PRINCESS DADDY'S

PRINCESS DADDY'S
145. judul yah Title



Agatha mengetuk pintu ruangan Danien, tak lama terdengar suara Danien yang menyuruh masuk, dengan langkah tegas Agatha masuk.


"Pagi Pak, pagi kak Rachel."Sapa Agatha dengan senyum yang terpatri di bibirnya.


"Pagi Tha."Balas Rachel sedangkan Danien hanya menganggukan kepalanya.


"Pak ini laporan yang tadi sudah di tanda tangani pak Reivant."Ujar Agatha dan memberikan laporan tersebut pada Danien.


"Hm, apa ruangan sudah di siapkan?."Tanya Danien


"Sudah pak, sekitar jam 9 lewat Mr.Gerald akan datang."Ujar Agatha


"Baiklah, nanti kamu dan Rachel ikut bersama ku untuk meeting."Ujar Danien


"Baik pak, kalau begitu saya undur diri."Ujar Agatha dan pamit pada kedua manusia yang ada di ruangan tersebut.


Sepeninggal Agatha, Rachel msih tampak fokus pada laporan yang baru saja Agatha bawa, itu dari perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan Park Company juga, tapi Reivant meminta Danien yang menghandelnya juga.


Danien menatap wajah serius dari ibu Axell tersebut, ia tersenyum sangat tipis saat melihat wajah serius Rachel.


"Chell apa kamu sudah sarapan?."Tanya Danien dengan terus menatap Rachel.


"Hm, apa kamu ingin membelikan ku sarapan?."Tanya Rachel balik tanpa melihat wajah Danien.


"Hei, aku bertanya, jika belum, kita sarapan dulu."Ujar Danien.


"Aku sudah sarapan tadi Dan, sebelum ke kantor."Ujar Rachel sambil tersenyum, sedangkan Danien merasakan sesuatu di hatinya menghangat saat melihat senyuman manis Rachel.


"Satu jam lagi kita akan meeting, ku harap kamu tak pingsan."Goda Danien


"Hey,, bapak Danien Park yang terhormat, jika aku pingsan ada kamu yang mengurusnya."Jawab Rachel cuek, sedangkan Danien hampir kesedak ludah sendiri.


Rachel sempat melirik kearah Danien sekilas dan sedang menahan senyumnya. Sedangkan Danien, meneguk minumannya seolah dirinya sedang sangat haus.


***


Lantai 40, itu adalah Ruang Presdir, Reivant tampak berbincang melalui ponsel, ia tampak serius hingga tak menyadari kedatangan adiknya Brandon, dan Brandon tampak menatap kakak tertuanya itu, hingga akhirnya Panggilan itu terputus dan Reivant berjalan menuju meja kerjanya, ia sedikit terkejut menatap adiknya itu.


"Ada apa kak, wajah kakak terlihat kusut?."Tanya Brandon


"Hmm,,kakak harus ke kota S."Ujar Reivant singkat.


"Ada apa kak, apa saya boleh ikut?."Tanya Brandon.


"Nanti kita bahas setelah kakak menemani kakak iparmu."Ujar Reivant


Ya, Reivant sangat santai tapi sebenarnya ia masih menyusun strategi untuk memberi pelajaran pada orang-orang yang berani berkhianat padanya maupun adik-adiknya. Tadi itu telpon dari Reza orang kepercayaannya di kota S.


"Jam berapa kakak pergi?."Tanya Brandon


"Sebentar lagi Don."Balas Reivant


Reivant mendial nomor telpon sopir pribadinya pak Yaya, karena pak Yaya tidak tahu jika Tuan muda pertama itu akan menemani istrinya ke rumah sakit.


Terdengar suara pak Yaya yang menjawab Panggilan dan Reivant mengatakan jika Pak Yaya harus standby di Lobby karena ia akan keluar beberapa menit lagi dan Panggilan terputus.


"Kamu datang kesini ada perlu apa, Don?."Tanya Reivant yang masih menatap layar komputernya, entah apa yang ia lihat disana.


"Merindukan kakak ku."Jawab Brandon sambil tertawa dan menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Rindu kakak apa sekertaris kakak Don?."Ujar Reivant menggoda adiknya itu, tapi matanya tetap focus pada layar komputernya.


"Ck, Kakak itu selalu tahu."Balas Brandon lagi dengan cengiran khasnya.


"Daripada kamu tidak ada kerjaan, itu di atas meja ada beberapa laporan keuangan, coba kamu cek."Ujar Reivant dan menunjuk kearah beberapa berkas yang ada di atas mejanya.


"Baik kak."Balas Brandon dengan wajah kusut, ya karena dia kan anak komputer di suruh ngitung duit ya mana mau tapi terpaksa. (haha kasian lu Don)


"Oh ya, itu yang mengajukan kerja sama berapa perusahaan kak?."Tanya Brandon sambil memegang map merah itu.


"Ada Dua yang baru kakak Acc."Jawab Reivant melirik adiknya dari balik kacamata yang ia kenakan.


Ya, saat Reivant bekerja ia akan mengunakan kacamata karena matanya ada sedikit gangguan, tapi itu tak menghilangkan kadar ketampanannya malah ia terlihat semakin dewasa dan cool.


"Danien yang menghandelnya, kakak ingin ia memimpin perusahan papa kelak."Ujar Reivant.


"Oh bukankah sekarang perusahan papa masih di bawah kendali Park company kak."Tanya Brandon


"Ya, karena kakak ingin Danien bisa menjalankannya kelak, jadi ia bisa memimpin perusahaan tersebut."Jawab Reivant


"Don, kamu akan kakak kasih kepercayaan  untuk perusahan di kota S nantinya."Ujar Reivant menatap adiknya dari balik kacamatanya.


"Ha, kenapa harus Brandon kak?."Ujar Brandon protes dan menatap kakaknya seolah butuh penjelasan.


"Kalian semua punya tanggung jawab Don, kakak percaya kalian adik-adik kakak, Arthur sudah kakak percayakan dia mengurus Perusahaan yang berada di Kota M."Ujar Reivant menatap adiknya itu.


"Tidak mungkin kan, kakak memimpin beberapa perusahaan sekaligus dengan kota berbeda?."Lanjutnya lagi dan membuat Brandon menghela nafas.


"Jadi mulai sekarang kamu harus belajar semuanya."Lanjut Reivant dengan senyum tipis di bibirnya saat melihat wajah menekuk adiknya itu.


"Iya kak, aku akan berusaha belajar cara memimpin perusahaan."Jawab Brandon terharu, ia benar-benar tak menyangka jika ia akan berada di titik ini saat ini.


*****


Mansion Tujuh putra Park, Shera tampak sudah rapi dengan gaun hamil berwarna coklat muda membuat ia semakin cantik dan imut dengan postur tubuhnya yang mungil dan perutnya yang tampak bulat.


"Mom, apa baby sudah tidur?."Tanya Shera pelan saat melihat mertuanya keluar dari kamar bernuasa pink itu.


"Iya Ra, kasian baby, mommy jadi sedih."Ujar Ny.Park


"Baby anak yang kuat mom, kan tadi paman sudah bilang kalau ini karena pergantian cuaca."Ujar Shera menenangkan ibu mertuannya itu.


"Iya, anaknya Amel juga panas, tadi mom suruh pamanmu untuk memeriksa dan memberi obat pada anak itu."Ujar Ny.Park lagi.


"Iya mom, dimana Stella, Mom?."Ujar Shera dan bergumam mencari adikknya. itu


"Stella di dapur bersama Liliana membuat kue, sekarang ia semakin pintar masak."Ujar Ny.Park antara bangga dan sedih dengan keadaan anak-anak dari sahabatnya itu.


"Syukurlah mom, Shera hanya berdoa semoga ia mendapatkan kebahagiaannya kedepan."Ujar Shera


"Apa Rei, menjemputmu?."Tanya Ny.Park yang melihat penampilan anak mantunya itu, dengan pakaian yang terkesan sederhana tapi tampak anggun.


"Iya mom."Jawab Shera, dan Shera berjalan menuju meja makan


"Kak."Panggil Stella saat melihat kakaknya berdiri tak jauh dari sana, sedangkan Ny.park entah pergi kemana.


"Apa yang kamu kerjakan kan Tella?."Tanya Shera yang sebenarnya ia Sudah tahu.


"Tella belajar membuat kue kak bersama kak Lian."Ujar Stella, ya ia sangat senang karena Lian juga menganggapnya adik.


"Bagus, supaya kelak suamimu akan senang dengan masakanmu."Goda Shera


"Kakak,,"- Stella cemberut dengan candaan kakaknya. Shera hanya tersenyum melihat wajah adiknya itu.


Nah Bagaimana kabar Rounwd saat ini ia berjuang dengan penyakitnya, walaupun keluarga Park tetap memberikan pengobatan yang terbaik tapi kankernya sudah di stadium akhir.


Stella dan Shera pernah menjenguk nya, hanya air mata yang selalu menemaninya, ia menyesal tapi semuanya sudah berlalu dan ia harus menanggung akibatnya.


**Back to Mansion**


Tak lama Lilian datang dari arah dapur dan menatap kedua wanita yang sudah di anggap olehnya seperti adiknya sendiri.


"Mau kemana Kak Lian?". Tanya Shera menatap Liliana.


"Apakah Nn. Muda melihat Mommy Park?". Tanya Lian kepada Shera, karena tadi dia sempat melihat Mommy Park berbicara dengan Shera.


"Mommy,, kalau gak salah tadi mommy kekamar deh, kak." Jawab Shera menunjuk ke arah kamar Mommy dan Daddy mereka.


"Ada perlu apa Kak?." tanya Stella yang penasaran.


"Ah,, enggak cuma mau nanya saja." jawab Liliana dengan senyum dan pamit kembali di dapur.


Tak lama kemudian Reivant datang dan menghampiri istrinya itu. Stella tersenyum menyambut kedatangan kakak iparnya, yah walaupun dulu dirinya sempat memiliki perasaan terhadap pria itu.


Tapi, kini Stella sudah menganggap Reivant sebagai kakaknya. Stella merasa bangga jika bisa memiliki kakak seperti seorang Tuan Reivant Park.


"Apakah kamu sudah siap, sayang?." Ujar Reivant kepada istrinya itu.


"Oh Pa. Kenapa tidak kabari dulu. Hmm, aku sudah siap." Ujar Shera dan tersenyum menyambut kedatangan suaminya.


"Baiklah! Mari kita pergi. Stella Kakak pergi dulu yah. Sampaikan pada Mommy juga." Ujar Reivant.


"Tella, kakak pergi dulu yah. Kakak titip baby yah." Pamit Shera dan memeluk singkat adik kecilnya itu.


"Hmm,, baiklah. Kak Rei, tella titip kakak Rara,, jaga dia dengan baik." Ujar Stella seolah mengancam kakak iparnya itu.


Reivant hanya tersenyum dan mengangguk menanggapi perkataan adik dari istrinya itu.


"Tampaknya Stella sangat menyayangi mu, sayang." Ujar Reivant.


"Dia sebenarnya sangat menyayangi ku. Tapi, kau tahu sendiri Pa, dulu kehidupan nya masih di kendalikan oleh Papi." Ujar Shera.


Dengan Hati-hati Reivant membantu istrinya masuk ke dalam Mobil, Reivant benar-benar tampak sangat hati-hati dan hal itu membuat Shera ingin menertawakan suaminya itu.


Yah,, Harap maklumlah, walaupun ini anak kedua mereka. Tapi, ini adalah kali pertama bagi Reivant untuk mengurus istrinya yang sedang hamil itu.


Sangat di sayangkan, karena dulu dirinya tidak bisa menemani istrinya saat masih mengandung Putri Cantiknya, Baby Carli.


TBC.


Hay kakak-kakak pembaca..


Terima kasih atas dukungan nya selama ini. Sebagai ucapan terima kasih author ingin mengadakan give away untuk 3 orang pemenang dengan vote terbanyak. untuk pengumuman pemenang akan di umumkan pada akhir bulan ini.


Dukung terus yah Baby Carli dan Para Daddy tampannya.


Ni,, author kasih yang cakep,karena kemarin sempat ada yang nagih.. Heheheheh


Gavin Alexander Han.