
Semenjak kejadian penyerangan kemari, di mulai dari hari ini, mereka memulai aktifitas seperti biasa, yang tidak biasa adalah keberadaan bodyguard yang menyamar menjadi karyawan ataupun mahasiswa dan guru di sekolah Aidyen, bahkan di agensi tempat Aidyen bernaung.
Serta, hari ini Reivant ke kantor hanya Bersama Brandon, karena Danien masih ada urusannya sendiri, begitupula dengan Arthur yang belum kembali dari kota M, yang di rencanakan besok baru ia akan kembali, dan ia juga sudah mendengar tentang penyerangan yang terjadi pada kakak dan adiknya.
"Kak, aku merasa kita akan selalu di ikuti."Ujar Brandon memecah keheningan di antara mereka, ya sekarang mereka berdua ada di dalam mobil menuju Park Company.
"Ya,,biarkan saja, kita lihat sampai di mana mereka akan bertahan."Jawab Reivant tanpa mengalihkan pandangannya dari layar handphonenya. Entah apa yang ia lakukan yang jelas sekarang ia sedang berkirim pesan dengan adik keduanya Danien.
Akhirnya mereka tiba di perusahaannya, semua mata akan selalu terpana dengan kehadiaran putra-putra Park, karena itu menjadi nilai tambah yang baik menurut mereka jika melihat pria-pria tampan.
Reivant maupun Brandon seperti biasa tak menghiraukan itu, mereka berjalan menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke Ruangan Reivant.
****
Disekolah Aidyen menatap tak percaya pada salah satu orang kepercayaan kakaknya yang menyamar menjadi guru olahraga sementara, kebetulan guru yang aslinya ijin untuk sebulan ikut pelatihan katanya.
"Aku merasa hidup di sangkar sekarang."Gumam Aidyen yang masih bisa di dengar oleh teman sesama anggota Band nya yang bernaung di agensi yang sama, yang sekarang ia juga merangkap menjadi leader mereka saat debut nanti. Dia adalah Arvin Orlando yang merupakan anak pertama dari rekan bisnis Tn.Park, yaitu Tn.Orlando.
"Kenapa dengan mu, Ai??"Tanya Arvin yang menatap wajah Aidyen yang tampak seperti orang yang baru saja putus cinta.
" Ck,,Gak ada apa-apa, hanya aku merasa kebebasan ku akan semakin berkurang??".Ujar Aidyen dan menghela nafas panjang.
"Kenapa??".Tanya Arvin lagi
"Sudahlah Vin, noh lu liat kan guru olahraga itu."Tunjuk Aidyen
"Ya,,"Jawab Arvin dengan mengikuti arah tunjuk Aidyen.
"Dia adalah bodyguardku."Jawab Aidyen dan menatap lesu temannya itu,
"Terus, kenapa?? Apa ada yang salah??bukannya hidupmu memang sudah di atur dan selalu di kelilingi oleh pengawal-pengawal mu itu."Ujar Arvin Panjang kali lebar dengan ekspresinya yang datar.
"Ya, tapi sekarang berbeda, karena ada hal yang belum bisa ku ceritakan disini."Jawab Aidyen.
Ia terkadang memang akan bercerita pada Arvin, karena Arvin adalah sahabat satu-satunya yang di miliki oleh Aidyen.
Mereka menjadi teman saat Aidyen mengikuti pertemuan antara kedua orang tua itu, hingga mereka bersekolah di tempat yang sama, dan memutuskan untuk menjadi Idol di agensi yang sama. karena mereka mempunyai hobby yang sama.
Arvin akan selalu mendengar semua cerita Aidyen begitu pula sebaliknya, dan sifat serta sikap mereka hampir mirip mungkin di karenakan sedari kecil mereka bersama, dan mereka berdua selalu menjadi incaran para murid-murid cewe di sekolah mereka.
"Oh ya Vin,,ntar gw ikut lu aja ya ke agensi, lu bawa mobilkan???" Ujar Aidyen bertanya pada Arvin yang di balas dengan anggukan dari sahabatnya itu.
At the Mansion
Baby Carli tampak asyik bermain Bersama vania anak dari Amel yang sekarang menjadi ART dan pengasuh untuk Baby Carli di rumah keluarga Park, kedua bayi mungil itu tampak asyik berceloteh ria, yang hanya di mengerti oleh kedua gadis kecil itu, sedangkan Michael hanya menatap gemas pada ponaannya.
"Akhirnya kamu mempunyai teman juga Baby."Gumam Michael, ia menatap anak dari pengasuh Carli yang sedikit mulai tampak hidup, karena saat mereka datang beberapa hari yang lalu, anak itu tampak memprihatinkan.
"Baby Carli makan dulu ya."Ujar Amel sambil membawa dua mangkok nasi tim untuk kedua gadis kecil itu.
Ny.Park lah yang menyuruhnya untuk memberikan makan kedua bayi itu secara bersamaan, karena mereka adalah saudara kini.
Tapi, untuk Baby Carli ada teman atau tidak, ia akan tetap lahap saat makan, sama seperti maminya Shera. Ia tidak memilih soal apa yang ia makan, hanya bayi mungil memiliki alergi terhadap makanan laut, pernah sekali Ny. park memberinya udang dan itu membuat hampir seluruh tubuh bayi mungil itu merah, sehingga baby Carli menangis dan itu membuat Ny. Park kelabakan.
Hingga ia bertanya pada adik sepupunya Dr.Diki, setelah di cek ternyata baby Carli alergi seafood seperti Shera yang anti dengan makanan laut.
Hingga Reivant mengatakan anaknya itu seperti maminya yang alergi terhadap makanan laut, dari saat itu untuk hidangan laut hanya untuk orang dewasa sedangkan baby tidak.
"Mam,,mam,,"Celoteh Carli
"Kak Amel biar saya saja yang menyuap baby Carli, kak Amel suapin Vania saja,.Ujar Michael yang duduk di situ dengan memangku Laptopnya.
"Tidak apa-apa Tuan muda. Saya bisa!"Balas Amel menjawab Michael
"Sudah, sini! Saya ingin menyuapi baby Carli."Ujar Michael sambil mengambil mangkok Carli yang bergambar Harimau kecil kesukaannya. Entahlah bayi itu sangat menyukai boneka Harimau, jadi semua yang berhubungan dengan Gadis kecil itu adalah Harimau. ( aneh kan)
Amel hanya bisa menatap tuan muda keenam itu yang dengan telaten menyuapi Carli, hingga ia berpikir untuk apa mereka mencari pengasuh jika paman-pamannya saja sangat ahli dalam hal ini.
Amel tersenyum pada anaknya, ia bersyukur karena Tn,muda pertama yang membawa keluarga kecilnya untuk bekerja Bersama mereka, hingga anaknya tidak kekurangan gizi lagi.
Tak berselang lama Danien keluar dari kamarnya membawa selembar kertas yang akan di berikan pada Amel, karena ia yang akan bertemu dengan Shera nantinya.
"Kak Danien gak kerja ya??"Tanya Michael saat melihat kakaknya datang karena ia tidak tahu jika Danien mempunyai urusan lain di rumah.
"Gak, kakak libur."Jawab Danien dengan asal
"Ck,,kakak apa ada yang menarik, mungkin mike bisa bantu. Mike, bosan tidak ada yang bisa Mike lakukan, Mike bosan bermain game terus. "Ujar Michael dengan senyuman yang aneh.
"Sedikit, kakak memerlukan bantuan mu."Jawab Danien yang di balas anggukan senang dari adik keenammya itu dan membuat Danien tersenyum
"Ya, kita akan mulai bermain."Gumam Danien entah pada siapa
"Oh ya Amel, ini kertas, pelajari isinya dan pahami, serta buat senatural mungkin."Ujar Danien memberikan selebar kertas pada Amel
"Iya tuan muda."Jawab Amel sambil menerima kertas yang di berikan Tn muda kedua, ia menatap kertas itu, karena itu salah satu kerjaannya, hingga istri dari majikannya kembali ke Mansion Park.
"Oh ya Tuan muda, maaf sebelumnya, saya tidak punya pakaian yang layak untuk bertemu Ny.muda."Ujar Amel gugup dan takut
"Oh, itu nanti akan saya kasih, jadi kamu cukup pelajari dan naturalkan semua percakapanmu."Jawab Danien sambil berlalu, hingga
"Dan,,Dan alan,,alan."Oceh baby Carli yang langsung berdiri dan berjalan menuju Danien yang tersenyum menatap gadis mungil itu.
Danien berjongkok serta merentangkan tangan nya mengangkat anak dari kakak pertamanya itu.
"Baby mau jalan kemana??."Tanya Danien sambil mengusap lembut pipi bayi gembil itu
"Papa,,papa."Ocehanya lagi yang mengatakan ia ingin ke papanya.
"Papa kerja sayang, nanti papa pulang baru baby main sama papa yah."Ujar Danien, hal itu tak lepas dari pantaun amel, hingga ia berpikir sungguh beruntung jika lelaki yang di sukai Agatha temannya adalah tuan muda kedua. karena ia tidak tahu jika Brandon lah yang di sukai oleh Agatha,bukan Danien putra kedua Park.
"Mike, apa baby sudah selesai makan??."Tanya Danien pada Michael yang sudah duduk manis dengan laptop di pangkuannya.
"Sudah kak."Jawab Michael singkat dan kembali fokus pada Kekasihnya itu.
"Oya Amel, kamu uruslah anakmu dulu, biarkan baby Carli Bersama kami."Ujar Danien saat melihat Amel membereskan sisa makanan kedua bayi itu.
"Tapi Tn.muda, itu sudah menjadi tugas saya."Jawab amel dengan sopan
"Untuk sekarang ikuti saja."Jawab Danien sambil berlalu dengan baby Carli dalam gendongannya menuju kamarnya tentunya. Karena sepertinya bayi itu juga sudah mengantuk sehabis makan tadi.
Melihat kakaknya membawa Baby Carli, Michael mengikuti dari belakang. Tapi, sebelum itu, masih sempat ia mengganggu Vania dan menguyel pipi Bayi kecil itu yang sekarang tampak lebih berisi.
Dan Amel hanya bisa tersenyum dalam diam, karena ia sangat-sangat bersyukur Bisa bekerja di Mansion ini, karena majikan nya sungguh baik semua, contohnya seperti sekarang ini.
"Terima kasih,,"Gumamnya entah pada siapa.
TBC.
Hay kakak-kakak pembaca.
Terima kasih atas dukungannya,votenya dan juga like nya.
Karena,telah mendukung cerita ini dari awal hingga sekarang.
Sebelumnya,author ingin mengucapkan maaf. Karena,terkadang meng-up ceritanya telat, author juga harus kerja dan akan selalu berusaha memberi yang terbaik dan maaf kadang ada kata-kata Gaje,karena inilah cerita tentang negara anta brantah,tapi settingnya tetap negara kita tercinta, Indonesia😊
Jangan Lupa yah,dukungannya selalu.
like,vote nya juga yah.
Terima kasih.😊