminta ponsel milik Rena.
"Untuk apa Kai."Ujar Rena bingung, karena selama seminggu ia merawat Chaiden tidak pernah pria tampan itu meminta nomor ponselnya.
"Untuk menghubungimu, mana berikan."Ujar Chaiden dan mengambil ponsel yang di pegang Rena dan memasukan nomor ponselnya.
Bunyi dering di ponsel Chaiden, itu menandakan panggilan masuk dan itu nomor Rena yang di pakai Chaiden untuk menelpon nomornya sendiri.
"Nah itu nomorku, Terima kasih."Ujar Chaiden sambil tersenyum manis.
Sharenna terpaku menatap putra ketiga keluarga Park itu, ada benang tak kasat mata yang mengikat mereka saat ini, tapi belum mereka sadari.
~•\*\*\*\*\*•~
Seminggu kemudian, Setelah Rounwd di nyatakan bersalah dan ia juga di jatuhi hukuman mati, karena ia terbukti bersalah membunuh Arnold ayah dari Shera dan juga Alex ayah dari Gavin serta kedua orang tua Danien.
Dengan Saksi hidup yaitu pak Arif tukang kebun di rumah Arnold dan juga Shera anak dari Korban, hingga Rounwd tak bisa berkutik sama sekali. Dan sekarang pak Arif bekerja pada keluarga Park, ia merasa bahagia setidaknya disini ia mempunyai banyak keluarga.
Rouwnd hanya pasrah saat hakim mengetuk palu tanda hukuman mulai ia jalani, entah sampai kapan dengan penyakit yang sekarang mengerogotinya.
Stella juga ikut di persidangan papinya di temani oleh Shera dan Rachel serta Ny.Park dan Tuan Park.
Stella hanya menatap dari jauh keadaan papinya sangat mengenaskan tapi itu harus papinya terima karena perbuatannya.
Disana juga tampak kakek Wilson, kakek Aharon, Paman Billy dan juga anak-anak Tuan Park kecuali Chaiden dan Aidyen karena ia sudah Kembali ke asrama.
"Maafkan papi Shera."Ujar Rounwd saat berdiri tak jauh dari hadapan para wanita itu.
"Shera sudah memaafkan papi."Jawab Shera dengan senyum.
"Maafkan papi Tella, papi salah."Ujar Rounwd pada anaknya Stella, tapi tak mendapatkan respon apa-apa dari gadis muda itu, dia hanya menatap papinya dalam diam.
Rounwd menatap Kakek Wilson, dia tahu, itu adalah ayah Arnold tapi dia tidak berani mendekat ataupun berucap.
Akhirnya Rounwd di bawa menuju mobil tahanan yang akan mengantarkannya ke penjara nomor satu di kota tersebut.
Tampak disana juga ada Gavin tapi ia tidak di jatuhkan hukuman karena ia mengaku salah dan keluarga Park mengurusnya secara kekeluargaan, karena Gavin juga korban sebenarnya disini.
"Akhirnya satu masalah selesai, semoga dengan ini menjadi pelajaran berharga untuk kita kedepannya."Ujar kakek Aharon.
"Iya Ayah, saya juga berharap tidak ada lagi kejadian kedua."Kata Tuan Park ia juga membenarkan perkataan Kakek Aharon.
Kakek Wilson dan juga Shera sebagai keluarga korban begitu juga dengan Danien dan Gavin sedikit merasakan lega, setidaknya Rounwd mendapatkan hukuman yang setimpal, mereka juga tak ingin dendam karena dengan dendam takkan menyesaikan masalah tapi hanya akan menambah masalah.
"Pulang lah sayang, kamu tak boleh terlalu Lelah."Ujar Reivant saat menghampiri istrinya.
"Kami masih ada urusan, pulanglah Bersama mommy dan Stella."Lanjutnya lagi.
"Baik pa, kami akan pulang, kasian baby sudah lama di tinggal."Jawab Shera
"Kalian mau kemana Rei?."Tanya Ny.Park
"Masih ada yang harus kami urus mom."Jawab Reivant
"Shera, Shera Freya."Panggil sebuah suara yang membuat beberapa manusia disana menoleh termasuk Rachel yang juga ada disana.
Ya itu adalah Gavin, ia yang memanggil Shera, gadis kecilnya dulu yang sekarang sudah menjadi milik orang lain.
"Kamu mengenal istri ku Gavin?."Tanya Reivant bingung.
"Iya Rei, aku mengenal nya dengan baik, entah apa ia masih mengingatku."Jawab Gavin sambil menatap Shera yang tampak bingung.
"Apa kamu melupakan teman kecilmu, Ra?"Tanya Gavin, ada kerinduan dalam matanya tapi ia menahan diri.
"Tunggu, apa kamu Gavin Alexander, si cengeng yang suka berkelahi?."Tanya Shera saat mulai mengenal pria di depannya itu.
"Ahh, akhirnya kamu masih mengingatku."Ujar Gavin tersenyum.
Gavin juga menatap Ny.Park dan tersenyum karena ia juga pernah bertemu dengan Ny.Park dulu saat ia masih kecil Bersama Shera tentunya karena orang tua mereka selalu bertemu dulunya.
"Iya mami, ini aku, maaf aku salah langkah dulu."Ujar Gavin tulus dan melangkah kedepan ny.Park dan mommy Park memeluk anak dari sahabat suaminya itu.
"Dimana saja kamu selama ini nak?."Tanya Ny.Park, Reivant hanya tersenyum ternyata sahabat masa kecilnya dan mommy nya juga tahu.
"Aku di ajak paman ke negara mommy, setelah ayah meninggal."Jawab Gavin
"Dan kamu tak mencari mami dan papi?."Tanya Ny. Park yang membuat Gavin terdiam karena ia terlebih dahulu di temui oleh Rounwd saat itu.
"Maafkan Gavino mi."Jawab Gavin dan menundukan kepala, dia merasa bersalah.
"Tidak apa-apa, sekarang berbuatlah baik, mami dan papi akan membantumu, kamu juga anak kami."Ujar Ny.Park membuat gavin terharu.
"Terima kasih mami, eh apa Shera menjadi anak mantu mami sekarang?."Tanya Gavin sambil melirik Reivant yang juga menatapnya.
"Iya Nak, apa kamu sudah mempunyai calon, kenalkan pada mami ya?."Ujar Ny.Park hingga membuat Gavin hanya tersenyum dan sedikit melirik kearah Rachel.
"Jangan mencoba untuk mengoda istriku Gavino."Ujar Reivant yang dengan posesif memeluk tubuh mungil istrinya hingga membuat mereka yang disana tertawa.
"Tidak akan, aku bahagia karena Shera mendapatkan pria yang tepat, iya kan mam."Ujar Gavin dan bertanya pada mami Park yang di angguk oleh wanita paruh baya itu.
Akhirnya mereka berpisah, Ny.Park, Shera, Stella dan Rachel pulang ke rumah sedangkan Gavin mengikuti Reivant dan adik-adiknya serta Rayn.
Entahlah apa yang mereka lakukan sedangkan Kakek-kakek dan paman Billy sudah Kembali ke Mansion Rayn, karena mereka akan Kembali ke negara S.
Setidaknya kakek Wilson tenang, cucu semata wayangnya sudah Bersama pria yang tepat, dan untuk cucunya Stella, dia sudah menganggap Stella cucu karena ia sedarah dengan Shera walaupun tak terhubung langsung dengannya.
Dia hanya berpesan pada Stella harus menjadi anak yang berbakti, Stella juga dengan senang menerima kakek Wilson, ia bahagia karena kakek Wilson juga menyayanginya tidak membedakannya.
"Jadilah gadis yang baik."Itulah pesan kakek Wilson tadi.
"Mom, Rachel juga harus Kembali ke Mansion Kak Rain."Ujar Rachel saat mereka sudah sampai di Mansion Park.
Ia ikut Kembali ke mansion Park karena Axell masih di sini, jadi ia sekalian menjemput putra semata wayangnya itu untuk Kembali ke kediaman kakaknya.
Karena mereka memang tinggal disana sekarang sedangkan apartement yang dulu sekarang di buatkan markas lain oleh Rayn.
"Iya, sering main-main kesini Chell."Ujar Ny.Park, ia berharap Rachel bisa menjadi anak mantunya, tapi entahlah Danien belum juga menyatakan perasaannya, dia hanya berharap putra Keduanya itu menyadari perasaannya yang sebenarnya.
"Iya mom, kami pasti akan sering main-main kesini dan berkunjung."Jawab Rachel yang sudah membawa Travel bag kecil isinya pakaian milik nya dan juga Axell.
"Kak Rachel mau pulang?."Tanya Chaiden yang keluar dari kamarnya saat tahu mommynya sudah pulang.
"Iya Kai, nanti kita akan sering bertemu di kantor, oh ya kamu cepat sembuh yah."Ujar Rachel dan tersenyum kepada Chaiden yang hanya mengangguk sambil melambaikan tangannya.
Tak lama Axell muncul dengan wajah sedikit menekuk, entahlah ia merasa jika ia tidak akan bertemu boneka kecilnya lagi, entahlah, disana tampak baby Carli juga menatap seakan ingin menangis.
"Mom, apa kita akan pulang?."Tanya Axell dan wajah yang sedih.
"Iya boy, nanti kita akan sering main kesini mengunjungi Grandma."Ujar Rachel pada anaknya dan mengusap pucuk kepala putra semata wayangnya itu.
"Benar, cucu Grandma harus sering datang kesini."Ujar Ny.Park pada Axell yang di jawab anggukan dari pria kecil itu dengan senyum menawan.
"Ell, ell pelgi."Celoteh baby Carli dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Ell pulang dulu ya, Baby gak boleh nakal ya, tunggu Ell."Jawab Axell dan mencium kening gadis kecil itu hingga membuat wanita dewasa yang ada disana dan juga Chaiden melongo melihat adegan tersebut.
"Baik lah mom, Shera, Stella dan kamu Kai, kami pamit dulu, sopir sudah menunggu di depan."Ujar Rachel dan menggenggam tangan kecil putranya. Rachel juga mencium pipi gembil calon anak mantunya itu.
Mereka berjalan keluar ke teras mansion di sana tampak mobil Alphard putih milik Rayn terparkir manis menjemput pemiliknya tentunya.
Rachel dan Axell masuk ke mobil itu, dan mereka melambaikan tangan dan mobil itu perlahan meninggalkan pelataran mansion putra Park.
TBC.
Spesial Pict Again.
Daddy Reivant Park.