PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
49. BABY CARLISSA



Dua hari setelah kepulangan Reivant ke Mansion, hari ini ia sudah kembali melakukan aktifitas seperti biasa, sekarang ia bersiap untuk ke perusahaannya. Dengan pakaian formal ia keluar dari kamarnya menuju kamar putri kecilnya itu, karena saat ini Putri kecilnya itu sudah tidur di kamarnya sendiri.


Dengan perlahan di bukanya pintu kamar itu, ia melihat bayi mungil itu duduk di atas tempat tidurnya yang sangat luas, dan di pagari sehingga akan aman.


"Baby, sudah bangun,," sapa Reivant pada anaknya itu


"Papa,,papa,," celotehan kecil itu dengan mulut nya yang mungil memanggil papanya.


Reivant mengendong anaknya dan membawa nya turun ke ruang keluarga, disana sudah mommy dan adik bungsu nya.


"Kak Lian,," panggil Reivant pada kepala maid atau mereka sudah anggap kakak mereka itu.


"Mandi kan baby dan pakaikan pakaian yang bagus, saya akan membawa baby berjalan-jalan hari ini,," lanjutnya lagi.


"Baik Tuan muda,," jawab Liliana, walaupun mereka menganggap ia sebagai kakak, tapi Liliana selalu menghormati tuan muda pertama keluarga park, karena menurutnya Reivant sulit untuk di tebak dan sedikit misterius( ckckcck Liliana ada-ada aja), kecuali dengan adik-adiknya yang lain.


Liliana mengambil Tn. Putri kecil Carli dari gendongan Reivant dan membawanya kembali ke kamar bayi mungil itu untuk memandikan dan mendandani bayi gembil yang mengemaskan itu.


"Tn. Putri kecil hari ini akan berjalan-jalanĀ  dengan Tn. muda pertama,,pakaian yang cocok dan cantik untuk bayi mungil ini,apa yah?"Tanya Liliana sambil berdiri bercakak pingangg di depan lemari Pakaian yang berisi semua pakaian baby Carlissa.


Liliana memakaikan sebuah gaun berwarna cream dengan pita hitam merah yang sangat cocok dengan bayi mungil itu dan pita boneka di jepitkan pada rambut hitam baby carli sungguh membuat bayi mungil itu semakin imut dan cantik, di padukan sepatu hitam bergaris merah yang sangat serasi dengan gaunnya.


"oke,, Baby sudah wangi dan sudah cantik." Puji Liliana pada dirinya sendiri.


Ia mengendong Baby Carli menuju ruang keluarga dimana reivant berada.


"Anak papa cantik sekali,," puji Reivant serta mengambil anaknya tersebut.


"Terima kasih kak Lian." ujar Reivant dengan wajah yang bisa di tebak datar dan tanpa expresi.


"Iya Tuan muda, kalau begitu saya pamit ke belakang." ujar Liliana dan beranjak dari situ, karena ia sungguh tidak betah berdiri dekat Tn.muda pertamanya yang di beri julukan es kutub itu.


Sepeninggal Liliana, muncul Brandon,Danien dan Arthur yang sudah rapi mengunakan pakaian yang sangat formal.


"Kak, apakah kita akan membawa baby Carli ke kantor?." tanya Brandon


"Iya, aku ingin semua orang tahu jika Baby Carli adalah anakku." ujar Reivant mantap, dan karena hari ini meeting pertama semenjak Reivant di rawat.


"Apakah semua perlengkapan baby sudah lengkap ,Thur??." tanya Brandon pada adiknya itu.


"Iya kak, sudah di bawa pak Agus ke mobil." Jawab Arthur sambil merapikan lengan bajunya, dan hari ini mereka mengunakan satu mobil jenis Mercedes Benz vito VIP yang sangat cukup untuk mereka berempat, berlima dengan baby Carli yang di pangku oleh papanya.


"Kak, apa tidak berlebihan mengunakan mobil ini ke kantor kak,," tanya Arthur pada Brandon saat ia berdiri di depan pintu dan melihat mobil itu terpakir dengan indah di depan pintu masuk.


"Tidak ini tidak berlebihan, selama itu nyaman buat putri kecil kita." ujar Brandon dengan santai.


"Ya,,ini sangat bagus untuk baby ia tidak akan merasa gerah selama perjalanan." timpal Danien yang baru tiba dengan kemeja rapinya.


"Iya kak. Kurasa itu juga bagus." ujar Arthur pasrah jika berhubungan dengan putri kecil itu


Reivant hanya tersenyum menatap ketiga adiknya terutama Danien yang harus meninggalkan hobbynya untuk meneruskan perusahaan.


"Dan,,," panggil Reivant pada adik keduanya itu.


"Iya kak Rei,,ada apa??;" tanya Danien pada kakak nya dan melepas earphone yang terpasang manis di telinganya karena ia tidak sedang mendengarkan lagu, jadi ia dengar saat kakaknya memanggilnya.


"Apakah kamu merasakan keberatan dengan bekerja di perusahaan sekarang?;" tanya Reivant sambil menatap adiknya itu.


"aku baik-baik saja dan aku harus belajar banyak dari kak Rei dan kedua adikku ini." lanjutnya lagi dan memposisikan duduknya dengan baik, sepertinya ia mencari posisi nyaman.


"Tenang saja kak, aku akan membantumu. Iyakan baby?". Sambung Arthur sambil bermain dengan Baby Carlissa yang duduk di pangkuan Reivant.


"tatata.." Coleteh Baby Carli sambil menangguk seolah ia menyetujui perkataan Pamannya Arthur.


Danien hanya menangguk mendengar coletehan Baby Carli yang seolah sedang menceramahinya, Reivant mengusap lembut pipi putri kecilnya itu.


*******


Mobil Mercedes Benz Vito VIP berhenti di depan lobby perusahaan. Turunlah tuan muda Park keempat dan di susul oleh Tuan muda Park kelima, kemudian Tuan Muda Park kedua, Semua yang menatap mereka sempat terpaku melihat Tuan Muda Park Kedua, walaupun sudah berkali-kali Danien datang ke perusahaan. Tapi pesonanya tak pernah luntur dan selalu membuat semua wanita di perusaahaan itu, menatapnya kagum.


Di sisi lain Lewatlah Agatha dengan beberapa berkas yang nanti akan di bahas di pertemuan yang akan di adakan beberapa jam lagi, ia sempat melihat Brandon dan Arthur yang berdiri di depan pintu masuk dengan seseorang yang berdiri di balik Arthur.


Dalam pikiran Agatha mungkin itu rekan bisnis mereka. Agatha berlalu begitu saja karena ia harus menyiapkan berkas Meeting nanti. Setelah itu Turunlah Tuan Muda Pertama Park Bersama Putri kecil di gendongannya.


Semua mata yang tadi sempat memandang kagum pada Danien, sekarang beralih kepada CEO mereka Tuan Reivant dan Putri Kecil Carlissa, Mungkin mereka bertanya-tanya siapa Bayi mungil itu, apakah itu putri bungsu Keluarga Park atau Ponakan dari keempat pria tampan yang kini dengan gagahnya memasuki perusahaan.


Keempat Tuan muda Park memasuki ruang Reivant dan melewati Agatha.


"Pagi Agatha." Sapa Reivant dan Baby Carlissa seolah mengikuti apa yang di lakukan Daddynya sambil melambai kecil kearah Agatha.


"Pagi ju-juga pak." Jawab Agatha yang langsung menatap bingung kearah bosnya, yang masuk sambil menggendong seorang bayi perempuan yang sangat cantik.


Kemudian di susul oleh pria tampan yang juga memberinya salam tapi melalui senyum, Disusul Brandon yang langsung masuk tanpa menegur.


"Tha,, apa kau yang lihat??." Tanya Arthur yang membuat Agatha terkejut.


"P-Pak Arthur! tidak,aku tidak melihat apa-apa." Jawab Agatha dan kembali melanjutkan tugasnya.


"Ck,,apakah kau mengagumi kakak keduaku? aku akui dia sangat tampan, lihat saja aku kan tampan." Ujar Arthur dengan percaya diri.


Agatha hanya menyerngit menatap bosnya yang satu ini, dia terlalu narsis. Tapi apa yang di katakan Arthur itu sangat benar.


"Dia kakak keduamu,tuan??."Tanya Agatha yang sepertinya penasaran.


"Ya,, dia kakak keduaku. hmm,,namanya Danien!,, tha,, katakan saja kalau kau menyukainya, atau bisa di katakan kau jatuh cinta pada pandangan pertama." Ujar Arthur dengan semangat.


Agatha mengabaikan Tuannya itu dan sibuk dengan pikirannya sendiri, sekarang ia tahu siapa pria yang di ceritakan oleh sahabatnya Devi beberapa hari yang lalu di kantin saat jam makan siang.


TBC.


Hay kakak-kakak Readers yang terkasih.


Jumpa lagi di lapak ini. Hehhe


Terima kasih atas dukungannya selama ini, Ikuti terus dan jangan lupa like & Vote cerita ini.


Dukung terus Baby Carlissa.


Terima kasih.


Special pict . ARTHUR PARK