
Agar seolah ia baru datang, Rachel memilih untuk mengetuk pintu, setelah beberapa menit ia lewatkan. Karena, ia tidak ingin mereka curiga jika ia mendengar pembicaraan antara Danien dan Axell anaknya.
"Dan, baby."Panggil Rachel pada kedua manusia beda usia tersebut.
"Ya mom."Jawab Axell dan berlari menuju pintu dengan tetap tersenyum seolah tak ada yang ia pikirkan.
"Panggil daddymu, waktunya makan malam, boy."Ujar Rachel yang berdiri di depan pintu kamar Danien, ia memilih untuk tidak masuk.
"Dad, ayo makan, Grandmom and Grandpa sudah menunggu."Ujar Axell pada Danien yang baru memakai bajunya.
"Baiklah, ayo kita ke ruang makan."ajak Danien pada Axell dan mengandeng tangan kecil anak itu.
Entahlah dalam pikirannya, ia masih memikirkan perkataan Axell tadi, di liriknya anak itu dan ada rasa yang tak kasat mata yang ia rasakan, entah apa itu. Sedangkan Rachel sudah duluan berjalan menuju ruang makan keluarga Park.
Disisi lain ia menyukai Devi, tapi di satu sisi ia nyaman saat Bersama Rachel dan Axell baby boy yang sudah ia anggap anak sendiri itu.
Entahlah ia membiarkan semua akan berjalan dengan jalurnya hingga kemana akan membawanya. (oh babang Danien jangan mengantungkan perasaan anak orang😅).
*****
Sebulan telah berlalu, tak terasa sekarang sudah tanggal 24 dan hari ini adalah hari ulang tahun baby Carli yang kedua yang di rayakan oleh keluarga Park dengan meriah walaupun sederhana menurut mereka.
Tidak banyak tamu undangannya, tapi mereka mengundang Tn.Orlando beserta istri dan anak perempuan mereka yang bernama Anggi adik kandung Arvin dan kebetulan hari ini juga Aidyen, Arvin dan anggotanya mereka datang.
Mereka juga baru debut sebulan yang lalu. Tapi, karena yang ulang tahun adalah anak pertama dari Reivant Park, jadi untuk hari ini mereka diliburkan dari semua kegiatan yang ada dan juga beberapa Relasi teman kerja Ny.Park hadir dalam pesta ulang tahun cucu pertama Ny.Park Yunna.
Taman yang dulu di rombak dan di rapikan oleh orang-orang suruhan Shera, itu lah yang di pakai untuk membuat pesta kecil anaknya dan selama sebulan ini Shera akan sesekali ke Rumah sakit dan kantor bahkan pulang ke mansion papinya, agar tidak terjadi kecurigaan dari Rouwnd. Karena itu, juga selalu di awasi oleh Reivant sendiri dan anak buah yang menyamar tentunya.
Hari ini, benar-benar semua berkumpul termasuk Rachel dan Axell yang masih ada di mansion karena Ny.Park menahannya agar tidak kembali ke apartementnya.
Walaupun terkadang Rachel harus menahan perasaannya, tapi Chaiden yang selalu menyemangatinya dan terkadang juga mengajaknya untuk berjalan jika saat mereka libur dari pekerjaannya.
Karena Chaiden sangat tahu jika Rachel memendamkan perasaan pada kakak keduanya.
"Wah cucu nana sangat cantik."Ujar Ny.Park yang melihat cucunya berjalan di gandeng Shera dan Reivant tentunya di sampingnya, dengan baju yang di desain khusus oleh Ny.Park berwarna very pink sangat cocok dengan kulit putih bayi cantik itu, sangat menggemaskan.
"Anak menantu ku cantik sekali."Ujar Rachel yang ikut melihat penampilan anak dari sahabatnya itu.
"Iya dong Chell, anak lelakimu juga sangat tampan dengan tuxedo putihnya."Jawab Shera yang juga mengaggumi penampilan dari putra tunggal Rachel tersebut.
Tadi Axell meminta untuk untuk mengunakan Tuxedo berwarna putih yang sudah di siapkan oleh Ny.Park untuk nya, agar ia bisa menemani baby cantik katanya.
Acara sudah di mulai dari bernyanyi dan meniup lilin, sekarang mereka menikmati makan siangnya. Karena, acaranya juga di mulai jam 11 siang. dan kebetulan hari ini juga hari libur.
"Baby, paman merindukanmu."Ujar Aidyen yang mencium pipi gembil bayi itu.
"Den,Den tue,nyam enak."Celoteh baby Carli yang mengatakan kuenya enak.
"Paman akan memakannya nanti yah."Ujar Aidyen yang gemas dengan ponaannya.
"Aku bahagia melihat semuanya berkumpul."Ujar Chaiden yang duduk di antara kakak dan adik-adiknya.
"Iya, ah jika bisa seperti ini terus, aku sangat bersyukur, tapi masalah kita belum berakhir."Jawab Arthur dengan wajah sendunya.
"Hei, untuk hari ini kita bersenang-senang saja dulu, untuk urusan kantor dan lain-lain besok baru pikirkan lagi."Jawab Brandon yang ikut membalas perkataan kakak dan adiknya.
"kak Kai, kapan kakak wisuda?."Tanya Michael sambil memakan kue yang di berikan baby Carli padanya atas suruhan grandmomnya tentunya dan Michael tidak bisa menolaknya.
"Dua hari lagi,Mike."Jawab Chaiden yang juga menikmati kue yang di berikan Vania padanya, ya itu kue yang sama yang di bawakan oleh Axell, baby Carli dan Vania untuk paman-paman mereka dan tak ada yang bisa menolak.
"Aku akan ikut mendampingimu kalau begitu kak."Ujar Michael dengan semangat
"Ya terserah kamu saja,Mike."Balas Chaiden menatap adiknya yang tetap tersenyum.
"Daddy, apa itu enak??."Tanya Axell pada Danien, karena ia bukan anak yang menyukai makanan manis dan aneh menurutnya,karena ada bunga-bunga dan boneka aneh tapi satu yang ia suka gambar bentuk macan yang ada di atas kue ulang tahun baby cantiknya.
"Iya ini enak, apa Baby Boy ingin mencobanya?."Tanya Danien dan mengarahkan sendok kecil berisi kue ke hadapan Axell.
"No, I don't Like it, Dad."Jawab Axell sambil mengelengkan kepalanya dan memanyunkan bibir mungil nya. Danien hanya tersenyum menatap putranya itu.
"El, uncle punya sesuatu buat Axell."Ujar Chaiden yang memanggil anak lelaki itu.
"Ini untuk kalian bertiga."Ujar Chaiden mengeluarkan tiga batang coklat, satunya dark chocolate kesukaan Axell dan duanya coklat saja untuk kedua gadis kecil yang duduk bermain dengan teman sebayanya.
"Kak! apa kakak ingin gigi ponaan kita rusak?."Ujar Michael yang melihat kakaknya Chaiden memberikan coklat batangan itu.
"Tenanglah, kan mereka bisa sikat gigi."Jawab Chaiden asal. (dasar Chaiden) yang di sambut gelengan kepala dari saudara-saudaranya, mereka tak habis pikir.
"Hei Boy, mengapa kamu tak menjaga gadis cantikmu, lihat to nanti di ambil orang."Goda Brandon yang melihat ponaan cantiknya bermain Bersama beberapa anak kecil yang seumuran dan ada anak lelaki yang selalu mengikuti kemanapun baby Carli pergi.
"Apa paman akan membiarkan baby cantik di ganggu orang lain?."Tanya Balik Axell dengan smirknya.
"Oh tentu tidak bisa boy, paman hanya ingin Axell yang menjaga baby cantik kami."Jawab Arthur yang ikut nimbrung.
"Axell juga, Ell akan menjaga baby cantik hingga besar dengan AMAN, percayalah padaku."Jawab Axell sok dewasa membuat kelima putra park mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Ya terserah baby saja, intinya daddy percaya kamu akan menjaga baby cantik dengan baik."Jawab Danien sambil mengelus pucuk kepala putra Rachel tersebut.
Chaiden memicingkan matanya melihat perlakuan kakak keduanya itu, ada keinginannya untuk bertanya,tapi ia berpikir ini urusan perasaan dan pribadi seseorang jadi ia memilih diam saja.
*****
Tak berselang lama Rayn dan Harld datang, mereka agak terlambat karena mereka baru terbang dari kota S menuju kota B.
Sebenarnya, mereka hampir tidak bisa datang tapi, karena Reivant memaksa dan Rachel juga ikut memaksa kakaknya. Maka pada akhirnya, disinilah mereka sekarang Mansion ketujuh putra Park.
"Siang mom, dad."Sapa Rayn pada Tn. dan Ny. Park yang tampak bingung dengan dua pria tampan di depan mereka saat ini.
"Siang."Balas Tn.park dengan senyum yang tak hilang di wajah tuanya.
"Apa mommy dan daddy melupakanku?."Tanya Rayn todepoin, dengan senyum yang masih merekah di wajahnya.
"Kamu siapa, kenapa wajahmu mirip Rachel??."Ujar Ny.Park tampak memperhatikan wajah Rachel dan pria depannya itu.
"Mom, ini Rare, saya Rare mom."Jawab Rayn/Rare dengan menyebut nama panggilannya, dengan wajah di buat kesal.
Karena, mami park yang sudah ia anggap ibunya sendiri sudah melupakannya. ( iyalah Re wajar mami Park lupa u, kan dulu yu masih ingusan).
"Ya ampun, apa kamu Rare si cengeng itu?."Tanya Ny.park antar kaget dan terharu anak lelaki yang dulu selalu datang bersama Reivant putranya, ternyata sudah sebesar ini dan sangat tampan menurutnya.
"Isss mom, jangan membuka kartu deh."Ujar Rare yang di sambut tawa oleh penghuni Mansion tepatnya di ruang keluarga itu.
"Papi,,"Teriak Axell yang berlari menuju pamannya dan di sambut Rayn dengan tangan terbuka mengendong putra adiknya itu.
"Apa baby boy merindukan papi??."Tanya Rayn/Rare, pada ponaannya Axell yang di balas anggukan dari pria kecil itu.
"Mom, Rachel adalah adik kandung ku,yang dulu selalu ku ceritakan jika aku punya adik perempuan yang sangat tomboy dan itu adalah,Rachel."Ujar Rayn yang menangkap wajah kebingungan dari Mommy Park.
"Jadi, kalian! oh God anak-anakku berkumpul semuanya."Ujar Ny.Park dengan wajah berseri.
"Dia siapa, apa adik bungsumu Re, dulu kamu tidak pernah menceritakan tentang adikmu pada Mommy, Re??"Tanya Ny.Park yang melihat Harld.
"Dia adik kami mom, sekarang umurnya baru 19 tahun namanya Harld."Jawab Rachel yang menjawab pertanyaan mommy Park.
"Eh seumuran sama Mike ya, sini nak."Ujar Ny.Park dan memanggil Harld untuk datang padanya.
"Panggil saya Mommy ya, seperti kedua kakak-kakakmu dan itu Daddy."Ujar Ny.Park yang melihat ada kesedihan dalam mata anak itu dan menunjuk suaminya juga pada anak bernama Harld itu.
"Mommy, Daddy."Gumam Harld membuat Rachel dan Rayn menatap Harld dengan wajah sendu. Tapi,mereka bahagia, karena adik mereka itu tak pernah menyebut mami ataupun sejenisnya dari iya lahir.
(Author nangis dulu di pojok).
TBC.
Setelah melakukan perjalanan yang begitu panjang, akhirnya author menemukan foto ini di Hp emak kita Rachel.
Bekicot👇👇 - Ayo tebak ini siapa😁