
"Akhirnya kalian sampai juga, ku pikir kalian nyasar di hutan samping."Goda Rayn sambil menatap mereka.
"Malam Re."Ujar Reivant menyambut sapaan sahabatnya itu.
"Apa kamu pikir kami seperti mu,tukang nyasar."Balas Reivant dengan tertawa dan memberi panggilan baru untuk sahabat nya itu.
"Sepertinya kamu bahagia sekarang Vant, wajahmu lebih glowing dan lebih cerah."Goda Rayn/Rare, membuat ketiga adik Reivant menahan senyum tapi tidak dengan Chaiden karena ia masih terlalu fokus pada pemandangan dan rumah begaya kuno di depannya ini.
"Masuklah."Ujar Rayn pada kelimanya
"Wah, aku tak menyangka ternyata rumah kakak sangat bagus di dalam."Ujar Brandon yang di angguki oleh Arthur, sedangkan Chaiden makin terpesona.
Dan ia tak menyangka jika anak lelaki yang pernah ia lihat di photo masa kecil kakak nya adalah seorang mafia. Ya, baru ia ketahui beberapa menit yang lalu.
"Benar-benar mengagumkan." Gumam Chaiden yang masih terpesona dengan rumah Raynald.
"Kai, tutup mulutmu."Goda Danien pada adiknya itu yang masih terpana dengan bangunan ini.
"Oh ya ada apa Re, kamu menyuruhku datang??."Tanya Reivant saat mereka sudah duduk di ruang tamu mansion itu.
"Begini Vant, kan kemarin aku sudah memberikan data ke Danien, nah itu data tentang penyerangan yang terjadi pada kedua adikmu itu."Ujar Rayn
"Apa kamu sudah membuka file itu, Dan??."Tanyanya pada Danien
"Aku belum sempat membukanya, kak."Ujar Danien jujur, karena memang ia belum sempat membuka file yang di berikan oleh Raynald.
"Baiklah, akan aku tunjukan saja disini."Ujar Rayn
"Har, bawakan laptop dan semua berkas yang ada di meja kerja."Lanjutnya lagi pada adik sepupunya itu, dan ia mengambil Remote control serta menekat tombol hijau dan terbentanglah layar putih di sudut dinding mansion itu.
"Wahh apa kita akan menonton layar lebar."Ujar Chaiden dengan nada jenaka.
"Iya, film yang sangat rugi jika di lewatkan."Jawab Rayn sambil tersenyum..
"Dan, sebenarnya ini adalah pekerjaan Harld, dia lah yang meretas akun kalian selama ini."Ujar Rayn lagi menceritakan siapa sebenarnya pemilik akun Gosht Ry2, yaitu adiknya Harld yang ia suruh mengunakan nama itu.
"Jadi itu alamat IP bukan punya kak Rayn?."Tanya Danien , tapi matanya menatap Harld yang datang dengan sebuah laptop dan beberapa map dan amplop coklat yang mereka baru dapatkan tadi siang,dengan earphone bertengger manis di lehernya, tetap dengan permen lollipop andalannya.
Dua orang maid masuk membawakan nampan berisi minuman dan makanan ringan, serta segelas susu coklat untuk Harld.
"Harld yang akan menjadi partner mu, Dan."Jawab Rayn menatap Danien yang terkejut menatap Pria yang seumuran adiknya Michael bisa setara dengannya dalam hal IT.
"Aku tak menyangka jika adikmu ini sangat hebat."Ujar Reivant memuji Harld.
"Wahh,,kamu harus menjadi partner ku ya."Ujar Chaiden menatap Harld yang di balas anggukan singkat dari anak itu.
"Ck apa adikmu tidak bisa berbicara kak?."Tanya Arthur pada Rayn dengan tertawa, karena ia hanya ingin mendengar suara anak itu, sejak bertemu kemarin ia belum mendengar sepatah kata pun dari seorang Hacker ini.
Rayn tampak sibuk dengan laptopnya begitu juga Reivant yang juga masih membaca beberapa laporan dari map yang di bawakan Harld tadi.
Tak berapa lama muncul gambar-gambar orang yang terpampang jelas pada layar LCD, dan ada seorang pria muda seumuran Rayn dan Rey, ya itu adalah MR.X.
"Siapa Pria itu?."Tanya Chaiden karena sejujurnya dia lah yang paling kepo.
"Kak Rei bukan kah pria itu yang pernah mengajukan kerja sama dengan Park Company??."Tanya Brandon karena ia dan kakaknya Reivant yang pernah bertemu dengan lelaki itu.
"Iya Don,itu Mr. Max Dominic tapi kita belum menandatangani kerja sama itu."Ujar Reivant dan mengingat Pria itu.
"Kenapa dia ada di situ?."Ujar Danien yang ikut melihat dan bertanya sebab lelaki yang bernama Max ada Bersama Rouwnd, dkk.
"Nama asli dari lelaki itu bukanlah Max Dominic tapi Gavin Alexander."Ujar Rayn yang meluruskan nama asli dari pria muda itu.
"Dan untuk Rouwnd, sebenarnya mereka adalah Partner kerja."Lanjutnya lagi
"Wahh untung kita belum melakukan kerja sama itu, kak."Ujar Arthur yang sedikit ngeri dengan manusia-manusia yang ada dalam foto tersebut.
"Dan orang-orang yang menyerang adik-adikmu itu adalah orang suruhan Gavin/Max itu". Ujar Rayn.
"Apa, jadi dia adalah dalang dari penyerangan tersebut."Ujar Reivant dengan wajah mengeras
"Ya, dan untuk Rouwnd ia adalah musuh Daddy."Lanjut Reivant lagi, mungkin ia ingin mencari tahu mengapa Rouwnd dan Gavin bisa Bersama.
"Oh, jadi sekarang aku tahu, kenapa Rouwnd juga mengincar kalian, karena Park Company adalah salah satu perusahaan no.1 di kota ini."Jelas Rayn
"Aku merasa tidak bermusuhan dengan Max, tapi kenapa ia melakukan ini semua."Gumam Reivant yang masih sangat bisa di dengar oleh penghuni yang ada di ruangan tamu itu.
"Nah, itu yang ingin aku tunjukan pada kalian, kenapa Gavin atau Max itu menyerang kalian."Ujar Rayn yang membuat kelima putra Park menatap nya penuh tanya.
"Apa Daddy pernah menceritakan tentang Tuan Alexander Han?."Tanya Rayn pada Reivant.
"Tn. Alexander Han,Sepertinya aku pernah mendengarnya."Ujar Chaiden yang sedari tadi hanya menyimak akhirnya bersuara.
"Di mana kamu mendengarnya,Kai?"Tanya Danien yang ikut bertanya pada adiknya itu.
"Saat aku ke ruangan kerja Daddy, saat itu Daddy berbicara di telpon entah dengan siapa, dan menyebut nama Alexander Han itu."Cerita Chaiden sambil mengingat pembicaraan Daddy-nya saat itu.
"Nah, sedikit titik terang, Gavin adalah anak dari Alexander, jadi kita harus mencari tahu apa penyebab hingga Gavin menargetkan keluarga kalian."Ujar Rayn Panjang kali lebar.
"Untuk Rouwnd, sebenarnya ia dari dulu ingin merebut semua perusahan kalian, karena sedari awal Daddy dan Rouwnd adalah sahabat kan, dan seharusnya ada satu orang lagi, itu tugas kita untuk mencari tahu, karena sebenarnya mereka berempat sahabat saat kuliah hingga membuka usaha Bersama."Lanjut Rayn lagi, (Darimana Rayn tahu karena ia adalah ketua dunia bawah, apa yang tidak di ketahui oleh,Rayn).
"Aku sedikit curiga, apa Rouwnd adalah sebenarnya Duri dalam persahabatan mereka."Ujar Danien dan menebak akar permasalahan semua itu.
"Bisa jadi kak, karena jika hanya penolakan perjodohan oleh kak Rei pada Stella, itu bukan alasan yang tepat hingga memutuskan persahabatan yang sudah terjalin bertahun-tahun."Ujar Brandon yang ikut menimpali perkataan kakak keduanya.
"Wow, jadi kamu pernah di jodohkan, Vant? hahah,,aku tidak menyangka itu."Tanya Rayn/Rare dengan tertawa, ia tak menyangka jika sahabatnya itu pernah di jodohkan.
"Siapa Gadis malang itu, apa ia anak kandung Rouwnd, adik dari istrimu, Shera?."Tanya Rayn dan sedikit menggoda sahabatnya itu.
"Iya, seharusnya dari awal juga kamu sudah tahu itu Re."Balas Reivant
"Ck, gak asyik kamu,Vant."Ujar Rayn dengan tampang memelas
"Apa kalian sudah makan, aku lapar."Ujar Rayn yang membuat Brandon, Chaiden dan Arthur menatap tak percaya pada ketua mafia itu, karena wajah nya sungguh tak cocok dengan perkataan nya yang di buat lembut dan memelas.
"Jam berapa sekarang,,aku juga lapar ini sangat menguras tenaga dan otak."Ujar Reivant dan bertanya tentang jam, padahal ia sendiri juga mengunakan jam( itu buat apa Vant, untuk gaya doang ya)
"Sekarang pukul 3 dini hari kak."Jawab Danien dan menatap jam yang tergantung di dinding rumah Rayn.
"Harld, telpon pak Jun, siapkan makan untuk kita bertujuh,sekarang!."Ujar Rayn yang menyuruh adiknya menelpon Kepala pelayan.
Harld hanya menggangguk dan mengambil ponselnya dan menelpon kepala pelayan mereka.
"Pak siapkan makan sekarang."Ujar Harld saat sambungan telpon tersambung.
"..."
"7,,"Jawab Harld dan mematikan sambungan telponnya.
"Akhirnya aku bisa mendengar suara mu, Har."Goda Arthur yang dari tadi penasaran akan suara anak itu, yang seperti patung hidup dan Harld hanya menatap Arthur dengan tatapan datar.
"Wah,,dia seperti ini. Sangat mirip Seperti mike, jika Ia kalah taruhan." Ujar Brandon dan mengingat adik keenamnya itu.
"Ya, ia memang dari kecil jarang bicara, Ar."Ujar Rayn dan menjawab rasa penasaran Arthur.
"Kenapa kak??."Tanya Chaiden yang kepo, Jiwa kepo Chaiden memberontak dan memaksa untuk berkenala,mencari kebenaran dari semua itu.(au ah,, Chaiden lebay,sih.🙄)
Tbc.
*Hay kakak-kakak pembaca.
Maaf jika author telat up, karena satu dua kesibukan yang membuat author menunda waktu up cerita ini.
Terima kasih kepada kakak-kakak pembaca yang selalu setia menunggu kelanjutan cerita ini.
Dukung terus "Princess Daddy's" yah.
Terima kasih.
kali ini author akan memberi
Spesial Pict. Tralalalla..
Harld Aharon*..